Snow

Snow
Bab 3#



"kamu natanya yang bener sesuai barisan bukunya sama tempatnya jangan asal asalan"aku akhirnya merapikan buku buku tersebut bersamanya.


"hem hem iyah udah paham kok ,nama kamu siapa sih biar manggilnya enak gak harus (hei kamu) gak enak di denger "perlahan dia mulai ingin mengenalku aku tidak tau apa yang dia pikirkan anak di sekolah menjauhiku bahkan tim basketku ,aku hanya berusaha kompak di lapangan namun sebenarnya aku tidak mengel mereka.


"gak ada lain kali kita bahka gak harus kenal ikuti alur sekolah belajar tanpa harus kenal siapa siapa kamu pasti bisa paham segalanya"semuanya hanya berteman selama beberapa tahun namun setelah kelulusan semua tidak akan seakrap dan bahkan tidak mengenal lagi .


"apa gunanya paham segalanya menjadi nomer satu tapi gak tau apa yang artinya teman"bagas seperti tau bahwa aku kesepian dan penuk kekosongan.


"kamu tata sendiri aja kan ini emang salah kamu aku capek ,oh iya nama aku kesya jangan lupa"aku berjalan pergi dan meninggalkan perpustakaan.


tig ting ting


suara bell masu kelas berbunyi ,saat di kelas aku tidak melihat bagaskara.aku pikir dia masih sedang ada di luar mungkin di kantin hingga guru pun masuk dan memulai pembelajaran,2menit setelah pelajaran bagaskara masuk .ternyata dia terlambat masuk kelas karena masih repot menata buku di perpustakaan.


untungnya guru mengerti dan menyuruhnya duduk,aku melihatnya dia sedikit berkeringat dan ada bekas luka di sikunya.


"liatnya jangan lama lama nantik sukak loh"ucap bagaskara sambil berbisik.


"gak bakal ngayal aja kamu,em... kok luka siku kamu kenapa"aku yakin bagas pasti jatuh saat menaruh buku di rak atas.


"tadi jatuh tapi gak papa kok"ucapnya.


"ohhh yaudah"tidak peduli apa yang terjadi karena itu kesalahanya itu yang ku pikirkan.


saat pulang sekolah arya mengingatkanku untuk latian sore ini lalu dia pergi mengantarkan sindy karena kaki sindy terlula saat memindahkan buku buku tadi.


"kesya kamu mau pulang ,sendri atau di jemput"bagas tetap baik terhadapku meski aku cuek,meninggalkanya di perpustakaan dan akhirnya membuat sikunya terluka aku semakin tidak mengerti dirinya ,aku diam tak menjawab pertanyaannya.


"kalok sendiri bareng yuk aku gak ada temen buat pulang bareng"sekali lagi dia berbicata kepadaku.


"kamu pulang sendiri aku bawak motor kok ,oh iya ini buat luka kamu jangan baper dulu ini cuma buat tanda minta maaf tadi aku ninggalin kamu di perpustakaan"aku memberinya plester untuk lukanya aku memiliki banyak plester di tasku karena saat emosi aku gak ke kontrol aku sering lukain diri aku sendiri karena maslah keluargaku.


"iya iya tapi plesternya emang penting entar kalok udah sembuh lukanya aku bakal simpen plesternya"sekali lagi dia mengucapkan hal aneh yang menurut aku gak penting.


aku langsung pulang setelah memberikan pelesternya ke bagas.sebelum sampai le rumah aku membeli roti kesukaan mama ,mama suka banget sama roti bakar keju.aku sampai ke rumah dan menaruh roti bakar itu di atas meja.


ma..mama..ma


aku memanggil manggil mama tetapi tidak ada yang menjawab hingga bik siti pembantu kami menemuiku dan bilang kalau mama pingsan siang ini.seketika aku berlari menuju kamar mama dan melihat mama yang masih tertidur.


"non kesya,nyonya udah gak papa tadi nyonya bagun sekarang lagi tidura. non kesya kan baru pulanga mau makan apa bik siti yang buatin "ucap bik siti kepadaku.


"gak usah bik ,kesya mau tidur sama mama "ucapku kepada bik siti , bik siti meninggalkan aku dan mama sambil menutup pintu secara perlahan.