Our Fate

Our Fate
Striving



Degup jantung Sora belum juga berdetak normal sejak Yoongi mengatakan akan mengajaknya ke Daegu malam ini, kota yang menjadi bagian dari Korea Selatan, juga menjadi tanah kelahiran dari seorang lelaki yang sudah beranjak dewasa dan sudah bisa disebut sebagai seorang pria karena dengan beraninya melamar seorang gadis tanpa cincin sebagai pengikatnya.


Min Yoongi, pria yang sanggup memberantakan hati dari seorang Sora. Sedang serius menatap jalan dengan kecepatan yang pastinya akan cepat sampai jika seperti saat ini, Sora tidak masalah dengan kecepatan mobil yang dikendarai Yoongi, yang dia khawatirkan saat ini adalah terlihat jelas jika wajah Yoongi sangat lelah. Mungkin saat dia bertemu dengan Yoongi, pria itu baru saja selesai dengan urusan idolnya.


"Tidak apa kita pergi malam ini?" Tanya Sora hati-hati takut Yoongi akan memutar balik kendaraan karena mengira Sora belum siap.


"Aku sudah menghubungi Sejin Hyung, jadi tidak ada masalah karena dua hari kedepan aku libur." Balas Yoongi yang tetap fokus pada jalan.


"Tapi apa tidak lelah? Setelahnya kau harus pergi lagi ke Amerika 'kan?" Sora masih khawatir dengan kondisi Yoongi.


"Jangan terlalu khawatir, aku anggap ini sebagai bagian dari jadwal Bangtan."


Jika kalian bertanya pada Sora siapa orang yang paling santai didunia ini, Sora akan dengan cepat menjawab nama Min Yoongi, dia membalas perkataan Sora dengan kelewat santai padahal setengah mati Sora mengkhawatirkannya.


Saat Sora tahu Yoongi serius dengan ucapannya akan membawa Sora ke Daegu, gadis itu langsung menelepon Han dan menceritakan keadaan hanya sekedarnya saja karena Yoongi memang sangat terburu kali ini. Han tidak bisa berbuat banyak karena ini semua demi kebahagian Sora, Han selalu mendukung kakaknya.


Setelahnya Yoongi langsung bergerak menuju Daegu, bahkan mereka tidak membawa pakaian ganti, apalagi Yoongi akan mengatakan akan menginap disana. Jika pria itu aman karena pasti pakaiannya ada disana, lalu bagaimana dengan Sora, sangat tidak lucu meminjam baju ibu Yoongi saat baru pertama kali bertemu. Memikirkannya saja membuat kepala Sora sakit.


"Apa kau membawa obatmu?" Tanya Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya.


"Itu... aku selalu membawanya." Balas Sora ragu, dia juga tidak yakin membawanya atau tidak.


"Kau yakin?" Yoongi kembali bertanya dengan suara beratnya.


Sora tidak menjawab pertanyaan Yoongi, dia sedikit takut saat mendengar suara Yoongi yang seperti itu, jika dia tidak membawanya Yoongi pasti akan marah.


Yoongi memutar kemudi dan berhenti disalah satu apotik, Sora semakin gugup karena Yoongi hanya melihat Sora tanpa mengatakan apapun. Apa yang akan terjadi setelah ini.


"Aku bahkan tidak melihatmu membawa tas, apa baju itu memiliki kantong? Sepertinya tidak, lalu dimana kau menyimpan obatmu?" Tanya Yoongi yang persis seperti polisi yang sedang mengajukan pertanyaan bertubi pada seorang penjahat.


"Maaf, aku juga lupa ternyata aku tidak membawa tas." Sora hanya bisa menunduk karena takut Yoongi akan marah.


Yoongi hanya menghela nafas, kemudian turun dari mobil dan masuk kedalam apotik. Sora tidak yakin Yoongi akan mendapatkan obat yang dibutuhkan Sora, karena menebus obat itu membutuhkan resep dari dokter. Tapi tak lama kemudian Yoongi keluar dari apotik dan membawa sebuah bungkusan yang berisi obat, Sora tidak yakin Yoongi bisa mendapatkan obatnya.


Sora memperhatikan Yoongi yang berjalan, dan masuk kedalam mobil, Dia menyerahkan bungkusan tersebut pada Sora.


"Aku hanya bisa membeli obat anti depresan yang biasa, karena yang punyamu tidak dijual bebas. Aku tidak yakin bisa mengatasi atau tidak, tapi tidak ada salahnya berjaga saja." Ucap Yoongi sembari menyalakan mesin mobil.


