
Sora berjalan lurus saat kakinya baru saja menginjak jalanan dipinggiran sungai Han, tungkainya terus bergerak menuju salah satu bangku taman dengan meja yang menjadi sekat diantara kedua bangku tersebut. Matahari sore menjadi pelengkap keindahan suasana disekitar sungai, hari ini tempat yang ditujunya cukup sepi.
Sora sengaja memilih tempat yang tidak terlalu ramai pengunjung, karena dia akan bertemu dengan salah satu idol yang akhir-akhir ini sedang digandrungi banyak perempuan diluar sana.
Ya, benar. Dia adalah Yoongi atau Suga, personil BTS.
Lelaki yang mengubah jalannya untuk menjadi seorang idol, menjadi dibenci karena dianggap berkhianat dengan rapper underground lainnya. Tapi hal itu tidak melunturkan semangatnya dalam berkarya, dia tetap menciptakan musik sesuai dengan hati nuraninya.
Sora duduk dibangku dan menikmati sinar yang sedikit menerpa tubuhnya, cahaya yang mulai redup karena malam akan segera tiba.
Dua hari yang lalu Sora sampai di Korea dengan selamat, jika kalian bertanya bagaimana dengan Ayahnya, jawabannya bisa ditanya dengan Han, adik jangkung yang berparas tampan itu bisa meluluhkan hati Ayahnya. Han mendapat pertukaran pelajar selama tiga bulan di Korea, selama menginjak bangku kuliah prestasi Han tidak kalah membanggakan dari kakaknya.
Dia mengatakan pada Ayahnya agar diberi izin pergi ke Korea, dia juga meminta agar Sora diberikan izin untuk menemaninya. Jelas Ayah mereka menentang keras keinginan Han, tapi Han pandai membuat alasan yang membuat Ayahnya tidak bisa menolak. Ini pertama kalinya Han ke Korea, sedangkan Sora sudah tahu seluk beluk tentang Korea, selama seminggu Sora diberikan waktu untuk menjadi pemandu Han. Sebenarnya alasan yang sangat konyol, tapi entah bagaimana Han bisa meluluhkan hati Ayahnya.
Sora memandang kosong air sungai yang bergerak tenang, dia ragu Yoongi akan datang menemuinya, sebelumnya dia meminta Namjoon untuk menyampaikan pesan agar menemuinya ditempat yang sekarang didudukinya. Sampai sekarang lelaki itu belum datang juga.
Hari ini cukup dingin, karena musim dingin belum sepenuhnya pergi dan berganti dengan musim yang baru. Sora cukup menyesal tidak mengenakan coat, dia hanya menggunakan turtle neck dress berwarna hitam berbahan rajutan tipis dengan panjang sebatas betis dan memiliki belahan disampingnya sampai kelutut, tak lupa ankle boots dengan warna senada.
Walaupun terusan itu lengan panjang tetap terasa dingin karena rajutannya terlalu tipis, Sora berulang kali menggosokkan telapak tangannya agar merasa hangat.
"Kenapa berpakaian setipis itu saat musim dingin belum berakhir?"
Sora segera mengalihkan pandangannya dan menemukan Yoongi yang berdiri dengan tangan kiri yang diselipkan dikantong, pakaian serba hitam yang selalu membuat jantung Sora berdebar menjadi pemandangan indah saat ini.
Sekilas Sora merasa pakaian yang dikenakan Yoongi kali ini tidak berbeda jauh dengannya, turtle neck, leather jacket, juga coat, celana hitam juga sepatu yang terlihat mirip dengan milik Sora. Oke, mereka terlihat seperti sedang berduka.
Yoongi berjalan mendekati Sora, meletakkan sebuah bunga berwarna ungu dengan pot berbahan kertas diatas meja mengalihkan pandangannya dari wajah Yoongi yang kali itu tidak menggunakan masker.
"Aku tidak tahu bunga apa ini, tapi sepertinya kau akan suka." Ucap Yoongi sembari duduk dibangku yang satunya, hanya meja dengan bunga diatasnya menjadi pemisah mereka.
Sora tersenyum senang melihat bunga itu, Sora juga baru melihat bunga yang sangat indah itu, dia akan mencari tahu tentang bunga itu diinternet. Sora kembali melihat Yoongi yang sedang menatap matahari yang semakin tenggelam itu, sudah lama tidak bertemu, Yoongi yang sekarang terlihat lebih dewasa dibanding sebelumnya. Rambut hitamnya menjadi pendukung utama raut dewasanya, karena yang Sora tahu, idol identik dengan rambut warna-warni.
