Our Fate

Our Fate
I'm Sorry



Dua pasang mata lelaki tidak lelahnya menatap setiap tetesan air dari selang kecil menuju nadi seorang gadis yang tengah terbaring ditempat tidur sebuah rumah sakit, rasa khawatir tersirat jelas dari keduanya. Rasa benci juga menyelimuti kedua lelaki itu pasalnya, kedua orang itu tidak saling suka satu sama lain.


Yoongi yang dengan bencinya menatap Sid tidak suka karena sedikitpun tidak beranjak dari sisi tempat tidur Sora, sedangkan Yoongi yang duduk disalah satu sofa yang tersedia dari kamar itu hanya bisa menelan kekesalan yang cukup sulit ditangani. Sid tidak hentinya mengusap rambut Sora, bagian paling disukai Yoongi.


Sangat terlihat jelas jika Sid sangat menyayangi Sora, tapi satu hal yang belum Yoongi ketahui bagaimana perasaan gadis itu pada lelaki yang selalu ada untuknya itu.


"Aku tidak menyangka dia memiliki depresi." Suara Sid tiba-tiba mengudara saat Yoongi sedang memijat kecil kepalanya.


"Dan aku tidak tahu sama sekali." Lanjutnya sembari tertawa kecil karena merasa bodoh.


Yoongi tidak tahu dalam situasi seperti ini harus membalas seperti apa, Yoongi juga merasa dibodohi oleh Sora.


Sora yang selalu menolong Yoongi disaat dia jatuh ternyata juga berada dijurang yang sama. Sekarang Yoongi baru mengerti kenapa Sora mengatakan dia sangat mengerti apa yang Yoongi rasakan.


Yoongi marah dengan Sora, sedih, juga takut. Tapi apapun yang dia lakukan saat ini pasti tidak ada gunanya, sebab ada Sid yang selalu ada disampingnya.


Sid menoleh saat merasakan pergerakan Sora yang mulai sadar dari tidur lelapnya, lelaki itu segera menggenggam erat tangan Sora yang langsung kaget karena ada Sid didepannya. Sora segera menepis tangan Sid.


"Kau membuatku kaget bodoh!"


Sid yang merasa sudah sangat sedih dengan keadaan Sora harus menelan pil kenyataan jika gadis itu tidak pantas untuk diberi perhatian lebih.


"Kapan sih kau bersikap manis sedikit saja padaku?" Sid tidak terima.


"Apa peduliku?"


"Kau ini calon istriku, kau harus bersikap manis padaku."


"Alasan macam apa itu?" Balas Sora dan berniat ingin memukul kepala Sid, tapi dia tercekat saat melihat tangannya sudah menempel jarum infus.


Sora menatap Sid serius, melayangkan tatapan ada apa pada lelaki berambut tebal itu. Sid tidak bisa menjelaskan secara langsung karena dia takut keadaan Sora semakin memburuk. Sid akhirnya berdeham untuk menyamarkan kegugupannya.


"Kau pingsan dikamar mandi, Aku terpaksa merusak pintumu karena kau kunci dari dalam." Yoongi tiba-tiba membuka suara saat Sid ingin mengatakan secara halus. Sid mengumpat karena mulut Yoongi yang tidak bisa di rem sama sekali.


Yoongi yang sejak tadi diam kini bersuara karena gerakan lambat Sid dalam menjelaskan apa yang terjadi pada Sora, setelah terbengong melihat tingkah Sid dan Sora yang jauh dari kata romantis dan lebih mirip seperti anak-anak, entah kenapa Yoongi jadi berpikir ulang tentang Sora sudah tidur dengan Sid.


Sora tidak bisa bergerak sama sekali, dia terlalu takut jika Yoongi marah dengannya. Sora yakin beribu kali jika Yoongi tahu riwayat sakit psikosomatik yang diderita Sora, dia baru saja ingat terakhir kali dia sadar dia sedang berada di bak mandi. Ingin rasanya Sora menggunakan ilmu sihir agar bisa berubah menjadi botol infus.


Hening yang terjadi diruangan itu, tidak ada lagi yang berani membuka suara setelah merasa aura yang berbeda masing-masing dari mereka.


"Sejak kapan kau mengidap..."


"Bisakah kau keluar sebentar Sid?" Potong Sora saat merasa aura Yoongi sangat berbeda dari biasanya.


"Kenapa?"


"Ada hal yang harus aku bicarakan dengan Yoongi."


Sid tidak merespon kalimat Sora, dia kesal karena Sora lebih memilih menjelaskan terlebih dahulu pada Yoongi dibanding dirinya. Sid memang harus melenyapkan Yoongi.


"Please."


Sid beranjak dari pinggiran tempat tidur dengan wajah marah, Sora sama sekali tidak memganggapnya. Sekilas Sid melihat Yoongi tersenyum kecil saat dia melewati Yoongi. Walaupun Yoongi tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua orang itu, akhirnya Yoongi paham saat Sid berjalan keluar dari kamar dengan wajah kesal. Sid mengutuk Yoongi.


