Our Fate

Our Fate
Sweet



Sora tidak bisa mengatur kegugupannya saat ini, kaki yang masih diatas pedal pun tak berhenti bergerak. Sora sedang berada diparkiran bandara menunggu dua orang lelaki yang sejak sejam yang lalu ditunggu, tapi belum juga muncul.


Sehari yang lalu Han menelepon Sora dan mengatakan akan kembali ke Indonesia dan memintanya untuk menjemput di Bandara, dia juga memberitahu kapan dan jam berapa dia harus menunggu. Jika biasanya Han akan memilih naik taksi, lain halnya kali ini, Sora dengan senang hati menjemputnya karena Han kembali dengan seorang Min Yoongi, seorang idol yang digandrungi banyak gadis.


Yang menjadi kekhawatiran Sora adalah Yoongi yang pergi dari Korea tanpa didampingi oleh siapapun, tidak ada keluarga ataupun pihak agensi yang menemani. Dia pergi sendiri, Han hanya pelengkap perjalanan saja. Sora takut jika tiba-tiba ada fans yang mengenalinya dan berusaha mengambil gambar dan tentu saja akan menjadi berita hangat setelahnya.


Membayangkannya saja membuat Sora merinding.


Sora melihat Han berjalan sedikit terburu menuju parkiran, mereka sengaja bertemu disitu agar tidak menarik perhatian orang sekitar. Tapi penampilan Yoongi malah membuatnya menjadi pusat perhatian, bucket hat hitam dan masker menghiasi wajahnya, seharusnya Sora memberitahu Yoongi jika penampilan seperti itu malah menarik perhatian karena ini bukan Korea, ini Indonesia.


Han mengisyaratkan agar Yoongi segera masuk kemobil, dan Han dengan cekatan memasukkan semua barang mereka dibagasi mobil. Saat Yoongi masuk sudah ada Sora dibelakang kemudi, gadisnya semakin cantik saja.


"Hai." Sora menyapa terlebih dahulu.


Yoongi hanya mengangguk dan memakai sabuk pengaman tanpa berani menatap wajah Sora terlebih dahulu, sedangkan Sora hanya tersenyum kecil melihat Yoongi yang tidak bisa basa-basi sedikit pun.


Sora mengalihkan pandangannya saat Han mengetuk kaca mobilnya, Sora langsung menurunkan kaca jendelanya.


"Nuna pulang saja dengan Yoongi Hyung, aku sudah dijemput temanku." Ucap Han menjelaskan maksudnya.


"Teman atau pacar?"


Han hanya tersenyum karena Sora memang mengetahui Han sudah memiliki kekasih, tapi dia belum mengenalkan sama sekali.


"Jangan singgah, kita makan malam dirumah." Lanjut Sora yang mendapat jempol dari Han, dan setelahnya Sora memacu lambat mobilnya.


"Kenapa dia tidak ikut?" Tanya Yoongi yang tidak mengerti bahasa Indonesia yang digunakan kedua kakak adik itu.


"Dia dijemput pacarnya." Jawab Sora sembari memutar halus kemudi dan mendapat perhatian penuh dari Yoongi.


"Aku tidak menyangka kau terlihat lebih sexy saat mengemudi."


"Lalu bagaimana saat perjalanan ke Daegu, kenapa baru sadar sekarang?"


"Saat itu 'kan aku tidur, jadi aku tidak memperhatikanmu."


Sora mengedikkan bahunya, mobil itu sudah masuk kejalan raya saat itu Yoongi melepaskan topinya.


"Cukup panas disini." Ucap Yoongi sembari menurunkan maskernya.


"Apa kau hangus?"


Yoongi tersenyum dengan candaan Sora, lelucon vampir yang masih berlanjut. Setelahnya tidak ada yang berani memulai obrolan, keduanya terlalu gugup dan canggung dengan situasi saat ini, keduanya harus mempersiapkan diri menghadapi ayah Sora.


Yoongi lebih tertarik dengan pemandangan jalan raya di Indonesia, sedangkan Sora lebih fokus dengan jalan yang dilaluinya. Kedua orang itu juga tidak ada niat untuk menghidupkan radio atau musik, setidaknya bisa membunuh keheningan saat ini.


"Bagaimana perjalananmu?"


"Ya begitulah. Han cukup menyenangkan."


"Sepertinya seru."


"Hm."


Sora sudah bisa menebak setiap obrolan yang dia ciptakan, Yoongi bukan tipe orang yang suka basa-basi dia lebih suka mengatakan hal yang menjadi pikirannya saja, Sora tidak mempermasalahkan itu Sora juga tidak bisa memaksa Yoongi agar lebih banyak bicara. Yoongi bisa menjadi sosok yang menyebalkan jika sudah bicara terlalu banyak.


