
Aku ingin bernapas, aku benci malam ini
Aku ingin bangun, aku benci bermimpi
Aku terjebak di dalam diriku, aku sekarat
tak ingin kesepian
hanya ingin jadi milikmu
Mengapa begitu gelap?
tempat ini tanpamu
Ini berbahaya, aku hancur
Salamatkan aku, aku bahkan tak bisa mengerti diriku sendiri
Dengarkan hatiku
yang memanggilmu dengan sendirinya
Dalam kegelapan hitam ini
Kau adalah cahaya
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku membutuhkan cintamu sebelum aku jatuh jatuh
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku membutuhkan cintamu sebelum aku jatuh
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Bulan hari ini menyinari kekosongan ingatanku
Kegilaan ini telah menelanku
Tolong selamatkan aku malam ini
Tolong selamatkan aku malam ini
Tolong selamatkan aku malam ini
Dalam kegilaan yang kekanak-kanakan ini
Malam inilah yang akan memberi penyelamatan padaku
Aku tahu bahwa kau adalah penyelamatku
Satu-satunya tangan yang akan membelaku
Dari bagian yang menyakitkan dalam hidupku
Yang terbaik dariku, aku tak punya apa-apa, tapi punya dirimu
Sehingga bisa tertawa lagi, membuatku senang
Suara mu
Keluarkanlah
Dengarkan hatiku
yang memanggilku dengan sendirinya
dalam kegelapan hitam ini
Kau adalah cahaya
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku membutuhkan cintamu sebelum aku jatuh jatuh
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku bersyukur, untuk melakukan hal ini
Untuk memberiku sayap
Untuk memberikan sayap untuk orang sepertiku
Untuk memberikan itu semua pada kehancuranku
Untuk membangunkan penahananku
Untuk membangunkanku yang tinggal hanya dalam mimpi
Karena aku bangun sambil memikirkanmu
Aku membuang semua kesedihanku
terima kasih, untuk (aku dan kamu) menjadi โkitaโ
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku membutuhkan cintamu sebelum aku jatuh jatuh
Ulurkan tanganmu, selamatkan aku, selamatkan aku
Aku membutuhkan cintamu sebelum aku jatuh
Save Me - BTS
Sora menggaruk kepalanya frustasi saat mendengar lagu yang kembali dinyanyikan oleh seorang Yoongi, dia bingung saat ini, apa lagu itu memang sengaja diciptakan karena memang sekedar untuk dinikmati atau sengaja diciptakan untuk menyindir dirinya.
Sudah dua tahun ini Sora sama sekali tidak berhubungan dengan Yoongi, fakta menyakitkan yang dia ketahui adalah Yoongi tidak ingin berhubungan lagi dengan Sora, sahabat juga rekan satu grupnya yang mengatakan itu.
Yoongi membenci dirinya, tapi satu sisi seperti meminta dia kembali untuk berada disisi lelaki minim bergerak itu. Sora pusing harus seperti apa sekarang ini. Belum tentu semua lagu itu memang tercipta untuknya, tapi, mengingat kembali semua lirik yang diciptakan Yoongi adalah ungkapan secara tidak langsung yang dituangkannya dalam sebuah lagu memang untuk Sora.
Seketika Sora membenci Namjoon yang mulutnya selalu menyampaikan apapun perkembangan Yoongi.
Sora pusing saat itu juga.
Sora kembali masuk kedalam selimut yang bergambar Kumamon itu, gadis itu sudah sangat menyukai Yoongi, sampai apapun yang lelaki itu suka, Sora pasti akan menyukainya. Didalam selimut Sora kembali memutar pikirannya agar bisa bertemu dengan lelaki itu, tanpa sepengetahuan Ayahnya,ย tapi bergerak untuk membeli gula saja Ayahnya sudah curiga setengah mati.
