
Sebelum baca chapter ini, alangkah baiknya kalian kasih vote ⭐, Comment, and share cerita ini ❤️❤️
Jam berapa kalian baca ini ^^?
Happy Reading ^_^
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Gue sering ke sini, tapi rasanya beda jika sama kalian
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Michelle
BANGUN KEBO!!
TERIMA UNDANGAN GRUP DARI GW!!
Michelle
Gak baek perawan bangun siang
Nanti rezekinya dipatok ayam
Dafina terbangun dari tidurnya karena mendengar banyak notifikasi yang masuk ke ponselnya. Dafina lupa mematikan ponselnya. Dafina mengambil ponselnya yang berada di nakas. Dafina melihat jam dari ponselnya dan sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Memang setiap hari libur, Dafina suka bangun telat. Dafina mengecek ponselnya dan benar saja ada undangan sebuah grup yang bernama 'People'
Dafina memutar bola matanya kesal lantaran waktu tidurnya diganggu. Dafina meng-accept undangan tersebut.
PEOPLE
Dafina Joined the grup
Bunga
Hai Fin!
Kam Kam
Tumben udah bangun biasanya masih ngebo 🤣🤣
Michelle
Gue bangunin :v
Carissa
Ini jd gak gk? Jam brp?
Cleo
Jadi atuh jam 10.00 aja
Bima
Kutu kumpret jangan jam segitu. Jam 1 siang aja! Gue msh pengen rebahan
Angga
Iya jam 1 siang aja, soalnya gw ada urusan kalo pagi.
Dafina
Nonjok orang dosa gak?!
Rayn
Emang lu mau nonjok siapa, Fin?
Angga
(2)
Dafina
Pengen nonjok orang yg bernama Michelle!!
Orang gw lagi tidur nyenyak2 eh di spam chat ama tuh orang_-
Michelle
Hehehe sorry atuh beb (:
Dafina mematikan ponselnya lalu menaruh di atas nakas. Ketika Dafina ingin tidur lagi, tiba-tiba Mamanya masuk ke dalam kamarnya.
"Eh udah bangun Kak. Mama udah buat sarapan ada di atas meja. Ya udah Mama berangkat kerja dulu ya Kak," ucap Mamanya setelah mencium kening putrinya.
"Ini uang untuk kakak jalan-jalan ama teman-teman," ucap Mama seraya meletakkan beberapa lembar uang di atas nakasnya.
"Ya, Ma. Hati-hati!"
Setelah Mamanya berangkat, Dafina langsung menuju meja makan. Perut Dafina sudah berbunyi. Di meja ada 3 roti dengan selai coklat keju dan susu hangat coklat. Dafina langsung melahapnya.
➷➷➷➷
Dafina sedang bersiap-siap ketika waktu menunjukkan jam 12.30. Ketika ia sedang bersiap-siap, ia melihat ada motor Rifqi yang terparkir di depan rumahnya. Dafina tidak menyangka kalau cowok itu akan menjemputnya. Sebelum turun ke bawah, Dafina mengecek ponselnya lagi.
PEOPLE
Angga
Woy! Jadi gak? Udah jam 12.30 nih
Carissa
Jadi gue lagi siap2
Cleo
OTW
Michelle
OTW (2)
Bunga
Gue langsung ke sana. Maaf ya gaess (:
Michelle
Bunga
Bukannya gw gak mau nebengin lo. Pagi tuh gue ada urusan keluarga gitu terus taunya lokasinya deket ama tmpt tujuan kita.
Angga
@Bima gue tau lo pasti belum mandi
Bima
Enak aja!! Gue siap tinggal OTW
Rifqi
@Dafina gue udh di dpn rmh lo
Bima
Rif, jemput gue juga dong😚!
Rifqi
Najis! Homo lu!
Bima
Iya deh yg lagi ngapelin pacar 🤣🤣
Angga
Pacar? Masih OTW kali :v
Rifqi
BACOD LO PADA!!
Dafina berlari ke luar untuk menemui Rifqi. Di luar, ia menemuka Rifqi sedang menyender di motor sport-nya. Rifqi menoleh, menatap Dafina lalu memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.
"Bisa naiknya gak?" Tanya Rifqi.
"Bisalah, bukan pertama kali keles gue naik motor kaya gini."
"Ya udah. Kalo repot naiknya, lo tinggal megang pundak gue," kata Rifqi.
