
***Jangan lupa kasih vote ⭐, Comment, and share 🌚🌝🌜🌛🌞
Jam berapa kalian baca ini ^^?
Happy Reading*** ^_^
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Semua yang milikmu akan kembali padamu
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
Rifqi sangat ngantuk di jam sejarah yang sangat membosankan. Rifqi mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan mengetikkan sesuatu di grup untuk menghilangkan rasa ngantuknya.
Rifqi : Woy! Sumpah gue ngantuk nyet
Ponsel Angga berbunyi keras lantaran ada pesan masuk. Semua mata tertuju pada Angga.
"Suara apa itu?" Tanya guru sejarah.
"Ehh... itu Bu... ponsel saya tadi bunyi, ada pesan masuk ternyata itu dari tante-tante girang, Bu." Alibi Angga yang mendapatkan tatapan dingin dari Rifqi lantaran dirinya dibilang Tante girang.
"Tolong saat lagi jam pelajaran, ponsel kalian dimatikan!" Perintahnya.
"Siap Bu."
Angga mengecilkan volume ponselnya, lalu mengecek ponselnya dan ternyata ada chat dari Rifqi. Lalu Angga membalasnya.
Angga
Anjir lo, Rif 😠
Rifqi
Hahahaha, sorry
Bima
Si Anying, gua kira notif dari doi_-
Carissa
Bacod lo pada
Rifqi
Maapkeun sy teman2
Angga
'Saya'? Udh ketularan ama Dafina nih ceritanya :v
Rifqi memasukkan ponselnya lantaran Angga membahas topik yang dirinya tidak inginkan.
"Woy! Hubungan lu ama Dafina gimana?" Bisik Angga.
Rifqi diam.
"Lu mutusin dia secara pihak? Atau dia yang mutusin lu?" Tanya Angga lagi.
"Kepo banget jadi orang."
"Gue cuma mau lo putusin dia! Dan gue tau lo kasih hukuman itu ke dia pasti cuma iseng doang kan dan tanpa melibatkan perasaan."
➷➷➷➷
Bel istirahat berbunyi, Rifqi dan Angga berniat ke kantin, namun saat mereka mau keluar dari kelas ada guru yang menahan mereka.
"Tolong bawain barang-barang ibu ke ruang BK ya, nak! Bapak mau ke toilet sebentar."
Rifqi dan Angga menerima tumpukan barang-barang itu. Lalu mereka langsung pergi ke ruang BK.
Angga mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam, namun tidak ada sahutan dari dalam. Angga mengetuk pintu sekali lagi untuk memastikan sebelum membuka pintunya. Tidak ada siapapun di dalam. Lalu mereka berdua masuk dan menaruh tumpukan barang tersebut di atas meja Pak Harry.
"Eh Rif, gua ke kantin duluan ya. Bye." Angga pergi meninggalkan Rifqi.
Saat Rifqi mau pergi, ponsel Pak Harry berbunyi. Rifqi penasaran siapa yang mengirim pesan ke Pak Harry. Rifqi pun membuka WhatsApp Pak Harry & dirinya tidak sengaja menemukan chat dari Rayn yang sudah beberapa hari yang lalu. Rifqi mengklik chatnya dan Rifqi sangat terkejut saat membaca chat itu.
Rayn
Pak, ketos kita ngerokok di ruang OSIS. Saya punya buktinya
Antara kesal dan sedih yang Rifqi rasakan saat ini. Sedih karna ia sudah menuduh Dafina yang melaporkannya, kesal karna selama ini ternyata pelakunya adalah Rayn bukan gadis itu. Rifqi langsung pergi ke kelas XII AKUNTANSI 2 untuk menemui Rayn.
"Ikut gue!" Perintah Rifqi dingin saat sudah berada di hadapan Rayn.
Rifqi menyeret Rayn ke parkiran. Ketika mereka sudah di parkiran, Rifqi melepaskan Rayn dengan kasar. Rifqi menatap Rayn dengan tatapan kebencian.
"Gue gak nyangka ternyata lo ***. Gue kira lo tetap jadi Rayn yang dulu, ternyata gue salah besar." Rifqi tersenyum miring.
"Maksud lo apa?" Tanya Rayn.
"Halah gak usah sok gak tau apa-apa deh. Gue tau semua ternyata yang ngelaporin gue ngerokok itu lo bukan Dafina! Dan lo dengan bangsatnya membawa nama Dafina supaya gue benci ama dia dan mengakhiri semuanya."
"Gue gak ngerebut dari lo. Lo aja yang mainnya gak sportif! Gak menerima kalo lo kalah dari gue untuk menjadi ketos." Ucap Rifqi.
