SMK (COMPLETED)

SMK (COMPLETED)
PART 7



❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥


Jika ada kesempatan jangan disia-siakan


❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥


      Mampus!


      Sudah jam 06.10 dan Dafina baru bangun. Memang jarak antar rumah dan sekolahnya lumayan dekat, tapi masalahnya kalau gerbangnya sudah ditutup bagaimana. Mau gak mau harus balik.


      Dafina berlari kencang menuju gerbang sekolah. Harapannya hancur ketika gerbang sekolah sudah ditutup. Pak Bayu-Satpam-tidak ada di pos satpam seperti biasanya. Ketika dia membalikkan badannya, ia melihat Dio yang baru saja nyampe dan terlihat santai.


"Lu ngapain disini?" tanya Dio.


Dafina memutar kedua bola matanya atas pertanyaan Dio yg gak berfaedah, "Menurut lho gw di sini ngapain?! Karaoke? Jelas-jelas telat lah Dio," jawab Dafina.


"Terus lo mau balik?" tanya Dio.


"Mau gak mau harus balik lagi," jawab Dafina pasrah.


"Ckck, ikut gue."


Dafina mengikuti Dio melangkah menuju gerbang kecil yg berada di kantin. Gerbang tersebut jarang ditutup. Dafina membuat utk Dio yang berjalan di depannya.


"Eh woy! Lo ngapain masih diam aja di sana?!" teriak Dio.


"Yo gue takut ketahuan sumpah lewat sini. Kalo ketauan kan urusannya berabe," ucap Dafina panik.


"Serah lho deh mau ngikutin gw ato gak. Kalo lu mau sekolah y ikutin cara gw yang ini. Kalo gak...ya lo balik aja, palingan kena semprot ama ortu lu."


      Dafina membuntuti Dio yang sudah berjalan masuk ke area sekolah dengan tenang.


"Dafina Destarihanifa!" Panggil seseorang dari belakang ketika Dafina berjalan. Ia tidak berani menengok ke arah belakang. Dafina hanya mematung di tempat dia mengerutuki dirinya yang bodoh.


➷➷➷➷


"Rifqi!" Panggil Carissa yang tiba-tiba duduk di samping Rifqi.


"Ape?"


"Lo ngapain di sini? Bukannya jaga juga. Kan hari ini semua anak OSIS MPK yang jaga," tanya Carissa.


"Nunggu Angga, dari tadi belum dateng-dateng juga padahal udah jam tujuh lebih," jawab Rifqi.


"Tumben banget si curut atu belum datang," ucap Carissa.


"Oh ya Rif, gw pamit ya buat jaga sisi lain, " pamit Carissa.


"Eh Ris tunggu deh!" panggil Rifqi.


Carissa menengok ke belakang, "Ya ada apa, Rif?" tanya Carissa.


"Lu jaga bagian mana?" tanya Rifqi.


"Gue jaga kantin, siapa tau ada yang madol ke kantin," jawab Carissa.


"Lu jaga di sini aja, jagain gerbang siapa tau Angga datang dikit lagi. Biar gue yang jaga belakang," ucap Rifqi sebelum pergi.


      Rifqi melihat Dio masuk lewat gerbang kecil yang berada di kantin. Sebenarnya ia berniat untuk mencegahnya namun tidak jadi karna suasana hatinya sedang badmood.


Rifqi kaget saat melihat Dafina yang masuk lewat gerbang kecil itu. Baru pertama kali ia melihat Dafina telat.


"Dafina Destarihanifa!" Panggil Rifqi.


      Dafina langsung mematung di tempat saat itu dan Rifqi menghampiri Dafina dan berdiri di depan gadis itu.


"Kenapa telat?" tanya Rifqi ketus.


"Emm...Aaaaa....nuuu....saya telat bangun," jawab Dafina terbata-bata tanpa mengangkat kepalanya. Dia belum mengetahui kalo yang berdiri di depannya itu Rifqi.


"Anda tau kan kalo anda ngelanggar peraturan? Dan yang ngelanggar harus dihukum?" tanya Rifqi.


Dafina mengangguk.


"Nah bagus. Gue bakal hukum lo," ucap Rifqi.


      Dafina tidak merespons apa-apa, ia menunggu orang yang di berdiri di depannya menyelesaikan kalimatnya.


"Lo gak nanya 'hukumannya apa?'" tanya Rifqi.


"Hukumannya apa? "


"Hukumannya adalah lo-Dafina Destarihanifa-harus menjadi pacar gue, pacar seorang Rifqi Pratama Bramasta," jawab Rifqi.


      Dafina kaget, dia mengatakan mengangkat wajahnya, ternyata yang berdiri di depannya itu Rifqi Pratama Bramasta. Gaess apa ini mimpi? Jika mimpi bangunin Dafina. Apa dia berkhayal? Jika ia, cubit saja. Ini adalah hukuman tergila dan terkonyol yang Dafina dapatkan. Ya Rabb, salah hamba-Mu ini apa? Sampe mendapatkan mimpi buruk macam ini.


"Maksudnya?" tanya Dafina memastikan.


