SEBANGKU

SEBANGKU
23



Brusss


"Biasa aja dong jangan make nyembur segala" omel Jaehyun saat terkena cipratan semburan air minum Doyoung.


"Ye... jangan ngomel-ngomel dong lagian gue gak sengaja" balas Doyoung tanpa dosa.


"Gak sengaja? Ini udah kedua kalinya duyung!" kata Jaehyun meninggikan volume suaranya.


"Eh gue abang lo yang bener aja sih" balas Doyoung makin menantang Jaehyun.


"Ayok sini baku hantam lo kira gue takut ama abang sendiri" Jaehyun menggulung lengan bajunya sampai siku dan memasang kuda-kuda bersiap memukul Doyoung kapan saja.


Melati muncul dari balik pintu rumah sakit sambil berkacak pinggang menatap keduanya.


"Bagus ya bagus ada orang sakit harusnya didoain biar cepet sembuh kalian malah berdebat gak jelas" omel Melati menghampiri Doyoung dan Jaehyun.


Jaehyun menatap Doyoung dengan sengit seakan tatapannya bisa mengeluarkan petir namun sebaliknya Doyoung hanya menjulurkan lidahnya kearah Jaehyun.


"Mama udah gak tau gimana ngatasi kalian lagi kalian udah pada dewasa jangan kekanak-kanakan" sambung Melati lagi.


"Maaf Ma kita salah" ucap Doyoung sambil menundukkan kepalanya sedangkan Jaehyun menatap Doyoung dengan tajam.


"Kita? Lo duluan yang nyari gara-gara" bisik Jaehyun ditelinga kiri Doyoung.


"Gue udah minta maaf ya maafin" balas bisik Doyoung.


Melati yang melihat tingkah laku keduanya hanya menggelengkan kepalanya dan duduk dibangku rumah sakit yang sudah disediakan. Dari arah pintu, disana nampak Dara beserta Jaemin dan Hina berlari tergopoh-gopoh menuju ruang rawat inap keluarga Renjun.


"Adek gue udah gede" kata Doyoung tersenyum melihat Dara yang langsung memasuki ruangan tempat keluarga Renjun dirawat.


"Adek kita bang" Jaehyun membenarkan perkataan Doyoung.


"Iya itu maksud gue" jawab Doyoung dan duduk disamping Melati.


Dara memasuki ruangan dan melihat keadaan orang tua Renjun dan Jisung adiknya Renjun.


"Tante gak apa-apa?" tanya Dara dengan khawatir.


"Gak apa-apa kok cuma lecet doang gak sampek parah" jawab Mira dengan halus.


"Syukur kalo gitu kok bisa kecelakaan sih Tante Mira?" tanya lagi Dara.


"Gatau juga, ceritanya tadi gini....."


Flashback on


"Ma, bisa anterin Jisung kerumah Chenle gak?" kata Jisung.


"Bisa tapi bentar tunggu mama nyelesaiin buat krim kue ini ya"


Seraya menunggu mamanya selesai Jisung pergi keruang depan untuk memakai sepatu. Dibawah pintu terdapat secarik kertas yang membuat penasaran Jisung langsung mengambil dan melihatnya namun tidak ada tulisan sedikit pun.


"Ini pasti ulah bang Renjun dasar kurang kerjaan" celoteh Jisung pada dirinya sendiri.


Ia pun membuang kertas itu pada tempat sampah.


"Ma udah selesai belum? Chenle udah nungguin nih" teriak Jisung.


Mamanya pun menghampiri Jisung dan sudah berpakain rapi.


"Jangan teriak-teriak gak sopan" tutur mamanya.


"Maaf ma" Jisung meminta maaf dan menundukkan kepalanya.


"Udah-udah ayo berangkat katanya Chenle udah nungguin" kata mamanya.


Kemudian Jisung pun menganggukkan kepalanya dan membuka pintu lalu keluar didahului mamanya. Jisung duduk dikursi samping samping kemudi sedangkan mamanya duduk disebelahnya sebagai pengemudi.


"Udah?" tanyanya.


"Udah ma" jawab Jisung.


Mobil pun berjalan pelan keluar dari garasi mobil.


"Nanti dijemput kapan? Sore atau malem?" tanya mamanya.


"Eum.... sore aja ma" jawab Jisung.


Jisung melihat kearah jalanan dari dalam mobil pemandangan yang sama saja yaitu banyak pohon-pohon, orang pacaran, kedai es krim dan masih banyak lainnya. Tapi ada yang janggal saat Jisung melihat seorang perempuan muda sedang menaruh atau tepatnya menebar sebuah benda kejalanan. Setelah menebar benda itu ia langsung pergi begitu saja dan beberapa detik kemudian seorang pengendara motor jatuh menabrak tiang listrik disusul 3 pengendara motor lainnya.


"Astaga" kata Jisung.