"Ckckck, Rifqi Pratama Bramasta, lo pikir pantas jadi ketos? Kalo satu sekolah tau sifat lo yang sebenarnya gimana? Pasti para penggemar lo bakal ngejauh dari lo," ejek Rayn.
➷➷➷➷
"OMG HELLO!! MASA PACAR GUE MATI, GAK IKHLAS GAK IKHLAS!" Teriak Bunga histeris. Michelle, Bunga, dan Cleo sedang berada di rumah Dafina. Bunga menonton drakor di laptop Dafina. Bella menangis histeris karna melihat pemain prianya meninggal. Sedangkan Dafina, Michelle, dan Cleo sedang selfie-selfie.
"Coba deh kalian nonton! Masa yang nonton cuma gua dong sih. Gak seru tau," gerutu Bella kesal.
"Emang ala serunya nonton yang gituan?" Tanya Cleo.
"Seru banget. Kalo kalian nontonnya serius pasti kalian baper. Apalagi pemain prianya cogan semua," jawab Bella.
"Eh ya, gua punya saran buat lu. Lebih baik lu jangan mau dah ama Kak Rifqi, lebih baik lu ama Kak Rayn," ucap Cleo.
"Apaan sih lu Cly. Malah menurut gue, Dafina lebih cocoknya ama Rifqi daripada Kak Rayn, biar lebih kaya novel-novel gitu hahaha."
➷➷➷➷
"Dafina!" Panggil Michelle dari depan pintu kelas.
"Bentar, gua lagi beresin barang-barang," ucap Dafina yang masih sibuk dengan barang-barangnya. Setelah selesai, Dafina menghampiri Michelle.
"Ada apa?" tanya Dafina sambil memasukkan buku ke dalam tasnya.
"Nih ada yang nyariin lu. Gua balik duluan ya, bye." Michelle pergi meninggalkan mereka berdua.
Dafina menatap ke arah depan dan menemukan Rifqi yang berdiri di hadapannya dengan senyuman.
"Awas, gua mau balik!" Perintah Dafina. Saat Dafina mau pergi, Rifqi menahannya.
"Ada apa lagi, Rif?" Tanya Dafina dingin.
"Gue mau nganter lu balik sekalian ada yang ingin gue omongin ama lu," jawab Rifqi.
"Gak usah, Rif. Gua bisa sendiri, gak usah repot-repot," tolak Dafina.
"Gue gak repot kok. Gue tunggu di depan gerbang ya! Bye."
Asal kalian tahu, sebenarnya Dafina malas banget ketemu dengan cowok bernama Rifqi Pratama Bramasta. Dafina melangkah ke gerbang sekolah dan benar saja cowok itu sudah berada di depan gerbang. Cowok itu bersandar di depan motornya.
Rifqi menyadari kehadiran Dafina, cowok itu berjalan mendekati cewek itu dan menariknya untuk naik di atas motornya. Seperti biasa, Dafina naik di bangku belakang dan memegang pundak Rifqi. Kali ini Rifqi tidak berkomentar jika wanita itu memegang pundaknya seperti tukang ojek. Di dalam perjalanan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka berdua.
"Maaf," ucap Rifqi lirih.
"Buat?" Tanya Dafina.
"Maaf karna gue udah nuduh lo yang ngelaporin gue, ternyata pelaku sebenarnya bukan lo melainkan Rayn."
Dafina kaget. Ternyata selama ini pelakunya tidak lain salah Rayn.
"Gara-gara ini lo ngajak gue balik bareng?" Tanya Dafina.
Rifqi mengangguk pelan.
Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Dafina. Dafina turun dari motor.
"Thank u," ucap Dafina sebelum masuk ke dalam rumah.
➷➷➷➷
Dafina berada di taman yang dekat dengan rumahnya. Ia menunggu Rayn. Tak lama kemudian, Rayn datang menggunakan motornya. Cowok itu turun dari motornya dan menghampiri Dafina. Rayn duduk di samping cewek itu.
"Ada apa?" Tanya Rayn.
"Lo yang ngelaporin Rifqi ke ruang BK?" tanya Dafina to the point.
Rayn hanya diam.
"Kenapa diam?! Lo laki-laki bukan?" Tanya Dafina dingin.
"Asal lo tau Kak, gara-gara lo, gue selalu dihantui rasa bersalah, gue dimusuhi sama yang lain, gue dimusuhin. Kenapa lo ngelaukin ini, Kak?! Jawab!" Ucap Dafina dengan nada tinggi.
"Lo nyalahin gue gara-gara itu? Zaman sekarang tuh aneh, yang salah dibela sementara yang bener dimusuhi."
➷➷➷➷
***Halo Hacin 😚😚
Bagaimana kabar kalian?
Masih sediakah kalian membaca cerita ini :V ?
Bagaimana chapter ini?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa vote dan comment ^^
See u next time***