
"Revin gimana?"tanya satria
"Ntahlah, kemarin gua kerumahnya tapi revin tak de"jawab jay
"Sial"
"Ngumpat terossss"
"Diem *******!!"
"Selo sih, lagian masih ada nanti sore"santai jay
"Santai gundulmu! Regis harus cepet dioperasi, tapi revin selalu keluar sama sepupunya"kesal satria
"Gua lebih tua dari lo. Sopan!!"sindir jay sebal
Memang. sejak regis dibawa kerumahsakit dengan alibi menginap dirumah satria, revin sangat jarang mengunjungi cafe jay apalagi bertukar pesan. Setidaknya menanyakan kabar regis karena satu minggu tidak satu rumah dengannya
Kemarin saat satria datang kerumah revin, kata diki tetangga mereka, revin pergi keluar dengan reno
Satria pikir tidak akan lama revin pergi, namun jam menunjukan 10:09 malam revin belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Hoi hoi, regis gamaputra kas kelas 30 rebu!!!
"Tega banget. Lagi sakit nih"melas regis
"Gimana perasaan lo dirawat?"tanya jani sembari memegang casal canula yang bertengger manis dihidung bangir regis
"******!! Jangan dimainin alat penunjang hidup sikurus"pekik putra heboh
"Kalean berdua emang sama sama ******!"ujar jiko datar melihat adegan putra dan jani yang saling melontarkan kata kata kotor dirumahsakit
"Aku nggak kurus ya!"ucap regis lemah
"Lo kurus!"
"Gak"
"Iya"
"Udah diem!! Kalian berdua pulang aja. Udah malem takut diculik wewe gombel"ucap jay yang baru saja memasuki ruangan rawat regis
"Ongkos bang"ujar putra
"Nih, pulang! kalo perlu nggak usah balik. Ngerepotin"ujar jiko santuy
"Makasih bang"
"Cepet sembuh, kurus"
Regis hanya mendecih mendengar untaian kalimat dari sahabatnya.
Apalagi sakit diperutnya tidak bisa dihentikan.
"Sakit?"tanya jay
"Enggak kok"
"Gak usah boong"timpal jay
"Gendut! Besok operasi"ucap jiko datar tanpa ekspresi
Regis tau jiko tengah memendam emosinya sedari tadi
"Kenapa?"tanya regis
"Segala pake tanya lagi. Heh bocah, usus lo itu udah rusak jadi harus dioperasi biar kagak sakit"geram satria tak habis pikir
"Bocah kebanyakan nyemil micin ya gini"sulut jay
"Kan bang jay yang selalu masakin regis micin. Jadi ini salah bang jay"pongah regis
"Sial regis putra gama"gumam jay
"Regis gamaputra bang!!"regis cemberut apalagi pipinya yang tirus sengaja ia kembungkan
"Bang revin udah tau?"tanya regis lagi
"Pasti lagi main sama reno"lirih regis menunduk
"Persetan dengan revin"umpat jiko kesal lalu melenggang keluar dengan gebrakan pintu keras
"Bang jiko"cicit regis mendongak menatap pintu sendu
"Nggak usah dipikirin. Regis taukan bang jiko sangat sayang sama regis, meski caranya emang unik"satria mengusap lembut surai hitam regis lembut
"Bang jay, emang abang nggak dirumah ya?"tanya regis menatap jay
Memang sejak regis jatuh sakit. jiko memutuskan merawatnya dirumah satria yang lebih dekat dengan rumahsakit, jadi jika keadaan regis belum stabil juga mereka tak perlu jauh jauh membawanya kerumahsakit.
"Iya, makanya bang jiko sangat kesal karena revin belum bisa ditemui oleh kami detik ini juga"jawab jay
"Bang jiko juga kesal sama regis kan?"
Jay dan satria hanya tersenyum menanggapi ucapan regis. Karena apa yang diucapkan oleh adik sahabat mereka ini tidak sepenuhnya salah.
jiko memang sedang mode kesalnya pada regis. Karena regis sangat keras kepala,
jiko juga marah dengan revin yang tak bisa dihubungi apalagi ditemui olehnya.
