SEBANGKU

SEBANGKU
11



"Astaga dek ini kamar apa tempat sampah? Kamu jorok banget" omel Melati saat masuk kedalam kamar Dara.


"Nanti pulang sekolah Dara bersihin Ma dibantuin sama Kak Jaehyun" ucap Dara asal, kemudian menghampiri Melati yang masih diam berdiri disamping kasurnya.


"Ya udah, Dara berangkat sekolah dulu Ma. Renjun udah jemput" izin Dara pada Melati dan mencium kedua pipinya.


"Dah Ma" kata Dara sambil berlalu pergi meninggalkan Melati yang masih didalam kamarnya.


"Dasar anak jaman sekarang"


Dara keluar dari dalam rumahnya dan langsung menghampiri Renjun yang sudah menunggunya sejak tadi. Tapi ada yang berbeda dengan Renjun kali ini, dia tidak menggunakan motor maticnya tapi ia menggunakan skuter matic.


"Ganti motor lo Jun?" tanya Dara yang hanya sekedar basa-basi.


"Hehe... iya Ra bagus gak?" jawab Renjun sambil nyengir gak jelas.


"Nih pake helmnya, baru beli kemarin loh" kata Renjun seraya menyodorkan helm kepada Dara.


Dara pun mengambilnya dengan menggelengkan kepalanya kemudian langsung memakainya dan menaiki skuter matic Renjun.


"Udah?" tanya Renjun pada Dara.


"Udah" jawab Dara dengan singkat.


Renjun pun menjalankan skuter maticnya tak lupa menyalakannya terlebih dahulu. Diperjalanan menuju sekolah mereka berdua hanya saling diam tidak ada yang ingin mengawali pembicaraan.


"Ra! Udah makan belom! Kalo belom gue bawa bekal loh!" kata Renjun setengah berteriak karena suara angin lebih besar dari suaranya.


"Udah tadi! Gue juga bawa kok" jawab Dara seperti Renjun yaitu setengah berteriak.


Renjun kembali melajukan skuter maticnya.


Saat disekolah banyak pasang mata yang menatap mereka berdua. Ada yang menatap mereka kagum maupun iri. Renjun dengan santai membelah kerumunan siswi yang sedang bergosip.


"Itu Dara? Pelet apa tuh yang dia pake?"


"Wah couple swag"


"Mau aja sih Renjun sama Dara padahal masih cantikkan gue"


"Huwaa idolaku akhirnya dapet pasangan gak solo lagi"


Begitulah beragam celotehan yang mereka dengar. Renjun menanggapinya dengan senyuman yang terukir diwajahnya sedangkan Dara menanggapinya dengan memasang wajah datar.


"Lo gak sakit hati Ra?" tanya Renjun sesampai diparkiran sekolah mereka.


"Ngapain, gak berfaedah banget" jawab Dara dengan santai dan berlalu meninggalkan Renjun yang sedang menaruh helmnya.


Renjun sedikit berlari mengejar Dara yang sudah jauh darinya.


"Cepat banget jalannya" gerutu Renjun disela-sela larinya.


"DARA TUNGGUIN!" teriak Renjun kemudian berlari kearah Dara.


Kemarin sok dingin sekarang balik jadi gila lagi batin Dara melihat kearah Renjun yang berlari-lari.


Diperjalanan menuju kelas pun, masih banyak pasang mata yang menatapnya sinis tapi Dara bukanlah gadis yang terlalu terbawa perasaan ia terlalu tidak perduli akan sekitar.


Renjun masih senyum-senyum gak jelas saat berpapasan dengan beberapa adik kelas mereka.


"Dasar caper" lirih Dara.


Akhirnya mereka sampai pada kelasnya dan Dara langsung duduk dibangkunya diikuti dengan Renjun.


"Ra udah ngerjain tugas?" tanya Renjun pada Dara yang memainkan ponselnya.


"Udah, kenapa?" jawab Dara menghiraukan Renjun.


"Nyontek Ra, semalem gue ada urusan jadi..." sebelum menyelesaikan perkataannya Dara langsung memberikan tugasnya yang sudah ia selesaikan pada Renjun.


