SEBANGKU

SEBANGKU
20



"Huang Renjun artisku kembali lagi" kata Manager Park menyambut Renjun.


Renjun hanya diam tak menanggapi sambutan dari Manager Park. Ia membawa koper serta tas ranselnya yang berisi keperluannya.


"Tak usah repot-repot membawa barang-barangmu itu Huang Renjun, sebagai manager aku sudah menyiapkan semua yang kamu perlukan" ujar Manager Park.


Renjun mulai jengah.


"Bawa aku ke asrama" ucap Renjun dingin.


"Baiklah, padahal aku masih ingin berbincang banyak denganmu. Bagas antarkan artisku pada asramanya dan aku berharap kamu sudah mengecek semuanya" sambung Manager Park lagi.


"Sudah Pak, ayo ikuti saya" ucap Bagas orang yang dipercaya oleh Manager Park.


Renjun segera mengikuti Bagas dari belakang sambil membawa koper bawaannya. Bagas menunggu pintu lift terbuka dan segera masuk saat orang yang berada didalamnya keluar.


Mereka yang keluar dari lift membungkukkan badannya saat bertemu dengan Bagas dan Renjun. Bagas memencet tombol yang ada dilift.


"Renjun saat ini aku adalah asistenmu jika kau perlu apa-apa hubungi aku. Dan jangan lupa mulai bulan depan kamu akan mengadakan come back, besok ada jadwal untuk berlatih nanti akan kuberi jadwalnya" jelas Bagas pada Renjun.


Renjun hanya mengangguk tanda mengerti. Tak lama kemudian lift berdenting bersamaan dengan pintu lift terbuka mereka berdua pun keluar dari lift.


"Ini kunci asramamu didalam sana fasilitas tersedia lengkap. Aku akan menyiapkan semua yang kau butuhkan untuk besok selamat beristirahat" ujar Bagas lagi lalu ia bergegas pergi dari hadapan Renjun.


Renjun membuka pintu asramanya lalu ia memasukinya. Benar apa yang dikatakan Bagas, ternyata fasilitas diasramanya ini sangat lengkap seperti ruang bawah tanah milik Dara.


"Gue rindu lo Dara" lirih Renjun sambil menyeka air matanya yang mulai turun.


Ia beberes seperti menata pakaiannya dilemari, merapikan barang bawaannya tadi, serta satu foto yang ia beri bingkai kecil. Foto itu ada Dara, Jaemin, dan dirinya foto itu ia ambil saat sedang berada dalam mobil Jaemin kemarin tentunya tanpa sepengetahuan dari keduanya.


"Fotonya blur gara-gara kalian banyak tingkah" ujar Renjun dengan dirinya sendiri.


Renjun merebahkan badannya pada kasur yang empuk hingga ia terlelap dalam tidurnya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membangunkan tidur Renjun seseorang telah mengetok pintu asramanya, dengan sedikit malas Renjun melangkahkan kakinya mendekat kepintu untuk membukakan pintu. Saat dia membuka pintu ternyata adalah Manager Park yang sedang tersenyum gembira.


"Huang Renjun bagaimana istirahatmu?" ucap Manager Park menepuk bahu Renjun.


"Anda menggangguku" jawab Renjun dengan nada dingin.


"Renjun apa kamu sudah tahu semua jadwalmu mulai besok hm?" sambung Manager Park.


Renjun hanya mengangguk sebagai pengganti perkataannya menjawab Manager Park.


"Baiklah aku harap kamu bisa lebih bersinar dari yang lain jika tidak kamu akan tahu akibatnya. Makan malam akan segera datang kamu tunggu saja anggap ini hotel" ujar Manager Park lalu pergi begitu saja dari hadapan Renjun.


Renjun sebenarnya ingin pergi dari sini namun, apalah daya jika memang ia ditakdirkan untuk disini. Ia kembali masuk kedalam dan menutup pintu rapat-rapat.


"Dara gue kangen lo" ucap Renjun lirih sebelum akhirnya menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.


20 menit didalam kamar mandi Renjun pun keluar hanya memakai celana pendek setelah itu segera memakai pakaian yang nyaman. Ia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 16.55 berarti makan malam akan segera sampai.


