SEBANGKU

SEBANGKU
24



Renjun berjalan dengan lesu sambil sesekali bernyanyi sesuai apa yang dipikirannya. Bersenandung kecil membuat dirinya seperti seseorang yang sedang mencari keisengan memikat hati para kaum hawa.


“Siulan mulu gak capek itu mulut?” Celetuk Dara yang berada disebelahnya.


“Gue bingung Ra gimana lagi caranya biar gue bisa keluar dari sana”


Dara sedikit menyenggol bahu Renjun yang berhasil membuat sedikit oleng kesamping kiri.


“Coba liat daun itu” Dara menunjuk kearah daun yang tertiup angin dan hampir lepas dari rantingnya.


“Mana sih Ra?”


“Itu loh coba liat kearah barat daya” Dara memperjelaskan pada Renjun.


Renjun mengamatinya dengan penuh seksama dan hampir tak berkedip sekali pun dalam sedetik. Daun tersebut bergerak kekanan dan kiri terkena tiupan angin yang lama kelamaan berhasil melepaskan daun dari rantingnya.


“Paham gak?” tanya Dara.


Renjun mengangguk lalu kembali menatap daun tersebut yang sudah jatuh diatas tanah dan mengambilnya.


“Anggep aja daun itu seperti orang yang ingin melepaskan diri bebas dari semua permasalahan kehidupan yang rumit, akhirnya dia meminta tolong pada temannya untuk membantunya agar cepat keluar dari semua permasalahan dan kembali pada impiannya menjadi seorang yang bebas” jelas Dara.


Renjun diam masih menatap daun tersebut lekat-lekat lalu berdiri menatap Dara.


“Dan orang itu adalah gue Huang Renjun” kata Renjun sambil tersenyum.


Dara malah tertawa terpingkal-pingkal menanggapi perkataan dari Renjun.


“Percaya diri banget jadi orang bukan lo aja kali Jun” Dara masih terpingkal-pingkal hingga membuatnya menangis dan Renjun masih diam kebingungan akan sikap Dara yang menurutnya cukup aneh.


“Gue gak paham sama lo hari ini Ra” ucap Renjun datar.


“Udahlah lupain mending sekarang lo balik kerumah dan gue juga begitu ini udah larut malam gak baik buat kesehatan”


Dara sudah meninggalkan Renjun yang masih terdiam ditempatnya seperti enggan untuk pergi dari sana.


“Lucu juga jadi tambah sayang” lirih Renjun menatap punggung Dara yang semakin lama semakin mengecil.


“Dara!!! Tungguin jangan tinggalin Aa’ “ teriak Renjun diikuti lari kecilnya.


Dara malah mempercepat langkahnya yang mulai terkejar oleh Renjun dibelakangnya.


**


"Kamu beneran masih mau lanjut?" tanya Mira tiba-tiba pada Renjun yang sedang mengemasi barang-barangnya.


"Ya mau gimana lagi sebenernya sih gamau tapi kalo dibatalin nantinya takut terjadi apa-apa" jawab Renjun.


Jisung menghampiri Renjun sambil membawa soda dan meneguknya.


"Ngomong apa sih bang? Gak jelas" cibir Jisung masih dengan wajah datarnya.


Renjun menoleh dan menatap adiknya beserta mamanya lalu kembali membereskan barang-barangnya.


"Udahlah nanti juga ngerti sendiri daripada lo selalu nyibir gue habis-habisan mending bantuin aja" kata Renjun sedikit jengkel.


"Ogah" jawab Jisung dan langsung melenggang pergi begitu saja.


"Ya udah kalau begitu tetap semangat!" ujar Mira menyemangati Renjun dan menutup pintu kamar milik Renjun lalu meninggalkannya.


"Gini amat hidup banyak drama" lirih Renjun.


Renjun kembali membereskan barang-barangnya dan tak lama kemudian keluar dari kamarnya membawa dengan membawa koper dan tas ransel kecil miliknya.


