SMK (COMPLETED)

SMK (COMPLETED)
PART 36



**Sebelum baca chapter ini, alangkah baiknya kalian kasih vote 👍🏻, Comment 💬, and share cerita ini ❤️❤️


Jam berapa kalian baca ini ^^?


Happy Reading** ^_^


❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥


Bagaimana rasanya jika kepercayaan lo dihancurin begitu saja?


❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥


      Rifqi langsung balik ke rumah, ia lagi badmood ngapa-ngapain. Ia langsung membaringkan tubuhnya ke kasur. Perasaan Rifqi kini bercampur aduk antara sakit, kesal, marah, takut semuanya berkecamuk dirinya. Rifqi sangat kecewa kepada Dafina.


      Rifqi tidak mau kehilangan Dafina.


      Rifqi hanya ingin bisa bersama dengan Dafina untuk selamanya.


      Apakah dirinya egois?


      Tring Tring Tring!


      Ponselnya berbunyi, Rifqi segera mengecek ponselnya. Ternyata Dafina sudah menelponnya beberapa kali dan mengirim pesan. Rifqi membuka pesan dari cewek itu.


Happy Ending


Kak, lo knp? Apa ada sesuatu yg terjadi? Cerita kak ama gue jangan disembunyikan. Biar kita berdua mencari jalan keluar bersama


Rifqi


Lo sendiri nyembunyiin sesuatu dari gue


Happy Ending


Gue tunggu di taman biasa. Please datang gw mau menjelaskan semuanya Kak


      Rifqi segera beranjak pergi dari rumahnya menuju taman yang dimaksud Dafina. Sesampai di taman, Dafina sudah menunggunya.


"Hai Rif!" Sapa Dafina kepada Rifqi. Namun cowok itu tidak membalasnya.


"Kak, biarin gue jelasin semuanya! Ini penting kak," ucap Dafina memohon.


"Hmm."


"Sebenarnya gue mau ceritain semuanya ke lu tapi gue lagu nunggu waktu yang tepat buat bilang semuanya," ujar Dafina.


"Sampe kapan? Sampe gue tau sendiri dari orang lain? Gue sebenarnya mau tau dari mulut lo sendiri bukan orang lain," ketus Rifqi.


"Gue bener-bener minta maaf Kak hiks. Gue takut kalo lu sakit hati saat gue ceritain. Gue juga takut hubungan lu ama Kefas berakhir," ucap Dafina tanpa di sengaja air mata menetes dari matanya.


"Justru gara-gara lo gak nyeritain semuanya, malah bikin rusak, Daf," ucap Rifqi dengan nada dinginnya.


"Lo tau bagaimana rasanya kalo kita udah naruh kepercayaan kepada seseorang tapi orang itu ngerusak begitu aja?!" Tanya Rifqi dengan nada tinggi.


      Dafina hanya bisa menangis. Ia akui dirinya salah karna tidak menceritakannya. Tapi apakah kesalahannya tidak bisa dimaafkan? Gak bisa diberi kesempatan sekali lagi?


"Gue cuma minta satu ama lo Daf, jaga kepercayaan gue! Gue gak minta yang lain bahkan gue gak minta lo balas perasaan gue," pinta Rifqi.


"Maaf Rif, maaf. Gue akui gue salah ama lu. Apakah masih ada kesempatan sekali saja untuk gue? Apakah kesalahan gue gak dimaafkan, Rif? Seterah lu sih mau maafin gue apa gak, mau kasih kesempatan apa gak. Gue harap lu bisa bahagia." Ucap Dafina menatap Rifqi dengan sendu.


      Dafina pergi dari taman itu dengan air mata yang sudah mengalir deras. Ia lari sekuat tenaganya. Ia sungguh menyesal tidak menceritakan semuanya kepada Rifqi.


      Bruk!


      Dafina tidak sengaja menubruk orang saat ia berlari.


"Ma-maaf...Joy? Kefas?" Gumam Dafina menatap cowok yang ia tubruk tadi.


"Lu kenapa nangis? Siapa yang buat lu nangis? Kasih tau kita, Daf." Joy dan Kefas khawatir saat melihat Dafina menangis.


"Kalian mau tau siapa yang buat gue nangis? Jawabannya adalah Kalina berdua! Kalian yang buat gue seperti ini," ucap Dafina dengan kencang.


"Kalian kenapa kasih tau semuanya ke Rifqi, hah?! Sebenarnya apa yang kalian inginkan?" Bentak Dafina dengan isak tangisnya.


"Lu nanya apa yang gue inginkan? Gue ingin lu jadi milik gue," jawab Joy santai.


"Gue gak pengen liat temen gue gak tau masa lalu pacarnya sendiri," jawab Kefas santai.


"Gue gak minta kalian berdua ngurus hidup gue! Stop gak usah nambah masalah di hidup orang lain. Memangnya masalah di hidup kalian kurang apa sampe ngurus masalah hidup orang?!" Bentak Dafina.


"Maaf Daf, kita gak bermaksud untuk ngerusak hubungan kalian. Gue akui gue pindah ke sini memang untuk lo—untuk memiliki lo. Tapi sumpah gue gak tau kalo lo pacarnya Rifqi. Dan gue gak ada niatan sama sekali ngehancurin kebahagiaan lo," ucap Kefas.


      Air mata Dafina yang tadi sudah berhenti kini mengalir dari. Kefas segera menghapus air mata yang membasahi wajah Dafina.


"Gue boleh meluk lu, Daf? Mungkin ini pelukan pertama sekaligus terakhir, gue janji gue bakal ngelupain lu dan mencari kehidupan yang baru," ucap Joy.


      Sebelum Dafina mengucapkan sesuatu, Joy sudah menarik tubuh Dafina ke dalam pelukannya. Semua kenangan saat SMP kini datang lagi. Air mata Dafina berjatuhan membasahi pundak Joy. Dengan perlahan, Dafina membalas pelukan tersebut.


"Ckck ternyata gue salah ngejar lo, Daf. Padahal gue ngejar lo untuk mencari jalan keluar tapi nyatanya apa? Lo pelukan dengan cowok lain," ucap Rifqi miris.


      Dafina segera melepaskan dirinya dari pelukan Rifqi. Deg! Mereka tersentak melihat Rifqi dengan raut muka penuh kecewa.


      Dafina mengejar Rifqi yang pergi dari sana. Dafina mengenggam tangan Rifqi agar cowok itu berhenti melangkah. Namun Rifqi dengan sekali hentakan melepaskan genggaman Dafina.


"Kak, lo salah paham. Gue bisa jelasin semuanya," ucap Dafina. Mata dan hidungnya sudah memerah karena dari tadi ia menangis.


"Gue gak perlu penjelasan lo, Daf! Gue udah bener-bener kecewa ama lo," ucap Rifqi dengan nada penuh kekecewaan.


➷➷➷➷


***Next or stop?


Bagaimana chapter ini?


Kalian dapat feel-nya?


Comment ya*** ^_^