
Jika kemarin Yoongi ingin menjauhi Sora seperti niat awal, ternyata tidak semudah yang dia kira gadis itu selalu muncul dimanapun Yoongi berada, acara televisi, on air maupun off air, fanmeeting juga konser mereka pasti ada Sora yang selalu menjadi fans nomor satu Yoongi.
Atribut pendukung juga tidak luput dari Sora, mulai dari spanduk ukuran kecil hingga besar, ikat kepala, banner juga lightstick menjadi barang wajib Sora setiap ingin mendukung Yoongi. Dan jangan lupakan dia selalu ada dibarisan paling depan.
Yoongi tidak masalah jika Sora hanya sebatas mendukungnya selagi dia tampil tidak munafik Yoongi juga mendapat semangat dari itu, tapi gadis itu juga ikut "mendukung" sampai ke backstage. Tentu ini sangat mengganggu karena dia tidak hentinya mengoceh tentang betapa kerennya Yoongi saat diatas panggung.
Sora juga sudah dikenal oleh semua staff Big Hit karena sifat ramahnya pada semua orang, itu sebabnya dia bebas keluar masuk saat dibelakang panggung terutama gedung Big Hit. Bang Si Hyuk pun tidak masalah dengan kehadiran Sora yang bagi Yoongi cukup mengganggu, malah dia berterima kasih pada Sora karena bisa membujuk Yoongi keluar dari kandangnya.
Sora juga terkadang membantu staff yang terkadang kesulitan dengan pekerjaan mereka, seperti merapikan baju para member, memberikan minum atau apa pun yang bisa Sora lakukan selagi eksistensi dia disitu tidak mengganggu aktivitas staff.
Bang Si Hyuk juga sempat menawarkan Sora untuk menjadi asisten pribadi Yoongi, tapi dengan tegas Yoongi menolaknya dengan alasan dia sudah punya Kim Hyeri yang sudah mengerti apa saja kemauan Yoongi.
Sora tidak terlalu mengambil pusing soal menjadi asisten pribadi Yoongi, selagi dia masih mendapat kebebasan untuk bertemu Yoongi dia aman.
"Pacarmu datang." Bisik Hyeri pada Yoongi sambil memberikan air minum.
"Dia bukan pacarku!" Balas Yoongi jengkel dengan asistennya itu.
Hyeri hanya tertawa dan meninggalkan Yoongi yang masih setia duduk dikursi sambil menunggu gilirannya untuk tampil.
Sora sedikit berlari kearah Yoongi dengan bungkusan ditangan yang bisa ditebak dengan mudah jika itu adalah makanan.
Sora sedikit terengah saat sampai didepan Yoongi.
"Hari ini aku bawa kue beras." Ucap Sora sambil meletakkan bungkusan yang dibawanya keatas meja.
"Aku tidak suka." Balas Yoongi yang langsung menghentikan pergerakkan Sora.
Sora membeku karena Yoongi mengatakan tidak suka tanpa ada rasa menghargai usaha Sora sedikitpun. Sora kembali menutup bungkusan dan segera pergi dari hadapan Yoongi lalu beralih ke salah satu staff dan memberikannya, Sora kembali lagi duduk disamping Yoongi duduk menghadap lelaki dengan kulit putih yang selalu membuat Sora iri.
"Setidaknya ucapkan terima kasih jika kau tidak menyukainya, tidak semua orang tahu seleramu seperti apa."
"Hyeri Nuna, tahu seleraku seperti apa. Semua staff disini juga tahu apa yang aku suka dan tidak." Yoongi terlihat kesal dengan Sora.
Sora tersenyum menanggapi omongan Yoongi, walaupun dia selalu jengkel dengan kehadiran Sora terkadang dia suka memancing Sora agar berbuat lebih.
"Apa kau sedang menantangku untuk lebih mengenali dirimu?"
Yoongi tidak menjawab pertanyaan Sora karena menurutnya sama sekali tidak penting, Yoongi mengalihkan wajahnya saat Hyeri memberikan seporsi tteokbokki yang disambut antusias oleh lelaki itu.
"Terima kasih." Ucapnya pelan.
Hyeri hanya tersenyum dan kemudian pergi seperti tidak ingin mengganggu Yoongi dan Sora. Dengan santainya Yoongi melahap makanan berbentuk silinder itu.
"Bukankah itu terbuat dari beras juga? Apa segitu tidak sukanya aku membawakanmu makanan?" Sora menatap Yoongi sinis.
