REAL

REAL
REAL (Episode 27 - 1st)



Kini hari hari franco dan frisa selalu dihabiskan bersama, entah saat berangkat kerja, di tempat kerja, sepulang kerja, semuanya selalu dilakukan bersamaan. Bukan karena mereka terlalu bucin atau gimana tapi demi melindungi frisa juga dari si penguntit.


Meski franco dan frisa selalu kemana mana bersama itu sama sekalih tidak menghalangi si penguntit untuk selalu mengikuti frisa. Dimanapun frisa ada si penguntit itupun juga pasti akan ada di sana.


Siang ini franco mengajak frisa untuk makan siang di luar, seperti biasa agar hubungan mereka tidak tercium oleh karyawan lain mereka berdua bertemu di tempat parkir mobil.


"mas, kita mau makam di mana?"


"ada deehhh.. kamu tinggal duduk manis aja sayang"


Franco tidak ingin kejutan makan siang romantisnya diketahui lebih awal oleh frisa.


"ih, gitu amat sih" rengek frisa manja.


"hahaha" franco hanya bisa tertawa melihat ekspresi wanita yang dicintainya itu.


Akhirnya setelah 15 menit perjalanan mereka berdua saat ini telah sampai di salah satu restoran bergaya eropa.


"wah restoran ini indah banget mas, aku baru tau kalau ada restoran seindah ini di kota ini"


"bagus kan, restoran franco gitu loh"


"oh jadi namanya restoran franco?"


"astaga polos banget sih, yang punya itu namanya franco"


"oh"


"oh doang? respon kamu cuma 'oh'doang?"


"terus aku harusnya bilang apa mas? 'wow'gitu?"


"tapi pemilik restonya kan franco sayang namanya!"


Franco merasa jengkel dengan kejutannya karena frisa sama sekalih tidak paham dengan keadaan yang terjadi di sana.


"iya terus kenapa kalau namanya franco? karena nama pemiliknya sama dengan nama kamu?"


Franco mengernyitkan alisnya seakan mengatakan "emang punya ku".


"hah, jadi ini restoran punya kamu mas?"


"kamu baru nyadar sayang?"


"wah, aku gak tau sumpah. hehe"


"kamu sih, dikasih kode dari tadi tapi gak paham paham"


"hehe.. maaf mas, aku kan gak tau"


"gagal deh mau kasih kejutan ke kamu"


Franco merasa dongkol karena kejutannya gagal total, dia masuk ke dalam restoran dengan memonyongkan bibirnya sembari mengikuti langkah frisa menuju kursi kosong.


"ih, mas kok monyong gitu sih bibirnya, biar apa coba? biar sexy? goda frisa.


"kamu siiihhhhh..... "


"haha... maafin frisa dong mas"


Karena frisa merasa sangat bersalah terhadap franco dia terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan agar franco berhenti merajuk.


"mas.. mas.. ngadep aku deh"


Dengan ogah ogahan franco menghadap ke arah fris.


"sini deh mas lebih dekat"


"apaan sih"


"ih, sini deh.. "


"kenapa"


Franco semakin mendekatkan wajahnya ke arah frisa yang berada di seberang mejannya.


"dasi kamu longgar tuh, sini aku benerin"


"biarin longgar, aku masih sebel juga"


Franco masih melanjutkan drama merajuknya yang semakin menbuat frisa merasa gemas.


Frisa tiba tiba menarik dasi franco dan kecupan singkat mengenai bibir franco.


"cuup" ini adalah ciuman pertama bagi frisa sepanjang hidupnya.


Wajah franco yang mulanya cemberut kini sudah berubah ekspresi, pipinya merah merona sambil cengar cengir karena tidak menyangka kalau frisa bakal berbuat sedemikian.


"makanya kalau makai dasi yang benar dong mas"


Frisa sembari membetulkan dasi franco dengan rona wajah tak kalah memerahnya setelah mengecup bibir franco singkat.


Sontak franco langsung melonggarkan dasinya kembali sambil menggoda frisa dengan menyondongkan dada bidangnya ke depan wajah frisa.


"sayang longgar lagi nih, benerin donk"


"ih mas, apa apaan sih"


Frisa mendorong dada bidang franco sambil menutupi wajahnya yang semakin memerah.


Franco hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah frisa yang semakin kesini semakin bisa mengekspresikan diri.


"lucu banget sih kamu kayang, semoga aku gak salah pilih kamu yaa" gumam franco dalam hatinya sembari memandangi wajah cantik frisa.


Kemesraan kemesraan yang mereka tunjukkan di restoran itu ternyata membuat sepasang mata merasa geram dan emosi saat melihatnya.


Yaitu seorang laki laki yang berpakaian gelap sedang duduk di kursi kosong membelakangi mereka yang jaraknya hanya sekitar 5 meter, yaa siapalagi kalau bukan si penguntit.


Laki laki itu kesal dengan kedekatan franco dengan frisa, dia mengepalkan tanggannya karena merasa cukup jengkel dengan tingkah sok romantis mereka berdua.


"kurang ajar, jadi ini yang kamu lakukan fris"


Gumam penuh amarah si penguntit. Entah ada dendam apa antara frisa dengan si penguntit itu sampai sampai si penguntit itu menjadi bayang bayang mimpi buruk frisa akhir akhir ini.


____hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like and komen yaaa... thx