Sora menyukai sikap manis Yoongi ini, walaupun terlihat cuek, dia adalah seorang yang sangat perhatian dan peduli. Sora yang awalnya takut menjadi hangat dengan sikap manisnya.


Sebelum memakai sabuk pengaman Yoongi membuka coat yang dipakainya, lalu memberikannya pada Sora tanpa mengatakan apapun, satu lagi bentuk perhatian Yoongi pada Sora.


"Terima kasih." Ucap Sora saat menerima coat Yoongi yang terasa hangat itu, walaupun kebesaran, dia tetap memakainya.


Setelah selesai memakai, Sora menyamankan duduknya karena perjalanan mereka yang cukup jauh, tapi Yoongi belum juga menjalankan mobilnya. Yoongi tetap memperhatikan Sora yang lagi-lagi tanpa mengatakan apapun.


"Kenapa tidak jalan? Apa ada yang salah?" Tanya Sora heran.


"Bagaimana aku bisa jalan jika kau belum memakai sabuk pengamanmu?"


"Ah, ini... aku lupa." Balas Sora dengan tertawa.


Tapi saat ingin menarik sabuk pengaman, tangan Yoongi sudah sampai terlebih dahulu, menarik dan memasang sampai terdengar suara klik diantara keduanya. Sora sangat gugup saat ini, kenapa tiba-tiba dia menjadi manis seperti ini.


"Kenapa gugup seperti itu?" Tanya Yoongi yang sudah mengendarai mobilnya keluar dari pekarangan apotik tersebut.


"Bagaimana aku tidak gugup, kau bersikap manis seperti itu." Balas Sora dengan wajah merah.


"Begitu saja sudah gugup, lalu bagaimana kalau kita bercinta? Mungkin kau akan pingsan."


"Ya! Kenapa kau mengatakan hal itu dengan ringannya!?" Sora terkejut dengan kalimat frontal Yoongi.


"Kenapa? Bukankah itu hal yang wajib dilakukan jika kita menikah nanti?" Balas Yoongi enteng.


"Bukankah itu hal biasa bagi pasangan suami istri?" Lanjutnya lagi yang semakin membuat wajah Sora memerah.


"Yoongi bodoh, itu membuatku malu." Balas Sora sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Yoongi menanggapinya dengan senyum kecil, gadis disampingnya ini terlihat sangat menggemaskan ingin rasanya dia memeluk dan mencubit gemas kedua pipi tirus itu, tiba-tiba Yoongi punya pikiran licik.


"Kau tahu, aku sangat ingin meremasmu saat ini. Sejak kapan kau berubah menggemaskan seperti itu?" Ucap Yoongi sembari menepikan mobil disalah satu pengisian bensin.


"Apa maksudmu?" Tanya Sora yang masih dengan wajah yang tertutup oleh tangan.


"Lihat aku." Yoongi kembali menurunkan nada suaranya sampai Sora merasa terhipnotis.


Tapi Sora lebih terpaku dengan keadaan mobil yang sudah berhenti di pengisian bensin yang terbilang cukup sepi, lebih tepat hanya ada satu petugas disana yang terlihat sudah sangat mengantuk. Pikiran Sora mulai kacau, apa yang akan Yoongi lakukan ditempat seperti ini. Oke, jika dia akan mengisi bensin, pasti dia berhenti tepat didepan mesin pengisi. Tapi saat ini dia memarkirkan mobil ditempat yang sedikit jauh.


"Kenapa berhenti?" Tanya Sora bingung dengan keadaan sekitar.


"Karena aku ingin meremasmu." Jawab Yoongi santai.


"Apa? Apa maksudmu?"


Sora merasa sedang menaiki wahana sekarang, Yoongi tiba-tiba saja merendahkan jok yang Sora duduki hingga sekarang posisinya tertidur, Yoongi segera melepas sabuk pengaman Sora dan merangkak naik keatas Sora.


"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Sora yang mendadak terkena serangan panik.


Sora semakin panik saat Yoongi melihat kearah dadanya, segera dia merapatkan coat yang dipinjamin Yoongi sebelumnya.


"Ya! Kau ingin meremas dadaku!? Kenapa kau berbuat mes--"


Yoongi segera menutup mulut Sora yang berteriak heboh saat ini, setelahnya dia tidak bisa bergerak lagi karena Yoongi menahan kedua tangannya yang sekarang berada diatas kepala Sora.