"Kau tidak pengap didalam selimut itu siang hari begini Nuna?" Tanya Han yang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Biasakan ketuk pintu bodoh!" Seru Sora dalam selimut yang sedikit kaget mendengar suara adik laki-lakinya itu, sedangkan Han hanya mengedikkan bahu.
"Ada apa lagi kali ini?" Han sudah duduk dikursi tempat Sora belajar.
"Sudahlah jangan menggangguku, aku ingin sendiri."
"Kau sudah terlalu sering sendiri, aku khawatir padamu." Ucap Han dengan jujur.
"Kalau aku menceritakannya apa kau akan membantuku?" Tanya Sora sambil keluar dengan cepat dari dalam selimut.
"Dengan senang hati." Jawab Han ringan.
Sekarang Sora yang ragu akan mengatakannya atau tidak, jika dia melibatkan Han pasti Ayahnya semakin murka karena mengajak adiknya berkomplot membohongi Ayahnya.
"Sudahlah, tidak jadi."
"Kau ingin bertemu dengannya?" Suara Han memghentikan gerakan Sora yang akan kembali menyelimuti tubuhnya, tapi masih ragu dengan hatinya.
"Tidak, aku tidak mau melibatkanmu."
"Satu hal yang perlu kau tahu Nuna, Appa memang sangat menyayangimu dan juga lumayan keras padamu, tapi jangan lupakan aku juga anaknya, apapun yang aku inginkan, selagi baik untuk dijalani dia tidak akan menolak." Ucap Han dengan gaya congak.
"Ck. Percaya diri sekali." Balas Sora dengan senyum mengejek.
Han merasa harga dirinya sedikit diusik oleh kakaknya. Dia lantas tersenyum seperti tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
"Jika aku berhasil membawamu ke Korea, apa yang akan aku dapat?"
Sora menaikkan alisnya merasa ditantang oleh Han.
"Seluruh tabunganku untukmu."
Han cukup terkejut dengan ucapan Sora yang baru saja didengarnya, Han sangat tahu kakaknya itu sangat pandai mengolah uang, dan dia juga tahu tabungannya jauh lebih banyak dibanding dengan tabungannya, hasil dari otak pintar, usaha dan kerja kerasnya selama ini pasti banyak menghasilkan uang. Siapa yang tidak tergoda dengan uang, Han juga manusia.
"Oke deal!" Han langsung mengulurkan tangannya yang entah sejak kapan sudah berada didepan Sora.
"Jika kau tidak berhasil, aku akan mengambil semua uangmu."
"Kita lihat saja nanti." Balas Han sambil membuka pintu kamar Sora dan tersenyum seperti seorang yang menang taruhan.
๐๐๐
Mata sipit dari seorang lelaki yang sangat menggilai musik tak henti menatap layar komputer yang menampilkan aplikasi pembuat musik, jari-jari panjang miliknya bergerak lincah diatas tombol yang menghasilkan berbagai macam jenis suara yang masih terdengar aneh karena belum berirama.
Dua tahun semenjak ditinggal gadis berambut indah itu, membuatnya semakin giat menghasilkan lagu-lagu agar pikirannya tidak terus-menerus mengingat kenangan akan seorang Sora.
Beberapa lagu yang dia ciptakan pun mengutarakan isi hatinya, dia berharap dengan begitu Sora tahu akan isi hatinya. Walaupun dia juga tidak yakin gadis itu akan mendengar lagu yang dia ciptakan. Mengingat kembali saat mereka bertengkar dimana Sora yang seperti keberatan mendengar semua lagu yang Yoongi ciptakan.
Fokus Yoongi tiba-tiba menurun saat melihat lirik lagu yang dia tulis, lagu yang sangat mengungkapkan perasaannya saat ini.
Rindu.
Sangat Rindu.