Sora menunduk saat Sid sudah menutup rapat pintu kamar itu, Sora harus tenang dalam menghadapi masalah hal yang selalu diajarkan Ibunya.


"Maaf Yoongi-ya." Suara pelan Sora masih terdengar ditelinga Yoongi.


Sora terkejut saat tangannya digenggam erat oleh Yoongi bahkan semakin erat sampai Sora merasakan sakit. Yoongi yang entah sejak kapan sudah ada disampingnya, berdiri menatap Sora, mungkin sewaktu Sora menunduk dan mempersiapkan dirinya saat itulah Yoongi bergerak mendekat.


"Cuma satu pertanyaanku."


Sora mengangkat wajahnya melihat Yoongi dengan raut wajah yang sangat sulit untuk diartikan, Sora yakin Yoongi marah.


"Sejak kapan?"


Sora bingung harus menjawab apa, aura Yoongi menyebar keseluruh ruangan, Sora sesak akan itu. Sora kembali menundukkan kepala karena takut dengan Yoongi.


"Lihat aku." Tuntut Yoongi.


"Sejak SMA." Sora menjawab dengan cepat.


Yoongi tidak melepaskan pandangannya dari Sora. Jujur Yoongi ingin memeluk gadis yang mengalami hal yang sama dengannya, gadis yang selalu menolongnya saat mentalnya melemah, gadis yang selalu ceria walaupun berulang kali ditolaknya, gadis yang selalu mendukungnya, gadis yang selalu mencintainya.


Tapi Yoongi berpikir berulang kali setelah melihat kedekatan Sid dengan Sora, bagaimana Sid mencintai Sora, bagaimana Sid selalu ada untuk Sora. Banyak hal yang ingin dia tanyakan, tapi terlalu sulit untuk disampaikan bahkan hanya menggerakkan bibir sekalipun.


"Mulai sekarang tidak perlu menipu dirimu sendiri. Berhentilah. Aku baik-baik saja tanpamu."


Sora sangat mengerti maksud Yoongi, lelaki itu meminta Sora agar menjauhinya. Sora sangat tidak ingin itu terjadi, Sora sangat mencintai Yoongi.


"Yoongi-ya, bukan seperti itu maksudku. Aku sama sekali tidak ingin merahasiakannya, tapi disaat kau butuh tidak mungkin aku menambah bebanmu dengan mengatakan aku juga mengalami hal yang sama denganmu. Aku tidak ingin menambah kesulitan hidupmu, aku hanya ingin didekatmu. Ingin kau bergantung padaku. Aku mohon jangan seperti ini."


"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Maafkan aku."


Lagi-lagi Sora menangis, akhir-akhir ini dia merasa tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.


"Tidak, mungkin ini yang terbaik." Yoongi melepaskan tangannya dari Sora.


Sora terjatuh dari tempat tidur saat ingin menggapai Yoongi yang beranjak dari sisi tempat tidurnya, berusaha bangkit lagi tapi terhalang jarum infus yang menempel ditangannya. Yoongi tidak peduli sama sekali dengan Sora yang terjatuh karena kondisinya masih lemah dia tetap berjalan menjauh dan mendekati pintu.


Sora tidak peduli lagi hanya Yoongi yang bisa membuatnya bersemangat, dia tidak akan melepasnya.


"Yoongi tunggu!" Sora menahan lengan Yoongi sedangkan lengan yang satunya sudah mengambang diatas knop pintu.


Yoongi menoleh dan tidak sengaja melihat tangan Sora yang sudah banyak mengalir darah segar, gadis bodoh itu melepas paksa infusnya agar bisa menahan Yoongi.


Dengan gerakan cepat Yoongi mengangkat tangan Sora keatas agar darah tidak terus mengalir keluar, walaupun masih ada yang keluar sedikit yang penting tidak separah saat tangannya berada dibawah.


"Apa kau gila!?" Seru Yoongi kesal dengan tindakan bodoh Sora.


Sora berusaha mengatur nafasnya yang terasa sesak tiba-tiba. Darah tetap mengalir pelan melewati lengan mulusnya.


"Aku... mohon... jangan pergi."


Sora masih tersengal mungkin sebentar lagi dia kehilangan kesadarannya.


"Kita lawan rasa sakit ini bersama."


🍁🍁🍁


"SUGA!! SUGA!! SUGA!!"


Teriakan Army menggema diseluruh ruangan saat melihat idola mereka tampil dengan kerennya diatas panggung, tidak hentinya berteriak memberi dukungan terbaik untuk idola mereka.


Begitu juga dengan salah satu penggemar pertama Yoongi; Kang Sora gadis yang selalu mendukung Yoongi dalam hal apapun, gadis yang selama ini selalu memberikan hal positif baginya. Gadis yang selalu ditolak Yoongi tanpa menyerah memberikan cintanya sampai Yoongi terbiasa akan kehadiran Sora.


