
"Bang?"panggil regis pelan, dan jiko mengangkat alisnya tanda bertanya 'ada apa'
jiko tau regis takut menghadapi operasinya. Tapi, ini harus dilakukan karena usus dan lambungnya bermasalah.
"Operasi sakit ya? Gimana kalo regis mati"ucap asal regis tapi mampu membuat semuanya bungkam
Jay bahkan menangis dalam diam karena salah satu adik kesayangannya akan masuk diruang operasi pagi ini.
Satria masih berusaha menghubungi ponsel revin. Satria tak selera melihat wajah menyebalkan sepupu revin. Satu satunya jalan adalah menelponnya tanpa harus datang kerumah
"Tidak sakit sama sekali. Jadi tutup mata dan bayangkan regis sedang tidur ya?"jiko menenangkan regis yang tak hentinya meneteskan bulir airmata meski tak ada isakan
Mereka tau ketakutan telah mendominasi regis.
"Bang, regis bakalan sembuh dan bisa ketemu bang revin kan?"ucap regis
"Iya, makanya harus sembuh dulu"jawab jay memberikan senyuman terbaiknya
"Bang jay cengeng"ejek regis, mencoba menghibur diri.
Padahal dalam hatinya, Regis takut
Regis pengen sembuh tapi kenapa hatinya risau,
"Nah, dokternya udah dateng. Jadi pastikan regis bakalan balik ya"ujar satria menghapus jejak airmata regis
"Regis nggak tau"
"Tapi, tolong bujuk abang dirumah supaya nemuin regis ya. Aku kangen banget sama bang revin"tambahnya tersenyum lucu hingga dua gigi depannya menyembul malu malu
"Pasti"
Lalu brankar yang membawa regis memasuki ruang operasi.
Semuanya tegang jiko dan jay yang paling terlihat jelas karena mereka tak hentinya menatap pintu ruang operasi itu
"Bang kemana?"tanya satria melihat jiko beranjak dari duduknya dan berjalan menjauhi ruang operasi
"Revin"
"Gua ikut"sela jay
Jay hanya jaga jaga jika jiko tak bisa menahan amarahnya. Melihatnya saja membuat bulu kudu jay menegang
BRAK BRAK
"BUKA PINTU. REVIN GUA TAU LO DIDALEM!!"teriak jiko yang seumur umur baru jay dengar
"ji, kalem woy. Tetangga pada ngeliatin tuh"ujar jay
"Bang jiki ngapain teriak teriak dirumah yang kosong itu"celetuk diki
"Dimana?"
diki menukikan alisnya sebelah tanda bingung. Mengerti akan kode dari jay akhirnya ia memberitau perihal insiden kemarin dirumah ini
"Bang revin lagi pergi sama sepupunya, sampai sekarang belum pulang. Kemarin reno nangis karena jatuh terserempet motor, terus dibawa kerumah sakit hospital medis. Pulangnya mereka pergi lagi"
jiko dan jay terkejut. Regis juga dirawat dirumahsakit itu pantas saja satria bilang dia seperti melihat revin dirumahsakit kemarin.
"Dari kapan?"
"kemarin"
"Denger denger sih refreshing otak"
"Brengsek!!"umpat jiko lalu melenggang pergi membawa segala amarahnya yang memuncak
Meninggalkan diki dan jay yang terkejut mendengar umpatan kasar jiko
"Susulin bang, malah bengong"kata diki
Lalu jay langsung berlari mengejar jiko yang berada didepannya.
*Flashback on#
"Bang, gua kayanya tadi liat revin diresepsionis deh"ujar satria
"Salah liat kali lo"
"Iya kali, gak mungkin revin disini"timpal jay
"Masa sih, tapi gua yakin itu revin"gumam satria
Lalu satria tak memusingkan itu, mungkin yang dia liat emang nggak bener.
Flashback off*#
Satria yang melihat jiko mengeluarkan aura suram nya hanya bisa menghindar, takut membuat kesalahan dan berakhir diamuk.
Meski tak tau jiko kenapa, tapi satria cukup paham. Pasti ada hubungannya dengan revin, siapa lagi kalo bukan kakak dari regis. Adik kesayangan jiko
"Bang jiko kenapa lagi?"bisik satria pada jay yang sama bungkam nya
"Kerasukan"jawab asal jay
Satria hanya mendecih
Ketika sudah 3 jam berlalu namun dokter yang menangani adik kecil mereka belum juga keluar..
jiko panik, tentu saja tapi wajah paniknya ia sembunyikan dalam topeng datarnya.
Sampai sekarang pun revin belum juga pulang. Satria sudah 2x kerumahnya. Ponselnya juga mati.
Sedari tadi jiko mengumpat dan melampiaskan pada tembok disampingnya.
Satria tak dapat mencegahnya
"ji, ini bukan salah lo. Ini cobaan dari tuhan. Tenanglah, kita doakan saja regis baik baik saja. Jika lo lampiaskan pada tembok juga tak akan merubah apapun. malah lo yang luka"ujar jay mencoba memberi nasihat pada jiko
jiko hanya membalas dengan gumaman
Kemudian hanya hening yang melingkupi mereka.
Tomi pov#
Sebenarnya tomi itu sangat sayang pada regis melebihi rasa sayangnya pada reno yang notabene nya adalah adik kandungnya.
Jika tomi memperlihatkan rasa sayangnya pada regis terang terangan dan reno tau maka dia akan sangat marah padanya. Tomi itu sudah cukup sabar melihat regis dijahili oleh reno sedari kecil
Dan sekarang tomi akan kembali menjemput reno. Tomi tak tenang jika lama lama meninggalkan adik bengalnya serumah dengan regis dan revin.
Ketika sampai dirumah revin tomi dikejutkan oleh kedatangan seorang pemuda yang memberitaunya jika regis tinggal bersama satria. Dan revin yang pergi bersama reno.
Tomi yakin reno yang menghasut pikiran polos revin, hingga tega meninggalkan regis. Tak mau membuang waktu lebih lama tomi meluncur menuju sebuah rumah yang tomi yakini reno berada disana.