Tidak ada yang memulai untuk berbicara terlebih dahulu, keduanya terlalu sibuk memikirkan kalimat apa yang harus diucapkan agar tidak menyakiti perasaan masing-masing.
"Terima kasih bunganya." Ucap Sora demi mencairkan suasana. Dan hanya dibalas dehaman kecil dari Yoongi.
"Aku... minta maaf untuk kejadian waktu itu, tidak seharusnya aku berkata kasar tentang lagumu." Lanjut Sora yang kali ini lebih berhati-hati dengan ucapannya.
Yoongi tidak membalas, dia terlalu takjub dengan Sora yang rela meminta maaf terlebih dahulu, disaat fakta sebenarnya Yoongi yang telah menyakitinya.
"Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf, aku tidak tahu apa yang terjadi hari itu, aku sangat ingin bertemu denganmu. Jadi,..." Yoongi menjeda kalimatnya, bingung akan seperti apa menyampaikannya. Yoongi berpikir Sora saat itu pergi berdua dengan Sid. "Aku yakin kau mengerti maksudku, aku takut saat itu."
Sora tersenyum kecil karena mengerti maksud Yoongi, "apa kau cemburu?"
Sekarang Yoongi yang ikut tersenyum karena Sora bisa menebak dengan tepat apa yang dimaksud oleh Yoongi.
"Kau sangat mengerti aku."
Sora menutup matanya merasakan hembusan angin yang sebenarnya dingin, tapi dia merasa hangat saat ini, terutama saat mendengar ucapan Yoongi tadi.
"Bisakah--"
"Menikahlah denganku."
Awalnya Sora ingin mengatakan ajakan untuk berteman lagi, tapi dia terkejut saat kalimat yang tidak diduganya sama sekali meluncur bebas dari mulut Yoongi. Sora yang awalnya menatap lurus matahari yang sudah tenggelam total, beralih kewajah Yoongi yang sudah menatapnya terlebih dahulu.
Mulut Sora serasa beku saat ini, dia tidak dapat mengucapkan apapun, padahal dia sangat ingin mengobrol banyak dengan Yoongi. Mulut Sora masih sedikit terbuka sampai dia disadarkan dengan suara Yoongi.
"Apa wajahmu memang harus seperti itu?" Yoongi akhirnya merasa lega setelah mengucapkan kalimat itu, walaupun dia belum mendapat jawabannya dia merasa lega.
"Apa kau baru saja melamarku?" Balas Sora yang masih kaget tapi sudah sedikit lega karena Yoongi juga berusaha mencairkan suasana.
"Kenapa kau malah balik bertanya?"
"Eum... maksudku...aduuhhh apa yang harus kukatakan padamu?" Sora terlihat panik sendiri.
"Sudahlah... jangan diambil pusing."
"Bukan... bukan begitu maksudku, bagaimana denganmu? Kau tidak khawatir dengan kedepannya?"
Yoongi menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya secara perlahan, dia juga memikirkan ini sebelumnya, sejak perkataan Namjoon waktu itu Yoongi banyak belajar. Dirinya memang harus banyak diperbaiki, kata-kata Namjoon seolah membuka pikirannya untuk tidak terlalu meratapi kesedihan dirinya.
Yoongi mengerti jika Sora mengatakan "iya" dari pertanyaannya, akan banyak hal yang akan dihadapinya. Orang tua, karir, agensi juga penggemar akan terkejut dengan hal ini, tapi satu sisi dia tidak akan melepas lagi gadis yang sampai sekarang belum mampu untuk dilupakannya walaupun dia sudah berusaha keras untuk menghapusnya.
Dia harus menerima resiko dari jalan yang dia ambil.
"Entahlah, aku sudah memikirkannya. Dan aku siap untuk itu semua." Balas Yoongi yang tidak mampu menatap wajah Sora lagi.
"Tapi, apa kau yakin? Ini akan menjadi perang setelahnya."
Yoongi tersenyum saat Sora mengatakan perang, maksud utamanya adalah Ayah Sora yang pasti akan menentang Yoongi dan penggemar yang pasti akan menentang Sora yang menjadi pendamping Yoongi.
"Aku..."
