
Sedari pulang sekolah putra,dan jani tak hentinya menjahili regis, karena si empu tetep tidak mau memaafkan mereka,
"udah put, kasian regis. Gimana kalo kita ke cafe nya bang jay aja yuk!!!"mendengar kata cafe dan jay fokus regis kembali pada 2 sahabat anehnya itu. Membuat senyum putra dan jani mengembang,
Solusinya hanya satu kalo regis ngambek tinggal disogok pake makanan dan tada regis udah kembali seperti sedia kala.
"Cafe? Bang jay? Ayukkk!!"regis langsung menarik kedua tangan putra dan jani. Menurutnya cafe dan bang jay adalah kombinasi yang paling menguntungkan karena tinggal berakting lucu pasti dapat gratisan, banyak pula. Rejeki anak soleh😂
"Jani yang traktir!!"kompak putra dan regis.
"Eh, nggak ya!! Patungan! Nggak mau tau!"teriak jani, sedangkan putra dan regis sudah menjauh dari pandangannya, "pen nelen orang jadinya!!"gerutunya
.
.
.
Krincing
"Regis? Wah, udah besar ya bayik nya si revin"gemas jay, pemuda berbahu lebar pemilik cafe tak jauh dari sekokah mereka bertiga. Jay sahabatnya revin sedari SMA makanya regis manja banget sama temen abangnya,,apalagi kalo modelan jay gini, udah baik,tampan,pemilik cafe lagi. Apa kabar perut gama? Kenyang pastinya😆
"Abang, gama laper!"elus regis diperutnya sembari mengerucutkan bibir membuat pelanggan dan jay memekik gemas,
"oke, abang buatin. Duh, gemes banget sih!"ucapnya
"Bang, sekalian aku sama jani ya! Samain kayak regis aja tapi minumnya 2 es cappuchino vanila atasnya jangan lupa dibubuhi cream"ujar putra sedangkan jani udah nyemil ciki yang disediain dimeja,
"Siyap"ucap jay melengos pergi.
Setelah kenyang mereka memutuskan pulang, tenang saja makanan yang mereka makan gratis kok, jay itu lemah kalo sama yang imut-imut. Makanya apapun jay lakuin asal bisa nguyel uyel pipi gembilnya regis. Regis mah pasrah selagi ada makanan apa yang nggak coba😂
"Gama pulang!!"teriak membahana regis sampe dipenjuru rumah.
"Abang belum pulang ya? Padahal udah sore gini"gumamnya memasuki kamar.
Posisi regis sekarang lagi leyeh-leyeh, pindah tengkurap balik lagi lesehan disofa ruangtamu.
"Nggak ada ciki,susu,cemilan pun nggak ada"
"Bisa kurus aku"gumamnya
Ampun dah sigembul, badan udah melar gitu kok nggak makan sejam aja bisa kurus,
Akhirnya, regis ketiduran disofa sambil nunggu abangnya pulang. Nunggu ayamnya loh ya bukan abangnya!
Ceklek
Pemuda jangkung memasuki rumah dengan membawa sekotak makanan untuk adiknya, ia edarkan pandangannya sekeliling ekor matanya melihat buntalan kelinci tertidur disofa, 2 gigi kelincinya terlihat, jari kakinya bergerak gerak. Seperti bayi-pikirnya
Pemuda itu revin, ia usap rambut adiknya kebelakang yang menutupi mata sang adik. Mengecupi seluruh wajahnya dari kening, kedua mata adiknya, 2 pipi gembilnya dan terakhir hidung bangir sang adik.
"Gimana abang mau bebasin kamu dek, kamu aja bikin gemes abang. Gama itu bahagianya abang, kalo gama bener-bener mau mandiri, abang seneng tapi kalo gama maksa buat ngejauh dari gama sampai kapanpun abang nggak mau ya!!"kekeh revin, lalu ia beranjak menuju kamarnya dan membersihkan diri.
Perlahan netra bulat yang menutup itu terbuka, regis itu sudah bangun sejak pintu terbuka tapi dia pura-pura tidur. Menerima semua perlakuan manis dari revin biasanya regis itu menolak kalau bukan kemauannya.
"Gama tau kok bang"lirih regis tersenyum tulus lalu melanjutkan tidurnya
"ABANG!!" PONSEL BUNYI!"
"DARI SIAPA?"
"BANG JIKO!!"
"ANGKAT, BILANG ABANG LAGI MANDI!"
"Halo, bang revin lagi mandi, perlu apa bang?"
"..........."
"Nggak usah deh bang, nanti abang kesini cuman numpang tidur, gama nggak mau ya dijadiin guling!"
".........."
".........."
"Call"
"Bang Jiko ada perlu apa emang? Tumbenan"tanya revin duduk disebelah gama,
"ih, itu rambutnya dikeringin dulu! Basah!"pekik regis menjauh dari revin,
"keringin"melas revin,
"abang tangannya nganggur kan?"revin mengangguk,
"yaudah keringin sendiri"cuek regis.
dan revin mendecih
"Bang jiko mau mampir, numpang tidur kali, sambil bawain makanan sama es krim"ujar regis,
"hilih, palingan juga kamu yang minta makanan"datar revin, regis hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal,
"rejeki ngga boleh ditolak"kekeh regis
Lagi-lagi revin mendecih
Bunyi ketukan pintu terdengar keras dan ngegas. Siapa lagi kalo bukan jiko!
"Sebentar"teriak regis kesal
"Bang!! Bisa nggak sih kalo ngetuk yang lembut gitu? Rusak ntar pintu!"gerutu regis memanyunkan bibirnya, membuat jiko berdecak kesal ingin mencubit pipi gembil adik sahabatnya.
"Kalo gua ngetuknya lembut yang ada budek kalian"ujar jiko malas-malasan.
"Mana nih titipannya"dan jiko menyodorkan sekantung plastik berisi berbagai makanan pesanan regis.
"Abang lo mana?"tanya jiko memasuki rumah,
"abang belum aku ijinin masuk lo"sarkas regis berniat menyindir,
"halah, kayak nggak tau bang jiko aja kamu dek"celetuk revin,
"bacod kalian ya!! Gua mau tidur dikamar regis, 10 menit lo nggak dateng! Ganti makanan yang lo makan"tunjuk jiko ke regis
Dan regis tersedak
Revin melongo mendengarnya
"Hayo loh!! Dijadiin guling sama bang jiko kamu"ejek revin ketawa ketiwi,
"kan ada boneka sama guling kenapa aku"pekik regis,
"lo itu enak dijadiin guling, gendut!!"ucap jiko melenggang kekamar regis
"Aku gendutan ya bang?"tanya regis lesu memandangi postur tubuhnya
"Menurutmu?"tanya balik revin,
"besok diet deh"mantap regis,
"eitttt, nggak usah, biar gini aja! Nggak usah diet-dietan! Dulu aja kamu nangis nggak nyemil sehari doang"ucap revin.
"Iya juga sih, ntar kalo kurus nggak imut lagi, kalo nggak imut ntar bang jay nggak mau ngasih makan gratis lagi"gumam regis, lalu beranjak pergi kekamarnya menyusul pemuda pucat, meninggalkan revin dan bungkus makanannya.
"Dasar bayi!!"sungut revin
"Tapi, lebih mending deng, daripada sifat bar barnya keluar"gumam revin sembari memunguti sampah bekas makanan adiknya.