
【Selamat! Kau berhasil menguasai keahlian menembak tingkat menengah seutuhnya】
【Selamat! Kaulah orang pertama yang berjalan di atas jalan seorang penembak. Beberapa Penguasa mulai tertarik dengan kehadiranmu】
【Selamat! Keahlianmu dalam menguasai seni bertahan telah mencapai kapasitas maksimal. Mendapatkan peluru x30 sebagai kontribusimu terhadap perubahan Astal 】
【Dengan penguasaan diri terhadap seni menembak. Status pekerjaan mulai terbuka, levelmu telah mencukupi, apakah kau ingin menerimanya?】
“Hmmm ... pekerjaan? Hei, Randolf ... apa setiap The Odd One memiliki pekerjaan tersendiri?”
“Pekerjaan? Ah! maksudmu tentang kategori keahlian? Tentu saja setiap orang memilikinya. Kau sendiri bisa melihat hal itu dariku, bukan?”
“Maksudmu seorang Kartografer?”
“Tepat sekali.”
Seorang The Odd One memiliki kelasnya tersendiri, begitu pula dengan pekerjaan. Sebagaimana pekerjaan mereka adalah penjelajah maupun melakukan beberapa permintaan yang sulit. Tentunya semua itu tidak akan luput dari suatu keahlian serta keterampilan.
Apa yang dimaksud Adis adalah pekerjaan nyata, bukan mengambil pekerjaan. Menanggapi hal itu awalnya Randolf sedikit kebingungan, tetapi setelah menelaahnya kembali, ia pun mengerti.
“Meski seorang Kartografer, tapi aku juga memiliki kemampuan. Pekerjaan itu mengharuskan diriku untuk mengeksplorasi berbagai tempat dan tidak sembarang orang dapat melakukan pekerjaan ini”
“Aku tahu, maksudku adalah apakah dengan mengambil pekerjaan aku bisa memiliki keahlian baru?”
Randolf pun menyeka dagunya dengan punggung tangan. Mulutnya menyungging kecil dan melihat Adis dengan tatapan cemooh.
“Tentu saja pria kecil. Jika bukan karena pekerjaan itu, apa aku bisa memetakan suatu tempat dengan tingkat kedetailan yang tinggi?”
“Hmm. Apa itu tidak mempengaruhi keahlian lainnya?”
“Tidak sama sekali. Bahkan kau bisa mendapatkan pengalaman yang baru ketika memilih pekerjaan itu.”
Dalam kategori kelas gim, pekerjaan yang dimaksud Adis tidak lain adalah “Job” sebagai The Odd One. Biasanya dengan memilih Job ini seseorang akan dihadiahi poin status tambahan atau kemampuan lain yang berkaitan dengan Job tersebut.
“Apa pekerjaan ini bisa diganti?”
“Tergantung ..., tapi aku menyarankanmu untuk meningkatkannya ke tahap yang lebih tinggi”
“Tahap yang lebih tinggi?” alis kiri Adis terangkat.
“Contoh mudahnya adalah diriku lagi. Awalnya aku hanya seorang penuntun alias ‘Guider’ sekarang aku ‘Cartographer’. Kau bisa melihat perubahannya, bukan?”
Adis mengangguk mantap.
“Bagus. Sekarang terserah pada dirimu, kau ingin mengambil tipe yang mana?”
Mendengar itu, Adis kembali pada papan notifikasi miliknya. Dalam papan tersebut terdapat empat pilihan “Job”. Pertama adalah Archer. Kedua, Magician. Ketiga, Warlock. Dan keempat sekaligus terakhir adalah Martial Artist.
Dari keempat pekerjaan itu Adis sedikit keheranan dengan pilihan ketiga dan keempat. Sepengetahuannya ia tidak memiliki afiliasi dengan kemampuan seorang Warlock, mungkin keahlian bela diri sedikit berkaitan dengan Martial Artist. Namun, itu karena Randolf memaksanya untuk mempelajari seni bertahan dari jarak dekat.
Menurut Randolf juga Adis memiliki kelemahan yang sangat fatal. Apalagi jika senjata utamanya adalah sebuah senapan. Siapa pun yang bisa muncul atau menghindari serangan Adis akan langsung bergerak cepat untuk mempersempit jarak. Karena itulah Randolf menyarankan si pria kecil untuk mempelajarinya demi menghindari skenario tersebut.
Bukan saja dapat menjadi keahlian untuk bertahan diri, tapi juga untuk menyerang, maupun melakukan serangkaian serangan campuran pun bisa.
Adis yang mengira bahwa semua itu adalah lelucon tidak percaya dengan perkataan Randolf. Namun, pria eksentrik itu meyakinkan Adis bahwa monster paling menyeramkan, dan ganas bukanlah mereka dengan rupa buruk, melainkan sesama manusia pada saat kritis ataupun manusia dengan hati murni jahat.
Memang benar keahlian bela diri tidak bisa diterapkan secara langsung kepada monster, tapi jika musuh yang dilawannya adalah seorang manusia, maka urusannya beda lagi.
“Meskipun Archer, tapi senjataku senapan ... apa ini gak terlalu aneh?”
