Revenge Of Kiriko

Revenge Of Kiriko
Chapter 1



Aku Kiriko, wanita berusia 17 tahun yang tinggal di desa kecil bernama Raemar, yang tidak termasuk dalam wilayah kerajaan terbesar manapun di negeri ini, atau bisa dibilang desa yang netral terhadap semua pihak kerajaan.


Sejak kecil, aku sudah tinggal di desa ini dan dirawat oleh kedua orang tua paruh baya yang biasa aku panggil kakek dan nenek. Walaupun demikian, aku anggap mereka sebagai orang tua kandungku sendiri. Dengan kata lain, aku sejak lahir sudah ditinggalkan oleh orang tuaku, keberadaan pun tidak pernah diketahui baik itu olehku sendiri maupun kedua orang tuaku saat ini. Aku tidak memusingkan hal tersebut, selain kakek dan nenek yang tidak begitu banyak berbicara mengenai orang tua kandungku, aku juga merasa begitu bahagia memiliki orang tua seperti mereka saat ini. Sehingga dengan tidak adanya orang tua kandungku tidak begitu membuatku bersedih hati, karena orang tua yang ada padaku saat ini sudah memenuhi kebutuhanku sebagai seorang anak.


Aku sedikit banyak sedikit banyak diajarkan oleh ayahku beberapa teknik beladiri baik itu menggunakan tangan kosong maupun menggunakan senjata, khususnya Katana, yang mana ayahku seorang mantan prajurit kerajaan Celestial. Walaupun ayahku masih terbilang begitu muda, entah mengapa ia sudah menggantungkan senjatanya lebih awal daripada teman-teman sepatarannya dan memilih untuk hidup di desa ini bersama ibuku, aku tidak begitu memperdulikannya, selagi kami masih bisa hidup bersama-sama sebagai keluarga.


Aku memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain bahkan kedua orang tuaku. Yaitu kemampuan Flash Move, yang mana dengan kekuatan ini aku bergerak lebih cepat dan pengelihatanku seolah-olah melambat dengan kekuatan ini. Aku juga dikaruniai dalam memahami sesuatu hal dengan cepat, seperti hampir semua beladiri yang aku pelajari sudah dikuasai, sehingga aku dibilang cukup kuat untuk bertarung di desaku sendiri. Ya cukup kuat, selain Lucius, teman lamaku sejak kecil, yang memberikan perhatian padaku layaknya sebagai saudara. Lucius sekarang pergi entah kemana, tanpa alasan yang jelas ia meninggalkan desa.


Sikapnya tersebut membuatku begitu sedih sekaligus bingung. Lucius yang aku kenal dulu tiba-tiba berubah, bahkan aku tidak mengenal ia dari sikapnya yang dingin dan pergi begitu saja dengan mudah meninggalkan kami yang sudah bersama-sama hidup dan besar di desa kecil ini. Awalnya aku hanya terdiam melihat sikapnya dalam kesedihan dan mencoba untuk memahami sikapnya tersebut, sampai ia pergi aku bahkan belum juga mendapatkan jawaban dan menerima kepergiannya.


Sebulan semenjak kepergian Lucius, keinginan dan kegelisahanku mencari tahu keberadaan dan Lucius semakin memuncak, sehingga beberapa kali aku mencoba ikut beranjak dari desa mencari keberadaan Lucius. Walaupun beberapa kali ayah dan ibuku mencoba untuk menghalang-halangi kepergianku, akan tetapi tekadku yang sudah bulat untuk mencari Lucius membuat orang tuaku menyerah dan memberikan aku kesempatan untuk pergi dari desa ini.


***


Di pagi yang cerah, aku meninggalkan desa tempat tinggal yang telah lama aku tinggali, berbekal katana yang ada di pinggang kiriku serta ransel untuk persediaan aku pergi ke kerajaan Celestial yang memakan waktu perjalanan setengah hari lamanya.


"Tunggu aku Lucius-Kun, aku pasti akan menemukanmu," gumamku dengan semangat yang menyelimuti diriku sejak awal pagi tadi.


Untuk beberapa alasan aku ke Celestial, karena kabar terakhir sebelum Lucius menghilang, ia pamit ke Celestial untuk suatu pekerjaan.


***


"Wahh, ramai juga tempat ini...," Gumamku sambil melihat sekeliling tempat aku berdiri.


"Hmm, kenapa mereka di sana?" ada satu sudut yang menjadi perhatianku, yaitu segerombolan orang sedang memperhatikan papan informasi yang ada di pojokan toko-toko.


Dengan rasa penasaran pun aku ikut melihat apa yang menjadi perhatian segerombolan orang itu, berkat badanku setinggi 150 cm ini, aku dengan mudah menerobos gerombolan itu untuk melihat papan informasi.


"I-inikan kelompok Archidia itu?" benar, yang terlihat di papan itu ialah daftar nama serta beberapa sketsa gambar dari beberapa anggota Archidia yang buron dari kerajaan Celestial. Kelompok Archidia ini terkenal sekali dengan pemberontakan dan ambisi mereka untuk memporak-porandakan kerajaan Celestial.


"Orang-orang yang kejam."


"Mati saja kalian!!"


"Orang-orang ini sudah membunuh keluargaku!!"


Orang-orang disekitar bersahut-sahutan menghujat dan mencacimaki, ini akibat dari kekejaman dan kekejian yang mereka lakukan. Sebagai bentuk protes kelompok ini terhadap kerajaan, mereka sanggup melakukan segala cara, termasuk cara kekerasan sekalipun.


"Hmm, t-tunggu dulu, t-tidak mungkin!" perhatianku tertuju pada satu daftar nama kelompok Archidia, yang tidak asing lagi nama dan wajahnya yang terpampang di papan informasi, orang itu adalah orang yang menjadi alasan dan tujuanku untuk pergi dari desa ini.


"L-Lucius-Kun,, apa yang sebenarnya yang terjadi dengan kau!?"