
Regis bagaikan permata bagi Revin,
Semenjak kedua orangtua mereka pergi meninggalkannya hanya regis yang bisa manghalau rasa rindu pada sang ibunda, karena kemiripannya pada ibunda revin selalu memeluk regis tanpa alasan. Hidung bangir, mata bulat seperti buah leci, dan berwarna hitam legam serta gigi kelincinya yang menyembul malu-malu. Jangan lupakan tubuhnya yang gendut, membuatnya puas memeluk regis.
Revin gamaputra hanyalah pemuda dengan sejuta pesona, tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Regis gamaputra dialah berlian yang harus dijaga olehnya. Sifat manja dan merengek regis adalah candu bagi revin. Dia tak sanggup bila dipisahkan oleh adik tersayangnya.
"Abang, regis mau ke game center bareng jani dan putra. Boleh ya?"ucap regis dengan menunjukkan puppy eyes nya yang mana membuat revin gemas
"Oke. Pulang jam 8 ya"ujar revin. Diangguki semangat oleh regis
Apapun yang jadi keinginan regis, semampu yang revin bisa akan mengabulkan permintaannya. Revin telah belajar dari kesalahan yang lalu, dia berjanji tidak akan mengabaikan adiknya lagi. cukup sekali, dan itu tak akan terulang lagi. Semoga saja!!.
.
"Bang revin!! Spada!! Reno kambek!!"teriaknya hingga terdengar dipenjuru rumah
"Heh, topeng monyet!! Jaga sikap lo, gua aduin ke papa, ******!!"ujar lelaki disampingnya, membuat reno mencebikkan bibirnya
"Paansih kak, gua juga udah berubah. Gak bakalan jahatin regis lagi, kalo mau cemburu tau tempat deh!!"ucapnya
"Baguslah. Populasi orang jahat berkurang"celetuknya
Reno mengumpat dan menendang tulang kering tomi hingga sang empu memekik.
Hingga terdengar langkah kaki mendekati mereka. Reno langsung berdiri dan membungkuk ketika tau yang menghampiri mereka siapa. Dia meminta maaf dengan tulus.
"Maaf, gua salah. Tolong maafin gua, papa mau kirim ke asrama kalo gua gak nurut lagi sama papa. Regis gua beneran ngerasa bersalah banget sama lo dan bang revin"tulusnya
"Kita tau, bang revin juga udah maafin reno. Lagian musuhan sama saudara sendiri gak baik"ujar regis, memaafkan perbuatan sepupunya. Meskipun kelakuan reno tak mungkin langsung dimaafkan begitu saja, toh regis juga udah sembuh.
"Wuidih, tamu nih. Bawa buah tangan kagak"ujar jay yang keluar dari kamar regis. Disusul oleh jiko dengan muka bantalnya,
Mereka emang nginep dirumah revin.
"Sialan! Gua balik deh, lagian gua harus nemenin cecunguk satu ini buat daftar ke sekolah. yang didaerah deket perusahaan papa gua"terang tomi, lalu menyeret paksa lengan reno.
"Gis, titip salam buat bang revin!!"teriak reno
Acungan jempol regis beri, kemudian dia menoleh kesampingnya dan mendapati seonggok pemuda berkulit pucat yang selonjor disofa, ditemani boneka kumamon sebagai guling.
Lalu menatap jay yang asik menyemil ciki yang dia beli bersama putra dan jani selepas bermain di game center.
Tanpa merasa bersalah regis merebut ciki yang masih digenggaman jay, membuat sang empu memekik tak terima. Serta menendang bokong jiko hingga sang empu mengumpat. Kemudian berlari kekamar dan menguncinya rapat.
"Sialan"desis jay
"Untung sayang"gumam jiko
Revin dianggurin sedari tadi. Sejak perginya reno, revin udah nyampe dirumah membawa sekotak ayam yang masih hangat, namun keberadaannya seperti angin lewat saja.
Revin sabar kok ;)
"Gama ayamnya nggak mau ya?"gumam revin memandangi sekotak ayam yang masih hangat di genggamannya
"JANGAN BANG, GAMA NTAR NYUSUL!!"pekik regis
.......
"Mama, apa nanti kakak suka sama aku"
"Tentu, giris kan lucu pasti kakak suka sama jagoan kecil papa"
Seluruh penumpang diharapkan masuk dalam pesawat karena dalam 2 menit akan lepas landas.
Selamat menikmati perjalanan anda~~
"Yey, ketemu kakak!!"
Seorang anak kecil melompat kegirangan ketika akan menaiki pesawat. Dia tersenyum lucu dengan digandeng oleh dua orang dewasa.
Ketika suatu masalah telah terselesaikan, belum tentu masalah lain tidak datang.
Benar bukan?!!
........
Pergi sampai tak pernah terbesit untuk pulang. Dan datang dengan seenaknya. Membuang sesuatu tidak memikirkan efeknya dan dipungut seperti barang bekas.
Harga diri atau gengsi?
Revin kesal...
Didepannya adalah orang yang pernah menjadi panutannya. Ketika revin hendak pulang setelah menyelesaikan shift pagi dan sorenya dia mampir ke cafe bubble tea, sialnya dia bertemu mereka.
Lalu dengan anak kecil.
Ya, mereka adalah ayah dan ibu revin serta regis.
Revin pikir mungkin ini anak mereka. Bertahun tahun tidak pernah memberi kabar ternyata hidupnya sudah mapan,
Revin jadi kesal sendiri melihat mereka bahagia tanpanya dan adik gembulnya.
"Vin, gimana keadaan gama? Dia sehat?"tanya wanita dengan gaun warna biru selutut. Masih tampak cantik seperti dulu,
"Bukan urusan anda?"ucap revin sinis
"Vin. Maaf, selama ini mama sama papa nggak pernah ngabarin kalian, kami banyak urusan yang harus diselesaikan. Baru sempat kemari untuk menemui kalian sekarang"ujar wanita itu,
"Apa peduli saya?"
"Dan ini adik bungsumu namanya Giris Gamaputra"
tanpa memperdulikan jawaban sengit dari revin, wanita itu tetap menjelaskan apa yang harus dia jabarkan
Anak kecil dipangkuan ibu revin tampak malu- malu, terbukti sedari tadi giris hanya bisa mencuri-curi pandang revin.
Revin tersenyum tipis pada giris yang mana membuat anak kecil itu melompat turun dan berlari ke pangkuan revin.
"Woah, kakak ini kakakku?"tanya giris memandang lekat wajah revin
"hem. Mau ikut kakak?"tanya revin.
"Dan anda tidak usah ikut kami, saya hanya membawa giris saja. Nanti saya antar pulang giris, kirim saja alamatnya dimana"ujar revin datar dan berlalu pergi sambil menggendong giris.
Ketrin, tersenyum lembut akan kedekatan kedua anaknya. Dia berdoa semoga dia juga diterima oleh anak-anaknya.
Sedangkan__
yudha, tersenyum lembut. Dia seakan lupa akan anaknya yang lain..
"Ahh, kita lupa memberikan oleh-oleh ini untuk revin"sesal yudha memandangi bingkisan besar disampingnya
"Apa punya gama sudah kamu bawa?"tanya ketrin menyelidik. Karena suaminya ini pasti melupakan hal-hal penting untuk regis
"Harus ya? Kita beli disekitar sini saja ya?" Ketrin memutar bola matanya jengah akan tingkah suaminya..
Lalu mereka keluar dari cafe menuju parkiran, sebelumnya mereka sudah membayar tagihan minuman dan makanan yang sudah mereka pesan.