"Eomma merindukanmu, juga masakanmu."


"Apa kau sudah siap jika aku akan lebih disayang oleh Eomma?"


"Sepertinya aku akan cemburu nantinya." Yoongi menundukkan kepalanya dan menatap Sora dalam, dia merasa belum puas menatap kekasihnya itu.


Sora tertawa saat mendengar jawaban Yoongi, dia sedikit melirik pria itu yang sudah menatapnya, Sora ingin sekali memeluknya tapi dia harus segera sampai dirumah karena ayahnya sudah menunggu dirumah.


"Sora-ya..." Yoongi menarik nafas demi menyamarkan kegugupannya. "Maaf aku belum bisa memberikan yang terbaik."


Mendengar itu Sora segera menepikan mobilnya, tidak peduli jalan itu memperbolehkan mobil untuk parkir atau tidak, selagi tidak ramai pasti boleh parkir begitu pikirnya, jika pun ditilang karena melanggar lalu lintas dia tidak peduli lagi.


"Oppa." Sora sedikit memutar tubuhnya agar bisa leluasa melihat Yoongi. "Jangan berpikir seperti itu lagi, aku baik-baik saja."


"Aku hanya takut kau pergi." Balas Yoongi yang tidak bisa fokus lagi menatap Sora, bola matanya bergerak kesana kemari, tangannya juga menggaruk tengkuk kepala karena merasa gugup.


"Aku tidak akan pergi. Kita akan baik-baik saja." Sora mengucapkan kalimat yang sudah pernah diucapkan Yoongi sebelumnya.


Yoongi tidak salah memilih.


🍁🍁🍁


"Apa kau yakin dengan keputusanmu?" Tanya Kang Dae pada Yoongi.


Saat ini mereka sedang berada di gazebo yang ada dihalaman belakang rumah, keduanya menatap kolam renang yang bergerak tenang akibat hembusan angin. Sesaat setelah mereka selesai dengan makan malam, Kang Dae meminta Yoongi untuk ikut memberi makan ikan peliharaannya. Padahal itu hanya alasan Kang Dae agar bisa leluasa mengobrol berdua dengan Yoongi.


"Saya sudah pikirkan ini sejak lama, apapun resikonya saya akan hadapi." Yoongi juga ikut memandang lama kolam yang ada didepannya.


"Saya juga ingin minta maaf, karena saya banyak kekacauan yang terjadi dikeluarga ini." Lanjut pria berkulit pucat itu.


Kang Dae berdiri dan berjalan mendekati kolam ikan dan Yoongi ikut menyusul dari belakang, tangan kirinya mengambil makanan ikan dan membaginya pada Yoongi agar pria itu ikut memberi makan ikan kesayangannya.


"Aku sangat menyayangi anakku, saat kau mengambilnya dariku seperti ada yang hilang dariku. Aku takut dia melupakanku." Kang Dae melempar kecil makanan ikan yang segera dilahap.


"Tidak mungkin, sampai kapanpun Sora akan menjadi anak baik yang tidak akan melupakan ayahnya." Yoongi ikut memberi makan ikan-ikan berwarna-warni itu. "Kami akan sering berkunjung kesini."


"Semoga saja." Timpal Kang Dae.


"Tapi, jika suatu saat nanti kau menyakiti hatinya, aku masih mampu menjaganya." Ucap Kang Dae dan menepuk bahu Yoongi dan berjalan masuk kedalam rumah dan meninggalkan pria itu dipinggiran kolam.


Yoongi tidak bisa membalas lagi, hatinya berkecamuk saat ini. Ada keraguan jika suatu saat Sora menangis karena dirinya, atau Yoongi yang bisa kapan saja menyakiti hati Sora. Yoongi ragu saat itu juga.


Lamunannya buyar saat dia tidak lagi melihat kolam dengan ikan yang berenang didalamnya, melainkan gelas dengan cairan kental berwarna hijau menghalangi pandangannya saat ini.


"Jus Alpukat? Enak loh." Yoongi mengalihkan pandangannya kekiri saat orang yang dipikirkannya muncul tiba-tiba disampingnya.


Yoongi mengambil gelas itu dan memperhatikan Sora dari ujung kaki sampai kepala, dia memakai jubah handuk tidak bisa menebak pakaian seperti apa dibalik jubah itu, Yoongi juga tidak tahu, tapi gelagatnya seperti hendak berenang.


"Kenapa?" Tanya Sora yang bingung dengan tatapan Yoongi.


"Baru selesai mandi?"


"Oh ini, aku mau berenang, rutinitas biasa." Balas Sora dengan cengiran lebar.


"Kau tidak takut sakit?" Yoongi kembali bertanya.


"Buktinya aku baik-baik saja." Cengiran lebar tetap menghiasi wajahnya. "Cepat habiskan itu aku berenang sebentar."


