REAL

REAL
REAL (Episode 10 - Badai)



Setelah lewat beberapa hari membahas soal pembatalan pernikahan oleh pamannya pak rudi kepada calon besannya. Terjadilah berbagai macam konflik yang pelik. Pihak keluarga laki laki sama sekalih tidak mau tahu tentang hilangnya frisa, mereka tetap bersih kukuh untuk menikahkan anaknya dengan frisa.


Berkali kali pak rudi merundingkannya dengan calon besannya namun hasilnya tetap saja mereka tidak mau melepaskan frisa. Mereka beralasan bahwa anaknya sudah sangat menyukai frisa dan undangan sudah disebar.


Pak rudi merasa bingung dengan semua ini, apa yang harus dilakukannya sekarang.


"terus bagaimana ini pak, anak saya juga tidak ada si sini lagi, kalau bapak tetap ngotot mau menikahkan anak bapak, memangnya siapa yang harus bersanding dipelaminan dengan anak bapak?" ucap pak rudibsangat jengkel dengan calon besannya yang selalu bersi kukuh.


"yaa dicari dulu pak anaknya, bagaimana sih jadi orang tua kok tidak ada tanggung jawabnya" jawab calon besan pak rudi dengan santainya.


"eh, bapak hati hati yaa kalau bicara, saya ini lagi terkena musibah. saya sudah kehilangan anak saya, kok bisa bisanya bapak ngomong seperti itu" jawab pak rudi penuh emosi, dia tidak terima bila harus menerima hinaan ini.


"sudah sudah, kalian jangan ribut terus. sekarang kita pikirkan dulu penyelesaiannya bagaimana" lerai pak edi kepada kedua orang tua yang sama sama ngototnya ini.


"begini paman, lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini, toh anak saya juga tidak ada di sini" pinta pak rudi.


"tidak bisa, semua orang sudah tau kalau saya akan menikahkan anak saya segera, undangan juga sudah disebar, mau ditaruh mana muka saya ini" bentak calon besan pak edi.


"terus bapak maunya bagaimana? pengantin wanitanya juga sudah tidak ada di sini, terus saya bisa apa pak?" jawab pak rudi tak kalah emosi juga menghadapi calon besannya ini.


"begini loh pak, ini masalahnya kan calon pengantin wanitanya juga sudah tidak ada, kami semua sudah berusaha mencarinya sampai melaporkannya ke polisi jiga tidak ada kabar. apa bukannya lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini?" ucap pak edi sembari memberi penjelasan kepada calon besan pak rudi.


"iya pak benar" sambung pak rudi.


"saya tidak terima anak saya dipermainkan seperti ini oleh anak pak rudi" jawab calon besan pak rudi dengan penuh emosi.


"terus bapak mau bagaimana? mau menuntut saya? silahkan pak" jawab pak rudi dengan penuh keberanian, karena yang ada di pikirannya sekarang hanya demi kebahagiaan frisa.


"begini pak, kita selesaikan saja masalah ini secara kekeluargaan. tidak ada untungnya juga penggunakan jalur hukum, toh tetap pada akhirnya anak bapak dan frisa tetap tidak bisa dinikahkan" ucap pak edi sembari mendinginkan suasana yang sangat mencekam ini.


"lagian pak, ini semua kan karena perjodohan apalagi frisa itu sebenarnya menolak perjodohan ini, dia menyanggupinya juga karena saya paksa. kalau mau melaporkan ke polisi, biar saya saja yang nanggung pak" ucap bu asih penuh sesal dan beruraian air mata.


"sebenarnya yaa saya tetap mau melanjutkan pernikahan ini, karena saya juga tidak mau dipermalukan seperti ini" jawab calon besan pak rudi yang masih dengan otot otot ngototnya.


"sekarang terserah bapak kalau emang bapak tetep sulit memahani ucapan dan kondisi keluarga saya, toh frisa juga tidak ada di rumah. kalau bapak masih mau melanjutkannya silahkan, biar anak bapak saja yang sendirian dan menikahi dirinya sendiri" ucap jengkel pak rudi menangani calon besannya yang susah dan raja ngotot ini.


"husss... omong apa sih kamu rud" bentak pak edi.


"lagian paman, saya sangat jengkel dengan pembicaraan yang berputar putar ini, tidak ada titik terangnya sama sekali" jawab pak rudi penuh dengan kejengkelan.


"begini saja pak, keluarga bapak terima tidak terima sebaiknya kita batalkan saja pernikahan ini demi kebaikan keluarga bersama" pinta pak edi kepada calon besan pak rudi.


"yaa maugimana lagi pak edi, semuanya sudah jadi begini. mau tidak mau saya harus menerimanya. yaaa... mungkin frisa bukan jodoh anak saya" jawan calon besan pak rudi dengan nada yang sudah merendah.


"sebagai permintaan maaf keluarga kami kepada keluarga bapak sekalian, kami siap mengganti rugi segala sesuatu yang bersifat materi yang sudah bapak sekeluarga keluarkan selama ini untuk mewujudkan acara pernikahan ini" ucap bu asih.


"untuk biaya ganti rugi yang sudah saya keluarkan, sebenarnya tidak sebegitu banyak, kira kira hanya sekitar 30 juta an" jawab calon besan pak edi.


"baik lah pak, nanti tolong saya dikasih nomor rekening bapak" ucap pak rudi.


"nah, karena masalah ini sudah terselesaikan, kita jabat tangan dulu sebagai bukti *sah nya keputusan hari ini" sambung pak edi.


Setelah pertemuan yang memusingkan ini, akhirnya mereka mengakhirinya dengan damai dan sling penuh pengertian.


Semoga kelak kedepannya tidak ada lagi hal hal seperti ini lagi. begitulah harapan pak rudi sekeluarga.


_______hay ganks, jangan lupa klik fav, like dan komen yaa... thx


oh iya jangan lupa baca novel author yang berjudul CERMIN... see yaaa