“Tenang saja. Seiring berjalannya waktu pasti akan masuk akal, kok. Percayalah pada pria yang telah berpengalaman ini,” tutur Randolf sembari menepuk pundak kiri Adis pelan.
“Baiklah.”
Adis pun langsung memilih “Job” Archer pada papan notifikasinya.
【Sebagai penembak, penuntun, dan pemberi arah. Selamat! Kau berhasil mendapatkan pekerjaan pertamamu sebagai seorang Archer. Mendapatkan tambahan poin atribut +4 pada poin Ketangkasan milikmu】
【Dengan menerapkan prinsip Sang Pelantun Aura Alam kau akan diberkati oleh kebaikan alam. Mendapatkan keahlian “Natural Breath” dan “Eye of Eagle”】
【Natural Breath】Alam menyertaimu, roh mulai menari, dan bernyanyi di sekitarmu. Pengalaman menakjubkan yang membawa berkah dari alam untuk para Pelantun Aura Alam. [Efek: Meningkatkan daya fokus sebesar 35% dan mengurangi kecemasan serta rasa panik sebesar 10%]
【Eye of Eagle】Menerka sekitar dengan mata langit. Tingkat kejelian yang tinggi hingga dapat melihat makhluk kecil menjadikanmu sebagai predator langit yang mengerikan. [Efek: Meningkatkan kejelian penglihatan sebesar 40% dan mengubah penglihatan layaknya seekor Elang dengan akurasi sebesar 60%]
Tubuh Adis pun langsung dipenuhi oleh aura hangat berwarna hijau muda kebiruan. Setelah beberapa saat tubuhnya itu sedikit mengambang, konstitusi tubuhnya kembali berubah, dan menyesuaikan diri dengan semua status atribut yang telah ia dapatkan selama ini.
Ditambah dengan “Job” pertamanya sebagai Archer, kini dirinya telah siap untuk pergi dari Blightmire, dan menempuh kejamnya kondisi bumi. Randolf pun tersenyum puas melihat perubahan drastis Adis selama dua minggu ini.
Ia yakin bahwa dirinya terlah siap dan tidak peduli apa pun monsternya, pria kecil itu pasti dapat mengatasinya tanpa mengeluarkan keringat sedikit pun.
“Inilah yang kutunggu-tunggu, pria kecil. Akhirnya kau telah siap terjun ke dalam medan pertempuran yang sesungguhnya. Apalagi sekarang juga bukan saja kemampuan jarak jauh, tapi juga jarak dekat. Aku jadi tidak sabar ikut denganmu ke sana, sayangnya masih ada urusan yang perlu diselesaikan, jika tidak, mungkin aku akan ikut denganmu.”
Setelah semua perubahan konstitusi itu selesai, tubuh Adis kembali menapaki tanah. Ekspresinya masih tenang dan matanya perlahan-lahan terbuka. Irisnya sedikit menajam sedangkan retina bola matanya berubah menjadi mereka dengan kilauan cahaya aura samar berputar di dalamnya.
“Perasaan ini ... tubuhku ... apa semua ini nyata?”
“Jangan berkhayal lagi. Tentu saja ini nyata, bagaimana perubahan konstitusi tubuhmu yang pertama?”
“Ini aneh. Rasanya aku sudah melakukan workout selama satu tahun penuh dan aku bisa merasakan ada yang berubah di dalam tubuh ini, tapi ... yang pertama?”
“Nanti kau akan mengetahui apa artinya itu. Sekarang periksalah kondisimu saat ini”
“Ya ....”
Adis langsung memeriksa kondisi statusnya melalui panel status.
【Name: Adistira Wahyu Dharmono】
【Soul Level: 16】
【Job: Archer】
【Status】
Stength: 19
Endurance : 15
Resistance: 12
Intelligence: 13
Wisdom : 17
【Poin Distribusi: 0】
【Active Skill】
Silent Zone
【Passive Skill】
Natural Breath
Eye of Eagle
Art of Liberation [C]
Riffle Mastery [D]
【Title】Friend of the Starless Child—Persahabatanmu dengan The Child adalah berkah terselubung. Berkah yang bisa memberi kenyamanan terhadap segala entitas yang mengakuinya sebagai pembawa pesan perdamaian dan kehancuran.
【Exclusif-Skill】Hand of the Lightless Star—Kemampuan yang dapat membinasakan anak-anak The Plague dan Abbysmal. Hanya dapat digunakan sekali dalam satu minggu, syarat penggunaan ialah pengakuan sejati dari bintang-bintang di langit.
Adis pun langsung mengembuskan napasnya pelan-pelan.
“Aku merasa baru ... apa ini kekuatan dari Astal?”
“Jangan sombong dulu, pria kecil. Ingat di atas langit masih ada langit yang lebih luas”
“Aku tahu itu, tapi perasaan ini sedikit aneh. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa menjelaskannya ... i-ini seperti kebebasan.”
Randolf hanya bisa menahan tawanya. Pria eksentrik itu kemudian mengalihkan perhatiannya menuju ke arah tugu pengingat Blightmire.
