
ehem ehem...
suara deheman bu endang membuyarkan lamunan franco yang masih berdiri di dekat mobilnya.
"kamu kenapa fran? sakit?"
"eh mama, enggak maa"
"terus kamu kenapa senyam senyum begitu sambil ngeliatin rumah frisa?"
"ah enggak maa, siapa juga yang senyam senyum sambi liatin rumah frisa"
"yaa kamu lah fran, tadi mama mergoki sendiri"
"dih mama apaan sih"
Franco yang merasa malu langsung menyelonong masuk meninggalkan bu endang.
"hemmm... franco mencurigakan"
Bu endang curiga dengan tingkah franco yang sedikit aneh hari ini.
Keesokan harinya franco bangun lebih pagi dan tengah bersiap memakai baju kerjanya.
"fran, fran,, bangun nak udah siang"
Teriak bu endang dari luar kamar franco, kemudian keluarlah franco dengan pakaian rapi, wajah tampan dan belahan rambut yang ala ala boyband korea.
"laahhh buset, anak mama udah cakep aja, kamu mau ke mana fran?"
"kerja dong maa, kemana lagi"
"tapi ini kan masih setengah enam fran, gak biasanya kamu udah dandang ganteng gini"
"ada kencan mungkin buu" goda pak bambang
"dih mama sama papa apa apaan sih, aku kan cuma mencoba disiplin aja"
"alah, gaya kamu fran" ucap pak bambang.
Mereka ber tiga telah berkumpul di meja makan untuk sarapan, kemudian bu endang ingat kalau frisa pasti belum sarapan juga.
"eh fran, panggil frisa buat sarapan bareng"
"siap maa"
Franco dengan sumrungah langsung menuju rumah frisa, pak bambang dan bu endang merasa bingung dengan perubahan sikap franco.
"maa, anak mu kenapa kok jadi penurut gitu? biasanya aja dia ogah ogahan sama frisa?"
"mama juga bingung paa, atau jangan jangan franco ada naksir lagi sama frisa?
"alhamdulillah ya allah, aku sebentar lagi mau punya cucu"
"ih papa apa apaan sih, mereka menikah aja belum kok udah ngomongin cucu"
"emang mama gak mau punya cucu?"
"mau banget dong paa, unch pasti bakal gemesin bangeetttt deh"
Pak bambang dan bu endang menghayal sejadi jadinya membayangkan cucu yang bakal diberikan oleh franco dan frisa.
Knok knok knok...
"fris, ini saya franco"
"iya pak sebentar"
Frisa membukakan pintu rumahnya dan seberapa kagetnya franco melihat frisa yang masih mengenakan handuk di kepalanya, yaa meski dia sudah berpakaian kantor lengkap.
"eh iya pak ada apa?"
"mama nyuruh manggil kamu buat sarapan bareng"
"ahh agk usah pak, saya bisa sarapan sendiri"
"alah gak usah nolak, ayo ayo"
Franco menggeret rangan frisa tanpa memperdulikan handuk yang masih mentengkreng syantik di kepala frisa.
"eh pak tapii..."
Franco berhasil mengajak frisa sarapan bareng ke rumahnya, sesampainya di meja makan pak bambag langsung tertawa terbahak bahak melihat frisa.
"hahaha, fris kamu dari tadi seperti itu nak?"
Frisa masih belum paham dengan ucapan pak bambang.
"kenapa om?" tanyanya polos.
"aduh, franco gimana sih kok kamu gak ngingetin frisa kalau handuk kepalanya masih nyangkut"
Mendengat ucapan bu endng frisa langsung menurunkan handuk dari kepalanya dan wajahnya memerah karena merasa sangat malu.
"astaga... maaf om tante"
"waduh, maafin aku yaa fris, tadi main tarik aja sampai kamu lupa ngelepas handuk itu"
"APA...! jadi kalian tadi pegangan tangan? kalian sudah sampai tahap pegangan tangan? atau sudah lebih?"
"apaan sih maa.. kita tadi gak ngapa ngapain kok"
"ngapa ngapain juga gak papa kok fran" gumam pak bambang pelan.
"papa" teriak franco
"hahahahahahaha"
Bu endang dan pak bambang tertawa geli melihat reaksi franco. Frisa yang tidak tahu apa apa hanya bisa ikut tersenyum sambil menunduk malu.
"ayo nak frisa, cepat dimakan sarapannya, sudah jangan hiraukan candaan kami yaa. Kami memang begini suka bercanda"
"iya tante, tidak masalah. Sebenarnya frisa juga suka bercanda tante cuman karena belum terbiasa dengan lingkungan baru saja"
"haha, iya nak... pokoknya kamu nyaman nyamanin aja yaa di sini"
"iya om, terimakasih"
Franco sedaritadi melihat interaksi kedua orang tuanya dengan frisa, mereka terlihat sangat menyukai frisa. Franco berpikir kalau seandainya dia dan frisa bi isa bersama pasti semuanya akan berjalan lancar.
____hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like and komen yaa... thx