
"Mana Renjun?" tanya Jaemin saat tahu bahwa Dara berjalan sendirian sepulang sekolah.
"Dia udah gak sekolah disini lagi" ucap Dara lirih dan sedih.
"Padahal gue ada rencana sama dia buat ngehancurin agensi Manager Park" kata Jaemin.
"Jangan sedih, ayo masuk kedalam" perintah Jaemin.
Dara memasuki mobil Jaemin dengan wajah ditekuk dan mata sembab. Didalam mobil pun Dara hanya diam menatap kosong jalanan yang Jaemin mulai menghidupkan mobil dan menjalankannya.
"Lo tau semuanya?" tanya Jaemin fokus mengendarai mobilnya.
"Iya" jawab Dara singkat.
Flashback on
"Hoy jahe!" teriak Doyoung memanggil nama Jaehyun.
"Yang bagus dong jangan ganti-ganti nama orang" celoteh Jaehyun.
"Iya-iya maksud gue Jaehyun" kata Doyoung sambil duduk disofa Jaehyun.
"Ada apa?" tanya Jaehyun duduk dikasurnya sambil memakan makanan ringan.
"Gue gatau lagi harus gimana sekarang udah 5 bulan kurang 1 hari dan besok udah tepat 5 bulan" jawab Doyoung.
"Jangan bertele-tele" gerutu Jaehyun.
"Gue belum selesai Jaehyun" kata Doyoung.
"Tentang Renjun? Gue gatau bang, gue gak mau kalo Dara sedih dan kesepian bagaimana pun Renjun adalah orang kedua yang bisa ngebuat Dara bisa semangat sekolah setelah mantannya yaitu Jaemin" ujar Jaehyun.
"Eum.. gatau gue mah. Semoga besok gak terjadi apa-apa"
Tanpa mereka ketahui Dara tak sengaja mendengar pembicaraan kedua kakaknya dan hatinya merasa sesak. Dia pun berlari kearah kamarnya dan menangis keras.
Flashback off
"Udah jangan sedih lagi. Kita akan menolong Renjun gue punya kenalan dia adalah senior Renjun" ujar Jaemin berusaha menenangkan Dara.
Dara menatap Jaemin dengan mata berkaca-kaca.
"Udah, udah jangan kek gitu entar Na Jaemin ini mantan terindah Dara pengen balikan loh" gurau Jaemin.
Walau bagaimana pun Jaemin tidak bisa melupakan semua kenangan bersama Dara dan juga ia masih menyimpan rasa pada Dara walaupun sedikit.
"Sekarang lo pulang ganti baju terus gue akan ngajak lo bertemu sama seniornya Renjun" ucap Jaemin.
Jaemin mengarah pada jalan alamat rumah Dara dan setelah sampai, ia segera memakirkan mobilnya dipekarangan rumah Dara.
"Gue tunggu, jangan lama-lama" kata Jaemin.
Dara segera keluar dari mobil Jaemin dan mengacir memasuki rumahnya tanpa mengucapkan salam.
Dirumahnya sepi, palingan ada Melati yang sibuk membuat pesanan aneka roti dan akhir-akhir ini dia membuat kue untuk penjualan tambahan.
Dara langsung memasuki kamarnya dan berganti pakaian menggunakan kaos oblong berwarna biru langit dengan celana bagian lututnya sobek serta menggunakan sneakers berwarna paduan hijau, biru, dan putih. Rambutnya yang sebahu ia kuncir menjadi satu karena hari ini cuaca lumayan panas.
Setelah selesai ia keluar kembali menemui Jaemin yang sudah menunggunya didalam mobil.
"Ayo jalan" ujar Dara setelah memasuki mobil Jaemin.
"Lo gak berubah" kata Jaemin menatap gaya berpakaian Dara.
"Karena gue bukan power rangers" ucap Dara asal namun berhasil membuat Jaemin terkekeh geli mendengar ucapan Dara.
Jaemin menghidupkan lalu menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Dara.
Jaemin mengendarai mobilnya dengan sedikit cepat karena orang yang dia katakan sudah menunggu lama.
Beberapa menit kemudian sampailah mereka disebuah kafe yang dikenali oleh Dara, yaitu 'R Cafe' atau kafe milik Renjun. Dara enggan untuk keluar dari mobil Jaemin namun, dengan sedikit paksaan dari Jaemin ia akhirnya mau.
