
Seketika Kiriko menundukkan kepalanya sambil menggenggam keras mukanya, sulit baginya untuk bisa menerima kenyataan yang diceritakan oleh Lucius.
"Aku mengerti sekarang. Alasan kenapa kau meninggalkan desa."
"..." Lucius hanya terdiam tanpa sedikitpun membantah perkataan Kiriko. Begitu pula dengan Wendy, ia sepertinya sudah mengetahui hal ini lebih dahulu daripada Kiriko.
"Di mana mereka sekarang?"
"S-soal itu..."
"Aku tanya di mana mereka sekarang!? Apa kau sudah menemukan mereka!? Tidak bukan, yang kau lakukan hanyalah membuatku khawatir, padahal kau sudah berjanji dengan ibuku, tapi nyatanya kau meninggalkan aku dan mereka yang ada di desa untuk hal yang belum tentu pasti seperti itu. Naif sekali dirimu, Lucius," seketika Kiriko meluapkan semuanya kepada Lucius setelah mendengar itu semua.
"Maafkan aku," ucap Lucius singkat.
"T… tenanglah, Kiriko-chan..." Wendy mencoba menenangkan Kiriko.
"Terus kenapa kau ikut Archidia, tidak mungkin kau tidak tahu hal sepele seperti itukan!?" lanjut Kiriko memaki Lucius.
"Itu semua karena aku ingin membalaskan dendam ibuku dan bibi Emilly kepada pihak kerajaan. Setelah aku berpikir berulang-ulang, tidak ada gunanya kalau hanya berdiam tanpa bisa melakukan sesuatu hal, sampai pada akhirnya aku tidak tahan lagi dan ingin membalas dendam atas keinginan diriku sendiri. Lebih baik aku menghilangkan perasaan dendam dan sakit itu dengan cara membalaskan dendam yang terpendam dalam diriku sendiri walaupun aku harus mengorbankan perasaan orang lain. Akan tetapi aku tidak ingin ada lagi orang lain yang terlibat dalam penderitaan ini, maka dari itu aku tidak ingin kau tahu alasan sebenarnya kenapa aku melakukan hal demikian, walaupun aku akan tahu pada akhirnya aku akan sangat dibenci olehmu," balas Lucius dengan nada yang meninggi. "Tapi aku tidak menyangka. Bukannya kau membenciku ketika aku meninggalkanmu. Tetapi malah kau mengkhawatirkanku dan mencari keberadaanku sampai sejauh ini," gumam Lucius dalam hati.
"Begitu ya..." tanpa basa-basi, Kiriko langsung berusuha berdiri dengan tubuh yang belum pulih sebelumnya.
"T-tunggu dulu Kiriko-chan, kau belum mengenakan pakaianmu," reflek Wendy menyerahkan anak Kiriko kepada Lucius dan menutupi tubuh Kiriko yang setengah telanjang.
"Sekarang cepat kau kenakan pakaianmu, supaya kita bisa pergi sekarang," ujar Lucius.
"Satu hal lagi yang ingin aku tanyakan," Kiriko tidak seperti biasanya, ia kali ini menunjukkan ekspresi datar tanpa ada emosi sedikit pun diwajahnya, "kenapa kau begitu terburu-buru membawa aku pergi dari sini?"
"Soal itu..."
***
Di bagian selatan Albatros, Lautan Blue Water.
"Ahh, menyebalkan sekali!!" gerutu Tomy ketika menuju kabin utama kapal, yang mana di sana sudah berkumpul beberapa orang anggota Archidia.
"Kenapa? kau begitu kesalnya menghadapi bocah itu ya?" tanya Mystogirl kepada Tomy.
"Lagi pula, kenapa selalu aku yang ditugaskan untuk menghadapinya, hah!?"
"Bukan tanpa alasan aku memberikan tugas itu padamu," muncul seorang yang terdengar seperti pria muda, namun ditutupi oleh jubah serba hitam dan kepalanya ditudungkan sehingga tidak begitu jelas siapa orang ini sebenarnya.
"Terus kenapa, pasti ada alasan lain kau memberikan aku tugas tersebut?" lagi Tomy tanyakan pertanyaan yang sama kepada sosok misterius itu.
"Aku pikir ini momen yang baik untuk aku membicarakan hal yang penting mengenai misi kita yang sebenarnya, selagi Lucius tidak ada di sini dan tidak mendengarkan hal ini," ucap orang misterius itu.
"Lucius?? kenapa memangnya?" Mystogirl bertanya.
Tidak disangka, Lucius secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, yang sebenarnya tidak perlu Lucius ketahui pun didengarkannya.
"Kalian pernah mendengar ramalan dari seorang peramal kerajaan beberapa tahun yang lalu?" tanya orang misterius itu kepada mereka.
"Rahmiel..." sahut Mystogirl
"Keturunan tersebut dikatakan memiliki kecerdasan dan kekuatan yang besar dalam pertempuran maupun pertarungan, ia dengan mudah menyesuaikan diri dengan pertempuran sulit sekalipun dengan kepandaian yang ia miliki dalam pertarungan dan didukung oleh kekuatannya yang besar. Karena ia keturunan dewi Rahmiel, dewi yang maha pengasih, ia tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya bagi orang-orang yang ia sayangi," perjelas orang misterius itu.
"Terus apa maksudmu menceritakan hal ini??? dongeng sebelum tidur ya?" bingung Tomy.
