
Setelah frisa mendapatkan semua dukungan dari orang tuanya untuk membatalkan pernikahan ini, hati frisa terasa sangat ringan. Frisa merasa beban ber ton ton yang ada di hatinya seakan telah dicabut dan dibuang ke laut.
"Sekarang waktunya aku menata rencana lanjutan sandiwara ku ini sebelum hari H semakin dekat" ucap frisa pada dirinya sendiri.
knok knok knok...
"fris, kamu sedang tidur?" ucap pak rudi dari balik pintu kamar frisa untuk memastikan keadaan anaknya itu.
"enggak pak, masuk saja" jawab frisa dari dalam kamar.
"fris, bapak sama ibu sudah memutuskan untuk mengirim kamu ke luar jawa, disana ada saudara jauh ibu, kamu sementara bisa tinggal di sana" ucap pak rudi.
"iya fris, masalah di sini biar ibu dan bapak yang menyelesaikannya sebagai tebusan rasa bersalah kami" sambung bu asih.
"aku ngikut saja sama kehendak ibu dan bapak, tapi kalau aku pergi ke luar jawa, kalian bagaimana menghadapi masalah ini sendirian?" ucap frisa penuh kekhawatiran.
"insyaallah ibu sama bapak bisa menyelesaikan masalah ini, kamu jangan banyak pikiran lagi" jawab bu asih yang sikapnya sudah berubah menjadi lebih sadar dan legowo.
"benar fris, bapak sama ibu akan baik baik saja disini menghadapi masalah ini" sambung pak rudi sembari meyakinkan frisa.
"terus kapan frisa akan berangkat bu pak?" tanya frisa.
"besok sianh, jadi kamu harus secepatnya bersiap siap, besok paginya bapak antar kamu ke bandara" jawab pak rudi.
"besok? apa tidak terlalu cepat pak?" ucap frisa yang sebenarnya masih enggan meninggalkan kedua orang tuanya menhadapi masalah ini sendirian.
"lebih cepat lebih baik fris, lagian tiketnya juga sudah ibu pesanin" jawab bu asih seraya menusap rambut kepala frisa.
"baiklah bu pak, frisa akan siap siap sekarang" jawab frisa dengan pasrah.
Frisa mulai mempacking berbagai baju dan barang barang kecil yang kemungkinan dibutuhkannya nanti.
Tidak ada yang tau menau soal kepergian frisa ini. pak rudi dan bu asih merahasiakan keadaan frisa dari semua keluarga dan tetangganya, bahkan adik frisa pun tidak mengetahuinya.
________
Keesokan harinya frisa berangkat dengan diantar pak rudi menuju bandara, jarak rumahnya dengan bandara lumayan lama yaitu 3 jam perjalanan menggunakan mobil.
Sewaktu di perjalanan sebenarnya hati frisa masih sedikit berat meninggalkan keluarganya, namun tidak ada jalan lain selain kabur karena kalau tidak seperti ini frisa akan sangat merasa tersiksa dalam menjalani bahtera rumah tangga dengan laki laki yang tidak pernah dicintainya.
"fris, kamu kok bengong terus dari tadi, kenapa" tanya pak rudi.
"hahaha... kamu ini kayak anak kecil saja fris" jawab pak rudi dengan sedikit geli karena mendengar penuturan anak sulungnya iti.
"hehe, aku juga merasa bodoh banget pak, kalo memikirkan rasanya naik pesawat, hehe" tawa masam frisa untuk mencairkan suasana.
"udah kamu tidur saja, gak usah mikir yang aneh aneh, nanti kalau sudah dekat dengan bandaranya nanti bapak bangunin kamu" pinta pak rudi kepada frisa karena merasa sedikit khawatir, karena anak sulungnya ini harus pergi jauh meninggalkan keluarganya.
_______
Setelah menempuh waktu kurang lebih 3 jam, akhirnya pak rudi dan frisa sampai juga di bandara.
"jam penerbangan mu jam berapa fris?" tanya pak rudi penasaran.
"jam 1 siang pak, masih lama. kurang 2.5 jam lagi baru berangkat" usap frisa.
"yasudah bapak akan tungguin kamu sampai kamu naik pesawat yaa" ucap pak rudi saking khawatirnya.
"gak usah pak, bapak pulang saja. kan kasihan ibu sendiri di rumah. jawab frisa.
"gak ah, bapak mau nemenin kamu sampai naik ke pesawat" jawab pak rudi sedikit ngotot ingin melihat anak sulungnya utu.
"yaudah kalau itu kemauan bapak, aku gak bisa nolak" ucap frisa dengan pasrah.
Akhirnya pesawat yang dinaiki frisa sudah terbang ke angkasa, saat ini tinggallah pak rudi sendirian di bandara itu.
Dalam perjalanannya pulang, pak rudi sembari memikirkan cara untuk membicarakan pembatalan pernikahan ini.
Seketika pikiran pak rudi terasa sangan buntu dia seakan tidak dapat memikirkan apa yang dikehendakinya.
Namun tiba tiba pak rudi teringat wajah bahagia frisa dengan senyum manisnya.
"ah, aku harus fokus, aku gak akan membiarkan frisa tersakiti. mau tidak mau aku harus bertanggung jawab atas peristiwa ini" ucap pak rudi sambil menepuk nepuk wajahnya untuk mengambil alih kesadarannya yang telah dikuasai dengan pikiran pikiran aneh.
Seketika pak rudi langsung memiliki ide yang sangat sempurna untuk lepas dari pernikahan ini. pak rudi juga kaget kenapa tiba tiba dia seakan menerima wahyu untuk solusi masalahnya ini.
sesampainya di rumah, pak rudi langsung mencari bu asih istrinya itu untuk membicarakan ide jenius yang dipikirkan pak rudi sembari menyetir tadi.
bu asih hanya diam mendengarkan dan menyetujui semua yang dikatakan pak rudi.
___________hai ganks, jangan lupa klik fav, like dan komen yaa... thx