“Apa kau siap?”
Pemuda itu pun mengangguk mantap.
“Bagus. Aku juga suka tatapan mata itu, ini mengingatkanku kalau saat ini kau sudah siap dengan segala konsekuensinya”
“Kau menakutiku dengan perkataan tadi, Randolf”
“Jangan dianggap remeh. Kau juga perlu ingat kalau duniamu berbeda dengan Blightmire. Aura, tekanan, kondisi, keadaan sekitar ... apa pun yang terjadi kau harus tenang”
“Aku mengerti. Jadi berapa lama lagi retakan itu muncul?”
Randolf pun mengambil Kompas Arcana dari dalam saku celananya. “Sebentar lagi. Kompasku berhasil menangkap satu sinyal di sekitar Tugu Pengingat Blightmire—“
Namun, tiba-tiba saja semua The Odd One yang ada di sana menghampiri mereka berdua.
“Apa anak muda ini akan pergi, Randolf?”
“Lihatlah si culun ini? Sekarang dia sudah bertambah kuat”
“Ingatlah agar tetap tenang dalam kondisi apa pun”
“Jangan tergesa-gesa, aku masih penasaran dengan ceritamu waktu itu, pria kecil”
“Keh. Jangan sampai kau mati sia-sia di sana”
“Aku tidak tahu seperti apa di sana, tapi jangan sampai membuat kami malu, pemula”
“The Odd One paling muda di antara kita ternyata ingin pergi, eh? Kalau datang lagi ke sini, jangan lupakan oleh-olehnya.”
Di antara waktu latihan dan juga istirahat. Adis tidak hanya berinteraksi dengan Randolf, tapi ia juga mencoba berinteraksi, dan menjalin pertemanan dengan semua The Odd One yang ada di Blightmire. Sebagai hasilnya kini semua para pengelana tersesat itu mengantarkannya menuju tugu dan mengingatkan Adis bahwa dunia ini dan itu berbeda.
Selama dua minggu itu pula Adis berusaha menyesuaikan diri dengan adat serta budaya di Blightmire. Faktanya ia telah menganggap Blightmire sebagai tempat kedua peristirahatannya selain di panti asuhan.
Semua The Odd One juga tidak ada yang menaruh niat buruk padanya. Awalnya mungkin sulit karena tidak tahu harus berkata apa, tapi pada akhirnya ia pun bisa menjalin pertemanan dengan mereka semua.
“Oi, oi, oi. Kalian mencuri perkataanku, apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Randolf sambil mengangkat ujung topinya sedikit.
“Jangan seperti itu, pria tengik. Apa kau akan mengambil semua kesenangan, huh?”
“Hahahaha! Niatmu Kartografer, tujuanmu lain lagi”
“Jangan salahkan kami, Randolf. Meski kita telah berteman lama, tapi apa salahnya melihat kawan kecil kita pergi?”
“Hei, hei, hei! Jangan-jangan kau keberatan dengan ini, huh?”
“Ayolah. Semua ada waktunya, jarang-jarang kita mendapatkan tamu dari ‘luar’. Apa salahnya kami ingin melihat kepergian dari kawan kecil kita?”
Randolf pun hanya bisa mendengus pasrah. “Baiklah, baiklah, tapi jangan ganggu kepergiannya. Bisa-bisa nanti tersesat di celah distorsi ruang dan waktu. Lihat? Baru saja aku bilang, celahnya sudah muncul.”
Begitu retakan pecahan distorsi ruang dan waktu muncul. Kompas Arcana milik Randolf bergetar hebat. Sebuah titik besar muncul bersamaan dengan garis merah di atas permukaan kompas tersebut.
“Tenang saja dan rileks. Sama seperti sebelumnya, kau hanya akan merasakan pusing sebentar. Bayangkanlah seperti keluar dari kamarmu sendiri.”
Adis yang kini mendekati celah itu berbalik sesaat dan mendapati semua The Odd One melihat ke arahnya dengan tatapan yang berbeda-beda. Namun, meski begitu mereka semua adalah teman yang ia dapatkan selama dua minggu terakhir.
Ia juga mungkin akan merindukan ceramah Kraun yang tak kunjung henti apabila topik pembicaraannya adalah Astal. Namun, apa yang mungkin paling dirindukan oleh pemegang senapan ini ialah pemandangan senja di Blightmire.
Tidak ada yang bisa menggantikan pemandangan sejuk bak keajaiban dunia di tempat ini. Deburan ombak, suara burung-burung camar yang terbang, matahari oranye, atau beberapa The Odd One yang menyanyikan sebuah Ballad dari gitar klasik serta harpa milik mereka.
“Terima kasih!”
Mereka pun langsung mengeluarkan suara suka cita sembari melambaikan tangan. Melihat ekspresi Randolf yang sedikit tegang, Adis pun memberinya jempol pertanda “Jangan khawatir”.
Alhasil pria eksentrik itu menurunkan ujung topinya sehingga ekspresinya tidak terlihat. Setelah itu, Adis pun masuk ke dalam pecahan distorsi ruang dan waktu tepat di bagian samping tugu bawah Blightmire.