Revenge Of Kiriko

Revenge Of Kiriko
Chapter 10



Di tengah suasana hiruk pikuk penduduk Albatros, aku berhadapan dengan Tomy, salah satu anggota Archidia.


"Di mana teman-temanku!?" tanyaku keberadaan X-Heart kepada Tomy


"Mana aku tahu!!" dengan jawaban singkatnya, tanpa peringatan apa-apa ia menerbangkan beberapa bagian meterial bangunan berbentuk bulat sebesar bola sepak dan melesat cepat secara bergantian ke arahku.


Dengan mudahnya aku menghindari serangan itu ke arah samping berkat kemampuan yang aku miliki.


"Kau orangnya tidak sopan ya, apalagi kepada wanita sepertiku. Baiklah jika itu maumu. Bersiaplah!!" ucapku kesal.


Akupun melakukan serangan balik, dengan menggunakan kombinasi pistol dan serangan jarak dekat. Sesuai perkiraan, Tomy menangkis tembakan pistolku menggunakan kemampuan telekinesisnya, sama halnya dengan Lucius, ia membuat sebuah shield di depan badannya, namun ini terbentuk oleh formasi bebatuan yang ia padatkan dengan telekinesisnya. Namun itu hanyalah pengalihanku saja, dan benar, celah musuh terlihat ketika ia menggunakan shieldnya, dan di saat itulah aku bergerak cepat ke arah belakangnya untuk menyerang menggunakan Katanaku.


Sesuatu hal diluar dugaan terjadi, ia mampu menangkis seranganku dengan shieldnya yang lain.


"B-bagaimana bisa??" akupun langsung mundur ketika ia mampu menangkis seranganku.


"Kenapa? Kau menyerah ya," ucapannya terdengar seperti ejekan bagiku.


"B-bagaimana ia bisa mengetahui serangan kombinasiku ini, aku pikir dia akan terkecoh oleh seranganku tadi. Apa ia bisa melihat pergerakan cepatku? tapi kalau ia bisa melihat pergerakan cepatku, seharusnya ia bisa menyerangku dengan telekinesisnya ketika aku bergerak, bukannya ketika aku menyerang, untuk meminimalkan resiko terkena serangan," aku hanya terdiam dalam alam pikiranku sendiri.


Secara mendadak, Tomy melakukan serangan yang sama, namun dengan jumlah yang lebih banyak.


Walaupun aku dapat bergerak cepat, namun tetap saja ada beberapa serangan yang mengenaiku dan membuatku terjatuh karena banyaknya serangan itu datang.


"Serangan jarak jauh, yang benar saja!" gumamku dalam hati dengan posisi bertekuk lutut.


"Ahh, sepertinya kau mulai menyerah ya... dengan beginikan tidak perlu repot-repot aku membunuhmu-----,"


"Berpikirlah Kiriko, bagaimana ia bisa mengetahui pergerakanmu tadi."


"Sayang sekali, bocah sepertimu harus terlibat perang seperti dan akan mati oleh tanganku sendiri, kalau kau tidak mengikuti keegoisanmu untuk mengejar Lucius, mungkin saja kau tidak berakhir seperti ini, dan pasti akan memiliki masa depan yang cerah. Hahahaha....," Tomy terus mengejek.


"Masa depan ya... haha, aku bahkan tidak pernah berpikir sejauh itu. Tunggu, masa depan?" tanpaku sadari aku tersenyum karena telah mendapatkan sesuatu hal yang bisa membuat aku tersenyum.


"Apa? kau tersenyum? kau sudah gila ya?" Tomy melihat senyumanku.


Dengan terus tersenyum berusaha untuk bangkit berdiri, dan mempersiapkan Katana dan Pistol untuk menyerang.


Dengan serangan kombinasi yang sama, aku lakukan kembali terhadap Tomy. Aku menembakkan Pistol kepada Tomy dan dia juga melakukan pergerakan yang sama dengan membuat shield untuk melindungi diri dari serangan pistol.