Yoongi menatap dalam kedua mata Sora, dia masih rindu dengan Sora, sangat ingin memeluk Sora, tapi melihatnya dalam keadaan seperti ini merubah pikiran yang tadinya ingin mengerjai Sora menjadi ingin sepenuhnya.


"Awalnya aku hanya ingin mengerjaimu saja, berpura-pura berbuat aneh dan memelukmu karena aku masih rindu. Tapi saat kau seperti ini--" Yoongi mengangkat tangan dari mulut Sora mengusap pelan dengan ibu jarinya menambah keinginannya untuk segera menciumnya. "--sangat menggoda bagiku."


Yoongi segera ******* pelan bibir sensual Sora, meski tidak tebal bentuk bibir Sora tergaris dengan sempurna, bibirnya berwarna pink alami, hal itu yang membuat Yoongi selalu tidak tahan setiap kali Sora berteriak heboh atau sedang berbicara biasa sekalipun, karena saat itu setiap orang pasti akan memperhatikan bentuk seksi bibirnya.


Sora hanya bisa mengikuti permainan yang diciptakan Yoongi saat ini, sekalipun dia menolaknya Yoongi pasti tidak akan melepaskan semudah itu. Yoongi mulai melepas cengkraman tangan yang berada diatas kepala Sora, segera tangan itu bergerak turun dan mengarah kedada Sora. Gadis itu cukup panik, awalnya dia mengira Yoongi hanya ingin mencium saja tapi ternyata dia membuktikan ucapannya.


Tangan dengan jari-jari panjang itu segera ditepis dengan tangan Sora saat ingin memposisikan diatas dada Sora, tapi kembali Yoongi memperdalam ciuman agar Sora semakin hanyut dalam gairah. Tangannya kembali lagi dan kali ini sudah tepat diatas dada Sora, tangan itu mulai meremas kecil gundukan yang sangat pas ditangan Yoongi, tidak besar namun juga tidak kecil.


Sora merasa tidak beres dengan kelakuan Yoongi, dia mendorong sekuat tenaga agar pria itu menjauh dan hasilnya tidak sia-sia, Sora melihat Yoongi menggaruk kepalanya kasar, yang meyakinkan Sora ada yang tidak beres dengannya.


"Ada apa denganmu?" Tanya Sora masih dengan posisi yang sama.


"Maaf, pikiranku sedang kacau. Maaf, aku tidak bisa menahannya. Maaf." Balas Yoongi yang kembali duduk dibelakang kemudi menjatuhkan kepalanya di setir mobil.


Sora kembali duduk dengan normal, merapikan kursi yang didudukinya dan menatap Yoongi lama. Sora bisa merasakan ada yang mengganjal pikiran seorang Yoongi, tapi dia juga kesal dengan Yoongi yang bertindak diluar kendali, dia harus menahan emosinya saat ini. Yoongi jauh lebih penting. Sora mengambil tangan yang ukurannya berbeda sangat jauh dengan tangannya, mengusap punggung tangan yang dihiasi urat yang menyembul seperti seorang pekerja keras, menciumnya sekilas kemudian lanjut memeluk lengan Yoongi dan menyandarkan kepalanya disana.


"Aku tahu kau lelah, kita bisa bergantian menyetir. Tapi sebelumnya kita makan dulu ya." Sora mendongak agar bisa melihat wajah Yoongi dengan jelas, dan pria itu pun juga ikut menatap wajah Sora.


Saat melihat Sora seperti ini dia merasa seperti seorang brengsek yang tidak tahu diri, jika Sora tidak mengerti dirinya pasti Sora akan meninggalkannya, itu termasuk pelecehan. Yoongi mengecup kening Sora lama, berharap hanya dengan itu dia tidak perlu lagi menceritakan apa yang terjadi padanya.


🍁🍁🍁


"Aku takut jika aku ternyata tidak bisa membahagiakanmu." Ucap Yoongi setelah menghabiskan satu kotak bento yang dibelinya di supermarket yang tidak jauh dari lokasi mereka parkir.


Saat ini mereka sedang istirahat makan setelah sebelumnya, mereka singgah terlebih dahulu membeli apa yang mereka butuhkan saat dijalan nanti. Sora juga membeli beberapa potong pakaian selama dia akan menginap dirumah Yoongi nanti, dia tidak mau mendapat kesan buruk dari calon mertuanya itu.


Saat dikasir mereka sempat berdebat kecil tentang siapa yang akan membayar, Sora menolak karena dia masih mampu membayar barang belanjaannya. Sedangkan Yoongi bersikeras membayar semua karena merasa dirinya seorang pria, tentunya wajib membayar belanjaan wanitanya. Dan berakhir dengan Yoongi yang membayar semua.


