
"Kenapa harus memikirkan omongan haters??" Tanya Sora yang saat ini sedang didepan laptop sambil membaca komentar-komentar jahat dari penampilan Yoongi kemarin.
"Mungkin karena kau tidak berada diposisiku sebagai seorang public figure."
"Mungkin juga, tapi kalau aku pribadi aku akan membuktikan jika aku pantas untuk berdiri disitu. Aku akan menghasilkan banyak lagu yang indah untuk mereka yang menyukaiku." Sora membenarkan posisi duduknya menghadap Yoongi.
"Sebaiknya ubah pola pikirmu yang terlalu berfokus dengan mereka yang membencimu, berikan perhatianmu pada mereka yang mencintaimu." Sekarang ini Sora terlihat seperti orang tua yang sedang menceramahi anaknya.
Sora lalu mengambil selembar kertas dan menggambar sebuah titik hitam ditengah kertas itu dengan spidol. Kemudian memanggil Yoongi yang sedang duduk didepan komputer yang ada di studio-nya.
"Hey sepupu Edward Cullen! Lihat aku."
"Berhentilah memanggilku seperti itu." Balas Yoongi malas-malasan.
Sora tidak memperdulikan protes Yoongi dia lebih fokus mengangkat kertas tadi.
"Apa yang kau lihat?"
Yoongi sedikit mengerutkan alisnya karena merasa pertanyaan Sora tidak berguna sama sekali.
"Itu hanya sebuah titik." Jawab Yoongi.
Sora segera menepuk tangannya dengan kuat yang mengejutkan Yoongi.
"Apa kau memang selalu heboh seperti itu?" Yoongi cukup risih dengan sifat heboh Sora.
"That's the point!" Lagi-lagi tidak peduli dengan apapun yang keluar dari mulut Yoongi.
Sora beranjak dari sofa dan duduk dipangkuan Yoongi, hal yang sangat tiba-tiba membuat lelaki itu risih.
"Bayangkan jika orang yang membencimu itu adalah titik hitam ini, kemudian yang mencintaimu adalah bagian putihnya. Saat kau mengucapkan apa yang kau lihat adalah titik hitam itu berarti kau lebih fokus pada mereka yang membencimu dan memilih hidup seperti keinginan mereka. Tapi kau tidak mengindahkan bagian yang putih, mereka yang mencintaimu."
"Jika kau menutupi titik hitam itu dengan stiker yang kita anggap sebagai karyamu juga bisa jadi senjata buat mereka untuk membungkam mulutnya, lalu apa yang tersisa? Kau dan penggemarmu."
Sora turun dari pangkuan Yoongi karena sudah merasa selesai menjelaskan apa yang dia maksud, kembali duduk di sofa dan memakan buah pir tanpa memotongnya terlebih dahulu.
Yoongi menatap kertas yang tadinya dia kira hanya kertas biasa menjadi bermakna karena seorang gadis mengubah cara berpikirnya, Sora yang dia anggap gadis perusuh di studio-nya bisa bermanfaat dengan wejangan kilat yang keluar dari mulutnya.
Dia menatap lekat kertas putih itu dan kemudian menatap Sora yang sedang memakan buah sebagai penghilang laparnya. Yoongi bersyukur Sora selalu merubah cara pikirnya yang setiap kali dia kesal dan menyalahkan dunia atas ketidakadilan pada dirinya, bisa menjadi lebih bersyukur atas apa yang diterimanya.
Yoongi akui sebulan terakhir ini dia merasa "diselamatkan" oleh Sora.
"Kau mahir bermain piano, kenapa tidak sisipkan sedikit di lagumu?" Tanya Sora sembari membersihkan tangannya dari tetesan sari buah pir.
"Aku akan pikirkan nanti."
"Mau makan? Aku akan pesan ayam." Tanya Sora yang selalu mendominasi obrolan.
"Terserah kau saja."
"Baiklah, aku akan pesan tteokbokki juga membayangkannya saja sudah membuat perasaanku senang."
Yoongi sedikit tersenyum saat mendengar Sora yang sedang berbicara sendiri dengan ponsel ditangan untuk memesan makanan yang diinginkannya, selama dia kenal dengan Sora, gadis itu memiliki nafsu makan yang cukup tinggi dia bisa memakan apa saja asalkan tidak mengandung nasi. Tapi yang jadi pertanyaan besar adalah tubuhnya yang tetap kurus walaupun makan dalam porsi cukup besar.
