REAL

REAL
REAL (Episode 20 - Benih Benih Cinta)



Franco merasa pikirannya saat ini dipenuhi dengan frisa. Mulai dari wajah cantik frisa, senyum indahnya, tingkah konyolnya dan yang paling membuatnya spesial adalah kepolosan frisa.


Setiap saat ada waktu kosong, franco akan mencuri curi pandang ke ruangan kerja frisa dengan sengaja. Dia merasa ingin terus terusan menatap wajah cantik gadis itu.


"astagaaaa... ada apa dengan aku ini?"


Franco sebenarnya merasa bingung, ego nya tidak mau mengakui kalau dia sedang jatuh cinta kepada frisa, berulang kali dia menyangkalnya namun hatinya berkata lain.


Saat pulang kerja frisa sudah bersiap siap dengan membereskan semua berkas di meja kerjanya, kemudian datanglah seorang laki laki yang sekiranya usianya tidak beda jauh dengannya.


"hay boleh kenalan gak? nama ku Fico SPV di sini"


"iya, salam kenal aku frisa"


"wah nama kita sama sama berawalan huruf F yaa, hehe"


"hehe"


Frisa hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapak laki laki itu.


"apaan sih, gaje banget" batin frisa.


"oh iya, kamu mau pulangkan, gimana kalau aku anterin?"


"ah enggk usah makasih, aku udah pesan ojol"


Frisa merasa kurang nyaman dengan laki laki itu karena baru kenal sudah menawari tumpangan, buat jaga jaga juga apalagi sekarang frisa harus lebih berhati hati karena dia sedang ada yang mengikuti.


"aku pulang dulu yaa, ojol ku udah nyampek nih"


"ah baiklah, tapi kapan kapan kita pulang bareng yaa frisa"


"ah iya, permisi"


Frisa langsung meninggalkan laki laki yang tidak membuatnya nyaman itu. Sebenarnya frisa berbohong kepada fico kalau dia sudah memesan ojol, dia hanya ingin menghindar dan tidak mau membuat masalah di tempat kerjanya ini.


Saat frisa sedang berjalan menyusuri koridor, tiba tiba ponselnya berbunyi dan ternyata itu franco yang sedang menghubunginya.


"hallo fris, kamu sekarang ada dimana?"


"saya lagi menyusuri koridor pak"


"kamu mau pulang kan?"


"iya pak"


"yaudah, kamu sekarang ke tempat parkir, saya tungguin"


"ah enggak usah pak, saya pesan abang ojol aja"


"udah pokonya kamu cepat kesini, kamu gak takut kalau si spy itu nangkep kamu?"


"ba.. baik pak"


Frisa langsung merasa ketakutan ketika franco membicarakan tentang mata mata itu. Meski franco tahu cara ini akan menyakiti frisa tapi dia tidak memiliki cara lain untuk meyakinkan frisa pulang dengannya.


"maaf fris, ini demi kebaikan kamu. meski omongan saya seakan kasar dan memaksa" gumam franco di dalam mobilnya.


5 menit kemudian frisa datang dan langsung masuk ke dalam mobil franco.


"maaf pak, harus menunggu lama"


"bukan masalah"


Franco langsung melajukan mobilnya meninggalkan hotel itu. Suasana di dalam mobil itu masih sama saja penuh keheningan.


"ehem.. fris, kamu masih takut sama orang yang mengawasi kamu itu?"


"masih pak, malahan lebih takut dari hari hari kemaren"


"gimana kalau mulai sekarang kamu berangkat dan pulang kerja bareng sama saya saja?"


"wah tidak usah pak, saya naik ojol saja, lagian abang ojolnya juga baik baik"


"kamu gak takut kalau ternyata yang memata matai kamu itu nyamar jadi ojo?"


"......"


deggg... jantung frisa seakan berhenti berdetak, dia tidak pernah berpikiran sampai sejauh itu.


"please maafin aku fris, aku terpaksa, bodoh lu fran, pakek acara nakut nakutin frisa" gumam batin franco yang merasa sangat bersalah.


Frisa tetap diam dengan pandangan kosong, wajahnya berubah menjadi pucat pasi, dan matanya memerah seakan ingin menumpahkan cairan asin itu.


"frisss... frisaaaa... " franco mencoba menyadarkan frisa.


"i iya pak" frisa tersadar sambil mengusap matanya yang mulai basah.


"udah, kamu nurut saja sama perkataan saya, toh ini juga demi kebaikan kamu kan?"


"tapi pak, saya gak enak sama bapak dan karyawan yang lain"


"memangnya kenapa dengan karyawan lain?"


"bapak kan pernah bilang, kalau bapak tidak mau ada gosip antara bapak dengan saya"


Franco terdiam sejenak, dia memikirkan perkataan frisa dan dia baru ingat dengan kata katanya itu.


"dasar mulut sampah kau fraaann, bodoh banggeettt" ucap franco dalam hantinya, dia merasa jengkel dengan ucapan ucapannya yang lalu.


"enggak masalah fris, nanti kita atur ketemuannya di tempat parkir saja, toh mereka gak ada yang pakai mobil jadi jarang ke tempat parkir mobil"


"tapi pak, kalau seumpama ketahuan?"


"yaaa it's ok, gak masalah juga. kan saya niatnya mau bantu kamu"


"beneran pak ini gak apa apa?"


"iya udah, kamu jangan banyak mikir"


"terimakasih sekalih pak"


Frisa sudah mulai menunjukkan ketenangannya, wajahnya sudah mulai merona kembali, dan senyumnya juga sudah nampak lagi.


Tidak terasa mereka berdua telah sampai di rumah, frisa segera turun dan berterimakasih kepada franco untuk tumpangan hari ini.


"terimakasih banyak pak, selamat malam"


"iya sama sama fris, malam juga"


Frisa berterimakasih dengan tersenyum indah kepada franco dan kemudian dia melangkah memasuki rumahnya.


"anjiiiirrr fran, senyum nya cihui cihui" gumam franco sambil senyum senyum sendiri mengingat senyum indah frisa tadi.


(Dasar lu fran, bucin banget.... hahaha)


_____hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like and komen yaa... see yaa


thx.