SEBANGKU

SEBANGKU
13



"Gimana kak?" tanya Dara pada Doyoung yang sibuk mengutak-ngatik komputernya.


"Eum... menarik dan sepertinya ada yang berusaha menjadi pembela kita" sahut Doyoung.


Krucuk krucuk


Semua tatapan menoleh kearah Renjun.


"Ehehe.. sorry gue laper" ucap Renjun polos sambil memegangi perutnya.


"Kebetulan tadi beli martabak manis sama martabak telur makan aja tapi ingat, pilih salah satunya aja kita juga belum makan" sahut Jaehyun menunjukkan sebuah bungkusan yang didalamnya ada 2 kotak martabak.


Renjun pun mengambil bungkusan itu dan mengambil salah satu kotak martabak tersebut lalu dia memakannya 1 potong.


"Enak gak? Apa sih yang gak enak dimulut lo itu" cibir Dara.


"Perkataan haters ehehe" jawab Renjun sambil menyengir membuat makanan yang didalam mulutnya terlihat.


Dara, Doyoung, dan Jaehyun yang melihatnya sedikit jijik.


"Telen dulu baru ngobrol" cibir Doyoung.


Mereka bertiga kecuali Renjun sedang melakukan kegiatannya untuk menghack akun-akun yang menyebarkan berita bohong tentang Renjun dan Dara.


Namun, tiba-tiba ponsel Dara berdering sebuah notifikasi menampilkan adanya panggilan telepon masuk. Dengan segera, Dara langsung mengangkat telepon tersebut.


"Halo"


"Apa benar ini dengan Andara Sabila?"


"Ya saya sendiri. Siapa ya?"


"Kamu tak perlu tau siapa saya"


Mereka berempat saling berpandangan karena mendengar orang yang sedang berbicara diseberang sana. Dara sengaja menghidupkan loudspeaker nya agar semuanya bisa mendengar.


"Lalu ada apa Anda menelepon saya?"


Tidak ada jawaban, Jaehyun ingin berbicara tapi Doyoung langsung menyangkalnya.


"Ada perlu apa Anda menelepon adik saya?"


"Andara Sabila adik kamu? baiklah saya hanya ingin bilang bahwa tolong suruh dia jangan terlalu naif"


"Maksudnya apa!"


"Saya pernah menjadi remaja jadi, saya tahu perasaan adikmu saat ini"


Doyoung dan Jaehyun terlihat sangat geram hingga tanpa sadar Jaehyun *** tangan Renjun.


"Sakit bang" keluh Renjun sambil menggosok-gosokkan tangannya.


"Maaf, reflek tadi" jawab Jaehyun tanpa dosa.


Doyoung langsung mematikan telepon itu secara sepihak karena ia tak tahan mendengar ucapan yang menjelek-jelekkan adiknya tersebut.


"Siapa dia?" tanya Doyoung.


"Gue rasa itu ulah Manager Park" sahut Renjun walau sedikit ragu.


"Manager Park? Dari agensi lo itu?" tanya Jaehyun.


"Iya" jawab Renjun.


Tak lama kemudian, sebuah notifikasi pesan masuk terpampang pada ponsel Dara lagi.


+628345xxxxxx


Bulan purnama tepat diatas cakrawala. Gue tunggu


Semuanya saling berpandangan setelah membaca pesan tersebut dari orang yang tak dikenal.


"Siapa sih kenapa banyak yang neror gue" kata Dara frustasi.


"Sabar dek" ujar Jaehyun mengelus kepala Dara.


"Eh bang, kan kalian seharusnya bisa ngelacak nomer-nomer itu" ucap Renjun membuat Doyoung dan Jaehyun saling bertatapan.


"Eh iya,iya kok kita gak kepikiran dari tadi" ujar Jaehyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kita? Lo aja kali Jae" cibir Doyoung.


"Tapi kan lo ama gue sodara bang" omel Jaehyun.


"Oh iya ya"


Semuanya menatap datar kearah Doyoung dan ia mendapat hadiah sebuah jitakan dari Dara yang mendarat dengan mulus di jitak Doyoung.


"Jangan banyak bicara, cepat lakuin" perintah Dara dan mereka berdua yaitu Jaehyun dan Doyoung segera mencari tahu nomor-nomor tersebut.


Jaehyun mencari nomor yang menghubungi Dara tadi sedangkan Doyoung mencari nomor yang baru mengirimkan pesan pada Dara.


"Bener, nomor yang nelpon Dara tadi itu miliknya Manager Park" ujar Jaehyun serius.


"Kalo nomor yang barusan ini gue gatau, mungkin sekali pakai digunain terus diblokir" ujar Doyoung memastikan.


Dara manggut-manggut tanda mengerti sedangkan Renjun entah dia manggut-manggut tanda mengerti atau hanya mengikuti Dara saja.


