SEBANGKU

SEBANGKU
14



"Udah Ra jangan cemberut gitu napa, ntar mukanya tambah jelek loh" ujar Renjun pada Dara yang sedari tadi mukanya cemberut.


"Nyebelin banget si Jaemin ih" celoteh Dara dan hal itu membuat Renjun terkekeh geli sebab dengan muka cemberut seperti itu Renjun gemas pada Dara.


"Ya udahlah ya, sekarang lo kerjain tugas dari Bu Rika daripada kena omel" ujar Renjun lagi.


"Bilang aja kalo lo mau nyontek ya kan? Usaha dong jangan kebiasaan nyontek dasar" omel Dara pada Renjun.


"Iya iya gue berusaha. Gimana kalo nanti malem gue jemput lo, ada festival jajanan loh gue jamin lo pasti suka" ajak Renjun dengan penuh antusias.


Dara mengetuk-ngetukkan pulpennya diatas meja, ia terlihat sedang berpikir.


"Iya, kalau gak ada tugas sekolah" jawab Dara menerima ajakan Renjun.


Sebenarnya, Renjun tidak tahu dimana tempatnya tapi ia akan tanyakan pada internet untuk menunjukkan lokasinya.


Renjun terlihat tegang saat tiba-tiba Bu Rika seorang guru fisika yang terkenal killer menghampiri mejanya. Tampang Bu Rika seakan ingin menerkam Renjun bulat-bulat, keringat Renjun mengucur deras. Dan tiba-tiba saja tenggorokannya seketika terasa kering.


*Tak


Tak


Tak


Tak*


Begitulah suara sepatu dengan hak tinggi milik Bu Rika yang mendekati meja Renjun. Semua tatapan menoleh kearah Renjun.


"Huang Renjun" panggil Bu Rika yang terdengar menyeramkan ditelinga Renjun.


"I..iya ada apa Bu Rika" jawab Renjun dengan gugup.


"Saya minta tanda tangan kamu karena saya penggemar berat kamu boleh ya boleh ya please" ujar Bu Rika dengan nada bicara yang sedikit diimut-imutkan.


Renjun bernapas lega karena ia tidak dimarahi atau semacamnya.


"Boleh Bu, dimana yang saya bisa beri tanda tangan?" tanya Renjun ramah.


Bu Rika tersenyum sumringah mendengar ucapan Renjun, dengan segera ia mengeluarkan dompet, ponsel beserta casingnya, botol minuman, kotak bekal, kacamata, dan bukunya.


Murid lainnya yang melihat itu menganga tak percaya Renjun juga.


"Niat banget bu" celetuk Dara.


"Yaiyalah, kan ibu gak dateng fanmeetingnya jadi ya gini deh" jawab Bu Rika.


Renjun mulai menanda tangani barang-barang milik Bu Rika. Dara sedikit kasihan pada Renjun yang harus menanda tangani banyak barang.


"Selesai" ujar Renjun sambil meregangkan jari-jarinya yang mulai kaku.


"Boleh minta foto juga gak?" tanya Bu Rika mengambil ponselnya.


Renjun hanya mengangguk dan tersenyum ramah. Bu Rika mulai berpose sana sini dengan model yang bermacam-macam mulai berpose menjulurkan lidah, tersenyum, mencubit pipinya Renjun dan merem.


"Gue kalah sama Bu Rika" celoteh Boy seorang siswa yang berambut kribo.


"Kok jelek ya, Dara tolong kamu fotoin saya ya?" ujar Bu Rika pada Dara.


Mau tidak mau Dara pun menerima suruhan Bu Rika. Dara mengambil ponsel milik Bu Rika dan langsung memotretnya.


"Ini bu" kata Dara memberikan ponsel pada Bu Rika.


"Terima kasih Dara, khusus kalian berdua ibu akan memberi nilai tambahan" ucap Bu Rika dengan berbisik.


"Akhirnya selesai juga" ucap mereka berdua serempak.


Mereka melanjutkan pelajaran lagi yang masih tersisa 15 menit lagi. Dan Bu Rika kembali lagi mengajar pelajaran fisika dengan perasaan berbunga-bunga.


"Sering-sering aja Bu Rika kayak gini" celetuk seorang siswi pada teman sebangkunya.


Tak lama kemudian, pelajaran pun berakhir dan berganti dengan pelajaran biologi. Seorang guru pun masuk kedalam kelas dengan membawa setumpuk kertas.


"Gue rasa akan ulangan dadakan" bisik Renjun pada Dara.


"Gue belum belajar" bisik Dara pada Renjun.


Semua murid dikelas XI IPA 4 diam sehingga membuat suasana dikelas menjadi hening.


"Selamat pagi, hari ini saya akan mengadakan ulangan dadakan. Tidak boleh ada kertas dan tipe-x dimeja masing-masing yang ada hanya pulpen paham?" jelas Pak Wiro dengan tegas.