"Hai" sapa seorang perempuan berambut panjang sepunggung sambil melambaikan tangannya kearah Jaemin.
Jaemin membalas lambaian tangan itu dan menuju bangku yang diduduki oleh perempuan itu. Dara duduk diantara Jaemin dan perempuan itu karena mejanya berbentuk bundar.
Perempuan yang dikenal namanya Hina itu pun mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Dara.
"Hina, salam kenal" ucapnya memperkenalkan diri sambil tersenyum manis.
"Dara" jawab Dara dengan tersenyum juga.
"Gue denger kalian berdua udah putus ya?" tanya Hina penuh selidik.
"Ya begitulah" jawab Jaemin dan Dara bersamaan.
"Tapi kok kalian baik? Maksudnya gak ada yang saling lempar kebencian gitu" tanya Hina lagi.
"Sebenarnya gue benci dan gak mau liat muka dia lagi" jawab Dara sarkastik sambil melirik Jaemin.
Hina hanya terkekeh geli mendengar perkataan Dara lalu dia memesan beberapa minuman dan beberapa camilan untuk menemani perbincangan mereka.
"Gimana?" tanya Hina.
Banyak bicara juga batin Dara.
"Kita akan ngehancurin agensinya dari belakang dan buat agensinya menurun pelan-pelan jangan lupa kita masih mengumpulkan beberapa informasi penting untuk bukti yang kuat" jelas Jaemin.
"Kak DJ (Doyoung Jaehyun) bisa nyari informasi dan itu serahin ke gue" ucap Dara.
"Wah gak salah gue kenalan sama Dara" puji Hina dengan mata berbinar membuat bayangan Renjun kembali menghantuinya namun segera ia hempaskan.
"Ya udah, masalah informasi kita serahin pada Dara dan lo Hina?" alih Jaemin menatap Hina.
"Tenang aja gue ada kenalan orang sana dan gue akan buat manager materialistik beserta agensinya turun" jelas Hina dengan semangat.
"Baik, kalian berdua udah ada tugas masing-masing dan sisanya serahin ke gue" tutup Jaemin dengan penuh wibawa.
Tak lama kemudian, makanan dan minuman yang dipesan Hina tadi pun datang.
"Eh mbak Dara dapet salam dari mas Renjun" ucap pelayan tersebut lalu meninggalkan mereka bertiga dengan menaruh amplop diatas meja.
"Ehem.. jadi Renjun udah punya gebetan wah" kata Hina lagi sambil mengunyah makanan.
"Telen dulu Na, makananannya nyembur-nyembur" kata Jaemin mengingatkan.
Hina hanya cengengesan dan melanjutkan makannya dengan tenang.
Dara hanya minum sedikit lalu membuka amplop itu.
"Nih, kayak lo dulu. Kenapa gue selalu dapet surat kali-kali gitu dapet yang berguna dikit" omel Dara membuat Hina dan Jaemin terkekeh geli.
"Baca aja siapa tahu dapet doorprize" celetuk Hina dan di iyakan oleh Jaemin.
Dara mulai membuka amplop itu dan dan mengeluarkan isinya. Berisi kertas yang disana terdapat tulisan Renjun. Dara mulai membaca dengan seksama.
"Ada apa?" tanya Jaemin perhatian.
"Isinya apaan Ra?" tanya Hina.
"Kalo nanya satu-satu jangan barengan" celetuk Dara.
Mereka berdua hanya nyengir gak jelas.
"Renjun bilang dia akan melakukan home schooling dia sebenarnya gak mau jika diharuskan seperti itu. Dia gak mau kembali pada agensinya karena terlalu keras dan katanya merendahkan bahkan penghasilannya hanya 30% dari kerja kerasnya. Intinya dia minta supaya kita membantu untuk menurunkan agensi tersebut dan melaporkan pada pihak berwenang" jelas Dara.
Hina dan Jaemin manggut-manggut tanda mengerti.
"Baiklah, setelah ini kita langsung susun rencana" ujar Jaemin.
"Hina lo tau kan apa yang harus lo lakukan? Habis ini mungkin Renjun akan melakukan come back" sambungnya lagi.
"Kita kacaukan" jawab Hina dengan seringai andalannya.
###
Jangan lupa tinggalkan jejak^^