
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Gue suka ama dia, tapi gue gak minta balik untuk dia menyukai gue.
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Entah bagaimana Dafina dan Rifqi sudah ada di tempat sushi ternama di kotanya. Hari ini keduanya bolos sekolah dan mengapa Dafina bisa menyetujuinya, karena ia datang terlambat. Sejujurnya hal ini ia sengajakan, karna hari ini banyak tugas dan dirinya baru mengerjakan beberapa saja. Ini semua karena semalaman Dafina nonton K-Drama.
"Tumben lo mau bolos ama gue, emang ada apa?" tanya Rifqi heran.
Dafina menggeleng. Dia tidak bisa mengatakan hal ini. Ia harus menjaga harga dirinya, jangan sampai Rifqi mengetahui alasan ia bolos.
"Emangnya ada pilihan lain?" tanya Dafina.
Rifqi menggeleng, "Tentu aja tidak ada pilihan lain. Kalo lo nolak, gw bakal maksa sampe lo ikut."
"Gue anterin lo balik ke sekul gimana?" tawar Rifqi.
"Jangan!" tolak Dafina cepat.
Dahi Rifqi bergelombang, rasanya aneh jika Dafina memang terpaksa bolos tapi lebih anehnya ia tidak mau diantar balik ke sekolah.
"Lo itu aneh ya, gue lagi baik mau nganter lu balik. Tapi lu gak mau," cibir Rifqi.
"Nanggung tau."
Seketika tawa Rifqi meledak. Sebenarnya tidak ada yang lucu, tapi bagi Rifqi apa yang dikatakan Dafina barusan itu dapat membuat suasana hatinya berubah menjadi baik.
"Bilang aja sih kalo mau bolos," cibir Rifqi.
Dafina memamerkan deretan gigi nya. Rifqi tersenyum manis dan itu sangat jarang dia perlihatkan.
"Gue gak punya perasaan apapun ke Irish apalagi punya hubungan," kata Rifqi.
Bagi Dafina perkataan Rifqi itu privasinya dan ia seharusnya tidak boleh mengetahuinya.
"Kok lu diem biasanya lu cerewet?" tanya Rifqi heran.
"Gue cuma bingung aja."
Dahi Rifqi bergelombang, "Maksudnya?"
"Bingung aja kenapa lo kasih tau gue?" tanya Dafina bingung.
"Bego," cibir Rifqi.
"Ish apaan sih Rif. Gue tuh gak bego tau, ngomong jangan sembarangan napa!" protes Dafina.
Rasanya kepala Rifqi mau meledak jika terus menghadapi sifat telmi Dafina. Terkadang Dafina itu polos dalam hal-hal tertentu yang membuat harus menjelaskan secara detail.
➷➷➷➷
Irish keluar dari kelasnya dan ia langsung menuju ke kantin untuk mencari Rifqi.
"Rifqi mana?" tanya Dafina kepada teman-teman Rifqi yang sedang di kantin.
"Gak masuk," jawab Bima.
"Kenapa? Dia sakit ato apa?" tanya Irish khawatir.
"Kepo banget sih lo," cibir Angga.
"Gue bukan Kepo, gue peduli ama Rifqi."
"Tapi sayangnya orang yang lu peduliin gak peduli ama lo," ejek Carissa tersenyum miring.
Irish menghentakkan kakinya karena kesal. Tidak sengaja tatapannya melihat ke arah meja Michelle, Cleo, dan Bunga tapi Dafina tidak ada disana. Irish tidak melihat Dafina dimana-mana hari ini, untuk memastikan kebingungannya ia menghampiri mereka bertiga.
"Cabe mana?" tanya Irish.
"Lo nyari cabe? Kan cabenya itu lo," ejek Bunga.
Mereka bertiga ketawa sedangkan Irish diam.
"Gak masuk," jawab Cleo.
"Kenapa gak masuk?" tanya Irish.
"Kepo banget sih jadi orang. Suka-suka dia mau masuk apa gak," cibir Michelle.
"Kalo lu mau tau, ok fine. Tapi kami gak bakal tanggung jawab kalo lu kesel sendiri hahaha." Bunga ketawa disusul oleh Cleo dan Michelle.
"Dafina gak masuk karna lagi berduaan ama Kak Rifqi," ucap Michelle asal.
Irish kesal saat mendengar perkataan dari Michelle. Ia langsung pergi dari kantin.
➷➷➷➷
Rayn pergi ke kelas XII AKL 2 untuk mencari Dafina. Sesampai di sana, ia tidak melihat Dafina. Rayn menghampiri Michelle, Cleo, dan Bunga dan menyapa mereka bertiga.
"Dafina mana?" tanya Rayn seraya melirik bangku kosong di samping Michelle.
"Dia gak masuk," jawab Cleo yang duduk di depan bangku Dafina.
"Kenapa gak masuk? Dia sakit atau apa?" tanya Rayn.
"Gak tau deh kak, Maaf."
"Ohh makasih ya." Rayn pergi meninggalkan mereka.
Di dalam pikiran Rayn banyak hal yang berkecamuk. Dafina hari ini tidak masuk sekolah begitupun Rifqi tidak masuk sekolah tanpa keterangan apapun. Ada kemungkinan kalau mereka berdua bolos bersama dan ada juga mungkin Dafina masuk tidur di rumahnya.
"Rayn!" Panggil Irish.
"Ya ada apa?" sahut Rayn.
"Lo habis dari kelasnya Dafina kan? Pasti lo kesana buat nyari Dafina kan?" tanya Irish.
"Bukan urusan lo! Suka-suka gue dong mau kemana."
"Lo suka ama Dafina?" tanya Irish.
"Bukan–"
"Atau... lu jatuh cinta apa dia?" lanjut Irish.
"Kepo bat dah jadi orang," protes Rayn kesal.
"Siapa yang kepo juga. Orang gue nanya doang," tegas Irish.
"Terus hubungannya ama lo apaan kalo gue punya perasaan ke Dafina, huh?"
"Rifqi cinta ama Dafina," kata Irish.
"Terus hubungannya ama gue apa?" tanya Rayn.
"Jelas-jelas ada hubungannya ama lo, Rayn."
Bagaimana pun, Rifqi harus menjadi miliknya bagaimana pun caranya.
Rayn mendekat ke Irish lalu berkata, "Lo tau, gue suka ama Dafina tapi gak minta dia suka balik ama gue."
➷➷➷➷
*Halo semuanya 👋
Where are u*?
Bagaimana chapter ini?
Next or no?
Jangan lupa tinggalkan jejak-jejak kalian berupa votes and comments 😚😚**