Semua orang yang berada diruang tamu menatap Renjun sedih kecuali Jisung yang masih setia dengan wajah datarnya. Mira terlihat menitikkan air matanya, Yui nampak tak tega melihat Renjun.


"Ma, Pa Renjun berangkat doain Renjun jaga kesehatan ya Mama sama Papa, hati-hati kalau berkendara, makan yang teratur" Renjun memeluk kedua orangtuanya.


Berat untuk meninggalkan tapi bagaimana pun juga ini semua adalah kewajiban serta kesalahannya sendiri. Renjun beralih menatap adik satu-satunya yaitu Jisung yang sedari tadi memasang wajah datarnya.


"Siapa juga yang mau meluk lo jangan kepedean" balas Renjun menghampiri adiknya.


Renjun menepuk kedua bahu Jisung dan menatap adik satu-satunya tersebut.


"Bang, ngeri bang" ujar Jisung.


"Jangan ceroboh, sekolah yang pinter, jangan berangkat pagi pulang pagi" kata Renjun dan menepuk kepala Jisung lalu merusak tatanan rambut Jisung.


"Rese lo bang udah sana" cibir Jisung.


Renjun menghentikan kegiatannya dan kembali menatap ketiga orang yang sangat ia sayangi.


"Renjun pamit dadah semuanya" pamit Renjun dan menuju mobil yang sudah sedari tadi menunggunya.


Saat hendak memasuki mobil dikejauhan nampak seorang perempuan sedang berlari dan dibelakangnya sebuah motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki yang dibelakangnya seoranf perempuan melambai-lambaikan tangannya.


"RENJUN!!!!!" teriak perempuan itu.


"Dara!!!!" balas teriak Renjun.


Perempuan itu tak lain adalah Dara dan yang sedang mengendarai motor dibelakangnya seorang perempuan tersebut adalah Jaemin dan Hina.


"Kalian berdua egois banget masa Dara disuruh lari-lari" omel Renjun.


"Dara gak mau dibonceng katanya kayak cabe-cabean jadi dia lari" jawab Jaemin dengan santai.


"Udah-udah jangan debat" lerai Hina seraya turun dari boncengan Jaemin.


Renjun beralih menatap Dara yang bercucuran keringat.


"Lo ngapain lari-lari Ra? Capek kan jadinya" ujar Renjun.


Dara mendongakkan kepalanya dan tersenyum pada Renjun yang berhasil jantungnya berdetak tak karuan saat melihat senyuman Dara.


"Gue cuma mau bilang hati-hati dijalan" kata Dara.


"Gitu doang? Astaga Dara"


"Terus gimana Jun? Gue gak pandai dalam hal mengucapkan salam perpisahan"


"Ya gimana gitu" Renjun cemberut.


Dara kembali tersenyum lalu terkekeh melihat tingkah Renjun.


"Lo harus inget-inget apa yang gue bilang semalem oke?" ucap Dara.


"Gue gak akan lupa apa yang lo bilang santai aja" jawab Renjun.


Dara mengulurkan tangannya pada Renjun hendak mengajak bersalaman. Renjun menerima uluran tangan tersebut.


"Semoga sukses kejar apa impian lo jangan pernah patah semangat inget juga yang disini berusaha ngebebasin lo dari semua kekangan yang mencekik lo" ucap Dara.


"Semangat ya jangan lupain gue" sambungnya lagi.


Renjun mengangguk dengan mantap.


"Siap 86!" ucapnya dengan lantang.


"Semangat ya Ren jangan lupa untuk santuy" ucap Hina.


"Gue samaan sama Hina" kini giliran Jaemin yang bersuara.


"Terima kasih semuanya dan selamat tinggal"


Akhirnya apdet uwu 🎉🎉 maaf jika kurang greget doain aja semoga sering-sering apdet terima kasih atas semuanya ^^