Dia menatap lama lirik lagu yang dia tulis sekitar dua minggu lalu, karena ini bukan lagu yang dia nyanyikan sendiri, ada beberapa bagian yang harus diubah liriknya agar bisa didengar oleh semua kalangan, tapi, jika dilihat kembali lirik itu sangat menyentuh perasaan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Yoongi semakin rindu.
Dia tersadar dari lamunannya saat seorang staff mengetuk pintu studio miliknya, dia mengisyaratkan untuk masuk dan staff tersebut masuk dengan sebuah bingkisan lumayan besar ditangannya.
"Untukmu, dari Sora." Ucap staff itu yang memang sudah kenal dengan gadis yang suka bercanda saat sering ke Gedung BigHit.
Yoongi hanya mengucapkan terima kasih dan membiarkan staff tersebut meletakkan bingkisan yang dibungkus kertas berwarna coklat dengan pita berwarna ungu itu diatas meja tepat disamping komputer Yoongi, setelahnya staff itu langsung melenggang keluar tanpa bicara apapun lagi.
Yoongi menatap kesal bingkisan dari Sora, bagaimana bisa dia mengirimkan sebuah bingkisan setelah menghilang selama dua tahun. Seperti tidak ada kejadian saja.
Tapi dalam hati kecilnya dia cukup senang karena Sora masih memberikan sedikit perhatian untuknya, itu berarti Sora masih ada rasa untuknya.
Yoongi menyentuh sebuah kartu ucapan berwarna senada dengan pita yang melilit dibingkisan itu, membacanya dengan pelan.
Selamat untuk Mixtape pertamamu!
Yoongi memilih mengalihkan perhatiannya ke bingkisan yang semakin mengusik rasa penasarannya, apalagi kali ini, pikirnya begitu. Dengan perlahan Yoongi membuka lilitan pita berwarna ungu itu dan terkejut melihat isi dalam bingkisan itu.
Empat kaktus dalam pot kecil berhasil mengejutkan seorang Yoongi, bingkisan yang benar-benar diluar prediksinya. Sungguh gadis konyol.
๏ฟผ
Yoongi kembali menemukan sebuah catatan kecil, kali ini dengan tulisan yang sedikit panjang dan rapi.
Ciri khas Sora.
Hai Yoongi-ya,
Maaf aku belum bisa menemuimu saat ini, tapi aku janji akan segera menemuimu. Tunggulah aku.
Soal kenapa aku memberikanmu bunga kaktus, (aku yakin kau sangat terkejut :D)
Kau pasti tahu aku sangat mencintai bunga, jika aku memberikanmu bunga yang mengharuskan kau rajin menyiramnya, aku yakin dalam sehari bunga itu mati.
Jadi, aku putuskan memberi bunga kaktus karena kau pasti malas untuk menyiramnya, aku bersyukur ada tanaman yang dapat menyimpan air saat dia kekeringan, sekering hatimu.
Tapi ingat jangan terlalu sering menyiramnya, nanti dia akan busuk. Aku akan membunuhmu jika salah satu kaktus itu mati.
Oh iya, kenapa aku beri empat. Karena rak didalam studiomu terlalu gersang, kaktus ini membuatnya jadi lebih indah.
Aku yakin kau paham maksudku.
See ya!
Yoongi tidak munafik, dia senang saat Sora belum melupakan dirinya, Sora yang kembali mengiriminya sesuatu sebagai ucapan selamat atau dukungan. Dia juga paham maksud Sora yang mengibaratkan dirinya seperti kaktus, Sora sangat pintar menusuk dirinya secara halus.
Yoongi memang tidak suka terlalu diberi perhatian yang berlebihan, karena itu dia akan bergantung dan membuatnya lemah, seperti kaktus jika terlalu banyak disiram akan membusuk.
Sora sangat paham akan dirinya.
Yoongi ingin sekali menemui Sora tapi terlalu gengsi meminta nomor Sora dari Namjoon, tapi dia juga tidak sabar untuk bertemu gadisnya itu.