Gadis itu tengah berteriak heboh dengan slogan sepanjang satu meter ditangannya, tidak lupa ikat kepala dengan tulisan yang sama dengan slogan satu meternya;


"AKU MENCINTAIMU MIN YOONGI"


Jika boleh jujur itu hal yang sangat memalukan bagi Yoongi setiap kali dia mengarahkan pandangannya ketengah barisan penonton, tapi Yoongi mengantisipasinya dengan berpura-pura tidak mengenalnya.


Sora juga tidak melewatkan setiap momen yang menarik bagi matanya, contohnya seperti saat ini Yoongi melantunkan lagu ciptaannya dengan sebelah kakinya menyanggah pada speaker dan tubuh yang dihiasi oleh keringat. Sungguh pemandangan yang sangat indah menurut Sora.



Sora akan memakai gambar ini sebagai latar belakang layar ponselnya, bahkan dia terlihat sangat fanatik dengan Yoongi. Sora sudah gila, cinta membuatnya hilang akal.


Setelah satu jam berlalu, mini konser yang diselenggarakan akhirnya selesai. Semua member masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaian yang mereka kenakan tadi.


Sora sudah duduk dengan manisnya disudut ruangan, disana para staff cukup sibuk merapikan segala perlengkapan agar cepat diselesaikan. Sesekali dia ikut membantu merapikan pakaian atau sekedar menggulung kabel, Sora tidak memilih dalam perkerjaan yang akan dibantunya selagi dia masih sanggup dia akan melaksanakannya.


Sora baru saja selesai minum yang didapatnya dari salah satu staff yang tadi dibantunya, matanya melirik Yoongi yang baru saja keluar dari kamar pas dan dibelakangnya diikuti oleh asisten pribadi yang memang disediakan oleh perusahaan.


Sora bergerak menghampiri Yoongi, tangannya menenteng bungkusan yang dia bawa dari rumah kemudian duduk didepan Yoongi dengan senyuman cerah dimatanya.


"Aku buat sendiri, cobalah." Ucap Sora sambil menyodorkan makanan yang dimaksud.


"Apa ini?" Tanya Yoongi.


"Kukis coklat, aku yakin kau pasti suka." Balas Sora masih dengan senyuman diwajahnya.


"Jangan terlalu percaya diri, aku tidak terlalu suka manis."


Senyum Sora menghilang seketika, saat ingin mengambil kembali kotak kukis yang dia berikan Yoongi menahannya.


"Aku makan ini saja." Ucap Yoongi sambil membuka kotak berwarna merah muda, mengambil satu potong dan memakannya pelan.


Yoongi sedikit menaikkan alisnya saat dia sudah mengunyah habis gigitan pertamanya, rasa yang tidak terlalu manis sangat cocok menjadi teman kopi. Setelahnya dia mengucapkan terima kasih.


"Bantu aku habiskan ini." Yoongi meletakkan bungkusan berisi buah plum yang dibelinya sewaktu perjalanan menuju mini konsernya, dia beralasan meminta Sora untuk menghabiskan buah itu padahal dia sama sekali belum memakannya. Saat melihat buah segar dia teringat dengan Sora.


"Terima kasih Yoongi-ya."


"Bukankah kau tidak suka manis?" Ucap Kim Hyeri yang tiba-tiba muncul dibelakang Yoongi.


Yoongi hanya diam dan tidak merespon apapun saat Kim Hyeri mengambil kotak kukis itu membawanya dan membaginya dengan staff yang lain, Sora kesal luar biasanya. Semalaman dia bertempur dengan adonan kukis agar mendapatkan hasil yang sempurna lalu mendapatkan nilai lebih dari Yoongi ternyata berakhir dilambung staff lainnya.


Sora bukannya tidak ingin berbagi, dia sudah menyisihkan bagian untuk Yoongi karena dia juga membagikan pada staff yang lain bahkan sebelum para member datang. Sora harus menahan emosinya.


"Sejak awal pertama kali bertemu dengan Kim Hyeri, aku tidak suka melihatnya. Bagiku dia bukan orang baik, wajahnya terlihat seperti anak baik-baik tapi hatinya tidak baik sama sekali."


"Mungkin hanya perasaanmu saja." Yoongi menimpali sekenanya saja, karena menurut Yoongi, Sora hanya belum mengenal Kim Hyeri sepenuhnya.


"Terserah kau saja, aku hanya menyampaikan apa yang ada dikepalaku. Mungkin sekarang kau masih belum paham."


Yoongi tidak tahu lagi harus membalasnya seperti apa, saat ini dia terlalu lelah untuk mengerti maksud Sora. Karena menurut Yoongi tidak ada yang salah dengan Kim Hyeri.


Please Vote & Comment


Purple u 💜