"Sora-ya, jujur perasaanku campur aduk sekarang ini." Yoongi bangkit dari duduknya dan berjalan kepinggir sungai dengan kedua tangannya yang berada dikantong coat yang dia kenakan.
"Selama mengenalmu, aku merasa hidup. Walaupun sebenarnya aku terkadang jengkel dengan sikap hebohmu, tapi aku merasa nyaman. Kau mampu menyetarakan dirimu yang sebenarnya sudah sangat tinggi diatasku, aku yang selalu menyalahkan dunia karena ketidakadilan yang aku alami dengan mudahnya kau mengubah semua agar aku lebih bersyukur dengan hidup yang kujalani."
"Aku yang selalu merasa sendiri, menjadi berharga saat didekatmu. Kau mampu membuatku merasa cukup. Kau mampu membuatku hidup. Itu sebabnya aku tidak ingin melepasmu lagi."
Yoongi menundukkan kepalanya dan menatap pantulan dirinya melalui air sungai yang terlihat berkilau dimalam hari karena cahaya lampu yang menyinarinya, disisi lain Sora sedang memandangi punggung Yoongi yang terlihat jauh lebih kuat sekarang, tubuhnya juga jauh lebih tinggi dibanding terakhir kali dia bertemu. Ingin rasanya Sora memeluk tubuh Yoongi yang saat ini seperti seseorang yang membutuhkan kasih sayang darinya.
Sora pusing saat ini.
"Bukan aku bermaksud menolakmu, tapi, aku juga takut. Aku takut... kau tahu, dunia pasti akan menolak hubungan kita."
Yoongi kembali menghela nafasnya. "Dari kalimatmu sepertinya kau tidak ingin menolakku." Yoongi kembali tersenyum tanpa Sora sadari.
"Aku rasa kau sudah mengerti kenapa aku mengatakan hal yang mungkin tidak kau duga sama sekali, bukankah kau pernah mengatakan padaku untuk melawan rasa sakit ini bersama?"
Kali ini Sora tidak mampu lagi membalas perkataan Yoongi, kalimat itu yang membuat Yoongi untuk tetap bertahan disisinya, kalimat takut kehilangan. Kalimat yang menjadi dasar untuk tetap saling menguatkan.
Suara air sungai menjadi backsound yang cocok untuk menjadi pengisi kekosongan obrolan dari keduanya, tidak ada satupun dari mereka yang ingin memulai percakapan yang cukup menegangkan bagi keduanya, Yoongi yang masih setia berdiri dipinggir sungai dan Sora masih duduk dengan kaku tanpa melakukan apapun.
Sora kembali menatap bunga yang masih terduduk manis dimeja, dan beralih memandang Yoongi yang sepertinya tidak akan beranjak dari tempatnya. Sora harus membuat keputusan, dia tidak akan membiarkan Yoongi menunggu terlalu lama.
Sora berjalan pelan menuju Yoongi, berhenti tepat dibelakang lelaki itu, saat berdiri berdampingan seperti ini Sora baru sadar dan bertanya dalam hati, Yoongi yang semakin tinggi atau dia yang semakin pendek. Dia menarik nafas demi menghilangkan kegugupan yang tercipta malam ini.
Yoongi sedikit terkejut saat merasa perutnya dilingkari oleh tangan Sora, tindakan tiba-tiba itu hampir saja membuat dia tercebur kedalam sungai. Segera dia menyamarkan dengan sedikit menggerakkan kepalanya kesamping, seperti ingin melihat siapa yang memeluknya.
"Bagaimana bisa kau melamarku tanpa cincin?" Ucap Sora dengan suara yang terdengar seksi bagi Yoongi karena teredam dengan coat hangat miliknya.
"Ah, maaf,..." Yoongi kembali gugup setelah mendapat pertanyaan seperti itu. "Awalnya aku tidak ingin melamarmu, tapi pikiran itu berubah saat diperjalanan tadi. Lagian kau semakin kurus, jadi aku takut cincinnya akan longgar."
"Alasan macam apa itu!? Bilang saja kau tidak tahu ukuran jariku!"
Yoongi tertawa kecil karena Sora benar-benar paham akan dirinya, dia ikut memeluk lengan Sora yang semakin menambah kehangatan diantara keduanya. Yoongi sangat bahagia malam ini, gadis heboh ini menerima lamarannya walaupun secara tidak langsung.