๐๐๐
Aku merindukanmuย
Mengatakannya malah semakin membuatku rindu padamu
Bahkan ketika aku memandangi fotomu
Aku masih merindukanmu
Waktu sangat kejam
Aku membencinya
Untuk saling berjumpa Meski hanya sekali
sekarang ini begitu sulit bagi kita
Disini seluruhnya musim dingin
Bahkan di bulan agustus sekalipun
Hatiku berpacu dengan waktu
Seakan ditinggalkan sendirian dalam Snowpiercer
Aku ingin menggenggam tanganmu
Dan berada di belahan dunia yang lain
Menyudahi musim dingin ini
Sebanyak apa kerinduan
Yang akan berjatuhan layaknya salju
Untuk menunggu musim semi datang?
Kawan
Layaknya serpihan kecil debu
Layaknya serpihan kecil debu
Yang berterbangan di udara
Andaikan aku salju yang bertebaran
Aku bisa menjumpaimu sedikit lebih cepat
Kepingan salju berjatuhan
Dan pergi lebih jauh sedikit demi sedikit
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Sebanyak apa lagi aku harus menunggu?
Berapa banyak lagi malam tanpa tidur ย yang mesti kulalui?
Hingga aku bisa melihatmu (Hingga aku bisa melihatmu)
Agar aku bisa berjumpa denganmu (Agar aku bisa berjumpa denganmu)
Melalui akhir musim dingin ini
Hingga musim semi datang kembali
Sampai bunga-bunga kembali mekar
Tinggallah di sana sedikit lebih lama lagi
Tinggal di sana
Kaukah yang berubah?ย
(Kaukah yang berubah)
Ataukah aku?ย
(Ataukah aku?)
Aku benci waktu yang menggulirkan moment ini
Kurasa kita telah berubah
Seperti halnya setiap orang yang berubah
Ya, aku membencimu
Bahkan meski kau telah meninggalkanku
Tak ada satu pun hari
Dimana aku mampu melupakanmu
Sejujurnya, kau kurindukan
Tapi kini aku akan menghapusmu
Karena hal itu tak lebih menyakitkan
Dari membencimu
Aku berusaha untuk membuatmu pergi karena kau kedinginan
Layaknya kabut, seperti kabut putih
Mengatakan aku akan melupakanmu
Namun sesunggunya, kau tak bisa kulepaskan
Kepingan salju berjatuhan
Dan pergi lebih jauh sedikit demi sedikit
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Sebanyak apa lagi aku harus menunggu?
Berapa banyak lagi malam tanpa tidur yang mesti kulalui?
Hingga aku bisa melihatmu (Hingga aku bisa melihatmu)
Agar aku bisa berjumpa denganmu (Agar aku bisa berjumpa denganmu)
Kau mengetahui segalanya.
Kaulah teman terbaikku
Pagi akan kembali datang
Karena tidak ada kegelapan dan musim
Yang bisa bertahan selamanya
Bunga sakura bermekaran
Musim dingin berakhir
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Aku merindukanmu (Aku merindukanmu)
Jika aku menunggu sedikit lebih lama
Jika aku terjaga beberapa malam lagi
Aku akan pergi untuk berjumpa denganmu (Aku akan pergi untuk berjumpa denganmu)
Aku akan datang menghampirimu (Aku akan datang menghampirimu)
Melalui akhir musim dingin ini
Hingga musim semi datang kembali
Sampai bunga-bunga kembali mekar
Tinggallah di sana sedikit lebih lama lagi
Tinggal di sana
"Ck. Rindu ya." Sora tersenyum saat mendengar lagu yang baru saja dia dengar dari kafe didepan komplek rumahnya.
Sora sadar lagu itu untuknya.
"Tunggu aku Min PD-nim."
Hallo!
Aku harap kalian semua tidak berhenti mencintai karya ini, Vote dan Comment sangat berarti buatku.
Purple u ๐๐๐