Sora juga sempat jengkel karena Yoongi menyinggung tentang pakaian dalam yang dibelinya, dia menggoda Sora saat dikasir dengan mengatakan bra yang dibeli Sora terlalu kecil dengan ukuran dadanya yang sekarang. Sora mengumpat Yoongi yang entah bagaimana bisa tahu ukuran bra seorang wanita, dan dia mendapatkan injakan keras dari sepatu Sora.


Dan Yoongi meminta maaf setelahnya.


"Kenapa harus khawatir? Buktinya aku selalu bahagia didekatmu." Balas Sora sembari melahap salad.


"Entahlah aku hanya takut saja kau berakhir meninggalkanku lagi."


"Satu hal yang perlu kau tahu Tuan Min, aku tidak pernah meninggalkanmu. Waktu itu Appa yang memaksa pulang karena dia sudah tahu kebenarannya, aku dilarang menghubungimu. Jadi, jangan merasa kau pernah ditinggalkan." Sora terlihat semakin dewasa sekarang, itu yang membuat Yoongi yakin segera menikahinya.


"Aku terburu menikahimu karena rasa takut ini, jika aku terlalu lama, pasti akan banyak yang mendekatimu." Ucap Yoongi dengan nada khawatir. "Dan juga,.. aku ingin segera menidurimu." Lanjutnya yang mendapat lemparan garpu plastik dari Sora.


"Mesum!"


Yoongi tersenyum dengan tingkah Sora yang sok jual mahal.


"Aku sudah melihat jadwal Bangtan lima bulan kedepan, kita harus menikah sebelum itu karena setelahnya kami sangat padat. Akupun tidak yakin kita berdua bisa berlibur atau tidak." Ucap Yoongi dengan nada sedikit menyesal.


Saat mendengar itu Sora sedikit kecewa, tidak munafik Sora juga ingin pernikahan seperti yang diinginkannya, mendengar kalimat yang keluar dari mulut Yoongi itu seperti dengan jelas mengisyaratkan semuanya agar tidak berharap terlalu lebih. Tapi Sora harus memahami pekerjaan dari seorang Yoongi.


Sora menggenggam tangan Yoongi dan tersenyum cantik, pria itu seperti mendapat kekuatan hanya dengan sikap manis yang dia tunjukkan. Jika Yoongi berharap ingin memiliki seorang pendamping yang tenang dalam menghadapi masalah, Sora adalah jawabannya. Walaupun Yoongi juga terganggu dengan sifat hebohnya, dan dia juga tidak terlalu mengerti tentang musik tapi Yoongi merasa itu bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan.


Karena tidak akan pernah ada jodoh seperti yang diharapkan setiap orang, pasti ada kekurangan dan kelebihan yang pastinya akan saling melengkapi.


Yoongi sadar ada rasa kecewa yang dia lihat dari mata Sora, tapi calonnya itu rela menyampingkan perasaan pribadinya agar Yoongi merasa nyaman dan tidak terbebani. Yoongi bersumpah tidak akan melepas Sora apapun alasannya, dia tidak peduli dengan orang yang akan membencinya nanti.


"Sebaiknya kita berangkat sekarang, agar tidak terlalu pagi sampai disana." Yoongi berdiri dan merapikan barang-barang yang dibeli tadi dan memasukkannya kedalam mobil.


Sora ikut berkemas dengan barang miliknya, Yoongi ikut membantu Sora membawa barang miliknya. Yoongi juga membawa pot yang berisi bonsai yang dibeli Sora sebagai buah tangan untuk Ibu Yoongi, pria itu senang sekali walaupun tidak ditunjukkan pada Sora, karena dia juga peduli dengan hadiah yang akan diberikan untuk Ibunya, itu berarti Sora bisa menyayangi orang tua Yoongi seperti dia menyayangi orang tuanya.


Untuk awal perjalanan panjang mereka, Sora yang mengemudi terlebih dahulu karena Yoongi terlihat sangat lelah saat ini, Yoongi tidak bisa menolak karena memang tubuhnya juga butuh istirahat. Setengah perjalanan mereka akan bergantian, Yoongi bersyukur karena Sora sangat mandiri dan bisa diandalkan.


Fakta yang semakin menguatkan tekadnya untuk segera memiliki, Yoongi membutuhkan Sora.


Yoongi juga mencintai Sora.


Please Vote & Comment ya teman-teman 😘


Purple U 💜💜