"Iya pak" jawab serempak semua murid.


Pak Wiro segera memanggil ketua kelas dan menyuruhnya untuk membagikan kertas ulangan tersebut. Setelah selesai membagikan semua kertas, Pak Wiro pun menyuruh mengerjakan soal-soal tersebut dalam waktu 30 menit dengan jumlah soal 75 butir.


"Gue gak belajar"


"Wagelaseh"


Begitulah celetukkan beberapa murid yang sedang membolak-balikkan kertas ulangan. .


"Cepat kerjakan jangan banyak bicara waktu kalian tinggal 28 menit" ujar Pak Wiro dengan tegas.


Semuanya mengerjakan soal ulangan pelajaran biologi dengan serius kecuali Renjun yang sedari tadi hanya diam sambil berkomat-kamit.


"Jun, kerjain jangan komat-kamit gak jelas" bisik Dara didekat telinga Renjun.


"Gue lagi berdoa berharap sebuah keajaiban datang" balas Renjun dengan masih berkomat-kamit.


"Jun, Pak Wiro dideket lo tuh" ujar Dara masih berbisik.


"Gak Dara" jawab Renjun enteng.


"Ehem" Pak Wiro berdehem sedikit keras membuat keduanya tersentak dan melanjutkan mengerjakan soal ulangan kembali.


"Kalian berdua kerjakan ditengah lapangan cepat!" perintah Pak Wiro dengan berwajah merah padam.


"Ta..tapi Pak diluar panas" ucap Dara dengan memelas.


"Tidak ada bantahan cepat!" tukas Pak Wiro.


Renjun dan Dara segera keluar dari kelas dan menuju kelapangan dengan menggerutu kesal. Tapi, tidak dengan Renjun yang santai menanggapinya.


"Kok lo santai sih?" ujar Dara dengan muka masam.


"Entar kita kekantin jangan kelapangan. Lo mau kepanasan?" jawab Renjun.


"Tapi, nanti dimarahin" ujar Dara lagi.


"Udah santai aja" jawab lagi Renjun.


Mereka benar-benar menuju ke kantin yang sepi sebab, semua kelas masih ada pelajaran. Dara dan Renjun duduk disatu meja yang berhadapan.


Dara mulai mengerjakan soal-soal tersebut begitu pun dengan Renjun yang juga mengerjakannya dengan serius.


"Gue haus" kata Renjun.


"Beli aja kok repot" Dara menjawab dengan nada dingin dan fokus pada soal yang dikerjakan.


"Bu es jeruk dua ya!" teriak Renjun kemudian diangguki oleh penjual tersebut.


Es jeruk pesanannya pun datang, dengan segera Renjun meneguknya lalu kembali berkutat dengan soal ulangannya.


"Udah selesai berapa soal?" tanya Dara pada Renjun.


"35 soal, kalo lo?" jawab Renjun yang fokus dengan soalnya.


"65" balas Dara.


Mereka pun segera menyelesaikan soal ulangan tersebut dengan cepat waktu yang tersisa 10 menit lagi. Dara sudah menyelesaikan soal ulangan tersebut dan langsung meneguk habis es jeruk milik Renjun yang tersisa 1 gelas tadi.


"Loh Ra, itu punya gue kok lo abisin" gerutu Renjun menatap gelas yang dipegang oleh Dara.


"Gue haus, udahlah nih cepet selesaiin" jawab Dara dengan santai dan menyerahkan lembar jawabannya pada Renjun.


Dengan cepat, Renjun segera menyalin jawaban milik Dara lalu ia membayar es jeruk dan menuju kekelas dengan berlari agar cepat berada didalam kelas untuk segera menyerahkan jawaban pada Pak Wiro.


"Kalian kemana aja?" tanya Pak Wiro tiba-tiba dengan nada dingin menatap tajam Renjun dan Dara bergantian.


"Kantin Pak" jawab Dara.


"Saya suruh kalian mengerjakannya dilapangan bukan dikantin!" kata Pak Wiro dengan emosi memuncak.


"Ya sudah, jika nilai kalian dibawah 85 bapak tidak segan-segan menghukum kalian karena telah melanggar perintah bapak" jelas Pak Wiro.


"Iya Pak" cicit Renjun dan Dara yang kemudian menuju mejanya untuk duduk.


Pak Wiro yang terkenal killer sebelum Bu Rika langsung mengecek jawaban Renjun dan Dara yang ternyata diatas 85. Dara mendapat nilai 98 sedangkan Renjun mendapat nilai 100 semua murid bertepuk tangan.


"Kali ini kalian lolos tapi tidak dengan nantinya" ucap Pak Wiro dengan lugas membuat Dara dan Renjun mengerutkan dahinya bingung.


###


Jangan lupa tinggalkan jejak ^^