Revenge Of Kiriko

Revenge Of Kiriko
Chapter 26



Raja Charlie berjalan ke arah balkon istana yang ada dibalik pintu tadi. Seketika masyarakat yang awal berteriak menuntut nasib kerajaan pasca pemberontakan Archidia menjadi terdiam, mereka berpikir bahwa raja mereka sudah dibungkam bahkan dibunuh oleh Archidia.


Raja Charlie menarik nafas yang dalam dan mulai berkata, "Aku yakin kalian sekarang kebingungan dengan situasi dan kondisi yang kalian lihat sekarang."


"B-bagaimana bisa raja Charlie ada di sana?"


"Aku pikir ia menjadi tawanan Archidia."


"Aku bahkan berpikir ia sudah lama mati."


"Apa maksudnya ini," para masyarakat berbicara satu sama lain melihat raja Charlie yang mulai berpidato di atas balkon istana tempat pihak kerajaan sering mengumumkan informasi dari pihak kerajaan.


"Ditengah kebingungan kalian, aku ingin bertanya. Apakah kerajaan Celestial sudah menjadi tempat aman bagi kalian? Apakah kerajaan Celestial memberikan kemajuan yang begitu besar sehingga hal itu patut diperhitungkan? Apakah semua itu sudah kalian rasakan sebelum aku menikahi ratu Emilly? Mungkin diantara kalian mengira bahwa alasan perjodohan antara aku dan ratu Emilly adalah salah satu cara terbaik untuk bisa menghentikan pertikaian antara kerajaan Raefus dan Celestial. Itu benar, akan tetapi alasan yang sebenarnya ialah karena kerajaan Celestial menganggap dirinya tidak mampu dan tidak bisa bersaing dengan kerajaan Raefus sejak kerajaan Celestial dipimpin oleh ratu Emilly. Kami pihak Raefus menyetujui pernikahan itu bukanlah untuk berdamai, kami ingin menunjukkan pada kalian, saat ini, sudah sangat jelas bahwa kerajaan Celestial tidak mampu menjaga dirinya dengan baik. Bobroknya pemerintahan ini sampai-sampai Archidia berhasil mengambil alih kerajaan ini dengan begitu mudahnya. Asal kalian tahu, Archidia itu juga merupakan dari skenario yang aku buat agar kalian sebagai masyarakat di sini sadar bahwa kerajaan yang kalian tinggali saat ini tidak lagi layak untuk menjadi tempat tinggal."


Selesai berbicara panjang lebar, masyarakat mulai berbincang satu sama lain dan mulai berpikir.


"Benar juga yang dikatakannya, semenjak pemerintahan ratu Emilly, kerajaan kita begitu lemah. Berbeda ketika ayahnya memimpin," salah satu perkataan masyarakat.


"T-tapi, bukannya semenjak kau jadi raja di sini kau menaikkan harga pajak yang begitu tinggi? Jadi apa gunanya membayar pajak yang begitu mahal untuk keamanan kalau ujung-ujungnya kau sendiri yang menghancurkan, " salah satu pertanyaan itu menjadi sorotan bagi raja Charlie, dan orang-orang juga berteriak ikut mempertanyakan hal sama tentang itu.


"Aku ingin mengajarkan betapa pentingnya bagi kalian nyawa itu dibanding dengan uang yang kalian dapatkan. Dan aku ingin melihat bahwa seberapa banyak orang yang menghargai betapa pentingnya nyawa itu. Dan sekarang, yang ada pada saat ini adalah orang-orang yang tidak tahu betapa berharganya nyawa itu dan berani menentang pihak kerajaan karena tidak mau membayar pajak yang begitu tinggi. Aku ingin kalian sadar bahwa keamanan kerajaan Celestial saja bisa ditembus oleh Archidia, bagaimana jika kalian tetap tidak mau bayar pajak dan memisahkan diri dari kerajaan, apa kalian bisa menjamin keselamatan keluarga kalian masing-masing?" lagi-lagi perkataan raja Charlie membuat masyarakat terdiam, mereka tidak menentang apa yang dikatakan raja, melainkan hanya terdiam seolah-olah menyetujui itu semua.


"O-omong kosong..." lagi-lagi Kiriko dibuat marah oleh raja Charlie dan menggetarkan giginya.


"Kalian tidak perlu khawatir, kalian bisa tetap tinggal di sini dengan wajib membayar pajak untuk keamanan kalian dari luar kerajaan. Di bawah pimpinan kerajaan Raefus yang lebih layak untuk memimpin," raja Charlie tersenyum lebar setelah apa yang ada dibenaknya sudah tersampaikan kepada pihak masyarakat.


Kemudian, masyarakat bersorak-sorai mendengar pidato yang begitu menjanjikan bagi masyarakat Celestial.


Tiba-tiba, senyum raja Charlie perlahan menurun dan menunjukkan ekspresi datar. Kemudian disusul muntah darah yang keluar dari mulutnya. Tentu saja hal ini membuat masyarakat terkejut.


"K-kau!? kau tahu apa yang sudah kau perbuat ini?" raja Charlie melihat ke arah sumber masalah itu yang ada tepat dibelakangnya. Kiriko sudah menusuknya dari arah belakang dengan tatapan penuh amarah.


"Aku tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Awalnya aku ragu untuk membunuhmu karena akan berakibat buruk untukku. Namun, setelah mendengar semuanya aku rela menjadi buronan kerajaan, hidupku akan penuh dengan kewaspadaan, itu lebih baik daripada aku melihat masyarakat diperdaya melalui omong kosongmu," ucap Kiriko penuh keyakinan dengan resiko yang akan ia hadapi ketika membunuh seorang raja.


"Dan ini juga merupakan balasan setelah apa yang kau lakukan kepada ibu dan memanfaatkan ibu sebagai salah satu rencana busukmu itu," Kiriko mencabut Katana yang menusuk tembus jantung raja Charlie.


"T-tidak aku sangka kau akan berbuat hal senekat ini, ahakkk!" raja Charlie terjatuh dan mengeluarkan darah yang banyak dari mulut dan dari tubuhnya yang tertusuk, "Namun, bukan berarti aku tidak memperkirakan hal ini," raja Charlie terlihat tersenyum walaupun sebentar lagi ia menghadapi ajalnya.


"A-apa lagi yang kau rencanakan!!?" lagi-lagi emosi Kiriko memuncak.


"Akan ada orang yang tidak tinggal diam setelah melihat apa yang terjadi denganku, aku menaruh harapan penuh padanya karena aku adalah ayahnya yang paling ia sayangi, dan ia adalah anak dari orang yang paling aku sayangi, k...kau akan menyesalinya k..iri..ko..." akhirnya melalui usahanya mengucapkan kalimat terakhir dengan suara yang serak dan berat, ia menghembuskan nafas terakhir.


"A...apa!?" Kiriko kembali terdiam setelah semua yang dikatakan raja Charlie, ia pikir dengan membunuhnya semua rencananya akan ikut hilang bersama dengan kepergiannya. Namun, nyatanya rencana tetaplah berjalan walaupun jiwanya telah hilang.


Kejadian berdarah itu terjadi begitu saja, para masyarakat yang melihat kematian raja mereka ini tentu saja tidak tinggal diam, mereka meneriaki dan memaki Kiriko sebagai pembunuh. Melihat ini Kiriko melarikan diri dari Istana dan meninggalkan Celestial dengan kemampuannya.