"Ya udah, nanti siapa yang akan dateng?" tanya Dara.


"Kak Jaehyun aja, kamu perempuan malem-malem keluyuran entar kena denda loh" sahut Jaehyun mengeluarkan kata-kata yang bikin adem.


"Gue gak soalnya gue gatau tempatnya" sahut Renjun dengan polos.


Jaehyun dan Doyoung menepuk jidatnya masing-masing.


"Oh ya, kan kita gak tau dimana itu" kata Jaehyun mondar-mandir gak jelas sambil makan martabak manis.


"Gimana kalo kita tanya?" kata Doyoung dengan antusias.


Tanpa disuruh, Dara langsung mengirim pesan balik pada orang yang tak dikenal tadi.


+628345xxxxxx


Di taman perumahan kompleks lo


Setelah mendapat jawaban tersebut mereka langsung bersiap-siap untuk nanti. Tapi, sebelum itu mereka menghabiskan martabak yang tadi di beli Doyoung sebelum dihabiskan oleh Jaehyun.


"Kenyang" ucap Renjun.


"Abis makan ya kenyang kalo masih laper ya makan" jawab Dara sedikit sarkastik.


"Jangan galak-galak napa dek" ujar Jaehyun.


"Tau tuh" kata Doyoung membereskan sampah-sampah yang berceceran dilantai.


Setelah semuanya selesai mereka kembali berunding untuk memutuskan siapa saja yang akan menemui orang itu.


"Jadi, siapa yang akan nemui dia?" tanya Dara membuka percakapan.


"Kakak aja dek" jawaban Doyoung masih sama seperti tadi.


"Gue aja" sahut Jaehyun tak mau kalah.


"Gue ngikut aja" kata Renjun pasrah.


"Yang bener siapa nih?" tanya lagi Dara untuk memastikan.


"Gimana kalo semuanya? Biar adil gak ada yang bertengkar" saran Renjun pada semuanya dan disetujui.


"Baik, kita semua akan pergi kesana. Sebelum itu untuk jaga-jaga masing-masing kalian membawa barang yang menurut kalian bisa digunakan jika dalam keadan terancam" komando Doyoung pada Jaehyun, Dara, dan Renjun.


"Jangan semunya kalo nemuin dia nanti malah dikira ngegrebek" sambungnya.


"Terus gimana?" tanya Renjun.


"Jaehyun yang datengin tuh orang terus kita ngumpet" sambung Doyoung.


Jaehyun mengangguk dengan mantap.


"Terus kalo yang ditemui orang jahat gimana?" tanya Renjun.


"Nanti Jaehyun akan teriak dan jika dia orang baik nanti Jaehyun akan teriak juga" jelas Doyoung.


"Kok teriak kenapa gak ngasih kode aja?" kali ini Dara bertanya.


"Kalo kode terlalu rumit dan juga gue males berusaha memahami kode-kode. Udah jangan banyak tanya lebih baik sekarang kita berangkat bulan purnama sekali lagi akan tepat diatas cakrawal" ujar Doyoung.


Mereka berempat mengemasi barang-barang yang akan dibawa dan segera keluar dari markas mereka untuk menuju taman perumahan di komplek.


Saat sampai di taman, mereka melihat seseorang dengan memakai jaket hoodie dan memakai tudungnya agar terlihat kesan misterius.


Seperti yang direncanakan yaitu Jaehyun mendatangi orang tersebut.


"Permisi" ucap Jaehyun.


Orang tersebut menoleh kearah Jaehyun.


"Lo?" kata Jaehyun.


"Malem bang ehehe maaf ngerepotin" jawab orang tersebut dengan cengengesan.


"Sok misterius banget lo Jaemin" cibir Jaehyun.


"Gak apa-apa bang, biar terlihat misterius gitu loh" balas orang tersebut yang ternyata adalah Jaemin.


"Terus apa tujuan lo nyuruh kita kesini?" tanya Jaehyun to the point.


"Kita? Maksudnya bang Jae kesini gak sendirian?" balik tanya Jaemin.


"Gak lah kita berempat yaitu gue, bang Doyoung, Dara, sama Renjun. Tuh mereka" jelas Jaehyun sambil melambaikan tangannya kearah Doyoung, Dara dan Renjun yang sedang bersembunyi.


"Loh Jaemin!" teriak mereka bersamaan.


"Katanya lo ke Jerman?" kata Renjun dan Doyoung bersamaan.


"Percuma gue nangis bombay" cibir Dara.


Jaemin hanya cengengesan gak jelas.


"Jadi apa tujuan dan maksud lo?" tanya Doyoung dengan tak sabaran.


"Tentang Manager Park"


###


Jangan lupa tinggalkan jejak ^^