
Yoongi memainkan piano berwarna hitam disalah satu ruangan yang ada di gedung agensi mereka, suara denting piano terdengar indah ditelinga bagi siapa saja yang mendengarnya. Semua alunan merdu itu dimainkan jari-jari manis yang mampu menciptakan banyak lagu, semua itu tidak sesuai dengan ekspresi datar dari si pemilik jari, tidak tampak sedikitpun minat dengan nada yang diciptakannya.
Sebuah kisah berputar cepat dikepalanya saat memainkan alat musik tersebut, gadis yang disayangi Yoongi, gadis yang selalu muncul disetiap dia lelah, dan setiap dia sedih, bahkan sampai sekarang Yoongi belum mampu melupakan gadis berambut indah itu.
Yoongi kembali menekan tuts piano dengan asal, tapi tetap terdengar indah. Semakin lama semakin kasar dalam penekanan, setiap mengingat malam itu Yoongi kembali emosi dan tidak bisa mengontrolnya. Sora menyakiti hatinya.
Yoongi menghentikan permainan piano itu, dia menyandarkan dahinya diatas tuts yang berwarna hitam putih tersebut. Otaknya kembali memutar memori tentang Sora, gadis yang selalu ditolaknya sudah berhasil mengisi hatinya yang mati dan juga berhasil menghancurkan hati Yoongi.
Yoongi mengangkat kepala dan mengusap kasar wajahnya, dia harus berhenti mengharapkan Sora. Berhenti mencintai gadis itu.
Tapi, kenapa terasa sulit.
Kenapa terasa sakit.
Yoongi pasrah dengan hatinya.
"Saatnya kita rekaman Hyung." Ucap Namjoon yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Yoongi.
Yoongi bangkit tanpa mengatakan apapun, berjalan lurus tanpa melirik Namjoon sedikitpun.
"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu." Ucap Namjoon sambil merangkul bahu Yoongi dan menyeretnya menuju tempat makan yang selalu mereka kunjungi disaat lapar.
Yoongi hanya bisa pasrah saat Namjoon menyeret paksa dan duduk disalah satu bangku tempat mereka menikmati makan siang mereka, sebenarnya hanya Namjoon yang makan dengan lahap, tidak dengan Yoongi.
Yoongi hanya menatap kosong makanan yang ada diatas meja dan mengaduknya tanpa minat, Namjoon yang baru saja menyelesaikan makannya melirik kesal pada Yoongi yang lebih mirip seperti mayat hidup sekarang ini.
"Apa kau masih memikirkannya?" Tanya Namjoon sambil membersihkan mulutnya.
Yoongi tidak menyahut apapun, dia terlalu fokus dengan makanan yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Hyung!"
Yoongi langsung menatap Namjoon yang sudah terlebih dahulu menatapnya tajam, lelaki jangkung itu menaikkan sebelah alisnya seperti memberikan isyarat "apa yang sebenarnya terjadi?".
Dan Namjoon bersyukur karena Yoongi paham maksud Namjoon.
"Aku tidak apa-apa." Balas Yoongi dengan suara kecil.
"Kau masih memikirkannya?" Tanya Namjoon sekali lagi.
"Tidak."
"Jangan bohong Hyung. Aku mengenalmu."
Ucapan Namjoon sangat tepat tidak dapat dihindari lagi, hidup bersama selama bertahun membuat mereka saling mengenal satu sama lain. Yoongi pun sadar akan itu.
"Tidak. Aku tidak apa, aku hanya kesal saat ingat malam itu. Sikapnya sangat menyakiti hatiku." Balas Yoongi.
Namjoon menegakkan duduknya, berusaha tenang agar Yoongi tidak marah saat Namjoon ingin mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa Sora pergi. Tidak bisa mengatur emosi masing-masing penyebab utama masalah mereka.
"Aku tidak ingin menyalahkan siapapun disini, tapi Sora sebenarnya sedang dalam keadaan panik karena Hyung mengirim pesan yang sama seperti saat sedang down. Dia takut terjadi sesuatu denganmu, ditambah Ayahnya yang tiba-tiba akan datang ke Jerman, dia harus pulang malam itu juga."
"Dia panik saat itu, tapi dia lebih memilih menemuimu terlebih dahulu karena rasa takut, dan saat melihatmu dalam keadaan sangat baik dia kesal. Dia merasa seperti dibohongi, kalimat yang dia kira darurat tapi ternyata hanya untuk mendengarkan lagu."