"Serasa dipenjara kalo kayak gini" ujar Renjun pada dirinya sendiri saat membaca jadwal-jadwal yang padat.


Karena tidak ada kerjaan, Renjun pun mengetes suaranya dan mengambil sebuah gitar yang ada disana.


*Jreng


Jreng


Please don't tell me that he's just a friend


It's when you touch me and act all innocent


Cause you're sittin my bed


And you look at me like that


It's easy to forget


Please don't lie we got too much to lose


And pretend he mean nothing to you*


"Renjun" panggil namanya membuat kegiatan bernyanyi buyar seketika.


Lagi-lagi Renjun melangkahkan kakinya dengan malas lalu membukakan pintu kembali. Nampaklah Bagas membawa berbagai makanan yang terlihat berprotein tinggi untuk Renjun.


"Ini makan malammu selamat menikmati" ujar Bagas sambil menyodorkan makanan itu pada Renjun lalu bergegas pergi.


"Kalo makanannya begini tiap hari bisa enek gue. Jadi kangen masakan Bang Edo dikafe gue" sambungnya lagi.


Renjun memakan makanan itu dengan sedikit terpaksa tiba-tiba ponsel Renjun berdering nyaring. Tertera nama Dara disitu.


*Dara


Renj****un gimana kabar lo***?


Renjun senyum-senyum sendiri saat membaca pesan dari Dara.


***Baik, dan lo**?


Dara


**Seperti biasanya


Dara, jalan kuy**


Dara


**Lo kan punya kaki ya jalan aja sendiri


Oh iya iya***


Setelah itu Dara tak membalas pesan dari Renjun dengan perasaan yang campur aduk ia kembali memakan makan malamnya dengan diam sampai habis.


***


"Ra, lo tanya keadaan si Renjun" ujar Hina.


"Ogah ah males" jawab Dara sekenanya.


Saat ini Dara dan Hina berada dirumahnya Jaemin.


"Dara kita harus tanya keadaannya biar kita bisa gercep" ucap Jaemin.


Dara mendengus kesal dan akhirnya ia menyetujui ucapan Jaemin.


"Gue gak punya pulsa" kata Dara tersenyum polos membuat Hina dan Jaemin greget padanya.


"Nih gue kirimin pulsa" kata Hina sambil mengutak-ngatik ponselnya.


"Kalo gini ngapain make hape gue kan kalian pada punya pulsa" gerutu Dara yang didengar Hina dan Jaemin.


Keduanya dengan kompak membalas gerutuan Dara.


"Ogah"


"Biasa aja kali mbak mas"


Tak menunggu lama sebuah pesan masuk yang berisi penerimaan pulsa dari Hina. Dara segera mengirimkan pesan pada Renjun.


"Dia baik" kata Dara.


"Oh dia masih baik berarti masih banyak kesempatan buat kita" ujar Hina dengan semangat.


"Gue dapet dari orang sana, kalau mulai besok jadwal Renjun mulai aktif dan dia akan segera melakukan come back" jelas Jaemin.


"Gimana jika kita hancurin pelan-pelan buat Manager Park kelabakan" kata Hina.


"Jangan gitu" tolak Dara.


Semua tatapan beralih menatap Dara tak percaya dan ingin Dara menjelaskan apa maksud dari penolakkannya.


"Maksudnya?" tanya keduanya tak percaya.


"Kita akan meneror mulai besok" jawab Dara dengan menyeringai.


"Kita akan selalu mengirimkan bukti satu persatu disaat-saat tertentu dengan begitu emosi Manager Park lambat laun akan memuncak dan mencari siapa pelaku peneror" sambungnya.


Jaemin dan Hina manggut-manggut tanda mengerti.


"Tapi, pasti ada cctv nya gimana caranya?" tanya Hina.


"Gue kan kenal sama orang dalem Na, sebagai direktur perusahaan gue bisa ngelakuin semuanya" ujar Jaemin menyombongkan dirinya sendiri.


Hina langsung melayangkan kacang goreng kearah Jaemin sedangkan Dara ia hanya menonton keduanya yang sedang berperang.


##


Update yeay🎉 jangan lupa tinggalkan jejak^^