R For Regis

R For Regis
kondisi yang tak terkendali



Ketika yang disana bersenang senang tetapi yang disini masih mempertahankan kesadarannya.


4 jam berlalu ruang operasi belum juga terbuka.


Keadaan semakin kalut ketika seorang suster keluar tergesa mengambil alat alat yang mereka tak tau, lalu kembali masuk dan menutupnya. tak memberikan kesempatan bagi mereka bertanya.


Apa yang sebenarnya terjadi-batin mereka panik


"Regis"lirih jiko


"Regis bakalan sama kita lagi kan?"tanya satria entah pada siapa dan mulai meracau


"Sampai kapanpun regis bakalan sama kita. Harus!"jawab jiko


"Dok, jantungnya lemah"


"Siapkan defibrillator"


Revin masih bersama reno menghabiskan waktu bersama melupakan bahwa adiknya masih menunggu kedatangannya


"Dok, darahnya tak kunjung berhenti"


"Siapkan 2 kantung darah"


"tersisa 1 kantung dok"


Dan regis masih tetap menunggu


"Dok, jantungnya berhenti!"


"100 joule, clear"


"110 joule, clear"


"Dok, tetap sama!!"pekik suster


*bersamaan dengan berhentinya jantungnya. Revin merasakan sesak didadanya. Dan pikirannya melayang memikirkan adiknya.


Revin memegang dadanya kuat*,


"Jantungnya berdetak kembali dok, tapi anak ini kekurangan darah AB negatif, dan stok dirumah sakit ini kosong"ujar suster yang mendampingi operasi regis


"Hubungi seluruh rumahsakit dikota ini, bahwa kita membutuhkan darah AB negatif. Secepatnya"ucap dokter dan langsung diangguki oleh suster


Pintu yang mereka tunggu tunggu akhirnya terbuka, menampakkan wajah lelah dan bercak darah dijas kebanggaannya.


"Siapa walinya?"tanya dokter ber nametag ridwan


"Kami keluarganya dok, regis baik baik saja kan?"panik jay


Dokter itu hanya tersenyum menanggapi ucapan jay, lalu menyuruh salah satu dari mereka ikut dengan dokter ridwan.


"Saya saja dok"ujar satria, dan mendapatkan tatapan tajam dari jiko,


"Kalian berdua saja ikut saya"ujar dokter ridwan melihat satria dan jiko saling tatap.


Dan tugas jay hanya menunggu dan menjaga regis pasca operasi.


Wajahnya pucat dan tubuhnya kurus kering. Jay tak menyukai ini, ia usap dahi mulus regis dan berbisik lembut untuknya.


"Regis udah sembuh lo. Ayo bangun"bisik jay


Dilain tempat pula, revin masih belum pulang. hingga 2 hari ia menginap dirumah sepupunya, reno dan tomi.


Revin memikirkan regis


Revin rindu regis


Hingga lelehan bening meluncur begitu saja dipipi revin, ia usap kasar lelehan tersebut bukannya berhenti tapi malah semakin deras.


"Abang rindu gama"gumam revin


Keadaan revin pun bisa dilihat oleh tomi dan reno. Reno mengepalkan tangannya kuat hingga kukunya memutih dan itupun dapat dilihat jelas oleh tomi jika adiknya melakukan sesuatu hingga revin sebegini kacaunya.


"Apa yang lo lakuin sama mereka?"tomi bertanya setelah mengikuti reno sampai kamarnya


"Gue cuman main main dikit"santai reno.


"Nggak. Gua kakak lo, gua tau luar dalem gimana sifat lo. Cerita sekarang"ucap tomi menatap tajam reno


"Gua cuma meracuni otak bang revin biar dia jauhin regis"


"Lo gila!! Kalo papa tau habis lo ditangannya"


"Gue nggak peduli, pokonya bang revin gak boleh keluar dari sini sebelum regis menjauh dari bang revin"


"Regis salah apa sama lo? Sebenci bencinya gua sama regis gua nggak sampe ngehancurin mereka"sarkas tomi


"Regis udah ngerebut perhatian nenek yang sekarang tinggal dikanada. Manja, dan selalu dapet pujian dari papa. Dan gue yang anaknya nggak pernah. Selama ini hanya bang revin yang baik sama gua."


"Jadi alasan lo cuman itu, kekanakan!. lo egois. Lo bodoh, urakan dan nggak berguna bagi keluarga papa"sinis tomi


"Jangan harap bisa pulang ke mansion utama. gua bakalan laporin kelakuan lo sama papa dan mama. Gua jamin mereka bakalan marah besar karena lo udah ngusik regis dan revin"ujar tomi menunjuk reno dengan telunjuknya


Kemudian beranjak dari hadapan reno. Tomi sudah tak tahan menghadapi adiknya lagi, tomi menitipkan reno karena tomi tau revin pasti bisa merubahnya tapi malah reno yang ngerubah revin.


"Sial!! Ini semua gara gara regis. Gue benci lo"pekik reno dikamarnya


Untungnya kamar reno kedap suara jadi teriakan ataupun kegaduhan yang dibuatnya tidak akan terdengar dari luar.


"Vin, gua minta maaf atas sikap reno dirumah lo. Gua bener bener malu sebagai kakaknya"ujar tomi tulus


"Ini bukan salah siapapun"revin menjawabnya dengan lemas


"Regis gimana?"


"Gama,,,,, dirumah satria. Beberapa hari ini aku mengabaikannya. Kata reno aku harus menjaga jarak dengan tinggal dirumah ini"gumam revin


"Lo bisa jemput dia. Reno biar gua urus"


"Bener nih?"pekik revin


"Ya, lagian awal dari semuanya karena reno. Lo pasti udah kangen berat sama regis"kekeh tomi


Revin membenarkan ucapan tomi. Revin udah rindu sekali dengan regis, jika pulang nanti revin akan memeluk dan menciumnya sepanjang hari.


Kemudian revin melangkahkan kakinya keluar dari kediaman rumah tomi. Itupun tak luput dari pandangan reno dilantai atas.


"Tunggu aja, gua bakalan rebut bang revin dari lo. Jika cara halus gak berhasil gua bakalan pake cara kotor"