"Ckck, lu itu bego atau tali? Ato Jangan-jangan... lu belum pernah pacaran lagi? Bagus deh, berarti gw bakal jadi first love lu deh."


      JURANG MANA JURANG?? GUE PENGEN JOROKIN NIH 1 HUMAN YANG UDAH KELEWAT GILA! Teriak Dafina di dalam hatinya.


"Pokoknya tidak ada penolakan apapun alasannya! Hukumannya itu ya tetap itu."


➷➷➷➷


"Eh Fin, lo napa dah? Dari tadi pagi muka ditekuk aja," ucap Cleo sambil meminum jus-nya.


      Yups! Mereka sedang berada di kantin dan bel istirahat sudah berbunyi lima belas menit yang lalu.


"Gak papa," jawab Dafina memainkan sedotan es.


"Dalam kata 'Gak papa' itu pasti ada apa-apanya. Lu cerita aja deh ke kita-kita. Kita ini teman lo bukan musuh lu," ucap Bunga.


"Nah benar," timpal Cleo & Michelle.


      Saat Dafina mau jawab, bel masuk berdering yang berarti semua murid harus kembali ke kelasnya. Dafina sangat berterima kasih kepada bel sekolah yang berbunyi tepat waktu.


➷➷➷➷


"Dafina, tolong bawain barang-barang bapak ke kelas XII Akuntansi 2." Pak Budi meminta tolong kepada Dafina untuk membawakan barangnya ke kelas XII Akuntansi 2 sebelum pergi.


"Bunga, Chelle, Cly! Bantuin napa!" Pinta Dafina kepada teman-temannya. Mereka pun membantu membawakan barang Pak Budi yang cukup banyak.


      Kelas XII Akuntansi 2 terletak di lantai 4. Untuk pergi ke sana mereka harus naik tangga karena kelas mereka di lantai dua. Sesampainya di sana, pintu kelas XII Akuntansi 2 dibiarkan terbuka & berisik.


"Assalamualaikum!" ucap mereka berempat sebelum memasuki kelas XII OTKP 2 yang berisik melebihi pasar.


      Dafina melihat Rifqi yang sedang duduk di bangku tengah dan dikerubuni oleh teman-teman perempuannya.


"Tok tok tok," Rifqi bersuara seperti pintu.


"Siapa? Ada apa?" tanya seorang teman ceweknya.


"Maudy-nya ada?" tanya Rifqi.


"Maudy?" tanya temannya lagi.


"Maudy bawa kemana hubungan kita," Rifqi menyanyikan sebuah lagu sambil melirik ke arah Dafina yang baru membalikkan badannya.


"Aawww receh!" ejek temannya.


"Abang, ade Baper nih," ucap temannya yang lain.


Cih, dasar pria playboy gak tau malu! Batin Dafina.


      Dafina masih berdumel tentang Rifqi di batinnya. Teman-temannya yang sudah jalan duluan berhenti melangkah  ketika menyadari Dafina tidak ada. Mereka melirik ke belakang, ternyata Dafina masih mematung dan menatap Rifqi.


"Dafina! Lo ngapain di sana woy?!" teriak Cleo membuat semua mata tertuju kepada mereka.


      Dafina langsung lari, pipinya memerah karena tercyduk sedang memperhatikan Rifqi oleh Teman-temannya itu.


"Ngapain lo matung disitu sambil ngeliat Rifqi? Atau jangan-jangan..." Michelle menggoda Dafina. "Atau jangan-jangan lu suka sama Rifqi lagi," lanjut Michelle.


"Issh apaan sih! Orang enggak juga!" jawab Dafina.


"Kalo ada juga no problem, perasaan itu bisa muncul dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Kan lu ama Rifqi udah kenal dari tahun lalu haha," ucap Bunga dengan nada menggoda.


"Apaan sih kalian semua! Gajelas dah," ucap Dafina kesal.


"Kalo gak ada biasa aja atuh," ucap Cleo.


➷➷➷➷


      Dafina berlari menghampiri teman-temannya. Pipinya memerah. Kadang di mata Rifqi, kelakuan Dafina lucu bahkan menggemaskan. Rifqi tidak sadar bahwa senyumnya mengembang saat melihat kelakuan Dafina.


"Eh Rif, lo napa senyam-senyum sendiri? Kesambet awas lo!" tanya Angga.


      Rifqi tidak merespons pertanyaan Angga. Angga pun mengikuti arah pandang cowok itu.


"Lu ngapain ngeliatin Dafina?" tanya Angga.


"Dia unik, cantik, kadang menggemaskan.  Cewek terunik yang pernah gue temuin," ucap Rifqi dengan senyum tipis.


Angga menemukan jidatnya, "Et dah nih orang gue nanya apa balasnya apa."


Lo unik, cantik, menggemaskan, dan lo berharga. Batin Rifqi.


➷➷➷➷


***Heeyyy hacin :333 🌚🌝 kita ketemu lagi


Bagaimana kabar kalian semua?


Bagaimana chapter ini? Seru gak? Gak seru ya:(


Masih mau next gak?


Jangan lupa vote & comments :)))


See you nexttt 💕💕****