SEBANGKU

SEBANGKU
10



"Bagaimana kelanjutan dari masalah ini?"


"Coba jelaskan apa awal dari ini semua?"


"Mbak Dara Mbak Dara apa yang telah terjadi sama mbak?"


Begitulah beragam pertanyaan yang dilontarkan pada keduanya. Silau cahaya dari kamera pun membuat mata mereka kesusahan untuk memandang kerumunan itu.


"Si*al" umpat Renjun.


Renjun menggandeng tangan Dara dengan erat lalu menembus para wartawan itu agar mereka bisa pulang dan mengakhiri semua ini.


"Cepet Ra!" ujar Renjun pada Dara dengan tegas.


Mereka pun berlari dengan dikejar para wartawan yang membuntuti mereka berdua. Renjun langsung menuju motornya diikuti dengan Dara dan langsung melajukannya dengan kecepatan diatas rata-rata tak lupa juga mereka memakai helm.


"Gue tau tempat yang aman buat lari dari wartawan itu!" ucap Dara sedikit berteriak pada Renjun.


"Dimana!" balas Renjun.


"Dipersimpang jalan sana belok kiri!" teriak Dara disamping telinga Renjun.


Renjun semakin melajukan motor maticnya dan mengikuti arahan dari Dara.


"Nanti didepan rumah lama berhenti!" ucap Dara sekali lagi.


Wartawan masih mengikuti mereka berdua, Renjun semakin meningkatkan kecepatan laju motornya. Kemudian dia langsung memperhentikan motornya didepan rumah lama yang dibilang Dara tadi.


"Disini?" tanya Renjun.


"Iya, ayo cepetan masukin motor lo kedalem" suruh Dara pada Renjun.


Renjun pun membawa motornya masuk kedalam dan menaruhnya digarasi sedangkan Dara menutup kembali garasi.


Renjun melepas helmnya begitu pun dengan Dara.


"Ini rumah siapa Ra?" tanya Renjun pada Dara.


"Rumah almarhum bokap gue" jawab Dara.


"Ikutin gue kita akan masuk lebih dalam sambil menunggu wartawan itu gaada" ajak Dara pada Renjun.


Renjun berjalan mengikuti Dara. Mereka melewati dapur karena garasi tersebut terhubung langsung dengan dapur.


"Haus?" tanya Dara pada Renjun.


Renjun mengangguk.


"Nih, maaf hanya soda doang stok air mineral lagi habis belum beli. Kalo lo lapar ada makanan tinggal ambil aja" jelas Dara pada Renjun seraya menyodorkan minuman soda kaleng.


Renjun menerimanya dan langsung meneguknya sampai tak tersisa.


"Ikutin gue kita akan menuju ke ruang bawah tanah" jelas Dara pada Renjun.


Dara mulai membuka sebuah lemari besar yang tidak diketahui oleh Renjun. Dara mulai masuk kedalam diikuti oleh Renjun.


Didalam lemari itu langsung terhubung dengan lorong sempit namun berwarna warni tidak ada kesan mengerikan disana. Renjun nampak terpukau lalu mengikuti Dara kembali.


"Disinilah tempat favorit gue, lo bisa istirahat sejenak oh ya kalo lo butuh apa-apa dipojok sana semua barang sudah tersedia" jelas sekali lagi Dara pada Renjun.


Renjun tak bisa berkata-kata lagi karena tempat ruangan bawah tanah ini indah. Banyak lampu-lampu berwarna-warni terpasang ditembok, beberapa foto juga terpasang disana.


Satu buah komputer beserta alat-alatnya, wifi, laptop, tablet, hingga segala ***** bengek alat elektronik lainnya tersimpan disana secara lengkap.


Ada satu buah sofa dan satu buah meja, perpustakaan kecil, kamar mandi, satu ranjang bertingkat tiga, karpet yang halus, serta sebuah lemari es yang beragam isinya didalam tak seperti lemari es yang berada didapur tadi.


"Gila keren banget jadi pengen punya" celoteh Renjun.


"Bentar lagi kak Doyoung sama kak Jaehyun pasti kesini. Mereka sekarang masih dalam perjalanan" ujar Dara.


"Jun, gue kekamar mandi dulu mau ganti baju. Oh ya lo bisa ganti baju" ujar Dara sambil melanjutkan kekamar mandi.


"Gue kan gak bawa baju ganti? Lah kan gue selalu bawa aduh gimana sih gue" ucap Renjun pada dirinya sendiri.


Ia pun berganti pakaian dengan cepat supaya jika Dara tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi ia sudah memakai baju.


"Wah ada Renjun" sapa Jaehyun.


"Welkam tu de janggel" sapa Doyoung dan mendapat jitakan dari Jaehyun.


"Aduh sakit" omel Doyoung.


"Nyapa yang bener, kalo ini hutan berarti selama ini kita hewannya. Ngomong kok gak disaring dulu" celoteh Jaehyun pada Doyoung.


"Ngapain lo kesini" tanya Doyoung dengan nada sedikit menjengkelkan.


"Tadi Dara sama Renjun dikejar wartawan kak jadi, Dara ngebawa Renjun kesini" jawab Dara yang sudah berganti pakaian santai dengan celana panjang sobek-sobek dilututnya dan kaos oblong berwarna biru langit.


"Iya bang, Renjun ngengganggu ya?" tanya Renjun pada Doyoung.


"Gak kok, santai ae elah" jawab Jaehyun.


"Kak Doyoung bisa kan? Ngeberesin berita-berita bohong ini? Kan kakak lulusan teknologi komunikasi" kata Dara mengambil minuman.


Doyoung nampak berpikir.


"Gimana ya? Mana bisa dek kecuali si pembuat berita itu ngejelasin semua ini agar dihentikan secara resmi" jawab Doyoung.


"Eum... gimana kalo kita buat akun yang gunanya untuk nyerang balik ke pembuat berita hoax itu" saran Jaehyun.


"Siapa sih yang bikin berita hoax?" tanya Doyoung.


"Manager Park, manager dari agensi gue bang" lirih Renjun.


"Wah kalo sama orang gede susah bang, akun kita bisa diretas dan kita bakal ketahuan cepat atau lambat" ujar Jaehyun.


"Itu gampang kak, serahin sama Dara aja" ucap Dara lalu mengotak-ngatik komputernya.


Renjun hampir tak percaya apa yang telah dilihatnya sekarang, ternyata Dara lebih apa yang dia bayangkan.


Ia hanya tau jika Dara adalah seorang cewek pemalas dan suka tidur dikelas.


"Baik kakak-kakakku kita akan sedikit bekerja keras kali ini"