SMK (COMPLETED)

SMK (COMPLETED)
PART 5



      Hari ini adalah hari pertama PAS—Penilaian Akhir Semester 2 untuk menentukan naik tidaknya ke kelas berikutnya yaitu kls 11. Dafina sampai di sekolah pukul 06.15, ia memasuki ruangan ujiannya. Setiap ruangan ada 20 murid—10 murid dari kelasnya 10 murid dari kelas 11. Dafina duduk di bangkunya lalu membaca ulang apa yang sudah dipelajarinya tadi malam.


"Hey cewek sendirian aja," goda seorang cowok yang duduk di sampingnya.


      Dafina tidak membalas godaan cowok itu, ia lebih memilih konsentrasi. Buat apa ngeladenin orang seperti itu. Jika diladenin sama aja kita kaya orang itu.


"Issh balikin bukunya! Lagi baca tau," protes Dafina kesal saat buku yang tadi sedang dibacanya diambil oleh cowok di sampingnya.


"Ri-rifqi?" Ucap Dafina datar saat melihat siapa cowok itu.


"Iya ini gue. Rifqi Pratama Bramasta," jawab Rifqi datar.


"Ngapain lu ke sini?" Tanya Dafina.


"Tawuran. Udah tau ke sini itu buat ujian," jawab Rifqi.


      Dafina masih diam mencerna apa perkataan cowok itu. Dafina menatap Rifqi tidak pecaya kalau ia seruangan dengan Rifqi dan duduk sampingan.


"Gak usah ngeliat gw kaya orang kelaparan," ujar Rifqi.


      Dafina langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya yang malu karena kepergok.


➷➷➷➷


      Bel Istirahat berbunyi, tangan Dafina ditarik oleh Rifqi ke luar dari kelas. Dafina berusaha menarik telapak tangannya dari genggaman cowok itu namun tenaga Rifqi lebih besar darinya. Rifqi membawa Dafina ke kantin. Semua mata tertuju ke mereka berdua lebih tepatnya mungkin ke Dafina.


"Duduk!" Perintah Rifqi ke Dafina.


"Tap—"


"Tidak ada tapi-tapian. Sekarang duduk dan temenin gue makan di sini," perintah Rifqi dingin.


      Dengan terpaksa, Dafina menuruti perintah cowok itu.


"Lu mau mesen apa? Gw yang bayar," tanya Rifqi.


"Siomay pedas ama Es Milo," jawab Dafina.


"Oke. Tunggu di sini jangan kemana-mana."


      Rifqi kembali dengan membawa bakso, siomay, dan dua es Milo menggunakan nampan.


"Ini pesanan lu. Habisin," ucap Rifqi.


"Thanks."


      Rayn yang baru datang ke kantin melihat Dafina dan Rifqi makan berdua di kantin. Rayn mengepal tangannya dan mengertakkan rahangnya.


"Hai Fin!" Sapa Rayn duduk di samping Dafina.


Dafina menatap Rifqi lalu menatap Rayn, "Eh hai Kak."


"Bagaimana ujiannya?" Tanya Rayn.


"Alhamdulillah bisa. Kakak bagaimana bisa kah?" Tanya Dafina.


"Begitulah," jawab Rayn.


"Mau gabung di sini," jawab Rayn.


"Ckckck pindah sana jangan di sini ganggu aja! Lu bisa duduk dimana aja kecuali di sini," ketus Rifqi.


"Tapi gue maunya di sini," balas Rayn.


"Lu budek ato gimana?! Dibilangin lo boleh duduk dimana aja kecuali di sini!" Tegas Rifqi.


      Rayn bangun dari tempat duduknya dan pergi sambil menarik Dafina untuk ikut bersamanya.


"Woi anjeng! Lepasin Dafina sekarang! Gw bilang lo bebas duduk dimana aja kecuali di sini dan kenapa lo bawa Dafina?!" Bentak Rifqi.


"Ckck lu bilang gw bebas kan duduk dimana? Ya udah gw pindah. Tapi lu gak bilang kalo gw gk boleh bawa Dafina," balas Rayn.


      Rifqi mengertakkan rahangnya. Semua pasang mata tertuju pada mereka bertiga. Dafina yang tidak mau terjadi perkelahian diantara dua cowok itu, ia berdiri diantara Rifqi dan Rayn.


"STOPP!! Kalian sudah besar jangan berkelahi seperti anak kecil!" Lerai Dafina.


      Dafina pergi meninggalkan dua cowok itu di kantin.


"Ini semua karna lo," ucap Rifqi.


"Ini semua gak terjadi kalo lo yg gak mulai," balas Rayn tidak kalah.


➷➷➷➷


      Bel pulang berbunyi, Dafina membereskan barang-barangnya lalu turun menghampiri teman-temannya di gerbang. Rifqi meneriaki Dafina tapi Dafina tidak menggubrisnya.


"Hai Fin! Mau pulang bareng?" Ajak Rayn.


      Dafina menatap sekilas Rayn, lalu melangkah pergi tanpa menjawab ajakan cowok itu. Rifqi berlari sambil meneriaki Dafina namun tidak digubris oleh cewek itu. Rifqi berhenti dan menatap Rayn—dua cowok itu saling bertatapan dengan kebencian. Rifqi tidak mau berlama-lama ia langsung mengejar Dafina lagi.


"Hai Fin!" Sapa Michelle dan Cleo.


"Muka lu napa? Kesambet apaan?" Tanya Bunga.


"Cabut yuk!" Perintah Dafina tanpa menjawab pertanyaan teman-temannya dan sapaan mereka.


"DAFINA TUNGGU!!" Teriak Rifqi berlari mengejar Dafina.


"Hosh Hosh," Rifqi mengatur nafasnya. "Daf, lu masih marah sama gue? Ayolah Daf, gw minta maaf. Udah empat hari dicuekin lu itu gak enak suer. Bagaimana caranya biar lu maafin gue?"


"Pikir sendiri," ketus Dafina.


➷➷➷➷


***Heeyyy hacin :333 kita ketemu lagi


Bagaimana kabar kalian semua?


Kira-kira Rifqi & Rayn dimaafin gak ya? Menurut kalian gimana wkwk?


See you nexttt 💕💕***