Snow

Snow
Bab 21#



kami semua masuk ke ruang tamu dan mulai sedikit mengobrol,bagas memperkenalkan aku pada mamanya .mama bagas terlihat senag dan ramah padaku.


"ohh jadi kamu pacar bagas,cantiknya kamu ada keturunan luar negri ya soalnya mata kamu warnanya coklat "tanya mama bagas padaku.


"emm enggak kok tante saya turunan indonesia asli mungkin kakek nenek saya jadi nurun ke saya"aku menjawab mama bagas dengan sopan.


"yah mungkin,nama kamu siapa biar enak mangginya.


untung bagas punya pacar tante kira bagas itu gak sukak cewek"mama bagas memberitahuku dengan sedikit tertawa.


kami mengobrol cukup lama tetapi papa bagas tidak kunjung muncul dan ternyata kata mama bagas papa bagas sedang ada rapat jadi akan memerlukan sedikit waktu yang lama.aku di ajak bagas berkeliling rumahnya sedangkan sindy asik berfoto foto untuk di kirim ke tunangannya.


"bagas mama kamu keliatannya bukan orang london yah soalnya keliatan kayak orang indonesia banget"aku mulai penasaran.


"mama aku emag lahir di indonesia tapi sejak ada aku mama tinggal di london katanya sih lebih enak di sini"jelas bagas.


aku berkeliling dan kami pergi ke kamar bagas ,kami berdua berbaring bersama dan menatap langit langit.


aku mulai bertanya hubungan kita ke jenjang yang lebih serius dan bagas juga sudah merencanakan masa depannya denganku.


sekitar jam 16.32 mama bagas memanggil kami untuk turun dan menikmati sup buatannya.aku dan bagas turun bersama dan menuju ruang makan.


"kesya ayo cobain supnya ,tau gak sup ini itu makanan favorit bagas waktu masi kecil sampai sampai makkoknya di jilattin"mama bagas bersikap sangatlah baik sampai sampai aku merasa dia adalah mamaku.


"ohh iya lucunya bagas,kesya juga udah pernah liat foto masa kecilnya bagas dulu"aku mulai menikmati suasana dengan mama bagas.


aku memakan supnya dan tidak sengaja menyenggol gelas minum hingah tumpah ke celana bagas.aku segera membatu mengelapnya.


"gak apa apa kok ,biasa kalau keasikan ngobrol aku juga sering gitu udah lanjutun makan aja supnya mumpung anget"ucap bagas.


"makan rame rame gini papa gak di ajak boleh gabung gak"ucap papa bagas.


suara ini sangatlah familiyar di telingahku,suara yang sudah lama tidakku dengar.suara yang sering menyapaku dan tertawa bersamaku di waktu kecil,saat aku menoleh benar saja itu suarah papa.


bagas berdiri dan memeluknya dia menyebutnyah papa,bagas memperkenalkan aku dengan papaku.aku hanya terdiam dan terpaku begitu juga papa yang menatapku.


"ba..bagas ini ini papa kamu,kamu yakin"suaraku mulai berat dan sangat sesak.


"iya kesya ini papa aku,kamu gak apa apa kan kok kamu pucet kamu sakit"bagas menghampiriku dan memegang kepalaku.


"kesya kamu di sini sayang,papa kangen sama kamu dan pacar bagas itu kamu"papa mulai menangis dan ingin memelukku.


aku mendorong bagas sekuat tenaga dan mundur untuk menghindari papa.aku menagis tapi dengan tertawa sekali lagi hatiku sakit dan dalam hatiku hanya berkata"*tadir kenapa kau mempermainkan hati ini,kau utuhkan kembali hati yang hancur dan sekali lagi kau menghancurkanku hingga titik yang terbawah"


*"hahahaha bagas kenapa ,kenapa keluarga kamu jadi penyebab kehancuranku ,aku salah apa sama kamu"aku membentak bagas di depan arya ,sindy dan semuanya.


"kesya maksutnya kmau apa aku sayang sama kamu


dan mana mungkin aku hancurin kamu"raka terlihat sangat bingung.


"orang yang kamu panggil papa dia papa aku,seorang


papa dan suami yang ningalin anak juga istrinya"aku sangat kesal ,aku marah pada semuanya.