
knok knok knok ... suara ketukan pintu rumah kontrakan frisa.
"iya, ada apa yaa mas fanco?" jawab frisa sedikit bingung karena pagi pagi sudah kedatangan tamu.
"kamu lagi ngapain? tuh disuruh mama ke rumah sekarang" ucap franco.
"memangnya ada apa mas?" tanya frisa.
"....." franco hanya diam sambil mengangkat pundaknya menandakan ketidaktahuannya.
Sesampainya di rumah bu endang frisa dipersilahkan duduk di ruang makan untuk sarapan bareng.
"nak frisa, ayo sini sarapan bareng" pinta bu endang.
"ah iya tante terimakasih, tapi enggak usah. ada perlu apa yaa tante suruh saya kemari?" tanya frisa.
"kamu duduk dan sarapan dulu nanti tante kasih tau sesuatu ke kamu" rayu bu endang agar frisa menuruti perkataannya.
"tapi tante... " jawab frisa yang masih tidak enak, karena mereka belum terlalu kenal tapi sudah numpang makan.
"gak usah tapi tapian, ayo cepat duduk sini" potong bu endang.
"i iya tante" frisa mengiyakannya dengan perasaan sedikit ragu.
Acara sarapan pagi ini berlangsung dengan sunyi, tidak ada kata kata maupun canda, hanya suara benturan pirind dan sendok saja yang sedaritadi meralunan.
Ayah franco yaitu pak bambang merasa suasana di meja makan ini begitu dingin dan menyesakkan dada. akhirnya pak bambang mulai mencairkan suasana dan memulai percakapan kepada frisa agar frisa sedikit merasa nyaman.
"nak frisa yaa?" tanya pak bambang.
"iya om, perkenalkan nama saya frisa, saya berasal dari jawa" jawab frisa.
"oh dari jawa, lumayan jauh yaa. kalau boleh tau jawanya bagian mana nal?"
"hehe iya om lumayan jauh. saya dari jawa timur om" jawab frisa yang mulai merasa sedikit nyaman.
"oh pantesan cantik" goda pak bambang.
"... terimakasih om" jawab frisa sedikit malu karena dipuji cantik.
"ih papa ini genit banget sih" celetuk franco.
"hahaha... memang kenapa, nak frisa memang cantik kan?" kekeh pak bambang.
"papa udah ih, tuh liat nak frisa wajahnya sudah merah gitu. jangan digodain lagi donk" sela bu endang ditengah kekehan pak bambang.
Setelah mereka menyelesaikan sarapan kini penghuni rumah itu mulai beraktifitas seperti biasanya. pak bambang yang sebagai mandor di perkebunan teh segera berangkat menjalankan rutinitasnya mengontrol keadaan kebun dan para pekerjanya, sedangkan franco yang bekerja sebagai pemilik hotel segera bersiap untuk berangkat kerja juga.
Di rumah ini hanya ada 3 orang, bu endang, pak bambang dan franco saja. sebenarnya franco memiliki 1 adik perempuan tapi sedang kuliah di luar pulau.
"nak frisa, katanya bu lia kamu sedang butuh kerjaan yaa?" tanya bu endang.
"iya tante, kok tante kenal sama bu lia?" tanya frisa
"kenal dong nak, bu lia kan teman arisan tante" jelas bu endang.
"oh jadi begitu toh" jawab polos frisa.
"maa, aku berangkat dulu yaa" pamit franco.
"eeehhhhh... tunggu dulu dong fran" ucap bu endang sambil menghentukan langkah franco.
"kenapa ma? mama butuh sesuatu?" tanya franco.
"ini ajakin berangkat bareng dong frisa nya, gimana sih!" ucap bu endang.
"lah, bareng kemana maa?" jawab franco masih bingung dengan ucapan mamanya.
"yaa berangkat kerja lah. mulai sekarang frisa kerja di hotel kamu!" terang bu endang.
"hah? katanya yang mau kerja keponakan teman mama? gimana sih kok jadi frisa" ucap franco bingung.
"ya frisa ini keponakan teman mama" jawab bu endang.
"ini beneran tante?" tanya frisa masih tidak percaya.
"iya nak, mulai sekarang kamu bisa kerja di bagian administrasi di hotel franco. kemarin malam tante sudah bilang kok sama franco" jawab bu endang penuh senyuman ke frisa.
"ahhh mama, kalo tau dia yang bakal masuk pasti franco gak mau nurutin kata kata mama" gerutu franco menyesal. Memang dari awal franco tidak begitu tertarik dengan frisa. dia merasa frisa itu seperti kebanyakan wanita wanita yang ditemuinya hanya modal cantik dan body aduhai saja untuk bertahan hidup.
Karena frisa merasa tidak enak kepada franco yang sedari awal dirasa tidak menyukainya sama sekali akhirnya frisa menolak tawaran pekerjaan bu endang.
"gak usah tante, frisa nyari nyari sendiri aja. kalau memang rejeki frisa dekat pasti sebental gai bakal dapat kerjaan juga" ucap frisa penuh ketidak enakan.
"enggak nak, pokoknya tante mau kamu bekerja di hotel franco, lagian franco gak bisa menolak permintaan tante, karena hotel itu masih atas nama tante, franco hanya sebagai pengganti tante di sana" jelas bu endang untuk meyakinkan frisa agar mau menerima tawarannya ini.
"tapi tante.... " jawab frisa belum selesai tapi sudah dipotong oleh franco
"udah deh gak usah tapi tapian, mama udah bilang gitu jadi harus gitu" ucap franco dengan kengkel dan pergi meninggalkan bu endang serta frisa.
"nak, ayo kamu segera naik ke mobil franco, dia udah kasih kode buat kamu tuh" jawab bu endang dengan senang. Bu endang sangat tahu bagaimana sifat franco, kalau dia sudah setuju dengan ibunya itu berarti dia menerima segala keputusan ibunya, karena franco selalu percaya kepada bu endang kalau ibunya itu tidak pernah salah dalam memilih orang.
"baik tante. terimakasih atas bantuannya, sekarang frisa pamit dulu" ucap frisa sambil mencium tangan bu endang.
Entah masalah atau malah keberuntungan yang akan dihadapi frisa dalam lingkungan kejanya yang baru, dia tetap berpikiran positif. Meski dia tau dari awal keberadaannya sudah ada seorang yang tidak menyukainya yaitu franco tapi dia tetap berusaha sebaik mungkin, demi dapat mencapai kesuksesan dan tidak merepotkan orang tuanya yang berada di kampung.
_______hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like dan komen yaa... thx... seee yaaa