Karena regis penting dihidup jiko. Maka apapun yang menyangkut nama regis, jiko harus berada dibarisan kedua. Karena yang pertama telah diisi oleh revin
Tapi Tidak untuk kondisi saat ini.
Bolehkan jiko memanfaatkan keadaan ini untuk merebut hati regis supaya menganggapnya kakak?
jiko tau jika regis telah menganggapnya sebagai seorang kakak. Namun jiko ingin yang lebih dari itu.
Cinta
Kasih sayang
Dan rindu regis harus mutlak untuknya.
Tetapi, jiko tidak akan tega melakukan itu semua.
Cukup disamping regis, jiko sudah lebih dari cukup untuknya bahagia,
Cukup untuknya merasakan mempunyai adik yang sesungguhnya.
"Bang revin kenapa sih?"
"Lagi mikir"
"Regis?"tebaknya
"Iya, udah 7 hari lebih 4 hari kok nggak pulang ya"
"Yaelah, palingan juga lagi seneng seneng sama temen abang yang kulitnya pucet itu"reno membalas ucapan dari revin malas
"Masa sih"jawab revin ragu
Setaunya regis itu tak akan bisa jauh lebih dari seminggu darinya.
Semasa camping dulu saja regis pernah jatuh sakit karena tak bisa jauh dari revin. Dan sekarang revin merasa sangat cemas namun tak tau akan melakukan apa.
"Astaga, bisa gila aku"ucap revin yang sedang mondar mandir diruang tamu bersama reno yang menatapnya jengah
"Ada nggak adanya bocah manja itu sama saja"gumam reno
"Ck, nyusahin orang aja sih"
Lalu ide gila pun terlintas diotak reno, senyuman licik pun tersungging dan tak lama kemudian dia berlari kearah kamar revin untuk menjalankan aksinya
Regis tengah bermain game diponselnya, sembari menunggu dokter yang akan memeriksanya dia sempatkan untuk bermain main dengan ponsel atau sahabat dari abangnya.
"Aishh, bang satria tuh ke turret kiri"
"Gimana ini mainnya?"tanya satria bingung
"BANG SATRIA, MUNDUR"
teriak regis hingga casal canula nya miring
Lalu dengan senang hati jay memperbaikinya
"BANG, TOLONGIN REGIS DONG"
"YA INI GIMANA MAINNYA"
"YANG MAIN TANGAN BUKAN MULUT"pekik jay yang udah jengah karena teriakan regis
Hingga beberapa menit kedepan regis dan satria mabar alias main bareng arena of valor dengan hasil yang nol besar atau kalah.
Regis cemberut
Satria hanya cengengesan karena jujur saja satria tak pernah bermain game seperti itu
Miauw miauw
"Dih, bunyi ponselnya suara kucing. Bayi ih"ledek satria
"Bayinya jiko kan"ucap jay
Regis tak menghiraukan ledekan satria apalagi ucapan jay. Yang ngebuat mereka berdua berdecih pelan karena dihiraukan
Regis hanya menatap jiko yang tertidur disofa dengan tatapan sendu. Karena pasti pemuda pucat ini yang mengurus segala kebutuhannya dirumahsakit
Lalu pandangannya ia alihkan pada benda pipih disamping tubuhnya.
Regis membuka pesan yang dikirim oleh reno
Regis membaca dan mendengarkan chat suara dari reno
Ia cermati
Hingga tak lama kemudian regis menghapus pesan suara dan foto yang dikirimkan reno supaya tak membebankan pikirannya.
regis memang yakin abangnya revin
Separuh dari hidupnya memang sudah menemukan penggantinya
Regis seharusnya tak langsung percaya dengan reno, tetapi bukti yang reno berikan cukup membuatnya sakit lebih dalam
Setelah ini apa yang harus regis lakukan tanpa sang kakak.
Tomi?
Haruskan regis meminta bantuan pada tomi..
Tapi itu tak akan berhasil. Revin tak akan percaya,
Lagipula tomi itu sama piciknya dengan reno.