"Kemarilah." Yoongi mengisyaratkan agar Sora merubah posisi agar menghadap kearahnya.
Kemudian lelaki itu menyentuh telinga sebelah kirinya yang sudah terpasang dangly earrings, dan membuka salah satunya. Anting berbentuk lingkaran dengan hiasan seperti rantai kecil dilepas dari salah satu tindikannya, kemudian melihat telinga kiri Sora yang kali ini menggunakan piercing kecil bulat berwarna hitam.
"Buka itu." Kalimat perintah Yoongi menggerakkan tangan Sora dengan segera melepas piercing itu dari telinganya.
Lalu Yoongi sedikit menunduk karena Sora yang tidak lebih tinggi darinya dan memasang anting itu ditelinga kiri Sora, hal yang cukup mendebarkan bagi Sora. Mungkin pipinya sudah merah sekarang.
"Aku tidak perlu sebuah cincin seperti orang lain saat melamar wanitanya, aku rasa ini sudah cukup untuk membuatmu tidak lari kemana-mana." Bisik Yoongi tepat ditelinga Sora yang semakin meningkatkan suhu panas ditubuhnya.
Yoongi mengusap pelan pipi Sora dengan ibu jarinya setelah selesai memasang anting itu ditelinga Sora, jari panjang nan putih itu seperti mengalirkan sensasi aneh pada pipi Sora, matanya menunjukkan ketulusan yang amat dalam, seolah dari tatapan itu Sora mengerti bagaimana perasaan Yoongi saat ini.
Sora mengutuk dirinya sendiri jika sebentar lagi dia akan pingsan karena tatapan maut dari seorang Yoongi, dia merapal doa agar bisa menahan diri agar tidak menyerang Yoongi terlebih dahulu.
Jika kondisi seperti ini Sora bisa menjadi lebih agresif.
Selanjutnya Sora sedikit lega karena Yoongi semakin mendekatkan wajahnya, Yoongi akan menciumnya, Sora tetap bertahan untuk sabar dan menunggu Yoongi yang menyapanya terlebih dahulu.
Bibir Yoongi mendarat dengan mulus diatas bibir lembab Sora, lelaki itu selalu tidak tahan untuk tidak tergoda dengan bibir seksi Sora. Walaupun tidak seseksi bibir Angelina Jolie atau Megan Fox, bibir Sora selalu menjadi candu buatnya.
Yoongi memulainya dengan perlahan, hingga Sora ikut membalas ciuman hangat itu, yang awalnya terlihat lambat menjadi sebuah ******* nikmat bagi keduanya, sembari mengatur nafas masing-masing agar berjalan mulus, Yoongi melingkarkan lengannya dipinggang Sora demi merapatkan tubuh keduanya dan Sora yang membalas dengan melingkarkan lengannya dileher Yoongi.
Karena perbedaan tinggi dan Yoongi yang semakin menarik tubuhnya demi memperdalam ciuman mereka, Sora yang awalnya berjinjit, kini naik dan berpijak pada kaki Yoongi agar bisa menambah sedikit tingginya. Hal itu jelas menguntungkan karena Yoongi yang mengunakan boots dengan tapak sepatu yang tebal, Yoongi tersenyum kecil diantara ciuman mereka. Gadis kecilnya bisa berubah nakal kapan saja.
Mereka menarik wajah masing-masing, saat merasa sudah cukup melampiaskan kerinduan yang selama ini mereka tahan. Walaupun masih belum cukup, tapi mereka harus menahannya. Yoongi mengecup kening Sora lama, dan menatap dalam kedua mata gadis miliknya itu.
Sora menunduk tidak kuat lama-lama ditatap seperti itu. Sora memilih menyandarkan kepalanya dibahu Yoongi, dan kembali merasakan hangatnya pelukan dari seorang Yoongi.
Yoongi menyandarkan dagunya diatas kepala gadis itu.
"Berapa hari lagi kau disini?" Tanya Yoongi memecah kecanggungan diantara keduanya setelah ciuman hangat tadi.
"Lima hari, aku hanya diberi waktu seminggu oleh Ayahku."
Yoongi diam seperti memikirkan sesuatu, cukup beberapa detik dan kembali mengucapkan sesuatu yang membuat jantung Sora berdebar hebat.
"Kita ke Daegu malam ini."
Sora hampir pingsan.
Vote & Comment kalian sangat berarti bagiku, terima kasih 😘
Purple U 💜💜