Lagi-lagi Yoongi tidak mengubris ucapan Sora, dia tetap duduk santai dengan tteokbokki ditangannya. Merasa kesal Sora merampas makanan kesukaan Yoongi lalu melahapnya dengan rakus. Yoongi tercengang dengan kelakuan Sora yang mirip seperti orang kelaparan.
Sora menunjukkan seluruh gigi putihnya setelah menghabiskan satu porsi yang seharusnya mengisi perut Yoongi, sedangkan lelaki itu hanya menggeleng pelan melihat kelakuan ajaib gadis yang mempunyai rambut indah. Yoongi kembali melihat rambut Sora yang kali ini diikat kebelakang tapi tidak melunturkan keindahan rambut ikal tersebut, kembali Yoongi mengedipkan matanya agar kembali kedalam kesadaran yang hampir hilang ditelan oleh pesona seorang gadis yang relaΒ berbohong kepada Ayahnya hanya untuk seorang lelaki yang sudah terang-terangan menolaknya.
Yoongi merasa hina saat mengetahui fakta jika dia sangat jahat pada Sora yang melebarkan tangannya untuk menyambut Yoongi saat dia merasa butuh pelukan, Yoongi hanya tidak ingin bergantung pada Sora yang sangat baik padanya ini.
Yoongi kembali memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk terlihat lebih baik dan terhindar dari rasa bersalah juga terikat. Dia harus berbuat baik sedikit saja.
Yoongi menghela nafas dalam bisa-bisanya dia luluh hanya dengan melihat senyum manis dari wajah Sora yang tetap setia tercetak jelas walaupun Yoongi berbuat jahat padanya, Yoongi semakin merasa terbebani oleh perasaan Sora.
"Kau pernah bilang soal akan melakukan apa saja jika aku yang memintanya 'kan?" Tanya Yoongi.
"Hhmm."
"Jika aku mengajakmu berkencan apa kau akan pergi menjauh dariku?"
"Tidak."
"Lalu bagaimana caranya agar kau pergi menjauh tanpa mengangguku seperti ini?"
Senyum Sora memudar secara perlahan, sepertinya kehadiran dia tetap tidak diinginkan oleh Yoongi, sekeras apapun berusaha sepertinya tidak akan bisa meruntuhkan hati Yoongi. Sekarang bukan saat yang tepat untuk berpisah, Sora masih ingin melihat Yoongi.
"Berikan aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan jika aku memang pantas untuk disampingmu."
"Aku tidak memintamu untuk menjadi kekasihku, aku hanya ingin kau bergantung padaku. Hanya itu."
Yoongi memikirkan ucapan Sora yang menurutnya cukup berat jika itu terjadi, tapi dia masih punya hati nurani dia akan memberikan kesempatan yang terakhir untuk Sora.
"Sungai Han, lusa jam 10."
Sora tersenyum gembira mendengarnya dia tidak akan melewatkan kesempatan ini.
πππ
Langkah kaki menapaki jalan setapak dipinggir sungai Han tampak manis karena dihiasi sneakers putih dengan terusan denim diatas lutut tanpa lengan dan dihiasi mini sling bag yang juga berwarna putih sebagai pelengkap tampilan Sora kali ini.
Gadis itu menuju kepinggir sungai yang sudah dibatasi pagar dan menyandarkan tangannya dipagar itu, menikmati angin segar yang berhembus sejuk dan sedikit mengacak rambut Sora yang sudah ditatanya sejak dua jam yang lalu.
Tapi biar bagaimana pun angin mengacak rambutnya, rambut Sora tetap indah walau terlihat berantakan. Sora melirik layar ponselnya, masih ada sepuluh menit lagi sebelum jam sepuluh. Yoongi pasti akan datang begitu batinnya.
Sora kembali mengalihkan perhatiannya dengan berjalan lagi disekitar sungai Han, dia ingin membeli sesuatu untuk mengganjal perutnya yang lapar tapi mengurungkan niatnya. Dia berpikir bagaimana jika tiba-tiba saja Yoongi sudah muncul dan menunggunya terlalu lama pasti lelaki itu akan pergi begitu saja.
Jadi Sora mengurungkan niatnya membeli makanan ringan pengganjal perut, dan dia kembali menunggu Yoongi yang pastinya sedang sibuk.
Tapi pikiran itu semua hilang karena sampai sekarang Yoongi belum juga menunjukkan tanda-tanda kehadirannya, matahari pun semakin tenggelam karena akan ada bulan yang sebentar lagi menggantikan posisinya.
