REAL

REAL
REAL (Episode 23 - Takut)



Saat ini hubungan antara franco dan frisa semakin membaik. Mereka hampir setiap hari berangkat dan pulang kerja bersamaan. Franco sangat bahagia karena setiap saat dia bisa bersamamu wanita yang disukainya sekaligus bisa melindunginya.


Sekarang sudah hampir 2 minggu franco dan frisa berangkat bersamaan dan sejauh ini belum nampak juga si penguntit yang selalu mengikuti frisa.


Franco yang sedang banyak pekerjaan di kantornya Terkadang memikirkan hal hal yang berhubungan dengan frisa, sesibuk apapun franco tidak bisa sehari pun tidak memikirkan frisa.


"akh, apa si penguntit itu sudah menyerah yaa karena tidak memiliki kesempatan lagi untuk menemui frisa yang sendirian. untungnya kalau memang seperti itu"


knok.. knok.. knok.. suara ketukan dari balik pintu kantor franco.


"iya, silahkan masuk"


"permisi pak franco"


"oh frisa, kenapa fris?"


"jadi begini pak, apakah saya boleh pulang lebih awal?"


"loh Memangnya kenapa fris?"


"anu pak... perut saya sakit"


"APA! kamu sakit? Yasudah ayo saya antar ke rumah sakit"


"ahh enggak usah pak, ini cuma sakit biasa kok, dibuat istirahat juga nantinya enakan sendiri"


"jangan gitu lah fris, saya gak mau kamu kenapa napa nantinya"


bluuussshhhhh... frisa merona karena mendapat perhatian dari franco


"enggak pak, enggak apa apa. ini sudah biasa pak efek bulanan"


"hah bulanan?"


"iya pak.... emmm... itu loh.."


"Oooooo .... iya iya iya saya baru paham"


Frisa merasa malu menjelaskan kondisinya saat ini kepada franco, karena itu merupakan hal yang sensitif bagi seorang wanita.


"Yasudah fris, ayo saya antar kamu pulang"


"wah enggak usah pak, saya bisa pulang sendiri. Lagian kerjaan bapak juga masih banyak, nanti malah gak kelar kelar.


"iya sih, Yasudah kalau begitu saya pesanan taxi yaa fris?"


"enggak usah pak, saya sudah pesan abang ojol, sebentar lagi pasti datang"


"bike or car?"


"bike pak"


"kenapa bukan yang car sih fris kan lebih aman dan nyaman"


"enggak papa pak saya sudah terbiasa, lagian ini juga masih siang pasti gak akan ada apa apa"


"Yasudah kalau memang itu yang kamu mau, tapi nanti kalau sudah sampai rumah kasih kabar ke saya yaa fris!"


"iya pak,baik"


Frisa segera meninggalkan kantor franco dan berjalan menuju lobi karena abang ojol yang dipesannya sudah menunggu di depan.


"siang bang"


"siang.. mbak frisa yaa?"


Frisa segera duduk di jok belakang motor bang ojol dan memintanya segera berangkat.


Setelah motor abang ojol meninggalkan area hotel perasaan frisa mulai tidak enak seakan ada yang sedang mengikutinya dari belakang.


Karena frisa merasa terlalu takut untuk menengok ke belakang dia akhirnya bertanya kepada abang ojol untuk memastikan dari spion motornya.


"bang bang.. tolong liatin dong bang ada yang sedang ngikutin kita gak?"


"wah di belakang banyak motor juga mbak, saya gak tau"


"coba deh bang diliatin lagi, ada gak yang pakaiannya serba hitan dan keliatannya mencurigakan"


"wah iya mbak, ada loh"


"bang, bisa bantuin saya buat pastiin gak?"


"gimana mbak caranya?"


"coba nanti abang pura pura berhenti di SPBU depan deh, nanti kita liat dia ngikutin gak"


"baik mbak, siap"


Akhirnya motor abang ojol menepi dan berbelok ke arah SPBU yang disarankan frisa tadi.


"mbak mbak, benar mbak.. orang yang tadi ngikutin mbak"


"aduh mampus aku bang, Yasudah ayo lanjutin sampai tujuan bang, saya takut banget ini"


"Memangnya itu siapa mbak?"


"saya juha kurang tau bang, orang itu sudah berminggu minggu ngikuti saya"


"astaga, orang jahat ternyata. Yasudah, jangan kuatir mbak, saya bakal antar sampai selamat"


"iya bang, Terimakasih"


Sepanjang perjalanan frisa merasa takut dan gelisah, dia berpikiran aneh aneh jikalau si penguntit itu sampai berbuat meka kepada dia.


Akhirnya frisa sampai juga di rumahnya dan dilihatnya dari kejauhan si penguntit itu juga tetap mengingat dia dari kejauhan.


"makasih banyak yaa bang"


"iya mbak sama sama, buruang masuk dan kunci pintu mbak"


"iya pak"


Frisa segera masuk dan mengunci pintu rumahnya, hatinya yang masih deg degan tak kunjungan reda. Frisa mengambil segelas air dan segera diteguknya untuk mengurangi rasa kekhawatirannya itu.


Frisa mengintip dari balik jendela rumahnya untuk memastikan apakah si penguntit itu masih ada atau sudah pergi, tapi ternyata si penguntit itu masih saja ada di depan rumah frisa.


Selang 3 jam dan frisa memastikan lagi namun hasil yang didapat tetap sama, si penguntit tetap saja ada di sana. Frisa semakin bingung dan ketakutan, tidak ada yang bisa membantunya saat ini.


"aduh bagaimana ini, aku takut. pak franco juga belum waktunya pulang, sekarang aku mau minta tong ke siapa? hiks hiks hiks"


Frisa merasa frustasi dan menumpahkan air matanya, dia tidak sanggup lagi menahan rasa takut itu. Namun tiba tiba suara ketokan pintu mengagetkannya.


knok.. knok.. knok..


dag dig dug jantung frisa mendengarkan ketokan pintu itu, dia sangat ketakutan dan tidak segera membuka pintu itu, dia takut kalau ternyata yang berada di balik pintu adalah si penguntit.


_______hai hai hai ganks, jangan lupa klik fav, like and komen... paiiii paiiiiii....


thx yaa ganks