Yoongi hanya memperhatikan gerakan Sora saat melepas pakaian itu, dibaliknya terpasang pakaian renang ketat yang mengikuti lekuk tubuhnya. Tato dibahu kanannya pun tidak luput dari pandangan Yoongi, walaupun tidak menggunakan bikini tapi pakaian ketat itu sangat menggoda iman Yoongi.


Tubuh itu tenggelam sempurna saat Sora sudah menjatuhkan tubuhnya terlebih dahulu, bergerak indah dibawah air yang sudah disinari cahaya rembulan menambah keindahan ciptaan Tuhan itu.


Yoongi tidak dapat menahan dirinya lagi, lelaki itu masuk kedalam kolam renang tidak peduli dia masih memakai celana panjang, dia harus melakukannya sekarang. Cukup mendukung saat ini.


Yoongi berenang mendekat kearah Sora, saat Sora menjeda kegiatan berenangnya kepalanya muncul sempurna dan menarik nafas dalam-dalam, mengusap wajahnya yang masih menyisakan air saat itu dia terkejut dengan Yoongi yang muncul dihadapannya dan menarik pinggang Sora hingga kedua tubuh itu menempel sempurna.


"A-apa yang kau laku--"


"Hiduplah denganku, aku milikmu."


Yoongi meraih tangan kanan Sora mengangkatnya keatas air, kemudian Yoongi memasangkan cincin emas putih yang ditengahnya terdapat seperti parit yang mengikuti bentuk cincin yang jika diperhatikan lagi adalah hiasan batu permata yang berwarna campuran abu-abu kehijauan serta ungu melingkar mengikuti bentuk cincin.


Sora tidak dapat berkata-kata lagi, sikap Yoongi yang terlalu mendadak ini membuat pipinya panas saat itu juga. Walaupun ini jauh dari kata romantis seperti pasangan lainnya, Sora sangat menyukai ini. Yoongi romantis dengan caranya sendiri, Sora semakin jatuh cinta dengan lelaki dingin yang jauh lebih dingin dari kutub utara.


"Kenapa manis seperti ini sih." Sora memukul dada Yoongi pelan saat cincin itu sudah terpasang dengan baik dijarinya.


Yoongi diam tidak menanggapi Sora sedikitpun, dia hanya memandang wajah Sora yang malu dengan wajah datar. Jujur Yoongi ingin sekali menghabisi Sora malam ini, tapi dia harus kembali menahan diri.


"Aku mencintaimu Yoongi-ya." Ucap Sora pelan dan menatap mata Yoongi, dari tatapan itu Yoongi juga tahu bagaimana perasaan Sora.


"Aku tahu." Balas Yoongi sekenanya karena dia memang tidak bisa mengungkapkan secara langsung.


Sora yang mengerti sifat Yoongi hanya tersenyum melihat pria yang juga mencintainya itu, memandang wajahnya saja sudah menyenangkan hati. Wajah Yoongi semakin mendekat niat ingin mencium kekasih yang dirindukan ini, tapi Sora menghentikan dengan menarik wajah agar menjauh dari wajah Yoongi.


"Jika Appa melihatnya kita berdua bisa mati." Ucap Sora sembari mengusap pipi Yoongi, cincin yang dipakai berkilauan ditimpa cahaya.


Yoongi mengerti, tapi tidak ingin melewatkannya Yoongi menarik Sora kedalam air tanpa melepaskan tangan yang ada dipinggang Sora, tanpa membuang waktu Yoongi menyapa bibir Sora tak peduli didalam air mereka menyalurkan rasa rindu selama tidak bertemu, membalas setiap ******* hingga membutuhkan udara lebih karena jika terlalu lama didalam bisa membuat mereka mati karena rasa rindu.


Keduanya menarik nafas secara bergantian, tapi senyum diwajah tetap terkembang sempurna.


"Aku hampir mati." Sora masih tersengal.


Yoongi kembali menariknya masuk kedalam air.


Gimana? Komennya dong buat chapter ini, aku lumayan baper ngetik ini tapi aku gak tau nyampe gak bapernya sama kalian. review dong review 😍😍😍


Oh iya, ngerti gak maksud tulisan aku tentang cincin itu, jadi bentuknya bukan permata utuh, jadi kayak permatanya itu dihalusin kemudian ditabur parit cincinnya, ya jadi bentuknya ngikutin lingkaran cincinnya jadi sekilas kayak garis hitam. Aku coba cari gambar referensi tapi gak ada, berarti khayalan aku agak susah dicerna ya 😅😅


Semoga kalian suka chapter ini ya.


Vote & Comment aku tunggu ya, dan terima kasih sudah mencintai karya ini. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.


Purple U 💜💜💜💜💜