Dia kembali melirik layar ponselnya yang menunjukkan pukul enam sore, Sora menghela nafas panjang dan tetap duduk disalah satu bangku yang disediakan. Dia akan menunggu sejam lagi begitu pikirnya.
Satu jam berlalu sia-sia. Langit sudah gelap dengan cahaya bulan yang tampak begitu indah saat memantul di sungai Han.
Sora menggosok kedua lengannya agar terasa hangat, biar bagaimana pun dia tidak memakai luaran yang kalau dimalam hari akan tetap terasa dingin.
"Dasar cowok laknat." Umpat Sora yang sangat kesal dengan Yoongi yang tidak menepati janji yang sudah dibuatnya.
Sora sedikit terlonjak dari duduknya saat mendengar suara yang sangat mirip dengan orang yang ditunggunya sejak pagi. Sora menoleh perlahan pada orang yang sudah duduk disampingnya itu dengan pakaian serba hitam, tidak lupa topi dan masker yang juga berwarna hitam.
"Apa kau ninja?" Balas Sora yang tidak mengambil pusing pertanyaan Yoongi.
Lelaki itu memang memakai pakaian yang serba tertutup, itu hal yang biasa dilakukannya saat keluar agar tidak banyak yang tahu jika dia seorang artis.
"Kalau kau bertanya yang aneh sekali lagi, aku akan pergi." Balas Yoongi tanpa menatap Sora sedikit pun.
"Baiklah Tuan Min. Tapi setidaknya aku ingin mendengar kata maaf darimu karena membuatku terlalu lama menunggu."
Yoongi menyandarkan punggungnya ogah melakukan apa yang diinginkan Sora, seolah harga dirinya jatuh jika menuruti Sora.
"Aku sibuk, jadi jangan salahkan aku. Tapi aku masih punya perasaan, silahkan pilih tempat yang harus kita tuju aku tidak akan menolak."
Sora tersenyum penuh arti saat itu juga, Yoongi benar-benar tidak memikirkan apa yang diucapkannya.
"Kita ke apartement-mu."
Tidak ada komentar lanjut dari mulut Yoongi, dia langsung beranjak menuju mobilnya tanpa basa-basi sedikit pun, dia tidak tahu gadis dibelakangnya sudah lompat beberapa kali untuk menunjukkan kesenangannya. Cukup sederhana membuat Sora bahagia.
Yoongi menoleh karena merasa ada yang aneh dibelakangnya.
"Apa kau gila?" Tanya Yoongi saat melihat Sora menghentikan selebrasi kesenangannya saat Yoongi tiba-tiba menoleh kebelakang. Sedangkan Sora hanya terkekeh geli karena tingkahnya sendiri. Sungguh gadis ajaib.
Sora segera menaiki mobil Yoongi yang sudah dia hidupkan mesinnya beberapa detik yang lalu, dia harus bergerak cepat sebelum lelaki itu merubah pikirannya.
Dan tentu saja, tidak ada obrolan lebih diantara keduanya mereka fokus dengan diri masing-masing. Saat Sora bertanya pun Yoongi hanya menjawab sekenanya saja, jadi Sora lebih memilih diam saat ini.
Mobil hitam yang dikendarai oleh Yoongi memasuki parkiran dari apartement tersebut, jika diperhatikan sekilas tempatnya tidak terlalu mewah tapi juga tidak terlalu buruk. Sepertinya Sora akan lama disini karena harinya juga sudah malam, dia sempat berpikir untuk menginap ditempat Yoongi walaupun tidak diizinkan lelaki itu.
Sebelumnya mereka singgah di supermarket yang dekat dengan kediaman Yoongi, membeli soju dan beberapa makanan ringan lainnya. Sora awalnya tidak ingin membeli soju, tapi karena Yoongi mengambil sekitar tiga botol dia jadi ikutan. Bedanya punya Sora mengandung rasa jeruk.
Sora mengikuti Yoongi dari belakang yang sedang membawa belajaan mereka, gadis itu juga terkesima karena Yoongi terlihat gentle saat ini. Yoongi rela membawa belanjaan Sora tanpa berkata apapun, hal yang membuat pipi Sora memanas seketika.
Setelah pintunya terbuka Yoongi masuk terlebih dahulu yang diikuti dengan Sora, lelaki itu langsung menuju dapur dan meletakkan belanjaannya diatas meja dan langsung mengambil air minum untuk menghilangkan dahaga.
Sora mengedarkan seluruh pandangannya meneliti setiap sudut apartement Yoongi yang didominasi dengan warna hitam. Pandangannya kemudian berhenti tepat saat melihat Yoongi yang sedang membuka botol soju.
