SEBANGKU

SEBANGKU
6



"Jae gimana ini?"


"Mana gue tau bang"


"Lha, biasanya juga elo yang bisa kasih solusi lpdan jalan keluar"


"Kalo masalah gini gue juga bingung bang"


Dara yang sedari tadi duduk diranjang ia pun menghampiri kedua kakaknya.


"Kalian kalo curhat inget waktu. Katanya mau bantuin beres-beres" ucap Dara sambil menepuk bahu Doyoung dan Jaehyun.


Sontak mereka berdua kaget karena akibat ulah Dara.


"I..iya dek. Lo sih bang" kata Jaehyun.


"Iya gue salah" balas Doyoung dengan muka memelas.


"Jun, lo kalo kecapek an lo bisa pulang dulu kok, gue udah ada kak Doyoung sama Jaehyun" ucap Dara pada Renjun yang sedang membereskan beberapa barang milik Dara.


"Iya Renjun gak apa-apa kok kamu pulang aja" kata Melati mamanya Dara.


Renjun merasa tak enak pada mereka.


"Beneran gak apa-apa?" tanya Renjun dengan sungkan-sungkan.


"Iya. Lo pulang aja" giliran Doyoung yang menjawab pertanyaan dari Renjun.


"Eumm.. ya udah deh kalo gitu gue pamit dulu. Dara, bang Doyoung, bang Jaehyun dan Tante Melati Renjun pamit pulang dulu permisi" pamit Renjun.


"Iya hati-hati dijalan" jawab mereka bebarengan.


"Loh ayo bantuin biar cepet selesai dari tadi kok bengong aja" tegur Melati pada Doyoung dan Jaehyun.


"Oh iya ma, maaf kelupaan" kata Jaehyun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Doyoung dan Jaehyun sudah selesai membereskan barang-barang, Melati sudah selesai mengemas dan membuang sampah sedangkan Dara sedari tadi hanya melamun.


"Ayo kita pulang" kata Melati pada Dara.


"Iya ma" jawa Dara dengan anggukan kecil.


"Ngelamun aja dari tadi kamu dek mikirin apa?" tanya Jaehyun.


"Gaada kak" jawab Dara dengan tersenyum simpul.


"Kangen digendong kak Doyoung hm?" goda Doyoung sambil menoel hidung Dara.


"Dara udah gede gak perlu digendong berat kak" jawab Dara.


"Halah biasa kamu paling manja" kali ini Melati ikut-ikutan dan membuat Dara memanyunkan bibirnya.


"Kamu jalannya lambat banget. Udah mau aja kamu digendong sama bang Doyoung kasian tuh dia" cerocos Jaehyun sambil tertawa melihat Doyoung.


"Ya udah. Kak gendong" ucap Dara pada Doyoung.


"Yok dah kapan lagi gue bisa ngabisin waktu sama adek tersayang gue" kata Doyoung.


Doyoung pun berjongkok sedangkan Dara mulai menaiki punggung Doyoung. Dara mulai melingkarkan tangannya pada leher Doyoung dan menaruh kepala dibahu Doyoung.


Melati dan Jaehyun yang melihat tingkah keduanya hanya terkekeh geli.


"Oke kita akan terbanngg" ucap Doyoung sambil berlari dikoridor rumah sakit.


"Anak jaman sekarang gak punya urat malu" ucap pasien yang sudah tua sambil menggelengkan kepalanya.


"Doyoung ati-ati jatoh!" ucap Melati sedikit berteriak.


"Anak mama pada gaada yang bener" celetuk Jaehyun.


"Termasuk kamu Jae" jawab Melati dan berhasil membuat Jaehyun manyun 5 senti.


"Ma, administrasinya udah selesai?" tanya Jaehyun.


"Udah kenapa?" kata Melati.


"Nanya doang ma" jawab Jaehyun dengan santai.


"Kirain mau ganti uang mama" celetuk Melati.


Jaehyun hanya bisa mengelus dadanya berharap semoga dia bisa selalu sabar.


Mereka telah sampai diparkiran sebelum itu didalam mobil sudah ada Dara dan Doyoung yang sedang bergurau.


"Jangan kebanyakan ketawa nanti bisa nangis loh" kata Jaehyun.


"Halah bilang aja kalo lo iri kan?" goda Doyoung pada Jaehyun.


"Udahlah jangan berantem terus gak capek? Ayo kita pulang nanti mama masakin makanan kesukaan kalian" kata Melati menenangkan Doyoung dan Jaehyun.


"Tumben mama baik" kata Dara.


"Iya, karena Mama pengen kita seneng-seneng hari ini bersama anak-anak mama yang paling mama sayang" kata Melati sambil memeluk mereka bertiga.


"Oouwwhh Mama" ucap mereka bertiga membalas pelukkan Melati.


"Udah-udah kalo gini terus kapan selesainya?" ucap Melati mengakhiri pelukkannya.


"Oh iya ya" jawab Doyoung dan langsung menghidupkan mobilnya.


***


"Akhirnya kamu datang juga" ucap seseorang berbadan cukup berisi menyapa Renjun.


"Iya, saya mau menandatangani kontrak" jawab Renjun dingin.


"Bagus kalo begitu" sinis orang itu pada Renjun.


"Dan harap Manager Park ingat! Bahwa saya tidak mau harga diri orang tua saya diinjak-injak! Saya hanya mau kasus orang tua saya cepat dibereskan!" tekan Renjun.


"Baiklah tapi kamu harus bisa apa yang saya bilang kemarin oke" kata Manager Park.


"Saya akan menaati jika kasus orang tua saya tidak di publish pada media massa! Camkan itu!" ujar Renjun pada Manager Park dengan penuh tekanan lalu meninggalkan tempat itu secepatnya.


"Kamu gak akan pernah bisa mengalahkan saya Huang Renjun" ucap Manager Park.


"Kalian selalu intai Huang Renjun. Bagaimana pun dia adalah calon artis muda berbakat" perintah Manager Park pada beberapa ajudannya.


"Siap pak!" jawab mereka dengan tegas.


**Pada penasaran gak sama kelanjutannya? Punya kakak seperti Doyoung sama Jaehyun paling enak ya bisa diajak gila-gilaan bareng hm...


Jangan lupa tinggalkan jejak** ^^