Sora juga tidak melakukan olahraga untuk menjaga tubuhnya, Yoongi terlalu bingung melihat gadis ajaibnya itu.
Yoongi mendengar suara ponsel berbunyi, saat ingin mencari tahu arah ponsel yang berbunyi itu suara Sora terdengar menyapa seseorang dipanggilan teleponnya.
Yoongi terkejut saat Sora berteriak kaget karena seseorang diseberang telepon itu.
Mungkin sebentar lagi telinga Yoongi akan mengeluarkan darah karena teriakan Sora yang selalu heboh itu.
Sora juga menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara yang semakin menyulitkan Yoongi untuk mengerti apa yang mereka bicarakan, entah sejak kapan Yoongi ingin mengetahui urusan orang lain.
"Yoongi-ya."
"Hhmm."
"Sid sudah di Korea." Suara Sora sangat pelan saat ini, takut jika Yoongi tidak suka mendengarnya.
"Bukan urusanku." Yoongi tidak peduli dengan siapapun itu bahkan namanya juga baru saja dia dengar.
"Apa kau tidak ingin tahu siapa itu Sid." Tanya Sora lagi yang memang belum pernah mengatakan soal Sid.
Yoongi menghela nafasnya berat, seolah sudah sangat lelah dengan kelakuan Sora satu hari ini. Yoongi benar-benar tidak peduli dengan Sid, tapi sepertinya gadis itu ingin sekali Yoongi mengetahuinya. Yoongi akan mendengarkannya kali ini.
"Lalu, siapa dia?"
Senyum Sora terkembang lebar yang memunculkan seluruh gigi putihnya yang ditatap enggan oleh Yoongi.
"Dia lelaki yang dipilih Ayahku untuk menjadi suamiku. Bisa dibilang tunanganku."
Tidak ada ekspresi terkejut atau apapun itu yang dilakukan Yoongi, dia hanya menatap datar gadis didepannya itu yang seketika mendatangkan kekecewaan diwajah Sora. Sulit mendapat perhatian Yoongi.
"Apa itu saja?"
"Jika kau tidak cepat-cepat melamarku, aku akan menikah dengan dia."
"Apa kau mencintainya?"
"Tidak."
"Lalu untuk apa percaya pada takdir jika kau takut menikah dengannya?"
Sora membeku tidak menyangka jawaban seperti itu yang keluar dari mulut seorang Yoongi, niat hati ingin memancing Yoongi agar dia mau mengungkapkan perasaannya pada Sora seperti apa tetapi yang terjadi adalah dia yang mengatakan semua secara gamblang kalimat yang pernah dikatakannya pada Yoongi berbalik laginpadanya. Kenapa lelaki ini sulit sekali mengungkapkan perasaannya.
"Apa itu artinya kau akan menikah denganku?"
"Aku tidak berkata seperti itu."
"Bukan berarti aku akan menikahimu." Yoongi menggaruk kepalanya frustasi, mulai sekarang dia harus berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu. Sora terlalu pintar memutar balikkan sesuatu agar dia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Begitu ya, berarti hari ini aku tidak bisa menemanimu membuat lagu." Ucap Sora berpura-pura sedikit sedih.
"Kenapa?" Tanya Yoongi yang terpancing dengan wajah sedih Sora.
"Karena aku harus menemui tunanganku." Balas Sora dengan sedikit penekanan pada kata tunangan.
"Terserah kau saja." Balas Yoongi yang langsung memutar kursinya seakan tidak peduli lagi dengan gadis satu ini.
Sora benar-benar kecewa dengan Yoongi, sekeras apa pun dia berusaha sekeras itu juga Yoongi menolaknya. Tapi Sora masih bersyukur karena Yoongi masih mau berteman dengan dirinya, atau lebih bersyukur lagi Yoongi tidak mengusirnya.
"Baiklah, makanannya sudah dalam perjalanan aku juga sudah membayarnya. Aku juga membelikan Namjoon dan Hoseok jangan lupa untuk membaginya."
Sora merapikan semua barang-barangnya yang ada dimeja dan mengambil botol minum bergambar kumamon yang sudah terisi sari buah apel, dan melangkah pergi.
