
Franco yang tadinya pergi kini sudah kembali dan membawa perlengkapan untuk memasang CCTV di rumah frisa guna menyelidiki si penguntit.
"mama, frisa baik baik saja kan?"
"iya fran, dia masih tertidur"
"syukurlah maa"
"sebenarnya si penguntit itu siapa sih fran?"
"aku juga belom tau paa"
"atau jangan jangan ada yang mau berbuat jahat sama frisa?"
"emm.. bisa jadi paa"
"astaga frisaa, calon menantu ku... mama gak mau frisa kenapa napa, pokoknya kamu harus jagain frisa fran! "
"iya maa iyaa.. gak mama suruh juga pasti franco jagain"
"ehemmm.... jadi kapan kamu akan menikahi frisa fran?
"apaan sih papa ini, kita aja baru dekat paa, pacaran aja juga belom"
"yaelah fran, lambat amat sih jadi cowok. Nanti keburu diambil orang tau rasa kamu"
"jangan ngomong gitu dong maa, doain kek usaha anaknya ini ada kemajuan bukannya malah nakut nakutin"
"hahaha... kamu memang sudah tergila gila ternyata fran sama frisa, tapi kami merestui hubungan kalian kok, tenang aja fran papa ngedukung kamu"
"hahha.. makasih paa"
Karena mendengar kegaduhan franco dan orang tuanya akhirnya frisa terbangun dari tidurnya.
"eh.. ada om sama tante, ada apa yaa kok rame rame di sini?"
"frisa sayang, kamu gak papa nak?"
Bu endang segera memeluk frisa yang tengah terduduk di tempat tidurnya.
"iya tante, frisa baik baik saja"
"syukurlah sayang, kamu sudah makan?"
"hehe belum tante"
"astaga... fran cepat beliin frisa bubur, buruan ih kamu ini, kasian nih frisa kelaparan"
"iya iya maa.. aku berangkat dulu"
"enggak usah tante, enggak usah pak franco, saya enggak lapar kok"
"fris, kamu harus makan biar tubuh kamu enggak lemas kayak gini"
"tapi om saya benar gak papa kok, saya baik baik saja"
"kamu harus makan fris, saya gak mau liat kondisi kamu yang kayak gini, kamu harus pulih kembali, oke"
"iya pak, terimakasih. Maaf sudah merepotkan"
"enggak sayang kamu enggak ngerepotin kok, gimana kalau nanti kamu tidur di rumah tante saja?"
"ah enggak usah tante, saya di rumah saja"
"tapi kan sayang nanti kalau kalau kamu ada apa apa kan kami gak tau, tidur di rumah tante saja yaa"
"iya fris, benar kata tante. Kamu nurut aja yaa"
"sebelumnya terimakasih sekali om dan tante atas perhatian dan kebaikan hati om dan tante, tapi saya gak enak kalau harus menginap di rumah om dan tante"
Tiba tiba franco masuk sambil membawa sekotak bubur ayam.
"benar kata mama dan papa fris, kamu ngikut aja yaa, ini semua demi kebaikan kamu"
"i.. iya pak"
"apa frisa mau disuapi sama franco?"
"akh.. enggak tante, frisa bisa makan sendiri"
Pipi frisa seketika merona mendemgar anjuran bu endang dan membuat bu endang dan pak bambang tertawa terbahak bahak karena merasa lucu melihat tingkah frisa.
Setelah selesai makan, frisa dituntun franco masuk ke rumah bu endang dan pak bambang. Untuk malam ini frisa menempati kamar adik franco yang tengah belajar di luar pulau.
"sayang, anggap rumah sendiri yaa.. di nyaman nyamanin aja"
"iya tante, terima kasih"
Bu endang pergi meninggalkan frisa di kamar sendirian. tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar frisa.
"fris, kamu sudah tidur?" suara franco dibalik pintu kamar.
"belum pak" frisa segera membukakan pintu kamar itu untuk franco.
"fris, kamu gak usah kuatir lagi yaa, tadi saya sudah memasang CCTV di depan rumah kamu, jadi tinggal menunggu bukti saja untuk menjebloskan si penguntit itu ke penjara.
"iya pak, terimakasih sangat pak, saya sangat terbantu oleh bapak, saya jadi gak enak. saya gak punya apa apa untuk membalas lebaikan bapak"
"udah udah jangan kamu pikirin, keselamatan kamu juga tanggung jawab saya"
"memangnya kenapa pak?"
"karenaaa... saya suka sama kamu fris"
deg... deg... deg... detak jantung frisa mendemgar pengakuan cinta dari franco yang sangat tidak diduganya.
"apa pak? bapak suka sama saya?"
"iya fris... maaf jangan dipikirin lagi fris kata kata saya yang ngelantur, kamu istirahat saja"
Franco berusaha kabir dari suasana yang canggung itu, jantungnya masih berdetak tak karuan. Franco takut dengan pengakuan cintanya itu membuat frisa semakin jauh dan canggung dengannya.
"tunggu pak" frisa menarik tangan franco yang hendak meninggalkan kamar frisa.
Franco sontak merasa sangat kahet dengan tingkah frisa ini, jantungnya semakin berdetak tidak beraturan.
"pak.. sebenarnya saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini"
"iya fris saya tau, saya minta maaf fris"
"tapi pak, apa yang bapak ucapin sudah tidak bisa ditarik lagi"
"iya fris, saya juga tau itu. sungguh saya minta maaf fris"
"kenapa sih bapak egois sekali?"
"iya saya tau saya egois, saya minta maaf fris"
"kenapa sih pak dari tadi minta maaf terus, bapak gak salah"
"maaf fris"
"saya juga suka sama bapak"
"hah? apa? kamu serius fris?"
"sebenarnya saya juga sudah lama menaruh hati kepada bapak, tapi saya takut karena sikap bapak yang sangat dingin kepada saya"
Hati franco sesak seakan ada 100 orang yang menekan dadanya mendapati kenyataan bahwa dari awal dia telah membuat frisa ketakutan dengan sikapnya.
Seketika franco langsung memeluk erat frisa dengan penuh cinta, begitupun frisa membalas pelukan hangat dari franco. Mereka berpelukan cukup lama.
Kini debaran hati franco dan frisa menjadi satu dengan debarang yang berirama.
Franco sangat bergembira karena wanita yang selamaini sangat di cintainya ternyata memiliki perasaan yang sama terhadap dirinya.
Franco lalu mencium pucuk kepala frisa dengan penuh kasih sayang. Frisa sangat merasa bersyukur karena ternyata franco adalah laki laki yang sangat baik dan perhatian.
____hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like and komen yaaa... thx