➷➷➷➷
Rifqi dan Dafina langsung ke tempat tujuan dan sebelum mereka berangkat, Rifqi sudah bilang ke Angga kalau dirinya dan Dafina langsung ke sana. Mereka sudah tiba di sana pukul 13.10. Semua sudah menunggu mereka di parkiran.
"Tinggal siapa yang belum datang?" Tanya Rayn.
"Tinggal si curut Bima," jawab Carissa.
Tak lama kemudian, Bima pun datang.
"Sorry lama," ucap Bima.
"Udah semua kan? Ya udah skuy beli tiketnya. Kalian bayar sendiri-sendiri tiketnya!" Ujar Carissa.
Setelah membeli tiket, mereka masuk ke dalam taman bermain. Suasana di sana sangat ramai oleh pengunjung karena ini hari Sabtu—hari libur.
"Naik rollercoaster yuk!" Ajak Bima.
"Sok-sokan ngajak naik rollercoaster. Jangan sok-sokan deh di depan Michelle," ejek Angga.
"Bomat suka-suka gua lah! Jadi gimana, mau gak?"
Mereka semua menerima ajakan Bima untuk naik rollercoaster sebagi pembuka jalan-jalan mereka. Degup jantung Dafina berdegup kencang. Dafina memang tidak takut ketinggian, tapi kadang-kadang ia suka mual kalau udah naik permainan yang tinggi seperti rollercoaster.
"Daf, duduk di samping gue," ucap Rifqi.
"Duduk di sini? Paling depan?" Tanya Dafina ragu.
Rifqi mengangguk, "Seterah lo sih mau duduk di sini apa di belakang. Berarti kalo Lo duduk di belakang ama pengunjuk lain, karna yang lainnya udah ada pasangan duduknya."
Dafina menarik nafas panjang sebelum ia duduk di sebelah Rifqi. Semua sudah duduk di tempatnya masing-masing. Sabuk pengaman diturunkan.
"Dalam hitungan tiga, permainan akan dimulai. 3...2...1," ucap sang operator.
Dafina menyembunyikan wajahnya di pundak Rifqi untuk menghilangkan ketakutannya. Rifqi menahan tawanya sekaligus senang melihat ekspresi Dafina. Beberapa menit kemudian, permainan selesai. Mereka keluar dari sana menuju ke bagian yang lain.
"Gue bilang juga apa jangan sok-sokan berani naik rollercoaster hahaha," ejek Angga sambil ketawa.
"Bacod lo," ketus Bima. Michelle yang duduk di samping Bima hanya menahan tawanya.
"Main yang lain yuk!" Ajak Carissa kepada yang lain.
Mereka semua setuju. Setiap wahana mereka coba. Rifqi sudah berkali-kali ke tempat seperti ini. Tapi baru kali ini beda jika pergi bersama teman-temannya ditambah lagi ada Dafina.
"Masuk ke rumah hantu yuk!" Ajak Bunga.
"Yuk ke rumah hantu." Mereka setuju ajakan Bunga.
"Aelah gak usah ke rumah hantu napa," protes Carissa kesal.
"Bilang aja takut," ejek Bima.
"Takut? Seorang Carissa takut? Gak level."
Mereka semua menuju wahana yang akan mereka naikkan. Setiap kereta berisi enam kursi dan setiap barisnya hanya tiga kursi. Di kereta pertama ada Rifqi, Dafina, Rayn, dan Carissa. Di kereta kedua ada Bima, Michelle, Angga, Cleo, dan Bunga.
Dafina sesekali menutup matanya kadang juga berteriak kecil saat hantunya tiba-tiba muncul. Tiba-tiba Carissa turun dari kereta dan berlari sekencang-kencangnya menuju pintu luar membuat mereka semua ketawa terbahak-bahak.
Ketika permainan selesai, Carissa sudah menunggu mereka di pintu luar. Tawa mereka meledak kembali ketika melihat wajah Carissa yang menatap mereka kesal.
"Kan udah gue bilang jangan ke rumah hantu! Kalian aja ngeyel," gerutu Carissa kesal.
"Udah udah jangan bertengkar. Udah malam nih, pulang yuk," ajak Bunga.
"Yuk pulang, Daf!" Ajak Rifqi kepada Dafina.
"Hah? Gak usah, gue bisa balik sendiri, gak enak ama lo," tolak Dafina.
"Yang ada gue yang gak enak ama lo. Gue yang jemput lo seharusnya gue juga yang nganterin lo balik," ucap Rifqi.
➷➷➷➷