REAL

REAL
REAL (Episode 9 - Berbohong)



Pak rudi dan bu asih sudah merencanakan hal besar secara matang untuk menebus kesalahannya kepada frisa


tuuttt.. tuuutttt... suara telepon tersambungkan


"hallo assalamualaikum paman?" ucap pak rudi dari telepon.


"walaikum salam, iya rud ada apa?"


"paman, bagaimana ini paman, frisa kabur dari rumah" ucap pak rudi penuh kebohongan dan berakting kebingunan.


Karena dengan kebohongan ini adalah salah satu cara tercerdas untuk menyelamatkan anaknya, makanya pak rudi tidak ragu ragu lagi untuk melancarkan serangannya.


"astaga rud, bagaimana bisa seperti ini? terus kamu sudah mencari frisa?" jawab pak edi penuh kebingungan.


"sudah paman, saya sudah mencari cari frisa kemanapun, saya sudah tanya teman temannya juga, tapi tidak ada yang tau" sambung pek rudi.


"terus bagaimana nasib pernikahan ini rud? terus saya harus bilang apa sama calon besan mu?" ucap pak edi.


"saya juga binggung paman, sekarang anak saya keadaannya bagaimana juga gak ada yang tau" jawab pak edi dengan gaya menangis tersedu sedu.


"rud.. rudd.. terus aku harus bagaimana, aduh pusing kepala ku ini rud. lagian kok bisa bisanya anakmu kabur itu bagaimana ceritanya?" tanya pak edi sambul memijit mijit keningnya.


"sebenarnya frisa tidak mau dijodohkan dan menikah dengan si agus paman, tapi saya dan asih memaksa dia. jadi kejadian seperti ini terjadi" jawab pak rudi seakan merasa bersalah.


"aduh, bagaimana ini terusan. tanggal pernikahan kurang 2 minggu lagi" pusing pak rudi memikirkan masalah ini.


"maaf paman, maafkan saya sekeluarga, terus saya bisa apa dengan keadaan ini, saya juga susah paman, saya disini gak tau keadaan anak saya diluar sana seperti apa? apakah dia baik baik saja? dia tidur dimana, dia makan apa, saya juga kepikiran paman" jawab pak rudi penuh sesal.


"yasudah rud, aku mau kerumah calon besan mu dulu, mau rundingan keadaan ini bagaimana kelanjutannya" ucap pak edi.


"baik paman, sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya" jawab pak rudi dengan penyesalan yang tulus, karena bagaimanapun dia sudah membohongi pamannya dan calon besannya.


Sebenarnya pak rudi tidak mau mengambil jalan seperti ini, tapi mau bagaimana lagi demi anak tercintanya tidak menderita apapun akan dilakukan demi kebaikan dan kebahagiaan frisa.


"bagaimana pak?" tanya bu asih penuh penasaran.


"yaa paman juga bingung buk, katanya mau dirundingin dulu sama calon besan" jawab pak rudi.


"apapun konsekuensinya ibu siap menanggung pak, biar rasa berdosa ibu sedikit berkurang" jawab bu asih dengan pasrah.


"iya bu, bapak juga begitu. sebenarnya bapak tidak mau seperti ini membohongi paman, tapi mau gimana lagi" ucap pak rudi.


__________


Setibanya frisa di bandara, dia merasakan udara yang begitu sejuk membuat hatinya sedikit lega. Frisa berharap semoga kedua orang tuanya di rumah baik baik saja.


"haaahhhhhhh.. akhirnya sampai juga, kehidupan baru, i am coming" ucap frisa dengan penuh semangat untuk melanjutkan hidupnya.


sesampainya frisa di kontrakan yang sudah disiapkan oleh saudara ibunya, dia mulai merebahkan badannya di atas kasur yang lumayan empuk.


Pikirannya melayang memikirkan keadaan orang tuanya, seketika dia ingat kalau kalau dia lupa menghubungi kedua orang tuanya.


"astaga, aku lupa kasih kabar ibu sama bapak" ucap frisa dengan menepuk keningnya.


tuuutttt.. tuuuttttt.. tuuuutttt


"halo assalamualaikum" ucap frisa.


"walaikum salam, frisa? gimana kamu sudah nyampek?" jawab bu asih dari seberang telepon.


"alhamdulillah bu sudah, keadaan di rumah gimana bu? kalian baik baik saja kan?" jawab frisa sedikit khawatir.


"iya fris, kami baik baik saja di sini. kamu sekarang dimana?" tanya bu asih.


"frisa sudah di kontrakan yang disediakan bude buk" jawab frisa.


"oh yasudah, kamu istirahat saja dulu" pinta bu asih.


"iya bu, oh iya masalah pernikahan itu terus gimana bu kelanjutannya?" tanya frisa penuh penasaran.


"sudah kamu tidak usah memikirkan hal itu lagi, itu urusan ibu sama bapak disini. kamu fokuslah meraih cita cita dan kesuksesan di sana, jangan mikir yang aneh aneh lagi" terang bu asih agar frisa tidak terlalu kepikiran masalah ini.


"iya bu, terimakasih. salam juga yaa buat bapak" jawab frisa.


"iya nak" jawab singkat bu asih sebelum mengakhiri panggilannya.


Setelah menghubungi keluarganya frisa sedikit merasa lega. dia mulai berangan angan dengan apa yang akan dilakukannya di tempat asing ini, tempat yang tidak pernah d in bayangkannya akan dia datangi, tempat yang memisahkannya dengan oh bu bapaknya. lamunan lamunan yang berterbangan di pikiran frisa sedikit membuatnya mengantuk dan akhirnya dia terlelap dalam mimpi indahnya. Doanya sebelum sempat sepenuhnya terlelap dia ingin kehidupannya di tempat baru ini menyenangkan dan dia akan menemukan cinta sejatinya.


Semoga saja...


_______hay ganks, jangan lupa klik fav, like dan komen yaa.. thx