Revenge Of Kiriko

Revenge Of Kiriko
Chapter 3



"Evakuasi penduduk ke tempat yang aman," perintah Wolf kepada prajurit yang ada di pos tersebut, "biar aku dan bocah ini yang menghadapi buronan itu," ucap Wolf sambil tersenyum kepadaku.


"B-baik jendral," prajurit itu langsung berpencar untuk mengevakuasi penduduk kerajaan.


"Siapa yang kau sebut bocah hah!?" kesalku.


"Terus, aku harus memanggilmu apa?"


"Kiriko, itu namaku."


"Kiriko ya, sebagai permintaan maafku, aku akan memberikanmu ini," Wolf mengeluarkan sebuah Pistol serta sabuk tempat mengantungkan pistol.


"Apa itu? mainan ya?" tanyaku, karena sebelumnya aku belum pernah aku lihat benda seperti itu.


"Dasar anak-anak," keluh Wolf sambil menggelengkan kepalanya, "ini adalah senjata jarak jauh, untuk menggunakannya kau cukup tekan pengunci pelatuknya," Wolf menjelaskan sekaligus memperagakannya dengan jelas, "setelah itu bidikkan ke arah target yang kau ingin," Wolf membidik burung yang bertengger di atas salah satu toko.


Akupun memperhatikan dengan seksama arah tembakan Wolf dan-


*dorr* bunyi tembakan itu langsung tebak mengenai burung itu dan mati seketika.


"Dan tekan pelatuknya untuk melepaskan tembakannya," tambah Wolf sambil memberikan pistol itu kepadaku.


"Wahh, senjata yang mematikan... senjata ini bahkan benar-benar bagus, ketika aku memperhatikan tembakannya tadi, proyektil yang dikeluarkan senjata ini pun hampir menyamai kecepatan gerakku menggunakan Flash Move, dengan keuntungan kekuataan Flash Moveku yang bisa melihat sesuatu yang bergerak cepat menjadi lambat, aku dapat melihatnya dengan kekuatanku dengan memperlambat gerakannya untuk menganalisa seberapa cepat gerakan proyektil itu. Dan ini sangat menguntungkan bagiku untuk bisa mengkombinasikan serangan jarak dekatku dengan senjata ini."


"Dan ini beberapa magazine yang bisa kau miliki," Wolf memberikan magazine yang mana merupakan tempat peluru handgun itu.


"Ini adalah amunisi senjata itu, dengan kata lain tanpa benda ini, kau tidak bisa menembak," jelas Wolf, "kau tekan bagian ini, ia akan mengeluarkan magazine itu, setelah itu kau ganti dengan yang baru yang ada isi pelurunya," Wolf menjelaskan kembali sambil menunjuk bagian yang ia jelaskan dihandgun itu.


"Ahh, begitu ya..."


"Kau mengertikan? kita tidak ada waktu lagi, kita harus bergegas," Wolf melangkah lebih dulu dari aku


"Iya," sementara itu akupun mempersiapkan diri dengan memasang sabuk pinggang untuk meletakan pistol serta magazine yang ada. Dan mengikuti Wolf dari belakang.


"Kita berhenti dulu di sini," langkah kami terhenti di toko Bir.


"Hah!? kau mau minum ya? sempat-sempatnya kau minum-minum disaat seperti ini!?" kesalku tanpa berpikir panjang apa maksud dan tujuannya kemari.


"Ada seseorang yang ingin aku temui, yang bisa menolong kita melawan para buronan itu di saat-saat seperti ini," dengan sabar Wolf menjelaskan maksud dan tujuannya ke toko bir tersebut, sambil menjelaskan hal tersebut, Wolf melangkah masuk dan membuka pintu toko itu.


"Heii, kau harus pergi dari sini, di sini tidak aman!!" terlihat hanya yang tersisa dalam toko itu adalah seorang prajurit yang memperingatkan seorang pemuda laki-laki sedang duduk di dalam sebuah toko untuk di evakuasi.


"Biarkan aku yang urus dia, kau pergi saja membantu yang lain," perintah Wolf kepada prajurit itu.


"B-baik jendral!" selagi prajurit itu pergi, pemuda itu meminum sebotol minuman cairan berwarna biru.


"Sudah saatnya kau berhenti berdiam diri begini," ucap Wolf kepada pemuda itu sambil melangkah dekat menuju pemuda yang sedang duduk minum itu.


"Persiapkan dirimu, sudah saatnya kau keluar dari zona nyamanmu, Jayden," perintah Wolf kepada pemuda yang bernama Jayden.