SEBANGKU

SEBANGKU
Prolog



"Hari ini kelas kita akan kedatangan murid baru" ucap seorang wali kelas tersebut membuat semua siswa dan siswi saling berbisik hingga membuat gaduh suasana kelas.


"Gue yakin tuh anak baru cewek cantik dah"


"Katanya cowok loh artis pula"


"Yha, gajadi punya doi gue"


Pintu kelas terbuka, semua siswa dan siswi yang berada dalam kelas nampak terpaku menebak-nebak siapa yang akan memasuki kelasnya tersebut. Bayangannya mulai menampakkan diujung pintu lalu siluet mengikutinya.


*Tap


Tap*


Tap


"Nah, itu dia murid baru disini"


Semua murid siswi jejeritan dengan hebohnya sampai-sampai membuat gaduh dikelas. Ada yang sampai pingsan, mimisan, hingga menjerit seperti kesetanan. Ternyata sosok murid baru tersebut adalah seorang artis ternama yang banyak diidolakan oleh kaum perempuan maka dari itu, tak heran jika banyak yang terlalu antusias.


"Hai salam kenal semuanya gue Huang Renjun" ucapnya ramah disertai senyumannya yang membuat siapa pun lemah dihadapannya.


"Renjun pacaran yuk!" teriak salah satu siswi dengan percaya dirinya.


Renjun hanya terkekeh dengan perkataan dari siswi tersebut karena, dia sudah biasa mendengar perkataan seperti itu hampir tiap hari.


"Renjun kita nikah kuy!" teriak satu siswi lagi dan mendapat banyak hujatan dari teman-temannya yang lain.


"Sudah, sudah jangan berisik. Nak Renjun silahkan pilih tempat duduk sendiri" kata wali kelas tersebut dengan ramah mempersilahkan Renjun mencari bangku sendiri.


"Sini duduk sama gue" tawar satu siswi sambil mengusir teman sebangkunya, Renjun hanya menggelengkan kepalanya disertai senyumannya yang khas.


"Renjun sini ada kursi kosong loh disebelah ku"


"Renjun sama kita-kita aja entar gue traktir jajan deh"


Renjun merasa pusing akibat panggilan dan tawaran untuknya lalu, dia melihat ada satu kursi kosong disebelah seorang gadis yang nampak tertidur pulas sama sekali tak terganggu dengan kericuhan kelas. Renjun tak segan menghampiri gadis yang tertidur pulas tersebut dan pelan-pelan membangunkan gadis tersebut agar tak terganggu tidurnya.


"Permisi gue boleh duduk disini?" ucapnya dengan nada yang halus.


Gadis tersebut membuka matanya dengan malas lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Gadis itu menoleh bangku yang ada disampingnya dan melihat Renjun dengan seksama.


"Boleh aja asal lo gak ganggu gue tidur" jawab gadis tersebut memperbolehkan Renjun duduk disebelahnya.


"Wah menang banyak dia"


"Tukeran tempat dong"


Gadis itu tak menggubris perkataan dan cemoohan dari teman-temannya dan ia kembali pada tidurnya yang sempat terganggu. Renjun nampak tak biasa dengan suasana disini karena ramai dan banyak yang mengenal dirinya juga.


"Baiklah bapak akan keluar sebentar karena akan menghadiri rapat dengan kepala sekolah. Kalian jangan ricuh dan buat onar" izin wali kelas sambil meninggalkan kelas.


"Iya pak" kompak semua siswa dan siswi yang berada didalam kelas.


Semua siswi langsung menggerombol pada bangku gadis yang tertidur tadi untuk mendekati Renjun tentunya.


"Hai Renjun gue Vika"


"Hai lo ganteng banget sih kalo dilihat dari deket"


"Gue bawa bekal loh, nanti makan bareng kuy"


Renjun berusaha menghindar dari serbuan siswi-siswi tersebut tapi tidak bisa. Karena merasa terganggu gadis yang tidur tersebut bangun dan menggebrak meja dengan keras membuat semua seisi kelas terdiam seketika.


"Kalian berisik banget pergi kalian dari bangku gue!" gertaknya pada seisi kelas.


Kelas menjadi hening dan tak ada yang berani berkutik satu pun.