Namjoon meneguk air minum karena merasa tenggorokannya kering, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Dan malam itu juga Ayahnya menjemput dia agar pulang ke Indonesia."
Yoongi terpaku saat mengetahui fakta Sora pergi dari Korea buka karena dirinya, tapi karena dipaksa oleh Ayahnya. Yoongi langsung panik saat mengingat ucapan Sora waktu itu, "aku bisa mati ditangan Ayahku."
Suatu hari Yoongi pernah mengintai flat Sora karena gadis itu tidak menemuinya sama sekali, tapi seharian penuh dia menunggu gadis itu tidak keluar sama sekali, dan akhirnya dia bertanya pada penjaga disekitar situ. Hal yang membuat dia sangat terkejut adalah Sora telah kembali ke Indonesia.
Yoongi baru sadar kenapa perasaannya gelisah, ternyata ada yang tidak beres dengan Sora. Jika berhubungan dengan perempuan Yoongi tidak pernah ambil pusing, tapi kali ini gadis yang sangat konyol itu bisa menyita perhatian Yoongi bahkan sangat disayanginya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian, tapi aku rasa kalian butuh penjelasan masing-masing." Sambung Namjoon yang dari kalimatnya persis seperti orang tua.
"Aku masih berhubungan dengan dia, tapi kalau Hyung mau menemuinya aku akan katakan padanya."
"Tidak perlu." Balas Yoongi kemudian melahap makanannya.
"Kenapa?"
"Entahlah, mungkin ini yang terbaik."
Yoongi juga tidak tahu apa ini adalah keputusan yang terbaik atau tidak, setelah Namjoon menjelaskan apa yang terjadi dengan Sora, Dia paham kenapa Sora berkata kasar padanya. Selama ini dia baru sadar jika dia sudah menyakiti Sora, gadis yang mengajaknya melawan rasa sakit bersama tapi Yoongi terlalu egois dengan perasaannya. Dia malu pada Sora, bahkan dia tidak punya nyali untuk bertemu dengan gadis kesayangannya itu.
Namjoon tertawa kecil menanggapi Yoongi yang terlalu bodoh dengan perasaannya.
"Satu hal yang perlu kau tahu Hyung, dia rela jatuh berulang kali agar bisa menunggumu untuk bisa berjalan bersama." Namjoon menghela nafasnya dan melanjutkan kalimatnya. "Jika aku jadi dirimu aku akan memperjuangkannya."
Yoongi merasa tidak berguna sama sekali saat Namjoon mengatakan kalimat penutup dari perbincangan mereka kali ini, Namjoon memang lebih muda darinya, tapi jika diajak berpikir serius Namjoon bisa diandalkan.
Yoongi tidak berminat lagi dengan diskusi yang sebenarnya diciptakan sebelah pihak oleh Namjoon, jika ingin jujur juga Yoongi tidak ingin berbagi masalah pribadinya tapi karena Namjoon terlalu peduli dengan kedua insan bodoh itu, Namjoon terpaksa mencampurinya.
Tidak ada lanjutan lagi dari obrolan Yoongi dan Namjoon, keduanya sibuk dengan makanan masing-masing. Walaupun Namjoon sudah menghabiskan makanannya, dia ikut sibuk dengan makanan Yoongi. Sungguh teman yang baik untuk diajak berbagi.
πππ
Karenamu, aku hancur
Aku ingin berhenti, aku tidak menginginkanmu lagi
Aku tidak bisa melakukannya, ini menyebalkan
Tolong jangan beri aku alasan apa pun
Kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku
Semua yang kamu katakan seperti sebuah topeng
Yang menyembunyikan kebenaran dan itu menyakitkanku
Itu menusukku, aku menjadi gila, aku benci ini
Ambil semuanya, aku benci kamu
Tapi kamu segalanya bagiku
Segalanya bagiku
Segalanya bagiku
Tolong pergilah jauh
Aku cinta kamu (aku benci kamu)
Maafkan aku
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku jatuh cinta sendiri, kenapa aku tersakiti sendiri
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku tetap membutuhkanmu saat kutahu aku akan terluka?
