REAL

REAL
REAL (Episode 11 - Penolakan)



Masalah demi masalah yang ditimbulkan dari pemutusan pernikahan frisa tidak diterima baik oleh agus mantan calon suami frisa.


Agus merasa dikecewakan oleh pihak keluarga frisa, dia merasa hatinya dipermainkan oleh frisa.


Menurut agus, sikap frisa sudah keterlaluan karena mempermainkan laki laki baik seperti dia dan mempermalukan keluarganya.


"tidak, aku tidak bisa diginiin, aku gak akan tinggal diam" rancau agus dalam pikirannya.


________


Sedangkan di sisi lain, frisa sedang berusaha membangun hidupnya di kota asing nan jauh dari keluarganya itu.


Setiap hari dia mulai disibukkan mencari pekerjaan kesana kemari. sesekali dia juga mengunjungi saudara ibunya yang rumahnya tidak jauh dari kontrakannya.


Bu Lia begitulah panggilannya. wanita yang lebih tua dari ibunya ini adalah sepupu bu asih yang sudah lama merantau dan menetap disini.


"fris, gimana kamu betah di sini?" tanya bu lian.


"insyaallah betah bu" jawab frisa sambil tersenyum.


"tadi pagi ibu mu telepon ibu, katanya masalah kamu sudah diselesaikan di desa sana" ucap bu lia.


"yang benar bu? syukurlah. tapi kenapa ibu tidak telepon aku sendiri?" tanya frisa dengan heran.


"katanya sih kamu tadi sulit dihubungi" jelas bu lia.


"oh mungkin tadi pas aku ada dijalan" jawab frisa.


"terus rencana kedepan kamu gimana" tanya bu lia.


"aku mau ngelanjutin hidup disini bu, aku mau nyari keejaan juga" jawab frisa.


"kalau kamu mau ibu punya kenalan yang punya hotel di sini, hotelnya sih lumayan besar. nanti kalau emang kamu mau biar ibu bilang ke teman ibu supaya kamu bisa kerja ditempatnya, gimana?" tawar bu lia.


"yang benar bu? aku mau bu, biar gak nyusahin ibu sama bapak di kampung" jawab lia dengan mata berbinar.


Setelah berkunjung ke rumah bu lia, frisa kembali ke kontrakannya yang hanya berjarak beberapa gang saja dari rumah bu lia.


"ahh.. semoga besok ada kabar baik soal pekerjaan dari teman bu lia tadi" harap frisa.


knok.. knok.. knok..


"assalamualaikum" suara seorang perempuan dari balik pintu.


"walaikum salam" jawab frisa sambil membukakan pintu.


"hallo, kamu pendatang baru kan?" tanya wanita itu.


"ah iya bu, ada yang bisa saya bantu?" jawab frisa.


"perkenalkan saya bu endang, tetangga sebelah. Ini ada sedikit oleh oleh dari tante, kamu ambil yaa" ucap bu endang dengan ramah.


"ah iya tante, terimakasih" jawab frisa merasa sungkan menerima oleh oleh itu.


"anak tante baru pulang dari luar kota, jadi tante sering bagi bagi oleh oleh buat tetangga, jadi kamu jangan merasa sungkan yaa" pinta bu endang.


"baik tante, terimakasih" ucap frisa dengan senyum manisnya.


"ah cantik sekalih anak ini" gumam dalam hati bu endang. "oh iya nama kamu siapa?" sambung pertanyaan bu endang.


"perkenalkan bu, nama saya frisa. Saya berasal dari jawa" jawab frisa dengan menyodorkan tangannya.


"nak frisa, nama yang indah seperti orangnya" gurau bu endang.


"hehe, terimakasih tante" jawab frisa dengan rona merah di pipinya.


"yasudah tante balik dulu yaa, kalau ada apa apa datang saja kerumah tante" pamit bu endang.


"iya tante, terimakasih banyak" ucap frisa dengan sungkan.


Setelah kepulangan bu endang, frisa membuka oleh oleh yang diterimanya. ternyata isinya berbagai makanan ringan dari jawa, ada dodol, keripik pisang, roti bolu, sale pisang, dan berbagai makanan makanan ringan lainnya.


"lah inikan camilan camilan yang biasanya ada di rumah, ahhh jadi kangen rumah" gumam frisa sembari memikirkan keadaan orang tuanya di kampung.


"ahh, lupakan rumah. aku harus sukses di sini biar ibu sama bapak bangga. fris pokokya semangat semangat semangat plok..plok.. plok.. " ucap frisa menyemangati dirinya sambil menepuk nepuk pipi mulusnya.


Frisa beranggapan dengan kepergiannya merantau jauh meninggalkan masalahnya di kampung akan menyelesaikan segala permasalahannya, namun perkara ini tak semudah yang frisa pikirkan.


___hai hai hai ganks jangan lupa yaa klik fav, like dan komen.. thx


oh iya jangan lupa ikuti juga novel author yang judulnya CERMIN.. see yaaa