REAL

REAL
REAL (Episode 6 - Yasudahlah)



Kini frisa tidak memiliki harapan lagi untuk membatalkan perjodohan ini. Dia terpaksa harus mau menerima perjodohan ini karena dia tidak mau ibunya jatuh sakit kembali meski resikonya harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri untuk ditukar denagn kesembuhan ibunya.


saat ini di rumah frisa sedang ramai saudara saudara datang, banyak yang datang membantu membuat makanan dan menyiapkan segala hal karena hari ini adalah hari pertunangan yang sudah diatur oleh bu asih. Frisa hanya bisa memasang senyum palsu kepada para keluarga dan tamu undangan.


Acara lamaran pun berjalan dengan tenang, tidak ada rasa bahagia yang dirasakan frisa, tidak ada foto pertunangan seperti anak jaman sekarang, tidak ada berbincang bincang dengan si calonnya, semuanya berjalan dengan sangat sederhana, namun hati dan perasaan frisa telah hancur berantakan tapi tidak ada yang peduli.


"tuhan, mungkin memang harus begini nasib jalan hidup ku, harus menjalani hidup sampai kematian menjemput bersama orang yang sama sekalih tidak ku inginkan" ucap frisa di dalam kamarnya sembari meratapi betapa tragisnya kehidupannya ini.


tok... tok.. tok...


"frisa, ibu boleh masuk?" tanya bu asih dari balik pintu kamar frisa. "iya bu silahkan, pintunya tidak frisa kunci" terdengar frisa dalam kamar.


"frisa, ini ibu bawa sesrahan dari calon mu tadi, nih lihat baru pertama saja kamu udah mendapat segini banyak kado, ada perhiasan, alat make up, baju, tas mewah, sepatu dan masih banyak lagi ada di luar" ucap bu aaih dengan gembira dan semangatnya. "iya bu, taruh situ aja" jawab singkat frisa sambil menunjuk arah sudut kamar.


"udah deh kamu gak bakal rugi kalau nikah sama dia, baru awalnya aja udah ngasih segini banyak, apalagi ntar kalau kamu udah jadi istrinya, bisa enak hidup kamu" jelas bu asih dengan membanggakan calon menantunya. "lagian yaa frisa, dia itu anak orang terpandang di kampungnya sana, tanah warisannya ada dimana mana, enak kan kamu gak usah ribet nyari kerjaan, tinggal duduk manis dan uang mu udah banyak" sambung bu asih penuh semangat 45 menjelaskannya kepada frisa, agar sedikit bisa menengangkan frisa, tapi kenyataannya frisa tidak memperdulikan harta yang diucap bu asih tadi.


"iya iya buu, yaudah aku mau tidur dulu, capek" jawab frisa tanpa memperdulikan bu asih yang masih semangat ingin melanjutkan cerita pujian pujian untuk calon menantunya itu. frisa sungguh muak ketika harus mendengar kata kata itu, bagi frisa semua itu tidak ada artinya.


hari berganti minggu, minggu berganti bulan, kini 2 bulan sudah terlewati, tinggal 1 bulan lagi frisa akan melepas masa lajangnya. namnun dalam jangka waktu 2 bulan kemarin itu tidak pernah 1 hari pun frisa bertemu dengan orang yang akan menikahinya, bukan karena frisa tidak mau bertemu dengan dia ataupun sistem ta'aruf tetapi dia si sang calonnya yang merasa malu malu, "yaa namanya juga orang kampungan" pikir frisa.


setiap hari frisa selalu memikirkan bagaimana kehidupan dia nantinya setelah pernikahan, apakah dia akan tetap membenci calon suaminya? ataukah malah rasa benci itu menjadi cinta? begitulah pikir frisa setiap hari.


tetapi setiap frisa memikirkan hal hal apa saja yang akan dilakukannya disaat sudah menjadi istri yaitu melakukan kewajiban nya, otak dan perasaan frisa seakan membeku, hatinya menolak angan angan yang mengikut sertakan wajah calon suaminya itu, otaknya menolak setiap pikiran pikiran yang berkaitan dengan calon suaminya itu. frisa sempat bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya itu, "apa yang harus dilakukannya? bagaimana nantinya?" pertanyaan pertanyaan seperti ini yang setiap hari berkelut di dalam otak frisa.


"aduh.. bagaimana yaa ntar kalo pas aku udah nikah?" gumam frisa. "aku gak bisa menerima keadaan ini, sekuat apapun aku berusaha tetap saja hasilnya, otak dan hati ku tetap berontak" sambung frisa dengan segala kebingungannya yang sangat nampak di raut mukanya.


"ahh bodo amat lah, aku bisa apa coba? persiapan pernikahan juga sudah 80%, yaa setidaknya kalau aku tidak bisa berbahagia dalam kehidupan ini, semoga di kehidupan selanjutnya aku bisa bahagia" ucap rancau frisa dengan penuh kepasrahan dan mencoba menegarkan diri.


_______hai ganks, jangan lupa like dan komen yaa..... terima kasiiihh...


hai ganks, maaf yaa ada sedikit perubahan nama pemeran utama.. have fun yaa, maafin author kalau bikin kalian bingung, maklumin yaa pemula soalnya.. hehe, love you all