Aku butuh kamu, Sayang, kamu cantik
Aku butuh kamu, Sayang, kamu begitu dingin
Aku butuh kamu, Sayang
Aku butuh kamu, Sayang
Berputar-putar, kenapa aku terus kembali
Aku terus terpuruk sampai di titik ini, aku hanyalah orang bodoh
Apa pun yang aku lakukan, aku tidak bisa menahannya
Ini tentunya adalah hatiku, perasaanku
Tapi, kenapa mereka tidak mau mendengarkanku
Aku hanya berbicara pada diriku sendiri
Aku hanya berbicara pada diriku sendiri
Kamu tidak mengatakan apa pun, tolong, aku akan memperlakukanmu dengan baik
Tapi, langit berwarna biru
Langit berwarna biru dan matahari bersinar
Bahkan air mataku semakin terlihat
Kenapa ini kamu? Kenapa ini harus kamu?
Mengapa aku tidak bisa meninggalkanmu?
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku jatuh cinta sendiri, kenapa aku tersakiti sendiri
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku tetap membutuhkanmu saat kutahu aku akan terluka?
Aku butuh kamu, Sayang, kamu cantik
Aku butuh kamu, Sayang, kamu begitu dingin
Aku butuh kamu, Sayang
Aku butuh kamu, Sayang
Sayang, katakan padaku kamu ingin putus
Sayang, katakan padaku ini bukan cinta
Aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya
Berikan aku hadiah terakhir
Jadi aku tidak bisa kembali padamu
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku jatuh cinta sendiri, kenapa aku tersakiti sendiri
Aku butuh kamu, Sayang
Kenapa aku tetap membutuhkanmu saat aku tahu aku akan terluka?
Aku butuh kamu, Sayang, kamu cantik
Aku butuh kamu, Sayang, kamu begitu dingin
Aku butuh kamu, Sayang
Aku butuh kamu, Sayang
I Need You - BTS
Sora mendengarkan dengan baik lirik lagu yang baru saja didengarnya, suara Yoongi diawal lagu menegaskan bahwa Sora tidak diharapkan lagi oleh Yoongi. Sesak saat kata-kata yang dilontarkan seperti menyindir dirinya, Yoongi sangat pintar menyampaikan perasaannya.
Sora yang berpikir jika Yoongi juga merasakan kesepian saat keduanya berpisah, ternyata tidak seperti yang dia pikirkan. Lirik lagu itu seperti menampar wajahnya agar sadar pada kenyataan, kenyataan tentang Yoongi yang membencinya.
Gadis itu sangat menyesal dengan sikapnya yang keterlaluan, karena pada malam itu secara tidak langsung dia seperti tidak suka dengan lagu yang diciptakan Yoongi. Tapi, hanya karena dia tidak meminum obat rutin dia tidak bisa mengendalikan emosi pada malam itu.
Sora sedang duduk disalah satu kedai kopi yang berada dipusat kota, sudah hampir dua tahun ini Sora tidak diizinkan kemana-mana oleh Ayahnya. Bahkan hanya keluar rumah saja membutuhkan waktu yang cukup melelahkan demi membujuk sang Ayah.
Ini adalah hukuman yang diberikan Kang Dae agar Sora tidak berbohong lagi dengannya, juga sebagai pelajaran bahwa seharusnya anak gadis menghabiskan banyak waktunya dirumah berbeda jauh saat dia masih kuliah dan lebih sering menghabiskan waktu diluar demi mendapatkan nilai terbaik. Sedangkan lanjutan kuliah Sora yang di Jerman terpaksa dihentikan karena perintah dari Kang Dae, Ayahnya sudah tidak berminat lagi.
Selama dirumah Sora juga tidak bisa diam, dia melanjutkan tulisan untuk buku ketiga tentang Antropologi. Jadi selama dia dirumah dia bisa menghasilkan buku pelajaran, itulah sebabnya Sora selalu mempunyai uang, hasil penjualan buku itu masuk kedalam kantongnya.
Sora kembali memikirkan untuk kembali ke Korea, tapi ketika mengingat Ayahnya dia mengurungkan niat itu. Sora masih takut jika Ayahnya kembali marah padanya, bahkan kemarahan waktu itu saja masih terekam jelas dikepalanya.
"Aku rindu bodoh."
Sora kembali memutar lagu yang sebenarnya terlalu menyakitkan untuknya didengar kembali, suara alunan piano yang pastinya dimainkan oleh Yoongi terdengar sangatΒ indah ditelinga, dia jadi teringat dengan usulannya tentang menambahkan sedikit alunan piano dilagunya. Dan Yoongi mengabulkannya, juga sekaligus menyindirnya, lagu yang sempurna untuk didengar.
Vote & Comment kalian sangat berarti bagiku. Makasih teman semua yang udah baca.
Purple U ππ