Dengan semangat Renjun pun langsung menyalin tugas dari Dara.


"Panjang banget capek nulisnya" keluh Renjun tapi Dara tak menanggapinya.


"Bertele-tele gak langsung keintinya" keluhnya lagi.


"Dari tadi diem aja ngomong dong Ra" pinta Renjun pada Dara.


Dara pun memutar badannya dan sekarang ia menghadap kearah Renjun.


"Gue kudu gimana?" tanyanya pada Renjun.


"Bantuin gue" jawab Renjun dengan nada yang diimut-imutkan membuat Dara ingin tertawa tapi gengsi.


"Ogah" ucap Dara.


"Sebel" keluh Renjun lagi yang kini kembali menyalin tugas dari Dara.


Dara hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Renjun dan ia beralih kembali dengan ponselnya.


*Kak Doyoung


Udah selesai tinggal nunggu yang menanggapi


Nanti Dara kesana


Kak Doyoung


*Iya*


Dara menatap Renjun.


"Jun nanti ikut gue ke tempat kemarin" kata Dara.


Renjun yang masih berkutat dengan tugasnya pun hanya mengangguk.


"Ra gue laper" kata Renjun memelas.


"Ya makan" jawab Dara dengan enteng.


"Suapin, gue kan lagi nyalin tugas lo" kata Renjun lagi masih dengan memelas.


"Ya udah nanti aja makannya" balas Dara.


"Kejam lo Ra, entar kalo pingsan lo mau dikejar wartawan lagi hah?" ucapan dari Renjun membuat Dara berpikir sejenak.


Jika nanti Renjun benar-benar pingsan otomatis dia akan mendapat laporan yang tidak-tidak dan akan didatangi wartawan lalu dikejar-kejar seperti kemarin.


Membayangkannya saja membuat Dara ngeri.


"Iya deh gue suapin mana bekal lo tadi" katanya dengan ogah-ogahan.


"Didalem tas ambil aja" ucap Renjun.


Dara pun membuka tas Renjun dan mengambil bekal milik Renjun. Namun, tak sengaja ia melihat sebuah secarik kertas dan ia sempat membaca bahwa itu adalah berisi kontrak dengan agensi.


Dara hendak membacanya dan mengambil namun ia gagalkan.


"Lama amat udah laper nih" protes Renjun pada Dara dan berhasil membuatnya kesal.


Dara membuka bekal milik Renjun, aroma yang tercium membuat Dara ikutan lapar juga padahal ia sudah sarapan tadi.


"Wanginya" ucap Dara.


"Lo mau? Makan bareng aja ya?" tawar Renjun.


"Gak, gue juga bawa sendiri" tolak Dara.


"Ayo cepet suapin, laper" protesnya lagi.


Dara pun mengambil makanan dan mulai menyuapkannya pada Renjun.


Satu suapan


Dua suapan


Tiga suapan


Empat suapan


Lima suapan


Cekrek cekrek


Dara dang Renjun langsung menoleh kearah sumber suara. Seseorang telah berhasil mengambil gambar dari mereka.


"Paparazi" ucap Renjun pelan.


"Ayo kita bereskan ini" ajak Dara.


"Gak usah, biarin aja mereka" jawab Renjun dengan tenang.


"Ayo suapin lagi masih laper" protesnya lagi.


"Suapain apaan lagi? Udah habis bekal lo Huang Renjun" greget Dara pada Renjun.


"Bekal lo dulu Ra" katanya dengan enteng.


"Kalo bekal gue lo makan nanti gue makan apaan? Dan juga tugas lo udah selesai" balas Dara dengan sengit.


"Udah nyaman gimana lagi" kata Renjun dengan cengirannya.


***


"Yes, udah dapet. Bisa dapet bayaran gede nih"


"Kamu paparazi bukan?"


"I..iya"


"Foto yang baru saja kamu ambil jangan disebarkan"


"Kenapa? Nanti gue gak dapet bayaran"


"Karena itu melanggar"


"Lo siapa emangnya?"


"Saya adalah........."


##


Jangan lupa tinggalkan jejak ^^