"Aku tinggal laptopku jika ingin pakai, password-nya tanggal lahirmu. Aku akan kesini lagi besok. Aku pergi dulu."
Sora segera menutup pintu studio Yoongi, dan bergegas mencari taksi agar cepat sampai ke flat yang sudah ada Sid disana. Dia harus segera sampai karena Sora belum memberitahu password flat yang sudah digantinya dua hari yang lalu.
Yoongi menatap layar komputernya yang menampilkan aplikasi pembuat lagu dengan tatapan kosong, ada rasa aneh yang merasuki hatinya seperti kesal karena Sora yang tidak menemaninya atau karena Sora pergi menemui lelaki yang menjadi tunangannya. Yang dia tahu dia tidak suka Sora pergi meninggalkannya.
"Shit! Kenapa aku kesal?!" Erang Yoongi sambil menggaruk kepalanya dan memutar kursi kerjanya.
Yoongi menyandarkan badannya dikursi dan tidak sengaja menatap laptop Sora, dia juga masih bingung kenapa gadis itu meninggalkan laptop yang sengaja dikuncinya, pastinya ada hal penting yang tidak boleh orang lain tahu dan bodohnya Sora yang memberitahu Yoongi password laptop tersebut karena sudah sangat percaya dengan Yoongi.
Ditambah lagi kata kuncinya adalah tanggal lahir Yoongi.
Lelaki itu semakin penasaran apa isi laptop dari seorang anak pintar seperti Sora, jika Namjoon dengan IQ 148 mempunyai komputer yang isinya video tanpa busana, lalu bagaimana dengan folder Sora apa seperti Namjoon juga atau kebalikannya. Yoongi semakin penasaran dengan itu semua.
Yoongi segera menuju sofa dan meraih laptop dengan harga mahal itu kepangkuan Yoongi, menghidupkannya dan mencoba memasukkan tanggal lahir dirinya.
"Kita lihat, apa benar dia sesuka itu padaku." Gumam Yoongi.
Dan matanya melebar saat laptop itu menampilkan layar utama dengan gambar kumamon sebagai wallpaper-nya. Yoongi sedikit menarik bibirnya samar, ternyata Sora sangat menyukainya, hingga apa yang Yoongi suka dia juga menyukainya.
Yoongi segera beralih ke folder penyimpanan, dia memperhatikan satu persatu isi folder yang kebanyakan tugas kuliahnya. Dia membuka salah satu folder yang isinya juga folder yang sudah dinamai dengan nama yang kurang Yoongi mengerti, dia menelusuri semua folder itu dan menemukan nama mentawai disana. Nama suku yang pernah diceritakan Sora, dan bagaimana dia mendapatkan tato dibahunya.
Yoongi membuka folder itu dan menemukan banyak foto Sora dan teman-temannya, lalu membuka salah satu foto yang hanya ada Sora disana. Sora benar-benar memakai pakaian suku itu tanpa penutup atasan, hanya kain merah yang melilit dipinggang sebagai penutup bagian bawah. Jika Yoongi memperhatikan lagi pakaian perempuan yang lain hanya bertelanjang dada tanpa menggunakan bra, hanya Sora yang menggunakan bra berwarna hitam dengan hiasan kepala juga kalung dengan warna cerah seperti benang wol yang bertengger dilehernya.
Foto itu sangat indah menurut Yoongi, pesona Sora muncul bersamaan dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Tato dibahu juga tidak luput dari pandangan Yoongi, matanya tidak lepas dari foto itu walau sudah lima belas menit memandangnya.
Wajah Sora terlihat sangat bahagia ada dua kemungkinan yang dipikirkan Yoongi saat ini, wajah bahagia karena bisa menang melawan temannya yang sangat sulit masuk ke suku itu dan yang kedua adalah karena itu memang hal yang disukainya.
Gadis ini benar-benar unik, begitu pikir Yoongi.
Setelah puas melihat semua hasil kerjanya saat kuliah, Yoongi beralih ke folder yang lainnya. Yoongi tertarik dengan folder yang berjudul ***** dan segera membukanya, ada beberapa video singkat disana mungkin sekitar delapan video Yoongi membuka salah satunya.
