
Setelah franco memarkirkan mobilnya, sebelum turun franco ingin frisa merahasiakan kalau mereka saling kenal dan frisa bekerja di sana melalui koneksi.
"fris, nanti pas udah di hotel, kamu jangan sok kenal sama saya, saya gak mau kalau ada gosip yang aneh aneh diantara kita"
"baik pak"
"terus kamu juga jangan bilang bilang kalau mama yang masukin kamu di sini"
"baik pak"
"kamu ini tetap saja "baik pak, baik pak, baik pak" melulu kalo diajak ngomong"
"iya pak maaf"
"yasudah kamu turun duluan nanti saya nyusul, biar gak ada yang curiga"
"iya pak, saya mengerti"
Frisa langsung berjalan menaiki lift dan bergegas mencari ruang HRD seperti yang diperintahkan franco tadi.
Setelah mendapat arahan dan penjelasan dari pihak HRD sekarang frisa siap ditempatkan di bagian administrasi. Ini adalah hari pertamanya bekerja dan dia sudah di suguhi berbagai macam tugas.
"astaga, banyak sekali. ini kan baru hari pertama ku" gumam frisa lirih merasa terbebani.
Frisa mulai mengerjakan tugas tugasnya, dia berusaha sangat keras agar hasil kerjanya tidak mengecewakan bu endang dan franco meski sebenarnya frisa masih sedikit asing dan bingung dengan tugas tugas kerjaan pertamanya ini.
Jam sudah menunjukkan tengah hari, frisa yang masih belum tau seluk beluk hotel itu dia sedikit merasa kebingungan untuk mencari tempat makan siangnya.
"duh, mau makan di mana yaa ini? mana belum kenal sama rekan rekan, mau nanya juga masih canggung" gumam frisa dalam hatinya.
"ah iya, di depan hotel ini di pinggir trotoar tadi kayaknya ada penjual bakso deh, aku coba kesana aja ah" ucap frisa dengan senang.
Segera frisa meninggalkan meja kantornya menuju penjual bakso yang dilihatnya tadi. Sesekali dalam perjalanannya keluar dia melihat sekeliling hotel itu yang nampak indah.
"wah indahnya... " gumam frisa sambil memutar mutar kepalanya ke kanan dan ke kiri menikmati interior hotel itu.
Tanpa disadari frisa, sedari tadi sepasang mata franco mengikuti setiap gerak geriknya dari kejauhan.
"sedang apa anak itu?" tanya franco yang melihat dari balik kaca kantornya di lantai 3.
Mata franco tetap terfokus kepada frisa. setelah dirasa frisa cukup jauh dari jangkauan matanya franco memutuskan untuk melihat lebih dekat apa yang sebenarnya dilakukan frisa di waktu istirahat ini.
Franco mengikuti frisa dari kejauhan sampai keluar dari hotel dan berjalan ke depan yang jaraknya lumayan jauh.
Saat ini frisa sudah sampai di penjual bakso yang berada di tepi trotoar. Setelah memesannya frisa langsung melahap bakso tersebut tanpa memperdulikan sekitarnya. Dia merasa nyaman nyaman saja meski banyak mata yang melihat, kendaraan yang lalu lalang dan asap kendaraan yang berterbangan. Frisa tetap menikmati santapan siangnya itu.
Setelah tiba di tepi jalan franco kaget mendapati frisa yang dengan lahapnya memakan bakso abang abang yang kesannya tidak higienis menurut franco.
"astaga anak ini, ngapain makan di sini? kan di dalam ada kantin! apa makanan di kantin bukan seleranya?" ucap franco lirih merasa bingung dengan kelakuan frisa.
"tapi kalau dipikir pikir frisa unik juga yaa seleranya" kata hati franco.
"apaan sih kamu fran, gaje banget" ucap franco sambil memuluk mukul pipinya untuk menyadarkan diri.
"inggat fran, gadis kayak frisa itu sama saja, modal cantik doang, tapi otak 0 besar" ucap franco kepada dirinya sendiri.
Franco langsung meninggalkan frisa yang sedaritadi sedang asik menikmati baksonya.
Setelah selesai makan siang frisa kembali ke kantornya, dia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
"ahhh... kapan ini selesainya, kok masih banyak banget sih" gerutu frisa.
Franco yang tidak sengaja lewat di depan ruangan administrasi dia merasa sedikit tertarik untuk mencari tahu kegiatan apa yang sedang dikerjakan oleh frisa.
Franco melihat tingkah frisa yang membuat wajah wajah aneh karena kerjaannya yang tak kunjung berkurang membuat franco sedikit geli.
"hehe.. ada ada aja tingkah anak itu"
Cukup lama franco berdiri mengintip di depan ruangan itu. Tiba tiba dia dikagetkan oleh seorang karyawannya yang tidak sengaja lewat.
"pak franco, bapak sedang apa berdiri di sini?"
"ah.. eng enggak, saya tadi mau masuk ke ruang administrasi, tapi saya lihat mereka sedang sangat sibuk jadi saya urungkan"
"oh begitu, apa ada hal yang penting pak? biar nanti saya sampaikan kepada kepala administrasinya?"
"oh enggak usah, bukan masalah penting kok. Saya permisi dulu yaa"
Franco merasa deg degan sekali karena ada yang memergokinya mengintip. Untung franco pandai bersilat lidah jadi tidak terlalu ketara.
"astagaa.. mengagetkan saja orang itu, untung gak ketahuan coba kalau ketahuan bisa hancur ini pamor ku" gumam franco di dalam kantornya sembari menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
_______hay hay hay ganks, jangan lupa klik fav, like dan komen yaa... thx