Sora langsung menghampiri Yoongi yang sudah mulai menenggak sojunya.
"Apa kau sudah makan? Tidak baik minum itu sebelum makan."
"Bukan urusanmu."
"Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu."
"Sudah kubilang bukan urusanmu!" Yoongi meninggikan suaranya sembari meletakkan botol soju secara kasar. "Apa tidak bisa sehari saja kau tidak menggangguku!?"
Sora kaget luar biasa karena suara Yoongi yang sengaja ditinggikan, lelaki yang selama ini tidak banyak bicara tiba-tiba saja membentaknya. Sora takut karena wajah Yoongi berubah merah menahan marah.
Lelaki itu langsung bergerak kearah Sora dan meraih tangannya menyeret Sora karena berniat mengusirnya.
Sora menahan tubuhnya agar sebisa mungkin tidak keluar dari ruangan sepetak ini, Sora harus tenang jika ingin mendapatkan hati Yoongi.
"Tunggu!" Seru Sora sambil menyentakkan tangannya agar Yoongi berhenti menariknya dan ternyata cukup berhasil.
"Aku tidak memaksamu untuk menceritakan apa yang kau alami hari ini, jika kau kesal karena masalahmu gunakan aku sebagai pelampiasanmu!"
"Harus berapa kali aku mengatakan padamu, jadikan aku sandaranmu, aku cuma ingin kau bergantung padaku."
"Kenapa kau bodoh sekali!?" Yoongi berbalik kearah Sora.
"Karena aku mencintaimu!!"
Yoongi melihat keseriusan dari ucapan Sora yang baru saja dilontarkannya, dia tidak bisa menerima orang asing dengan cepat dia terlalu takut akan kecewa. Gadis ini sungguh memuakkan.
"Buka bajumu." Suara dingin Yoongi menusuk langsung ketelinga Sora.
"A-apa?"
"Aku bilang buka bajumu." Yoongi memperjelas ucapannya karena ingin membuktikan keseriusan Sora.
Sora tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia membeku seketika saat mendengar permintaan Yoongi. Sora sadar ini akibat dari ucapannya tadi, gadis itu juga sadar jika Yoongi akan melampiaskannya dengan ****. Kepala Sora pening seketika.
"Buktikan ucapanmu." Lanjut Yoongi.
Sora menarik resleting terusannya yang berada disamping tubuhnya, menurunkan perlahan hingga terlihat kulit mulus Sora. Tali dibahunya ikut diloloskan begitu saja hingga dress tersebut jatuh begitu saja dilantai. Tubuh Sora yang sekarang ini hanya menggunakan pakaian dalam saja terpampang jelas didepan Yoongi yang menatapnya dengan tatapan dingin menusuk.
Rasa malu luar biasa yang dirasakan Sora saat ini seakan membakar dirinya, wajahnya menunduk tidak berani menatap Yoongi sama sekali. Sora mendengar langkah kaki Yoongi semakin mendekat kearahnya dan melihat ujung kaki Yoongi menyentuh ujung kaki Sora. Jantungnya terus berdegup tanpa irama, mungkin sebentar lagi akan keluar asap dari tubuhnya.
Sora merasakan sesuatu menempel dibahunya terus menyelimuti tubuhnya hingga kepaha, Sora merasa hangat ditubuhnya. Ternyata Yoongi melepas jaket dan memakaikannya ditubuh Sora, sedangkan gadis itu langsung mengangkat kepalanya hingga dapat melihat wajah Yoongi secara jelas.
"Maaf." Ucap Yoongi sambil menutup rapat jaket ditubuh Sora. "Maaf, tidak seharusnya aku seperti ini."
Sora tidak tahan lagi menahan air matanya, awalnya Sora berpikir Yoongi seorang yang tidak punya hati, ternyata dia salah menilai. Ini pertama kalinya Sora salah menilai seseorang. Dia menyesal setengah mati.
"Ini yang terakhir berpakaian terlalu terbuka seperti itu. Jelek."
Sora mengangguk dan masih menangisi kebodohannya, lalu Yoongi menariknya kedalam pelukan. "Sudahlah, suara tangismu jelek sekali kepalaku makin sakit mendengarnya."
Sora mengeratkan pelukannya tidak peduli Yoongi menghinanya seperti apapun, karena yang dia tahu Yoongi sangat baik padanya.
Tbc
Terima kasih buat yang udah baca, Vote dan Comment sangat berarti bagiku.
Purple u π