
Segala sesuatu memerlukan ketua, begitu pula bumi kala ini. Pemimpin itu jatuh pada negara paling kuat dalam segi ekonomi, militer, keuangan, dan lain-lain. Mereka dijuluki Super Power, apapun namanya.
Kejadian ini belum lama setelah Adam diturunkan karena tipuan iblis. Bumi terdiri dari beberapa negara kecil, tiga negara besar—termasuk Super Power—dan satu pulau terpisah diberi nama Unknown Place, sebab tak ada yang pernah atau ingin menginjakkan kakinya.
Negara Super Power diatur oleh pria terbilang muda untuk dijadikan pemimpin. Rumor mengatakan, ia dipilih dengan tidak semestinya. Membunuh dan menaklukkan memakai kekuatan anehnya. Hal tak wajar, dikarenakan tahta dari pemimpin itu sendiri dengan pengawalan mereka, penjaga dikhususkan melindungi orang penting lagi sangat penting. Maka dia terpilih atas cara terlarang tersebut.
Dia berpendapat bahwa dunia sudah kacau dalam segi realist dan spiritual, perlu dilakukan Re-start. Dengan mengadakan rapat rahasia; mengundang pembesar negara atau klan. Namun, sebab asli karena ia muak akan tindak manusia; merusak dan mengalirkan darah; berperang satu sama lain.
Saat rapat, terjadi perdebatan. Sayangnya, Pemimpin Negara Super Power tidak suka akan kegaduhan hingga provokator terancam. Yang berbeda sudut pandang ia musnahkan saat itu juga. Satu jentikan jari, mereka hangus. Ngeri, senyap mengudara. Normal? Tidak, begitulah caranya mengatur.
"Kembali ke permasalahan. Jika ingin melakukan re-start, bagaimana? Bahkan sekarang, bumi sedang dilanda krisis besar-besaran, konflik, perang dunia. Hal ini tidak membuat dunia kembali rapi."
Memfokus topik, mata merah itu mendelik. Berdiri dan menyandar tegak kedua tangan atas meja. "Pernah dengar The 7 Deadly Sins?"
Hening, sampai salah satu kepala klan angkat bicara, "Jika ke tujuh Deadly sins terkumpul, keinginan akan tercapai. Tapi harapan dari dosa ... buruk." Suaranya pelan pada akhir kalimat. Gugup, mata merah scarlet spesifik melirik.
Sang pemimpin mengangguk; misi mengumpulkan dosa dimulai. Saat pencarian, mereka melakukan ritual aneh untuk 7 Great Demons of Hell. Sungguh para iblis mendengar mereka, tapi tidak begitu saja memenuhi. Mereka senang melihat manusia hancur; merusak; dirusak, apa yang kau harapkan? Begitulah jika engkau meminta pada jalan sesat.
Akhirnya, Lucifer memberi suatu penglihatan bahwa keinginan mereka akan terwujud, berupa anak dari bagian raga para iblis berpangkat. Sebab itu pula project pencarian sins dimulai kembali—setelah hampir terlupakan karena sulitnya menemukan inang—bahkan lebih dikembangkan guna menyiapkan apa yang diimpikan.
Sayembara mencari ketujuh inang dosa tidak menemukan titik terang, dari awal dilaksanakan hingga kini.
Manusia pemilik dosa kuat dikumpulkan. Bangga mereka memamerkan kekejian, tanpa dilakukan tindakan hukum. Memang kacau bumi saat ini. Pemimpin Negara Super Power mendeklarasi bahwa dia hanya akan memilih satu pendosa terbaik dari tiap tujuh dosa yang nantinya akan diberi tahta dan harapan menjadi nyata. Dengan tawaran itu, makin banyak orang berani pada kefasikan. Hilang akal sehat dalam angan harta, tahta, dan harapan.
Mendapat dosa dominan dalam satu tubuh mendekati tidak mungkin. Maka, secara diam-diam mereka membuat humanoid. Para peserta sayembara dikelompokkan sesuai dosa terkuat untuk dijadikam tumbal tanpa sepengetahuan. Walau mengalami kegagalan, tetap tidak menyerah. Hal ini membuat krisis, terutama pada negara kecil. Akhirnya, eksperimen menemukan titik terang setelah sekian puluh kali.
Para Vessel (inang) terlahir, 7 deadly sins terkumpul. Apa yang diimpikan keluar dari tabung khususnya. Meski terlahir dari bagian para iblis, dia dapat menyamarkan diri serupa anak rambut dan mata merah, hingga dijuluki REDstar. Sang pemimpin amat senang sampai menyimpannya pada kamar khusus, tak boleh sembarang masuk.
Walau sang harapan sudah turun, apa yang diinginkan belum terwujud. Anak itu tak melakukan gerak berarti. Sebagian dari mereka pupus tapi tidak dengan pemimpin bumi, dia masih yakin.
"Mungkin, salah satu dari para Vessel bisa mengendalikan The Hope," usul salah satu humanoid, Vessel Greed.
Saran diterima, para Vessel menunjukkan kemampuan. Licik, tujuan utama Greed agar dapat menggunakan harapan untuk dirinya sendiri tanpa dicurigai. Namun, tak ada yang benar-benar menarik perhatian kecuali Lust dan Pride.
"Aku akan mengontrol seluruh lab, tidak ada yang dapat membuatku patuh dan gentar." Sifat merasa paling unggul Vessel Pride menghasilkan ide gila.