"Ada apa?" tanya mamanya yang masih fokus menyetir.


"Ada kecelakaan barusan kecelakaan beruntun" jawab Jisung membuat Mamanya yang sedang menyetir mengerem tiba-tiba beruntung sedang dalam lampu merah jadi tidak menganggu pengguna jalan lainnya.


"Astaga mama gatau semoga aja gak apa-apa mereka" ujar Mamanya kemudian kembali melanjutkan perjalanan.


Ditengah perjalanan tiba-tiba ada seorang anak kecil menyeberang tanpa menoleh kanan kiri hal itu membuat mamanya kaget lalu menghindari dari anak kecil tersebut dan malah menabrak pohon.


"Dasar bocah taunya maen terus" omel Hina dengan seenaknya dan mendapat tatapan maut dari Jaemin.


"Tapi tante beneran gak apa-apa kan? Terus lo juga gak apa-apa juga kan?" kata Dara dengan begitu khawatir.


"Iya gak apa-apa Dara" jawab Mira dengan tersenyum.


"Gak apa-apa cuma kaget doang" ujar Jisung cuek.


Kemudian pintu terbuka dan nampak Renjun beserta papanya.


"Semua administrasi sudah papa selesaiin untung Renjun ngeberitahu kalo enggak entah apa yang akan terjadi, dan kalian gak apa-apa kan?" ujar Yui.


"It's okay gak sampek parah" kata Jisung.


"Gak apa-apa cuma kaget aja kok" kata Mira.


"Syukur deh kalo mama sama Jisung gak apa-apa kata dokter tadi juga besok udah boleh pulang" ujar Yui sambil mengecup puncak kepala Mira dan mengelus kepala Jisung.


Tanpa sengaja Dara dan Renjun saling kontak mata namun selang 5 detik Dara memutuskan kontak mata secara sepihak kemudian meninggalkan ruangan dan keluar entah kemana, yang diikuti oleh Renjun dibelakangnya.


"Dara mau kemana?" tanya Melati.


"Mau cari tempat ngadem bentar" jawab Dara sambil mengecup pipi Melati lalu kembali berjalan sedikit cepat.


Renjun sedikit mengejar Dara karena jarak antar mereka sedikit jauh. Dara berhenti disebuah taman rumah sakit dan duduk disalah satu bangku taman disusul Renjun yang sedikit terengah-engah.


"Malah kejar-kejaran udah kayak disinetron aja lo Ra" cibir Renjun pada Dara yang diam.


"Siapa suruh lo ngejar" ucap Dara dengan nada dingin.


Keduanya diam setelah Dara berucap seperti itu. Renjun bingung ingin berbicara darimana sedangkan Dara juga masih bingung dengan jalan pikiran juga hatinya.


"Dara" panggil Renjun dan Dara pun menoleh dengan mata sendu.


Degup jantung Renjun tak beraturan saat Dara menatapnya dengan sendu bukan menatap dirinya dengan tajam.


"Apa?" tanya Dara.


Tiba-tiba Renjun memeluk tubuh Dara dengan erat dan hal itu membuat Dara tak nyaman lalu ia pun mengakhiri pelukkan dari Renjun.


"Kayak teletubis" omel Dara sedangkan Renjun hanya malu-malu.


"Hm... Gue rindu lo Ra beneran dan juga gue mau minta maaf sebab gue udah ninggalin lo tanpa pamit maaf ya Ra" ujar Renjun.


Sa ae lo bikin gue ge er batin Dara.


"Ya terus?"


"Lo responnya gitu doang?"


"Terus gue kudu gimana?"


"Ya gimana gitu kayak peluk atau cium gitu"


"Mimpi aja lo"


Cup


Renjun mengecup pipi Dara sesaat dan hal itu membuat pipi Dara memerah.


Tak..


"Aduh siapa sih lempar-lempar kerikil" kata Renjun sambil mengelus kepalanya.


"RENJUN! JANGAN NGELAKUIN ANEH-ANEH SAMA ADEK GUE!!" Teriak Doyoung dari kejauhan sehabis melempar sebuah kerikil pada Renjun.


"Gue gak ngapa-ngapain bang" ujar Renjun menghindari Doyoung yang udah siap-siap dengan sandalnya.


"Sini lo jangan kabur!" ucap Doyoung mempercepat langkahnya.


"Jangan bang jangan kasian sandalnya" ujarnya lagi.


"Bodo amat" kata Doyoung kali ini mengejar Renjun.


Mereka berdua akhirnya beraksi kejar-kejaran yang menjadi tontonan gratis untuk para pasien.


"Kakak lo tuh"


"Abang lo juga Kak Jae"


***


**Happy new year 🎉 semoga semua harapan kalian bisa tercapai ditahun 2020 ini ^^


Seperti biasanya jangan lupa tinggalkan jejak^^ hwhw**