Video pertama yang dibukanya hanya sebatas sekumpulan orang yang sedang menikmati minuman sambil tertawa didalam klub malam, hal yang sudah biasa Yoongi jumpai disini. Dia kembali melihat beberapa video singkat lainnya yang tidak jauh berbeda dengan yang pertama kali dia lihat, dia juga mendengar suara Sora dibeberapa video itu.
Hingga dia sampai divideo selanjutnya, kali ini kameranya mengarah kearah Sora yang sudah mabuk dan hampir tertidur diatas meja, tetapi lelaki yang merekam Sora itu berulang kali menyentuh pinggang Sora yang saat itu menggunakan crop t-shirt berwarna putih dengan skirt jeans diatas lutut. Yoongi melihat tangan lelaki itu mencoba menyadarkan Sora agar segera pergi dari tempat itu, tapi Yoongi tidak suka melihatnya karena menyentuh pinggang yang tidak dilapisi kain itu.
Video itu terus berlanjut sampai Sora dipapah oleh lelaki itu, Sora menyandarkan kepalanya dibahu lelaki itu dan arah kamera juga berubah kearah siperekam. Mereka berdua tertawa dengan hal yang tidak dimengerti Yoongi hingga lelaki itu mencium pipi Sora dengan rasa sayang, Sora mendorong kepala lelaki itu agar menjauh darinya.
"Aku mencintai lelaki itu. Si Bodoh. Min Yoongi."
Setelah itu video tersebut berakhir, menyisakan Yoongi yang terlihat emosi karena lelaki itu terlalu dekat dengan Sora. Mungkin Yoongi sudah tidak waras karena perasaannya sekarang seperti terbakar rasa cemburu.
Dia melihat video yang terakhir, suasana hotel mendominasi latar belakangnya lalu kembali menyorot dua sejoli itu, yang tidak habis pikir Yoongi adalah bagaimana bisa lelaki itu masih merekam padahal Sora sudah mabuk berat dan terus menggoda gadis itu.
Gadis itu berjalan terhuyung dengan lengan lelaki itu sebagai penyanggah Sora untuk tetap berdiri, hingga masuk kedalam salah satu kamar hotel dan menuntunnya menuju tempat tidur. Sora yang langsung menjatuhkan tubuhnya yang masih direkam lelaki itu dalam posisi telentang hingga bajunya tersingkap hingga menunjukkan sedikit bra putihnya, Sora memegang kepala yang diyakini Yoongi sedang menahan sakit kepala akibat alkohol. Terjadi percakapan diantara keduanya di video itu.
"Menikah denganku ya?"
"Tidak."
"Tapi aku mau."
"Berhentilah... aku pusing... aku tidak mau..."
"Jika aku hamili malam ini, bagaimana?"
"Aku... akan menghajarmu."
"Tubuhmu saja tidak mampu untuk berdiri bagaimana kau bisa menghajarku?"
"Pergilah Sid, kepalaku sakit..."
"Tidak sekarang sayang, mari bersenang-senang terlebih dahulu."
Selanjutnya yang dilihat Yoongi adalah lelaki itu menjulurkan lidahnya dibagian tubuh Sora yang tidak ditutupi oleh kain, menciumi tubuhnya hingga naik keatas lehernya kemudian video tersebut mati dan tidak merekam lagi aktivitas keduanya.
Yoongi mengepalkan tangannya, kesal karena dia sudah ditipu oleh seorang Sora yang mengatakan dia tidak pernah melakukannya dengan lelaki manapun, dia juga kesal karena lelaki itu juga sudah memanfaatkan kesempatan saat Sora sedang lemah dan tidak bisa melawan.
Yoongi menutup laptop yang sedari tadi dimainkannya, menghempas kasar tubuhnya dan mengumpat kekesalannya pada Sora.
"Gadis brengsek!"
Yoongi bingung harus melakukan apa, mereka tidak mempunyai status dalam hubungan tapi dia tidak suka Sora terlalu dekat dengan lelaki lain. Apa yang harus dia katakan jika bertemu dengan Sora yang sudah menipunya. Yoongi tidak tahu perasaan macam apa ini, Yoongi membenci Sora.
Dia juga membenci dirinya sendiri.
Thank you for Vote & Comment yang sangat berarti bagiku.
Purple u 💜
😊