Diam-diam membuka database tentang RED PROJECT dan di saat itu pula Lucifer melakukan pelanggaran, memberikan hati pada Vessel miliknya. Gemuk air mata tumpah, tercekak pun nyeri di balik rusuk, terlalu banyak emosi tertahan. Vessel Pride sadar, kelahiran mereka dan The Hope hanyalah nafsu manusia belaka; tak ada maksud jelas; hidup dari kematian, hidup untuk mati.
Agar tidak bernasib buruk dan hanya menjadi alat ... berpikir bahwa dia dan The Hope itu sama—makhluk organik buatan—dan layak hidup sebagaimana mestinya, Vessel Pride membawa kabur REDstar.
Vessel Pride begitu penyanyang dan The Hope dapat merasa kasih darinya. Hal langka yang sangat aneh berlangsung. Terjadi konflik antar para Vessel, juga pada 7 Great Demon of Sin, sebab Lucifer melakukan kesalahan—memberi perasaan pada Vessel Sin miliknya.
Ketakutan, tahu mereka bukan tandingan membuat para iblis termasuk Great Demons of Hell makin patuh. Itulah hukum underworld, hukum rimba di mana yang paling kuat memimpin.
...-oOo-...
Vessel Pride tahu keberadaannya terancam berkat aura kecemburuan Vessel Envy. Tanpa memakan waktu, mereka pergi ke dalam hutan. Meninggalkan The Hope sendirian atas rasa berat terpendam. Dia terpaksa berkata kasar, berharap anak ini tidak mengikuti dan tenggelam dalam masalah yang dilanda.
REDstar meringkuk, bersandar pada pohon solid. Waktu bergulir dalam langit jelaga tanpa gemerlap. Anak kecil tetaplah anak kecil. Emosi tak karuan mulai merengkuh, takut akan kesendirian menyelimuti perlahan. Ia berpikir, bahwa kebaikan yang selama ini diterima hanyalah tipu daya. Satu-persatu; tiap langkah, mata merah mengelam seiring perubahan dalam tubuh.
Tak khayal, The Hope terkejut ... melihat Vessel Pride bertarung dan tertikam belati racun milik Vessel Wrath. Tak terima, ia melaung hingga bumi terguncang. Teramat keras dan mengerikan untuk anak sebesarnya. Sebab eksistensi untuk menghancurkan, kegilaan menimbulkan Chaos. Gejolak kuat sampai-sampai bumi terselimut api.
Panas menyeruak, kebul asap membumbung. Aneh, sang pemimpin bumi justru menyeringai. Bara menyulut, rambut biram panjang tersibak. Warna merah, keindahannya melengkapi bara.
"Api ini tidak sama sepertimu ... tidak murni, tak suci, berasap. Apa aku akan bertahan? Karena sudah jatuh menjadi manusia walau sifat identik tersisa. Hey, apa yang aku lakukan sudah cukup? Apa semuanya cukup? Ku harap ini tidak sia-sia, saudaraku."
Deg!
Hening terpecah ketika merasa aura orang terkasih. "Ami ...."
Menitikkan air mata kala tekanan itu lenyap. Menunduk dalam dan memejamkan mata. "Aku tahu, tidak akan menyia-nyiakan perjuanganmu."
Lucifer langsung bangkit, menatap lurus dengan senyuman kian lebar. Namun, mata masih berlinang. Merentangkan sayap, aura kelam melangit. Dengan satu kepak ia menghilang dalam temaram.
...-oOo-...
Setelah kebuasan sang harapan, bumi hampir dilanda kekosongan. Banyak korban berjatuhan, tak pandang bulu; pukul rata. Anak ini mempelajari hal yang seharusnya. Manis pahit kehidupan, ia membaca serpihan memori bak kunang-kunang dalam malam suram. Menyebar tujuh dosa ke seluruh dunia karena dalam benak akan berbahaya, apa lagi terkumpul dalam satu tubuh.
Semuanya berhak mendapat kesempatan dan keadilan. Di balik segala sifat negatif yang mengalir dalam emosi, akan indah pada waktunya. Tidaklah segala keburukan itu buruk, juga sebaliknya. Apa yang diperbuat itu yang didapat. Manusia memang sumber kekhilafan, tak sempurna. Kesalahan pasti terjadi dan ia memberi kesempatan.
Membangun Tree of Life, Yggdrasil, menggunakan jiwanya. Yin Yang; merusak dan memperbaiki, itulah harapan yang lahir dari dosa. Kau tidak dapat sepenuhnya menyebutkan itu kehancuran dan tak dapat pula berharap padanya.
Kesinambungan antara harapan dan kehancuran dalam tubuh dilihat oleh Angels of 7 Heavenly Vitrues. Mereka menolong REDstar, mengulurkan tangan; menutup tujuh dosa dengan tujuh kebaikan. Yggdrasil mulai tumbuh, siap berdiri kokoh sebagai pemberi kehidupan dan penopang surga. Bahagia? Tentu Lucifer tidak tinggal diam.
"Kejutan!" Dengan seringai lebar Lucifer muncul balik temaram, mata merah menilik bak singa melihat rusa terlepas dari kawanan.
Hampir gagal, satu jiwa terbelah.
Lucifer menggenggam jiwa penghancur REDstar, sedang Yggdrasil menyimpan jiwa harapan itu sendiri. Sebaliknya, raga ikut dikorbankan demi menghidupkan Vessel Pride, seseorang yang sudah ia pilih.
Lahir dari bagian raga Demon of 7 Deadly Sins, Vessel Pride menjadi immortal. Kini rambutnya merah muda, mata menjadi biru langit laksana siang tanpa restriksi. Memiliki sihir tingkat tinggi; waktu hampir tak berpengaruh padanya; dapat melihat serpihan masa depan. Witch of Time, Aion.