"Mendengar bocoran ramalan tersebut, pihak kerajaan Raefus sebagai kerajaan yang sudah sejak lama bersaing untuk mempertahankan wilayah masing-masing dengan kerajaan Celestial, tidak tinggal diam mendengarnya. Mereka berusaha untuk merebut kekuatan tersebut. Menurut kalian apa yang dilakukan oleh kerajaan Raefus untuk bisa mendapatkannya?" ucap orang misterius itu tanpa menghiraukan ucapan Tomy.
"Dengan melakukan perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak kerajaan melalui pernikahan Pangeran Charles dari kerajaan Raefus dan Putri Emilly dari kerajaan Celestial," Mystogirl dengan tanggap menjawab pertanyaan orang misterius itu.
"Benar, perdamaian itu hanyalah sebuah kedok yang dibuat oleh kerajaan Raefus untuk bisa mendapatkan hasil dari ramalan tersebut. Kerajaan Celestial tentu saja menerima keputusan tersebut mengingat dengan ikatan pernikahan antara 2 kerajaan yang berbeda itu menjadi alasan yang kuat untuk bisa berdamai dan bersatu. Akan tetapi pernikahan itu selama beberapa bulan tidak membuahkan hasil dan membuat ratu Emilly mengalami kekerasan dan melarikan diri dari kerajaan bersama pegawai kerajaan yang bernama Erina."
"Darimana kau bisa tahu banyak mengenai hal ini, mengingat informasi ini sangat rahasia dan bersifat internal tentunya," sanggah Tomy.
"Soal itu, karena aku pernah bekerja sama dengan pangeran Charlie dan ikut ambil bagian dalam kedoknya tersebut. Kau tahu, setelah raja Charlie menikah lagi dengan ratu Izumi, ada begitu banyak permasalahan yang terjadi pada kerajaan Celestial, salah satunya adalah kenaikan pajak untuk meningkatkan kekuatan prajurit demi kepentingan keamanan kerajaan yang mengakibatkan banyak masyarakat merasa terbebani."
"Bukannya hal tersebut terpenuhi oleh pihak kerajaan, buktinya ada banyak orang hebat dalam kerajaan, seperti kelompok X-Heart?" tanya Mystogirl.
"Tentu bagi mereka yang mampu memenuhi tuntutan pajak tersebut. Akan tetapi bagi mereka yang tidak mampu memenuhinya merasa dirugikan dan memilih untuk pergi menjauh dari kerajaan Celestial dan menjual rumah mereka untuk keperluan mereka diluar kerajaan. Ada sebagian dari mereka yang tidak menerima kenaikan pajak ini, dan mereka membuat gerakan pemberontakan ingin memperjuangkan hak mereka sebagai masyarakat kalangan bawah yang juga berhak mempunyai keamanan kerajaan tanpa haru membayar pajak. Tapi pihak kerajaan menolak tuntutan pemberontak ini karena menganggap hanyalah beban melindungi dan memberi keamanan kepada mereka yang tak mampu membayar pajak tersebut. Mendengar tanggapan tersebut semakin berontaklah mereka dan mereka berinisiatif untuk membuktikan bahwa mereka lebih kuat dan mampu melindungi diri mereka sendiri dengan cara apapun tanpa adanya campur tangan kerajaan, dan dibentuklah kelompok Archidia."
"Jadi, kudeta ini sudah direncanakan dengan matang oleh kerajaan Raefus untuk menghancurkan kerajaan Celestial dari dalam," Tomy mencoba mencerna penjelasan orang misterius itu.
"Ya, karena upaya raja Charlie untuk merebut kekuatan ramalan tersebut gagal, maka dari itu mereka menggunakan cara lain untuk menghancurkan kerajaan Celestial. Dan yang memimpin kelompok Archidia itu adalah aku sendiri."
"Wahh, wahh, wahh... ternyata ada tujuan lain dibalik terbentuknya kelompok kita ini??" ujar Tomy.
"Benar, karena kalian aku anggap ikut kelompok ini bukan karena alasan tersebut maka dari itu aku tidak ragu untuk memberitahukan informasi rahasia ini kepada kalian."
"Bukannya tujuan kelompok Archidia ini sudah terpenuhi, untuk bisa menaklukan kerajaan Celestial, apakah kita memang harus menangkap putri Wendy itu?" tanya Mystogirl.
"Itupun hanya kedok, agar tujuan utama kita tidak dicurigai oleh masyarakat yang tahu tentang kelompok kita dan juga Lucius."
"Lucius? apa ini berarti berkaitan erat dengan Lucius, mengingat informasi ini pun tidak boleh ia ketahui." bingung Mystogirl.
"Ternyata mereka memiliki tujuan lain." pikir Lucius.
"Ahh, aku lupa mengatakan bahwa sebenarnya ratu Emilly tengah mengandung ketika Erina membawanya pergi ke desa asal Lucius."
"A…apa, berarti anak itu yang tengah dikandung oleh ratu Emilly pada saat itu, jangan-jangan..." kaget Mystogirl.
"Iya, dan orang itu adalah orang terdekat Lucius dan juga tujuan utama kita kali ini."
"A…apa, maksudmu itu adalah..."
"Benar, bahkan Tomy pun hampir mati dibuatnya karena kepandaiannya dalam bertempur, sehingga tidak diragukan lagi kekuatan dan kecerdasannya." potong orang misterius itu pembicaraan Mystogirl.
"Khu-khu-khu-khu... menarik sekali, menarik sekali!!!" tiba-tiba Tomy menyeringai dan tertawa mendengar penjelasan orang misterius ditengah-tengah mereka, karena...
"Aku tidak percaya ini." gumam Lucius.
"Kiriko merupakan keturunan Rahmiel itu sendiri," perjelas orang misterius itu.