"A-apa!?" walaupun Tomy masih bisa menangkis serangan, tapi terlihat sekali bahwa dia tidak siap dengan seranganku tadi.


Tanpa memberi kesempatan apapun, aku memberikan tendangan kakiku kepada kakinya secara horizontal, dan aku berhasil membuatnya terjatuh, dan ketika ia jatuh aku menduduki tubuhnya dan menodongkan Pistol ke kepalanya.


"Kau sudah kalah," ucapku dengan menodongkan Pistol yang mengeluarkan asap panas dari larasnya.


"B-bagaimana kau bisa--"


"Mudah saja bagiku untuk mengetahuinya, dan sebenarnya kau bukan cuma memiliki kemampuan telekinesis sajakan?" aku coba menebak.


"...." Tomy terdiam dan tidak menolak tebakan tadi.


"Awalnya aku pikir kau mampu melihat pergerakan Flash Move ku, karena dengan mudahnya kau bisa menangkis serangan awalku tadi. Tapi, dugaanku ternyata salah, kalau kau bisa melihat pergerakanku, seharusnya kau juga dengan mudah menyerangku ketika aku menghindar sama halnya seperti kau menangkis seranganku. Tapi kau malah tidak melakukan hal itu. Lagipula gerakanmu sama seperti manusia normal lainnya, jadi aku ragu kalau kau bisa melihat pergerakanku."


"Kalau aku melalukan hal itu, itu hanya akan membuang tenagaku saja."


"Tidak, bukan itu alasanmu sebenarnya. Itu semua karena kau memang sedari awal tidak bisa melihat. Karena kemampuanmu yang lain itu adalah kau bisa melihat apa yang akan musuhmu lakukan. Atau dengan kata lain kau bisa melihat masa depan."


"A-apa!?" kaget Tomy


"Aku menyadarinya ketika kau mengucapkannya kepadaku, kalimat 'masa depan' itu menjadi kata kunci bagiku untuk bisa mengetahui kemampuanmu yang lainnya. Ini cukup masuk akal, mengingat kau bisa menangkis serangan awalku, itu semua berkat kemampuanmu itu, karena kau sudah mengetahui apa yang akan aku lakukan dengan melihat masa depan itu sendiri."


"Haha, lucu, kalau aku bisa melihat masa depan seperti yang kau katakan, aku tidak mungkin bisa jatuh olehmu seperti sekarang ini."


"Itu semua, karena masa depan yang kau lihat itu terbatas. Kau mungkin hanya mampu melihat antara 1-3 detik ke depannya saja. Karena keterbatasan ini makanya kau sering melakukan serangan mendadak kepadaku, karena jika kau melakukannya dengan apa yang kau lihat, maka kau bisa melakukannya sesuai dengan apa yang kau lihat, mengingat bahwa aku memiliki kemampuan kecepatan yang di atas rata-rata, maka walaupun kau mampu melihat pergerakanku, tetapi jika tidak bisa menyaingi kecepatanku, maka semuanya itu hanyalah sia-sia dan tidak ada gunanya."


"haha..haha...hahahahahaa, hahahahahaha, kau bocah yang menarik, sungguh menarik!!!!" teriak Tomy seperti orang gila.


"A-apa!?" aku menatap ngeri Tomy.


"Kau merasa dirimu menang hah!?"


Tiba-tiba suasana yang awalnya terik, terlihat seperti mendung, seketika aku melihat ke arah atas kepalaku. Tepat di atas kepala, ada begitu banyak material bangunan berbentuk duri besar berterbangan yang siap dihunuskan ke arahku sesuai keinginan Tomy.


"A-apa yang kau lakukan, kau juga bisa ma---, tidak, dia pasti sudah melihat masa depan. Dan dia mengetahui apa yang akan terjadi dan konsekwensinya."


"Sayonara, Kiriko-chan~" senyum menyeringainya kembali ditunjukannya kepadaku.